Selasa, 11 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Cara Baru Anak ABK Belajar di Kudus, Layar Digital Bikin Kelas Lebih Hidup

Cara Baru Anak ABK Belajar di Kudus, Layar Digital Bikin Kelas Lebih Hidup

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID –  Matanya terpaku ke arah layar besar di depan kelas, dari atas kursi rodanya, seorang siswa laki-laki berseragam putih di SLBN Purwosari Kudus itu menatap layar interaktif yang menyala terang di hadapannya. Di sana tampil sosok guru dalam bentuk animasi visual dengan tulisan berwarna cerah “AYO BELAJAR BERSAMA.”

Ia memperhatikan tanpa banyak bergerak, tatapannya tidak beralih, bagi orang lain, pemandangan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi guru yang setiap hari mendampingi anak berkebutuhan khusus, momen seperti itu adalah sebuah perubahan besar.

Sebab, menjaga fokus dan membangun ketertarikan belajar bukan perkara mudah bagi sebagian siswa, apalagi dibutuhkan cara yang tepat agar materi pelajaran tidak hanya tersampaikan, tetapi juga benar-benar dipahami.

Hari itu, suasana kelas di SLBN Purwosari Kudus tampak berbeda, tidak terlihat anak-anak yang kehilangan minat atau hanya menunggu pelajaran berakhir. Sebaliknya, rasa ingin tahu muncul dari cara mereka memperhatikan layar, mencoba perangkat, dan mengikuti arahan guru.

Di sudut kelas lain, seorang guru berhijab tampak sabar mendampingi seorang siswi membaca buku panduan. Jemarinya menunjuk perlahan baris demi baris tulisan, memastikan sang murid memahami materi yang sedang dipelajari.

Sementara itu, beberapa siswa lain sibuk mengoperasikan laptop di meja masing-masing. Setiap keberhasilan kecil mendapat apresiasi dari para guru melalui senyum dan tepuk tangan.

Kelas tersebut bukan sekadar ruang dengan perangkat teknologi baru. Lebih dari itu, tempat itu menjadi gambaran bagaimana pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus dapat berkembang ketika teknologi dipadukan dengan kreativitas dan kepedulian guru.

Layar Digital Bantu Anak Memahami Pelajaran

Bagi Riska Widyanasari, Guru Kelas Tuli di SLBN Purwosari Kudus, kehadiran layar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) membawa perubahan dalam proses pembelajaran.

Mengajar anak-anak dengan hambatan pendengaran membutuhkan pendekatan yang kuat secara visual. Materi harus dibuat lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami melalui berbagai bentuk media.

Dalam pelajaran Pendidikan Pancasila, misalnya, Riska memanfaatkan video berbasis teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk memperlihatkan tata cara memberikan penghormatan kepada Bendera Merah Putih.

Melalui gambar bergerak dan tampilan visual yang jelas, siswa dapat melihat contoh secara langsung. Hal yang sebelumnya sulit dijelaskan hanya melalui kata-kata menjadi lebih mudah dipahami.

Pada kesempatan lain, Riska mengajak murid-muridnya membuka buku digital melalui laman budi.kemendikdasmen.go.id. Mereka membaca bersama, menjawab kuis sederhana, kemudian menceritakan kembali isi bacaan sesuai pemahaman masing-masing.

“IFP sangat membantu proses pembelajaran, terutama di SLB, karena kelas menjadi jauh lebih interaktif, bermakna, dan menyenangkan,” ujar Riska.

Menurutnya, perubahan paling terlihat dari keterlibatan siswa selama pembelajaran berlangsung. Jika sebelumnya media pembelajaran konvensional membuat sebagian anak lebih cepat kehilangan fokus, kini mereka lebih aktif mengikuti kegiatan kelas.

Anak-anak tidak hanya melihat materi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan apa yang mereka pelajari.

Teknologi Tetap Membutuhkan Sentuhan Guru

Meski membawa banyak manfaat, penggunaan teknologi di kelas anak berkebutuhan khusus tentu memiliki tantangan.

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam memahami dan mengoperasikan perangkat digital. Ada yang cepat beradaptasi, tetapi ada pula yang membutuhkan pendampingan lebih lama.

Riska menyadari teknologi bukanlah pengganti peran guru. Perangkat digital hanyalah alat bantu yang harus digunakan dengan pendekatan yang tepat.

Karena itu, ia menerapkan pembelajaran secara bertahap. Siswa tidak langsung dibiarkan menggunakan perangkat sendiri, melainkan didampingi sesuai kemampuan masing-masing.

Ia juga memanfaatkan metode tutor teman sebaya, yaitu ketika siswa yang lebih memahami membantu temannya dalam menggunakan perangkat atau mengikuti pembelajaran.

“Yang terpenting media itu mudah dioperasikan, sehingga semua murid bisa ikut belajar dan tidak ada yang merasa tertinggal,” kata Riska.

Pendekatan tersebut membuat teknologi tidak menjadi batas baru, melainkan menjadi jembatan agar seluruh siswa dapat terlibat.

Membuka Ruang Belajar yang Lebih Setara

Pengalaman di SLBN Purwosari Kudus menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan pendidikan yang lebih inklusif.

Bagi anak berkebutuhan khusus, kesempatan belajar bukan hanya soal tersedianya fasilitas, tetapi juga tentang bagaimana lingkungan sekitar mampu memahami kebutuhan mereka.

Layar interaktif, laptop, dan berbagai media digital hanyalah alat. Makna sebenarnya muncul ketika semua itu digunakan untuk membantu anak-anak menemukan cara belajar yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Upaya memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus juga menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan yang setara dan bermutu bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Pada akhirnya, perubahan terbesar di kelas itu bukan hanya terlihat dari layar yang menyala atau teknologi yang digunakan. Perubahan itu terlihat dari anak-anak yang semakin berani mencoba, semakin percaya diri, dan semakin menikmati proses belajar.

Karena pada akhirnya, teknologi mungkin membuka pintu pembelajaran baru. Namun guru adalah sosok yang membantu anak-anak melangkah melewati pintu tersebut. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RSUMH Terima Pasien Penumpang Umroh dari Jeddah, Coronakah ?  

    RSUMH Terima Pasien Penumpang Umroh dari Jeddah, Coronakah ?  

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.401
    • 0Komentar

    SIANG tadi Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin menerima penumpang dari umroh pukul 13.59 WIB bertempat, kedatangan penumpang tersebut dari Terminal Internasional Bandara Int’l SMB ll Palembang, Selasa [3/3/2020]. Penumpang tersebut berasal dari pesawat LionAir (JT 89) Landing pukul 10.20 WIB dari Jeddah berinisial MS [64], asal Gunung Ibul, Kota Prabumulih yang Terindikasi Virus Corona […]

  • Awal Tahun Depan, Markas Sandiaga S Uno Hijrah ke Jateng

    Awal Tahun Depan, Markas Sandiaga S Uno Hijrah ke Jateng

    • calendar_month Sabtu, 8 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.025
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, TEGAL –  Mulai tahun depang Calon Presiden Sandiaga Salahuddin Uno berencana memindahkan markas perjuangannya dari Jakarta ke Jawa Tengah menyusul Jateng merupakan provinsi penting yang harus dimenangkan pasangan Prabowo-Sandi. “Jadi saya memberikan perhatian khusus untuk Provinsi Jateng. Karena itu mulai Januari 2019 ia akan memindahkan markas perjuangannya dari Jakarta ke Jawa Tengah,”ungkap Direktur Materi […]

  • Dihadapan Generasi Milenial, Sandi : Anda Mau Jadi Penonton atau Pemain?

    Dihadapan Generasi Milenial, Sandi : Anda Mau Jadi Penonton atau Pemain?

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.157
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG-  Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02, Sandiaga Uno menemui pendukungnya di Palembang, terutama ‘Kaum Emak-emak dan generasi milenial, Ia pun ke Palembang tidak sendiri, karena ditemani oleh Ketua MPR RI sekaligus Ketua Umum [Ketum] PAN, Zulkifli Hasan. Dalam pertemuan yang bertema  Ngopi Bareng Bang Zul dan Bang Sandi.diselenggarakan di Restorant River Side sandi […]

  • Ketika Wali Kota Palembang Jadi “Tentara Sehari”, Pangdam II Sriwijaya :  Gotong-royong DNA Indonesia

    Ketika Wali Kota Palembang Jadi “Tentara Sehari”, Pangdam II Sriwijaya :  Gotong-royong DNA Indonesia

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.028
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id.- Biasanya kalau kita lihat Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, pasti tampil necis dengan batik atau jas resmi. Tapi kali ini beda,  Pak Wali tiba-tiba berubah jadi “tentara sehari” di acara penutupan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-123 di Pondok Pesantren Thawalib Sriwijaya, Kecamatan Gandus, Kamis (20/3/2025). Beliau terlihat tampil macho dengan baju kehormatan TNI. Kalau sekilas lihat, bisa-bisa […]

  • Raih Poin Penuh, Laskar Ranggonang Tak Boleh Lengah

    Raih Poin Penuh, Laskar Ranggonang Tak Boleh Lengah

    • calendar_month Sabtu, 24 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.227
    • 0Komentar

    “Alhamdulillah kita dapat tiga poin lagi dalam pertandingan ketiga hari ini. Ya, kita harus jaga tren positif kedepan,”

  • Covid-19 Kemarin, Kasus Sembuh 15 Orang, 5 Positif di Muba

    Covid-19 Kemarin, Kasus Sembuh 15 Orang, 5 Positif di Muba

    • calendar_month Sabtu, 31 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 829
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Musi Banyuasin, Jumat (30/10/2020) mengkonfirmasi penambahan 15 kasus sembuh dan 5 kasus terkonfirmasi positif COVID-19. “Ada penambahan 15 kasus sembuh dan 5 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 per 30 Oktober 2020,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan 5 kasus positif yakni diantaranya […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce and Zoho CRM Connector Pro WooCommerce Anti-Fraud WooCommerce API Manager WooCommerce Aramex WooCommerce Attach Me! WooCommerce Attribute Stock – Shared Stock & Variable Quantities WooCommerce Auctions – WordPress Simple Auctions WooCommerce Australia Post Shipping Method WooCommerce Authorize.Net Reporting Woocommerce Automatic Order Printing