Kamis, 15 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemprov Sumsel » Antara Kebut di Jakabaring & “Kebodoran” di Jalanan

Antara Kebut di Jakabaring & “Kebodoran” di Jalanan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
  • visibility 914
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Kalau anak muda di kota besar di luar negeri disediakan skatepark, lapangan grafiti, atau studio band gratis, maka di Palembang kita punya solusi khas lahan Grass Track 5 hektare!. Bukan untuk bertani, tapi buat kebut-kebutan yang legal. Iya, legal. Karena ini atas restu Pak Gubernur sendiri, yang bukan cuma menengok lahan, tapi juga menantang Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumsel. Jangan cuma ban gosong, tapi otak juga ngebul ngerancang event keren, kemarin.

Sudah terlalu lama anak-anak muda kita hanya punya dua pilihan untuk menyalurkan hasrat balapnya di lintasan liar atau di reels Instagram. Dua-duanya membahayakan yang satu rawan kecelakaan, yang satu rawan di bully netizen.

Maka, gagasan bikin arena Grass Track di Jakabaring ini layak kita beri standing ovation. Atau minimal, tepuk tangan satu tangan, karena satu tangan lagi pegang helm. Di zaman yang semuanya serba digital, ada juga pemimpin daerah yang paham tak semua mimpi bisa dikejar lewat layar. Kadang, anak muda perlu tanah lapang, bukan sekadar sinyal kuat.

Namun begitu, ide cemerlang ini jangan sampai mentok di level ‘peninjauan lahan’ saja. Kita sudah sering lihat rumput yang hijau di awal, tapi akhirnya cuma jadi semak belukar karena proyeknya mogok kayak motor kehabisan bensin. Jangan sampai 5 hektare itu nanti jadi taman ilalang dan tempat selfie anak SMA, bukan arena adu skill.

Perumpamaannya begini kalau kambing lapar, jangan disuruh puasa. Kasih dia rumput. Tapi rumputnya jangan di halaman tetangga. Sama dengan anak muda penggila motor daripada mereka slonong boy di jalan protokol sambil boncengan tiga, mending disediakan tempat resmi dengan pagar, wasit, dan ambulans.

Biar kalau jatuh, masih ada pertolongan. Kalau menang, bisa jadi bibit atlet. Kalau kalah, ya tetap keren karena jatuhnya legal dan didukung Pemprov.

Lihat bagaimana kota seperti Sepang di Malaysia menjadikan sirkuit bukan cuma tempat balap, tapi destinasi wisata dan ekonomi lokal. Bahkan Thailand, yang dulunya hanya dianggap surganya belanja dan durian, sekarang punya MotoGP.

Di sana, balap bukan cuma suara knalpot tapi suara pemasukan buat UMKM. Bisa bayangin nggak, nasi uduk dan pempek dijual di tribun penonton? Bisa, kalau dirancang dengan matang.

Niat baik ini perlu diberi bensin yang cukup anggaran, regulasi, dan sinergi. Jangan sampai IMI disuruh lari, tapi sepatunya nggak dikasih. Jangan juga nanti saat sudah dibangun, izinnya ribet, sponsor susah, dan anak-anak muda tetap ngeluh “Mending balik kebut liar aja, bro.”

Karena sejatinya, membangun arena motor bukan sekadar proyek fisik. Ini adalah bentuk rekayasa sosial agar energi muda yang meledak-ledak bisa diarahkan ke tempat yang bermanfaat.

Ini juga soal keadilan yang suka main basket ada lapangan, yang suka musik ada panggung, yang suka kebut-kebutan ya mestinya ada arena. Masa semua disuruh jadi penonton sinetron saja?

Harapan kita, semoga proyek Grass Track Jakabaring ini bukan cuma jadi lahan proyek dan foto-foto peninjauan. Tapi jadi tonggak pembinaan olahraga otomotif Sumsel yang selama ini ‘ngempos’ kayak ban bocor di siang bolong.

Kalau ini berhasil, bukan tak mungkin Sumsel punya pembalap nasional, bahkan jadi tuan rumah event otomotif tingkat Asia. Ingat pepatah lama“Lebih baik ngebut di sirkuit, daripada diseruduk truk di simpang empat.” Jadi, gaspol terus Pemprov Sumsel!, tapi ingat, jangan cuma ngidupin mesin, tapi juga hidupkan semangat anak muda, karena di balik suara knalpot itu, ada suara mimpi yang butuh jalan.

Kalau tak kita beri ruang, hasrat anak muda ini bisa meledak di tempat yang salah. Dan kalau pemerintah hanya bisa menertibkan, tanpa pernah memberi solusi, maka sama saja seperti polisi lalu lintas yang marah karena jalanan macet padahal dia sendiri parkir di tikungan.

Sudah saatnya Sumsel tak hanya dikenal sebagai provinsi penghasil karet dan sawit, tapi juga provinsi penghasil atlet motor dan inovasi anak muda. Daripada anak-anak muda ngabisin bensin buat kabur dari kejaran petugas, mending mereka ngebut sambil ngejar medali.

Dan terakhir, kalau arena ini jadi, jangan lupa bumbunya libatkan komunitas, UMKM, konten kreator, dan tukang bakso. Karena yang bikin acara hidup itu bukan cuma suara knalpot, tapi juga suara dagang, suara tawa, dan suara tepuk tangan dari tribun penonton.

Masa depan itu bukan di gas atau rem. Tapi di tangan mereka yang tahu kapan harus ngebut, kapan harus belok, dan kapan harus parkir buat evaluasi.

Jadi, mari kita buat arena ini bukan cuma tempat balapan, tapi juga tempat harapan. Tempat di mana anak muda bisa ngebut dengan arah dan prestasi, bukan sekadar melaju tanpa tujuan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Infrastruktur Cloud, Indonesia  10 Kali Lipat Tertinggal Dengan Jepang

    Infrastruktur Cloud, Indonesia 10 Kali Lipat Tertinggal Dengan Jepang

    • calendar_month Sabtu, 4 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.447
    • 0Komentar

    INDONESIA membutuhkan tambahan infrastruktur komputasi awan (cloud) hingga 10 kali lipat agar bisa setara dengan kapasitas penyimpanan data yang dimiliki Jepang. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny Gerard Plate, mengatakan, secara geografis, Indonesia memiliki lebih banyak jumlah pulau daripada Jepang, namun besaran kapasitas cloud yang dimiliki hanya 10 persennya. “Andaikan (kapasitas cloud) Indonesia ingin setara […]

  • Program Pembangunaan Infrastuktur Dongkrak Penerimaan Pajak Sumsel, Ini Buktinya

    Program Pembangunaan Infrastuktur Dongkrak Penerimaan Pajak Sumsel, Ini Buktinya

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 782
    • 0Komentar

    PROGRAM pembangunan infrasturktur di Prov. Sumsel membawa dampak positif atas penerimaan pajak, terbukti penerimaan pajak sebelumnya hanya 81% naik menjadi 97%. Hal itu terungkap dalam acara Pekan Panutan Penyampaian SPT Tahunan SPh oleh Gubernur Sumsel dan Jajaran Forkompimda serta Instansi Vertikal di Provinsi Sumsel yang digelar Kanwil DJP Sumsel dan Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (11/3/2020). […]

  • Pesta MaMiMuMeMo GO-FOOD Digelar Serentak di 15 Kota Indonesia

    Pesta MaMiMuMeMo GO-FOOD Digelar Serentak di 15 Kota Indonesia

    • calendar_month Senin, 12 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.063
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Marsela Renata, Senior Marketing Manager GO-FOOD menambahkan pesta MaMiMuMeMo GO-FOOD, merupakan program terbaru. Program ini menghadirkan petualangan kuliner online terbesar pertama di Indonesia. “Dengan menggandeng ribuan merchant dalam program Pesta MaMiMuMeMo GO-FOOD ini, kami ingin membantu mereka menjangkau lebih banyak pasar melalui beragam promo kuliner yang bergulir selama satu bulan penuh dan tersedia di […]

  • Di Pasar Lemabang, Harga Ayam Potong Stabil

    Di Pasar Lemabang, Harga Ayam Potong Stabil

    • calendar_month Jumat, 2 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    Sabtu dan minggu harga  ayam potong dikhawatirkan naik kembali, pasalnya sabtu dan minggu banyak warga yang melakukan hajatan.

  • Fisip UIN Raden Fatah Palembang Tuan Rumah Kongres HIMAPOL se Indonesia,  Gubernur Minta Peserta Cicipi Kuliner Khas Daerah

    Fisip UIN Raden Fatah Palembang Tuan Rumah Kongres HIMAPOL se Indonesia, Gubernur Minta Peserta Cicipi Kuliner Khas Daerah

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 898
    • 0Komentar

    BERTEMPAT di gedung auditorium Kantor pusat UIN Raden Fatah Palembang kongres Himpunan mahasiswa ilmu politik Indonesia (HIMAPOL) ke VI resmi dibuka (05/04/2021). Acara pembukaan ini merupakan rangkaian awal agenda kongres yang akan dilaksanakan selama 4 hari (05-08 April 2021). Kongres Himapol ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan dalam rangka ajang silaturahim mahasiswa Ilmu Politik […]

  • Dorong Industri Sawit Berkelanjutan, Muba Ajak Petani dan Perusahaan Diskusi

    Dorong Industri Sawit Berkelanjutan, Muba Ajak Petani dan Perusahaan Diskusi

    • calendar_month Jumat, 20 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 812
    • 0Komentar

    “Selain itu juga pembentukan pusat unggulan komoditi lestari dengan fokus pada karet dan kelapa sawit. Pusat unggulan tersebut diharapkan akan mendorong peningkatan produksi, pengolahan dan pemasaran dari komoditas dengan bertumpu pada penerapan platform good agricultural practices (GAP) dan verified sourching area (VSA),”

expand_less
WordPress Archive Hotel Booking Notifier – Event-Driven Emails Hotel Booking - Resort Elementor Pro Template Kit Hotel Booking System for WordPress Hotel Booking – WooCommerce WordPress Plugin Hotel Booking WordPress Theme – Luviana Hotel Booking WordPress Theme – Vierra Hotel Leisure WordPress Theme Hotel Listing Hotel Master Booking WordPress Hotel WordPress Theme | Hotel Leisure