Senin, 24 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Ekonomi » Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemerintah Programkan Panen Padi Empat Kali

Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemerintah Programkan Panen Padi Empat Kali

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
  • visibility 804
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DENGAN dorongan alat-alat mekanik dan penyediaaan sarana produksi, program IP 400 mengajak petani menanam dan panen padi empat kali setahun. Targetnya 22–26 ton padi kering per hektare per tahun dan itu salah satu upaya meningkatkan ketahanan pangan.

Kampanye budi daya padi IP 400 kini sering terdengar dari berbagai spot di tanah air. Juru kampanye utamanya ialah Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dan tentu saja Presiden Joko Widodo.

Promosi IP 400 itu bergema seiring ajakan untuk memanfaatkan sebesar-besarnya air dari sarana bendungan dan irigasi yang belakangan banyak dibangun.

IP 400 ialah akronim dari indeks pertanaman (IP) 400, yang artinya hamparan sawah dimanfaatkan untuk empat kali penanaman dalam setahun. Pola budi daya yang maraton: padi, padi, padi, dan padi lagi. Dulu pola ini dianggap muskil. Namun, kini dengan kemajuan sarana yang ada (bendungan dan irigasi), mesin-mesin pertanian yang lebih mudah diakses, benih, pupuk, pestisida, dan bahan-bahan lain yang lebih cepat terdistribusi, pola tanam itu bisa dilakukan, setidaknya di kawasan tertentu.

Gebrakan IP 400 ini pun dilakukan di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Gerakan tanam padi IP 400 ini dimulai dari Dusun Serut, Kelurahan Palbapang, Rabu (16/2/2022). Hamparan sawah seluas beberapa puluh hektare di dusun itu siap mencoba pola tanam baru itu, akan diperluas hingga 5.000 ha di seluruh Kabupaten Bantul.

Untuk menandai gerakan itu, Eni Tauruslina Amarullah, Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementerian Pertanian RI, melakukan penanaman bibit pertama, dibantu dengan traktor penanam padi. Seremoni ini disaksikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Sugeng Purwanto, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih dan sejumlah pejabat lainnya.

Bantul dianggap sebagai daerah yang cocok untuk melakukan budi daya IP 400. Sebagian sawah di Bantul mendapat pengairan sepanjang tahun. Sawah-sawah di sana juga berada di atas hamparan yang relatif datar yang memudahkan traktor pengolah tanah, penanam bibit dan pemanen mudah dioperasikan. Bantul juga bukan daerah endemis hama dan penyakit padi. Syarat terpenuhi. Faktor yang tak kalah pentingnya ialah tersedianya benih padi genjang, umur pendek.

Pola budi daya IP 400 sebetulnya gagasan lama yang sudah banyak didiskusikan sejak 2008-2009. Namun, barulah pada era Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pola tanam padi IP 400 itu menjadi program resmi Kementerian Pertanian. Ada sejumlah momentum yang membuatnya lebih visibel untuk dilakukan, yakni kebijakan food estate, penyelesaian proyek-proyek bendungan dan irigasi, dan ditunjang oleh kredit usaha rakyat (KUR) berbunga rendah 4–6 persen per tahun.

Food estate sendiri merupakan konsep pengembangan area produksi pangan yang dilakukan secara terintegrasi yang mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan yang berada di suatu kawasan lahan yang cukup luas. Intervensi pemerintah dalam kebijakan food estate padi adalah penyediaan benih genjah berkualitas, distribusi pupuk subsidi, pengadaan mesin-mesin pertanian, serta tenaga-tenaga penyuluh lapangan.

Dalam budi daya IP 400 semuanya harus berjalan cepat. Pengolahan tanah, penanaman, dan panen dilakukan dengan mesin. Masing-masing petani menyediakan 5–6 persen dari luas lahannya khusus untuk persemaian. Benih padi disemai 2–4 minggu dan kemudian dipindahkan ke hamparan sawah yang tanahnya telah ditraktor hingga halu dan basah melumpur. Padi dipanen 75–90 hari kemudian.

Kini telah tersedia banyak varietas padi untuk memenuhi kebutuhan itu. Semuanya genjah. Bahkan, varietas Silugongo bisa dipanen pada umur 85–90 hari setelah semai (HSS). Artinya, jika 15–20 hari di persemaian, ia bisa dipanen sekitar 70 hari setelah tanam.

Beberapa varietas yang cocok digunakan dalam program IP 400 ini antara lain ialah varietas Inpari 12 (99 HSS), Inpari 13 (99 HSS), Dodokan (100 HSS), Inpari 11 (105 HSS), Inpari 18 (102 HSS), Inpari 19 (103 HSS), Inpari 20 (104 HSS), Inpari Sidenuk (103 HSS), Inpari Pajajaran (105 HSS), Cakrabuana (105 HSS) atau IPB-3S, dan IPB-4S (110 hari). Di kebun percobaan, pola ini dapat memberikan hasil panen di atas 35 ton gabah kering giling (GKG) per tahun. Namun, di lapangan pola IP 400, petani diharapkan bila memanen 22–26 ton GKG per hektare per tahun dengan kadar air 14 persen.

Pemerintah Kabupaten Bantul antusias melaksanakan Program IP 400. ‘’Sektor pertanian menjadi prioritas di Kabupaten Bantul. Kami terus berusaha mengembangkan program pertanian agar bisa mensejahterakan masyarakat petani. Caranya dengan memanfaatkan potensi lahan pertanian agar lebih baik dalam menghasilkan panenan. Maka, hari ini kita berkumpul di sini dalam rangka tanam perdana padi dengan IP 400 di lahan 5.000 hektare,” kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.

Kepala Dinas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Sugeng Purwanto, saat membacakan kata sambutan atas nama Gubernur DI Sri Sultan Hamengku Buwono X, menyampaikan rasa bangga Kabupaten Bantul, dengan segala potensi dan kesiapannya, dipilih sebagai salah satu dari lima lokasi percontohan food estate.

“Tepatlah kiranya, bahwa hari ini Kabupaten Bantul dipercaya untuk program IP 400 dan dilakukan penanaman perdana. Kegiatan IP 400 ini, dalam konteks kepentingan nasional adalah mewujudkan ketahanan pangan dan kemandirian pangan. Untuk itulah kita harus mengupayakan laju produksi padi di Indonesia, khususnya di DIY, selalu lebih tinggi dari laju pertumbuhan penduduk itu sendiri,” kata Sugeng Purwanto, atas nama Ngarso Dalem Sultan HB X.

Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementerian Pertanian Eni Tauruslina Amarullah juga menekankan bahwa IP 400 itu ialah salah satu program kementerian dalam upaya meningkatkan produksi beras di tengah ketersediaan lahan sawah yang kiann terbatas akibat alih fungsi lahan. ‘’Kabupaten Bantul akan mampu menjadi penompang bagi Provinsi DIY dan menyumbang produksi untuk ketahanan pangan,” ujarnya.

Pemerintah, katanya, telah mempersiapkan program IP 400 ini dengan matang, termasuk menjamin ketersediaan benih dan sarana produksi pertanian lainnya. Program IP 400 itu sendiri di tahun 2022 ini diharapkan dapat menjangkau sawah seluas 200.000 hektare di seluruh penjuru tanah air. Seluruh sawah yang ada di Indonesia, menurut BPS, saat ini ada sekitar 7,5 juta. Jauh menyusut dari posisi 9 juta hektare di tahun 1980-an.
Indonesia.go.id (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usai Salat Jumat, Mantan Gubernur Sumsel Salurkan Bantuan 1 Ton Beras kepada Yayasan Masjid Agung Palembang

    Usai Salat Jumat, Mantan Gubernur Sumsel Salurkan Bantuan 1 Ton Beras kepada Yayasan Masjid Agung Palembang

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.865
    • 0Komentar

    USAI pelaksanaan salat Jumat berjemaah di Masjid Sultan Mahmud Badaruddin I Joyo Wikromo atau Masjid Agung Palembang, Jumat (12/6), pengurus Yayasan Masjid Agung Palembang menerima bantuan beras sebanyak satu ton dari anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H Alex Noerdin. Bantuan tersebut, diberikan langsung oleh mantan Gubernur Sumsel dua periode ini, khusus bagi para […]

  • Tangga Buntung Jadi Percontohan Kampung Bersinar, Ini Programnya

    Tangga Buntung Jadi Percontohan Kampung Bersinar, Ini Programnya

    • calendar_month Selasa, 18 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.743
    • 0Komentar

      DAERAH Tangga Buntung, 36 Ilir Kecamatan Gandus Palembang akan menjadi percontohan Kampung Bersinar yang bebas dari Narkoba. Untuk mewujudkannya perlu sejumlah program jangka pendek dan panjang mulai dikemas. “Ini tantangan yang sangat berat, terlebih di Palembang belum ada Kampung Bersinar,” kata Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda Fitri usai mengunjungi Kelurahan 36 Ilir Palembang, Selasa […]

  • Jaga Kesehatan Peserta PON, Polri Berangkatkan  44 Dokter SIPSS ke Papua

    Jaga Kesehatan Peserta PON, Polri Berangkatkan 44 Dokter SIPSS ke Papua

    • calendar_month Senin, 27 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 729
    • 0Komentar

    SEBANYAK 44 dokter yang tercatat sebagai Siswa Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) khusus Dokter TA 2021 dikirim ke Papua. Mereka akan mendukung tenaga medis untuk pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX. Dilansir dari Tribratanews belum lama ini, pemberangkatan 44 dokter ini dipimpin langsung oleh Kasetukpa Lemdiklan Polri, Brigjen. Pol. Mardiaz Kusin Dwihananto, S.I.K., M.Hum. […]

  • Duh! Jalan Penghubung Antar Desa di Kabupaten Ini Rusak Parah, Lubangnya Hingga 1 Meter, Bisa Untuk Ngumpet Lagi…  

    Duh! Jalan Penghubung Antar Desa di Kabupaten Ini Rusak Parah, Lubangnya Hingga 1 Meter, Bisa Untuk Ngumpet Lagi…  

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

     KONDISI jalan penghubung antar desa di Kelurahan Muara Kulam, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) memprihatinkan. Jalan aspal yang menjadi akses satu-satunya bagi masyarakat setempat untuk keluar masuk desa tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Pantauan awak media di lapangan, Senin (2/3/2020), kondisi jalan berlobang selebar 1,5 meter dengan kedalaman mencapai 1 meter. Pengendara […]

  • Puluhan Staf dan Pegawai PN Palembang Terindikasi Reaktif

    Puluhan Staf dan Pegawai PN Palembang Terindikasi Reaktif

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 959
    • 0Komentar

    HASIL rapid test yang dilakukan seluruh staf dan pegawai Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Kelas IA Khusus Sumatera Selatan, Senin (14/9/2020) kemarin dinyatakan puluhan terindikasi reaktif. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Bombongan Silaban, SH. MH. LLM dihadapan awak media yang biasa bertugas di PN Palembang, Selasa (15/9/2020). “Betul ada yang reaktif […]

  • Banyuasin Tambah 1 Positif Covid-19, Total 70 Pasien

    Banyuasin Tambah 1 Positif Covid-19, Total 70 Pasien

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 1.638
    • 0Komentar

    JURU Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Banyuasin, Aminuddin, S. Pd., S. IP., MM mengumumkan, ada penambahan 1 kasus baru positif Covid-19. “Hari ini terkonfirmasi 1 kasus positif baru Impor, Berinisial NH Asal Kecamatan Talang Kelapa ,” ungkapnya, Minggu (31/5/2020). Hingga Minggu malam, terdapat 70 pasien Covid-19, sebanyak 57 orang masih dalam perawatan dan […]

expand_less
WordPress Archive Styler – Elementor Fashion Store eCommerce Theme StyleShop – Responsive Clothing/ Fashion Store WordPress WooCommerce Theme (Mobile Layout Ready) Stylish Links Pro Stylishion Fashion Store Elementor Template Kit Stynirk – Single Property WordPress Theme Subdomain Endpoints for AMP Subsco – Construction Elementor Template Kit Subscribe to Unlock Opt In Content Locker WordPress Plugin Subway – Responsive Multi-Purpose WordPress Theme Succulents – Healthy Lifestyle and Wellness WordPress Theme