Jumat, 21 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pendidikan » “Coding di Sekolah, Kerja di Industri: Jangan Sampai Anak Bisa Bikin Game tapi Bingung Cari Gaji”

“Coding di Sekolah, Kerja di Industri: Jangan Sampai Anak Bisa Bikin Game tapi Bingung Cari Gaji”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
  • visibility 910
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI sebuah warung kopi pinggir jalan, saya pernah mendengar percakapan absurd tapi penuh makna, seorang bapak tua bertanya ke anaknya yang baru pulang sekolah, “Nak, belajar apa tadi?” Sang anak dengan bangga menjawab, “Belajar bikin game, Pak. Karakter game-nya bisa loncat-loncat kayak kucing tetangga.” Si bapak bengong, lalu nyeletuk, “Bagus sih, tapi kalau nanti bapak pensiun, kamu bisa bikin aplikasi bayar listrik murah gak?”

Nah, di situlah titik pentingnya, jangan sampai pelajaran coding dan kecerdasan buatan (AI) di sekolah cuma jadi ajang anak-anak bikin animasi lucu, tapi begitu masuk dunia kerja tahun 2030, mereka bengong kayak kambing masuk mall. Dunia usaha butuh tenaga kerja yang siap pakai, bukan cuma siap bikin karakter kartun.

Bayangkan sekolah itu seperti dapur, dan dunia kerja itu seperti restoran besar, kalau di dapur anak-anak cuma diajari bikin sambal terasi tapi restoran mintanya spaghetti carbonara, jelas pelanggan kabur. Dunia usaha maunya tenaga kerja yang bisa coding untuk solusi nyata aplikasi keuangan, big data analitik, sistem manajemen logistik, atau bahkan AI buat mendeteksi penipuan.

Pertanyaannya apakah apa yang dipelajari anak SD, SMP, hingga SMA nanti nyambung ke situ? Atau malah berhenti di level “bisa bikin game ular-ularan”?

Pepatah bilang, belajar tanpa tujuan itu seperti dayung tanpa perahu, anak-anak bisa pinter coding, tapi kalau arahnya gak jelas, bisa-bisa cuma jadi koleksi file.exe di laptop sekolah.

World Economic Forum sudah kasih spoiler, tahun 2030, sepuluh keterampilan yang paling dicari salah satunya adalah analytical thinking dan tech design. Dunia usaha butuh orang yang bisa berpikir analitis, ngerti data, tahu gimana bikin sistem yang efisien, dan mampu beradaptasi sama teknologi yang terus berubah.

Artinya, industri gak cuma butuh programmer yang jago ngetik kode panjang-panjang kayak mantra dukun, tapi juga butuh tenaga kerja yang paham logika bisnis. Coding itu penting, tapi kalau gak nyambung ke kebutuhan pasar, ya cuma kayak jago gitar tapi gak pernah manggung.

Sekolah harus bisa menyiapkan anak-anak untuk naik sepeda “roda dua” dunia kerja, jangan terus-terusan pakai roda tiga yang lucu tapi lambat. Misalnya, kalau di SD anak belajar bikin animasi kucing loncat, di SMP mereka harus naik level ke aplikasi yang berguna sehari-hari, kayak aplikasi absensi kelas. Nah, di SMA harus lebih serius, Python untuk data analitik, AI untuk prediksi, atau bahkan simulasi bisnis digital sederhana.

Perumpamaannya, belajar coding itu kayak belajar masak, kalau dari kecil cuma bisa goreng telur, ketika kerja diminta bikin rendang bisa panik. Makanya, kurikulumnya harus nyambung, ada escalation dari “telur ceplok” ke “rendang juara dunia”.

Yang jadi masalah, seringkali ada jurang antara dunia pendidikan dengan dunia usaha, sekolah punya semangat, industri punya kebutuhan, tapi jembatannya bolong, akhirnya banyak lulusan pintar teori tapi bingung praktik.

Contoh banyak anak bisa bikin aplikasi “kalkulator cinta” di sekolah, tapi ketika kerja, perusahaan butuh “aplikasi manajemen keuangan”. Itu kayak orang latihan renang di bak mandi, lalu disuruh berenang di lautan lepas.

Di sinilah peran kolaborasi lintas sektor pemerintah, perusahaan teknologi, universitas, dan dunia industri harus sering ngobrol. Jangan kayak tetangga yang ketemu cuma pas ada hajatan kalau intens komunikasi, kurikulum sekolah bisa sinkron dengan kebutuhan kerja.

Ada istilah kocak tapi menohok ngoding tanpa nganggur. Maksudnya, jangan sampai lulusan yang sudah jago coding malah jadi pengangguran karena skill-nya gak nyambung ke dunia usaha, kalau tahun 2030 banyak anak Indonesia yang bisa bikin animasi naga terbang, tapi perusahaan butuh aplikasi logistik untuk kirim cabe rawit, itu tragedi nasional.

Makanya, coding harus diposisikan bukan hanya “keren-kerenan” tapi juga sebagai alat solusi. Kalau bisa bikin aplikasi buat petani cek harga pupuk, nelayan tahu cuaca, atau UMKM bisa promosi online, itu baru namanya coding yang ngasih manfaat nyata.

Kita harus ingat pepatah lama, ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah, belajar coding itu mulia, tapi harus dibarengi dengan visi besar: membekali anak bangsa dengan keterampilan yang bisa langsung dipakai untuk menghadapi tantangan global.

Anak-anak jangan cuma diajari “cara bikin game”, tapi juga diajak mikir “Game ini bisa jadi peluang bisnis gak? Aplikasi ini bisa bantu siapa?” Dengan begitu, mereka terbiasa berpikir solusi, bukan sekadar hobi.

Kebijakan memasukkan coding dan AI dalam kurikulum sekolah adalah langkah maju. Tapi langkah maju tanpa arah bisa bikin kita jalan di tempat. Dunia usaha 2030 menunggu tenaga kerja yang bukan hanya jago nulis kode, tapi juga bisa mengaitkannya dengan kebutuhan nyata.

Kalau sekolah dan industri bisa seiring sejalan, anak-anak kita gak cuma jago bikin animasi kucing lompat, tapi juga siap bikin aplikasi yang mendatangkan gaji, bahkan devisa, karena pada akhirnya, tujuan pendidikan bukan hanya mencetak lulusan yang pintar, tapi juga yang berguna, mandiri, dan mampu bersaing di pasar global.

Atau kalau kata pepatah Belajar coding itu penting, tapi lebih penting lagi memastikan coding itu menghasilkan makan nasi, bukan cuma makan waktu.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jamaah Calon Haji Harus Vaksin, Itu Salah Satu Syarat Pergi Haji

    Jamaah Calon Haji Harus Vaksin, Itu Salah Satu Syarat Pergi Haji

    • calendar_month Selasa, 7 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 531
    • 0Komentar

    PUSAT Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menggelar sosialisasi haji sehat dan vaksinasi COVID-19 sejak 4 September 2021 di Pondok Pesantren Nurul Islam Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana melalui keterangan resminya Selasa mengingatkan jemaah haji agar selalu mempersiapkan kesehatannya sejak dini dengan melakukan vaksinasi lengkap. “Kami ingin Jemaaah haji yang belum […]

  • Nicke Widyawati Resmi Jadi Dirut Pertamina

    Nicke Widyawati Resmi Jadi Dirut Pertamina

    • calendar_month Rabu, 29 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati telah secara resmi ditetapkan sebagai dirut baru definitif perusahaan tersebut berdasarkan Keputusan Menteri BUMN yang tertuang dalam Surat Keputusan dengan Nomor SK 232/MBU/08/2018 Tanggal 29 Agustus 2018. Surat penetapan pengangkatan Nicke sebagai Dirut Pertamina telah disampaikan oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, […]

  • “Ibu-Ibu Jahit, Ekonomi Bangkit!, Dari Mesin Jahit ke Mimpi Besar ala PKK Sumsel, Ada Songket, Cinta & Cerita Lucu di Dalamnya”

    “Ibu-Ibu Jahit, Ekonomi Bangkit!, Dari Mesin Jahit ke Mimpi Besar ala PKK Sumsel, Ada Songket, Cinta & Cerita Lucu di Dalamnya”

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 528
    • 0Komentar

    PALEMBANG, disebut juga kota pempek, songket, dan cinta bertepuk sebelah kain, ibu-ibu rumah tangganya kini naik kelas, bukan naik kelas arisan, tapi naik kelas menjahit!. Dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Dasar Menjahit untuk Wirausaha Baru di Hotel Harper, 31 Juli 2025, hadir tokoh-tokoh nasional, seperti Ketua Umum PKK Pusat Tri Suswati Tito Karnavian, Ketua DWP Kemendagri […]

  • Pemkab Banyuasin Laksanakan Paparan, Pemprov Sumsel Targetkan Turunkan Kemiskinan

    Pemkab Banyuasin Laksanakan Paparan, Pemprov Sumsel Targetkan Turunkan Kemiskinan

    • calendar_month Jumat, 8 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 697
    • 0Komentar

    PEMERATAAN pembangunan di 17 Kabupaten/kota di Provinsi Sumsel masih tetap menjadi prioritas pasangan  Gubernur Sumsel H Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel H Mawardi Yahya (HDMY) di Tahun Anggaran 2022. Menurut Sekda Provinsi Sumsel S.A. Supriono, pemerataan pembangunan di bawah kepemimpinan HDMY bukan hanya infrastruktur  namun juga bidang ekonomi kerakyatan guna menekan angka kemiskinan masyarakat. […]

  • Berebut Ranking Final C, Melani/Mutiara Diharapkan Tampil All Out

    Berebut Ranking Final C, Melani/Mutiara Diharapkan Tampil All Out

    • calendar_month Minggu, 25 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 764
    • 0Komentar

    BEREBUT Ranking Final C, Melani/Mutiara Diharapkan Tampil All Out Pelatih Tim Nasional (Timnas) Dayung Indonesia Muhammad Hadris menyadari beratnya persaingan cabang olahraga rowing di Olimpiade 2020 Tokyo. Makanya, dia tetap mengapresiasi perjuangan keras yang ditunjukkan Melani Putri/Mutiara Rahma Putri yang dinilai telah memberikan yang terbaik.(foto:nocindonesia) Tokyo: Pelatih Tim Nasional (Timnas) Dayung Indonesia Muhammad Hadris menyadari […]

  • Desa Tanpa Asap di Atas Awan: Revolusi Energi Hijau Tudianzi yang Bikin Netizen Mupeng

    Desa Tanpa Asap di Atas Awan: Revolusi Energi Hijau Tudianzi yang Bikin Netizen Mupeng

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 855
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, WUHAN, TIONGKOK – 22 April 2025 – Kala Festival Bunga Pir berlangsung semerbak di bulan April, Desa Tudianzi yang terletak di pedalaman pegunungan Hubei Tengah, Tiongkok, disambangi lebih dari 50.000 pengunjung hanya dalam dua hari. Tak hanya sekadar memetik bunga atau berswafoto ria, para wisatawan dibuat takjub oleh teknologi masa depan yang kini hadir […]

expand_less
WordPress Archive GamiPress Birthdays GamiPress BuddyBoss Notifications GamiPress BuddyPress Notifications GamiPress Conditional Emails GamiPress Conditional Notifications GamiPress Congratulations Popups GamiPress Coupons GamiPress Credly Gamipress Daily Login Rewards GamiPress Easy Digital Downloads Discounts