Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » Cara Baru Anak ABK Belajar di Kudus, Layar Digital Bikin Kelas Lebih Hidup

Cara Baru Anak ABK Belajar di Kudus, Layar Digital Bikin Kelas Lebih Hidup

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
  • visibility 26
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID –  Matanya terpaku ke arah layar besar di depan kelas, dari atas kursi rodanya, seorang siswa laki-laki berseragam putih di SLBN Purwosari Kudus itu menatap layar interaktif yang menyala terang di hadapannya. Di sana tampil sosok guru dalam bentuk animasi visual dengan tulisan berwarna cerah “AYO BELAJAR BERSAMA.”

Ia memperhatikan tanpa banyak bergerak, tatapannya tidak beralih, bagi orang lain, pemandangan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi guru yang setiap hari mendampingi anak berkebutuhan khusus, momen seperti itu adalah sebuah perubahan besar.

Sebab, menjaga fokus dan membangun ketertarikan belajar bukan perkara mudah bagi sebagian siswa, apalagi dibutuhkan cara yang tepat agar materi pelajaran tidak hanya tersampaikan, tetapi juga benar-benar dipahami.

Hari itu, suasana kelas di SLBN Purwosari Kudus tampak berbeda, tidak terlihat anak-anak yang kehilangan minat atau hanya menunggu pelajaran berakhir. Sebaliknya, rasa ingin tahu muncul dari cara mereka memperhatikan layar, mencoba perangkat, dan mengikuti arahan guru.

Di sudut kelas lain, seorang guru berhijab tampak sabar mendampingi seorang siswi membaca buku panduan. Jemarinya menunjuk perlahan baris demi baris tulisan, memastikan sang murid memahami materi yang sedang dipelajari.

Sementara itu, beberapa siswa lain sibuk mengoperasikan laptop di meja masing-masing. Setiap keberhasilan kecil mendapat apresiasi dari para guru melalui senyum dan tepuk tangan.

Kelas tersebut bukan sekadar ruang dengan perangkat teknologi baru. Lebih dari itu, tempat itu menjadi gambaran bagaimana pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus dapat berkembang ketika teknologi dipadukan dengan kreativitas dan kepedulian guru.

Layar Digital Bantu Anak Memahami Pelajaran

Bagi Riska Widyanasari, Guru Kelas Tuli di SLBN Purwosari Kudus, kehadiran layar interaktif atau Interactive Flat Panel (IFP) membawa perubahan dalam proses pembelajaran.

Mengajar anak-anak dengan hambatan pendengaran membutuhkan pendekatan yang kuat secara visual. Materi harus dibuat lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami melalui berbagai bentuk media.

Dalam pelajaran Pendidikan Pancasila, misalnya, Riska memanfaatkan video berbasis teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk memperlihatkan tata cara memberikan penghormatan kepada Bendera Merah Putih.

Melalui gambar bergerak dan tampilan visual yang jelas, siswa dapat melihat contoh secara langsung. Hal yang sebelumnya sulit dijelaskan hanya melalui kata-kata menjadi lebih mudah dipahami.

Pada kesempatan lain, Riska mengajak murid-muridnya membuka buku digital melalui laman budi.kemendikdasmen.go.id. Mereka membaca bersama, menjawab kuis sederhana, kemudian menceritakan kembali isi bacaan sesuai pemahaman masing-masing.

“IFP sangat membantu proses pembelajaran, terutama di SLB, karena kelas menjadi jauh lebih interaktif, bermakna, dan menyenangkan,” ujar Riska.

Menurutnya, perubahan paling terlihat dari keterlibatan siswa selama pembelajaran berlangsung. Jika sebelumnya media pembelajaran konvensional membuat sebagian anak lebih cepat kehilangan fokus, kini mereka lebih aktif mengikuti kegiatan kelas.

Anak-anak tidak hanya melihat materi, tetapi juga berinteraksi langsung dengan apa yang mereka pelajari.

Teknologi Tetap Membutuhkan Sentuhan Guru

Meski membawa banyak manfaat, penggunaan teknologi di kelas anak berkebutuhan khusus tentu memiliki tantangan.

Setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dalam memahami dan mengoperasikan perangkat digital. Ada yang cepat beradaptasi, tetapi ada pula yang membutuhkan pendampingan lebih lama.

Riska menyadari teknologi bukanlah pengganti peran guru. Perangkat digital hanyalah alat bantu yang harus digunakan dengan pendekatan yang tepat.

Karena itu, ia menerapkan pembelajaran secara bertahap. Siswa tidak langsung dibiarkan menggunakan perangkat sendiri, melainkan didampingi sesuai kemampuan masing-masing.

Ia juga memanfaatkan metode tutor teman sebaya, yaitu ketika siswa yang lebih memahami membantu temannya dalam menggunakan perangkat atau mengikuti pembelajaran.

“Yang terpenting media itu mudah dioperasikan, sehingga semua murid bisa ikut belajar dan tidak ada yang merasa tertinggal,” kata Riska.

Pendekatan tersebut membuat teknologi tidak menjadi batas baru, melainkan menjadi jembatan agar seluruh siswa dapat terlibat.

Membuka Ruang Belajar yang Lebih Setara

Pengalaman di SLBN Purwosari Kudus menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi bagian penting dalam menciptakan pendidikan yang lebih inklusif.

Bagi anak berkebutuhan khusus, kesempatan belajar bukan hanya soal tersedianya fasilitas, tetapi juga tentang bagaimana lingkungan sekitar mampu memahami kebutuhan mereka.

Layar interaktif, laptop, dan berbagai media digital hanyalah alat. Makna sebenarnya muncul ketika semua itu digunakan untuk membantu anak-anak menemukan cara belajar yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Upaya memperkuat layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus juga menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pendidikan yang setara dan bermutu bagi seluruh peserta didik, termasuk siswa di Sekolah Luar Biasa (SLB).

Pada akhirnya, perubahan terbesar di kelas itu bukan hanya terlihat dari layar yang menyala atau teknologi yang digunakan. Perubahan itu terlihat dari anak-anak yang semakin berani mencoba, semakin percaya diri, dan semakin menikmati proses belajar.

Karena pada akhirnya, teknologi mungkin membuka pintu pembelajaran baru. Namun guru adalah sosok yang membantu anak-anak melangkah melewati pintu tersebut. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jelang Imlek, Bersama TNI-Polri  Muba Maksimalkan Operasi Yustisi Hingga Level Desa

    Jelang Imlek, Bersama TNI-Polri  Muba Maksimalkan Operasi Yustisi Hingga Level Desa

    • calendar_month Kamis, 11 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 908
    • 0Komentar

    MENJELANG libur Imlek, Pemkab Muba bersama TNI-POLRI maksimalkan Operasi Yustisi Untuk  penegakan kedisiplinan warga pada protokol kesehatan COVID-19. Hal itu sesuai arahan Kapolda Sumatera Selatan, TNI- Polri khususnya yang bertugas di wilayah Musi Banyuasin. Untuk  penegakan kedisiplinan warga pada protokol kesehatan COVID-19, TNI-Polri dan Sat Pol PP Muba sepakat  melakukan operasi yustisi lebih masif lagi […]

  • Yuk..! Rame-rame Komit  Berantas Korupsi Terintegrasi

    Yuk..! Rame-rame Komit  Berantas Korupsi Terintegrasi

    • calendar_month Rabu, 4 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 816
    • 0Komentar

    Disaksikan Kapolda Sumsel, Pangdam II Sriwijaya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Sumsel dan Pimpinan KPK.

  • Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemerintah Programkan Panen Padi Empat Kali

    Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemerintah Programkan Panen Padi Empat Kali

    • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 807
    • 0Komentar

    DENGAN dorongan alat-alat mekanik dan penyediaaan sarana produksi, program IP 400 mengajak petani menanam dan panen padi empat kali setahun. Targetnya 22–26 ton padi kering per hektare per tahun dan itu salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan. Kampanye budi daya padi IP 400 kini sering terdengar dari berbagai spot di tanah air. Juru kampanye utamanya […]

  • Pj Bupati Apriyadi Beri Bonus dan Cover Asuransi untuk Atlet Muba

    Pj Bupati Apriyadi Beri Bonus dan Cover Asuransi untuk Atlet Muba

    • calendar_month Rabu, 13 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 965
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,-  Ratusan atlet asal Muba siap berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XIV Kabupaten Musi Banyuasin di Kabupaten Lahat dan Kontingen Pekan Paralympic Provinsi (PEPARPROV) IV yang akan digelar 17-24 September 2023. Semangat para atlet tambah terpacu ketika secara resmi, Selasa (12/9/2023) pagi disemangati langsung Pj Bupati Apriyadi Mahmud saat rangkaian Pelepasan Kontingen PORPROV […]

  • Polda Banten OTT Lurah dan PNS Lebak

    Polda Banten OTT Lurah dan PNS Lebak

    • calendar_month Minggu, 14 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

    DIREKTORAT Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Banten melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kepada empat pegawai Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR BPN) Kabupaten Lebak, Banten, Jumat (12/11/2021) malam. Selain itu, seorang lurah juga ikut dibekuk. Direskrimsus Polda Banten Kombes Pol. Dedi Supriadi, S.I.K., menyatakan satu orang lurah yang ditangkap adalah lurah di […]

  • Cek Fakta, Benarkah Jenis Kelamin Bayi Bisa dilihat dari Kondisi Kulit Wajah Ibu Hamil?

    Cek Fakta, Benarkah Jenis Kelamin Bayi Bisa dilihat dari Kondisi Kulit Wajah Ibu Hamil?

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 566
    • 0Komentar

    KATANYA, jenis kelamin bayi yang dikandung bisa dilihat dari kondisi kulit wajah ibu hamil. Anggapan ini cukup banyak dipercaya oleh masyarakat kita, lho. Sebelum kamu mempercayai anggapan tersebut, sebaiknya simak terlebih dahulu penjelasan berikut ini, ya. Di masa kehamilan, akan ada banyak perubahan yang bisa terjadi pada tubuh Bumil, mulai dari perut dan payudara yang […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce and Zoho CRM Connector Pro WooCommerce Anti-Fraud WooCommerce API Manager WooCommerce Aramex WooCommerce Attach Me! WooCommerce Attribute Stock – Shared Stock & Variable Quantities WooCommerce Auctions – WordPress Simple Auctions WooCommerce Australia Post Shipping Method WooCommerce Authorize.Net Reporting Woocommerce Automatic Order Printing