Senin, 28 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Kolaborasi 5 Pihak Sulap Desa Wisata Jadi Magnet Baru

Kolaborasi 5 Pihak Sulap Desa Wisata Jadi Magnet Baru

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
  • visibility 1.447
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH dengar pepatah “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”?, Nah, pepatah itu sepertinya cocok banget buat menggambarkan bagaimana sebuah desa wisata bisa menjelma jadi magnet baru pariwisata di ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025). Bukan karena jurus sulap ala pesulap topi tinggi, tapi karena adanya kolaborasi 5 pihak alias pentahelix, pemerintah, swasta, akademisi, media, dan masyarakat. Kalau salah satunya absen, rasanya kayak nonton dangdut tanpa kendang, sepi, hambar, dan bikin ngantuk.

Bayangkan sebuah desa yang dulu cuma dikenal, karena suara jangkrik dan aroma sawah. Wisatawan lewat saja, paling beli es teh di warung. Lalu pemerintah datang, memperbaiki jalan dan memberi program desa wisata. Swasta ikut nimbrung, membangun homestay ramah lingkungan dan kafe kekinian.

Akademisi masuk, memberikan pelatihan manajemen wisata, bahkan bikin riset agar branding desa sesuai target pasar. Media lokal rajin memberitakan, konten kreator datang bikin video viral. Dan masyarakat?, mereka jadi tuan rumah yang ramah, menyajikan kuliner khas sambil menyapa, “Mau nambah sambel nggak, Mas?”, hasilnya, desa itu pun bertransformasi, dari sunyi jadi ramai, dari lewat jadi tujuan.

Kocaknya, perubahan ini kadang bikin warga desa bengong, dulu, parkiran motor di balai desa cuma diisi tiga motor, sekarang, bisa kayak pameran otomotif. Anak-anak muda yang dulunya main catur di pos ronda kini sibuk jadi pemandu wisata, bahkan belajar bahasa Inggris dadakan. Ada yang dulu cuma bisa bilang “hello mister”, sekarang sudah lancar menawarkan paket wisata. Transformasi ini menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix bukan teori doang, tapi nyata di lapangan.

Kalau dianalisis, kunci keberhasilan kolaborasi ini ada tiga. Pertama, pemerintah sebagai fasilitator, tanpa regulasi dan dukungan infrastruktur, desa wisata cuma jadi wacana. Kedua, swasta sebagai investor dan inovator. Mereka hadir membawa modal, ide, dan teknologi. Ketiga, akademisi yang memberi dasar ilmiah, agar pengembangan wisata nggak asal-asalan. Keempat, media sebagai pengeras suara, bikin orang tahu kalau desa itu keren. Dan terakhir, masyarakat sebagai jantung destinasi. Wisata tanpa warga yang terlibat? Ya sama saja kayak makan sayur tanpa garam, ada, tapi hambar.

Pepatah bilang, “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”. Kolaborasi pentahelix justru lebih dahsyat, sekali kerja bareng, banyak manfaat diraih. Ekonomi lokal tumbuh, budaya terjaga, alam lebih terawat, dan tentu saja wisatawan senang. Bahkan, desa wisata yang sukses bisa jadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain.

Suatu kali, wisatawan asing datang ke desa wisata dan diajak makan nasi liwet, karena belum terbiasa, dia pakai sendok garpu, sementara warga desa lahap pakai tangan. Bukannya malu, warga malah menjelaskan dengan penuh canda “Di sini, kalau makan pakai tangan, rasanya bisa naik level, kayak main game”. Wisatawan pun tertawa, lalu mencoba dan benar, dia bilang makanannya terasa lebih enak, dari hal sederhana itu, terbangunlah interaksi hangat yang tak bisa dibeli dengan uang.

Pariwisata bukan cuma soal destinasi indah, tapi juga soal kolaborasi, kreativitas, dan kebersamaan. Desa wisata bisa maju bukan karena satu pihak, tapi karena semua unsur mau bergandeng tangan. Jika salah satu egois, kolaborasi bubar jalan. Tapi kalau semua ikhlas, hasilnya bukan hanya desa yang berkembang, tapi juga masyarakat yang berdaya.

WIA 2025 bukan hanya panggung penghargaan, tapi juga cermin nyata bagaimana kolaborasi pentahelix bisa menyulap desa wisata biasa jadi magnet luar biasa. Kepala daerah, swasta, akademisi, media, dan masyarakat harus terus bersinergi, bukan sekadar demi piala, tapi demi masa depan pariwisata berkelanjutan.

Jadi, kalau ada desa yang masih sepi, jangan khawatir. Ingatlah bahwa sulap terbaik bukan datang dari tongkat ajaib, tapi dari kerja sama lima pihak yang solid. Dengan begitu, desa wisata bukan hanya jadi tempat singgah, tapi jadi kisah indah yang dibawa pulang wisatawan ke seluruh dunia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab OKI  Investigasi Dugaan Pelanggaran Disiplin Oknum ASN

    Pemkab OKI  Investigasi Dugaan Pelanggaran Disiplin Oknum ASN

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 764
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir mengambil langkah konkret terkait dugaan pelanggaran disiplin oleh oknum ASN dilingkungan Pemkab OKI sebelum kasus ini viral dan menjadi konsumsi publik. “Laporan sudah kami terima dan sudah ditindaklanjuti sejak akhir April lalu” terang Inspektur Kabupaten OKI Endro Suarno saat dihubungi Senin, (09/5/22) bahkan terang Endro Pemkab OKI sudah membentuk tim […]

  • Kenapa Sumsel Masih Jual Bahan Mentah?

    Kenapa Sumsel Masih Jual Bahan Mentah?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 83
    • 0Komentar

    FORUM Bisnis Daerah (FORBISDA) 2026 kembali menempatkan isu lama dalam ekonomi Sumatera Selatan (Sumsel), yaitu ketergantungan pada ekspor bahan mentah dan lambatnya hilirisasi sektor unggulan. Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru menjelaskan peningkatan nilai tambah hanya dapat dicapai melalui penguatan industri pengolahan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal. Pernyataan itu memperkuat posisi hilirisasi sebagai agenda […]

  • Kemensos Serahkan Bantuan, Warga Lampung Dapat Bansos

    Kemensos Serahkan Bantuan, Warga Lampung Dapat Bansos

    • calendar_month Sabtu, 2 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) menyerahkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) bagi anak yatim piatu senilai Rp961,5 juta untuk penerima manfaat di Kota Bandar Lampung, Tanggamus, Pringsewu, Pesisir Barat, Pesawaran, Kota Metro, Lampung Timur, dan Lampung Barat, Provinsi Lampung. Bantuan terdiri dari atas tabungan bagi 628 anak yatim, piatu, dan yatim-piatu senilai Rp132,6 juta, bantuan aksesibilitas untuk […]

  • Sembilan Provinsi Tinggi Kematian Covid, Deteksi Dini Masif Dapat Menyelamatkan Pasien COVID-19

    Sembilan Provinsi Tinggi Kematian Covid, Deteksi Dini Masif Dapat Menyelamatkan Pasien COVID-19

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 525
    • 0Komentar

    MELIHAT perkembangan terkini pandemi COVID-19 perlu dijadikan refleksi bagi pemerintah daerah (Pemda). Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menyebut pentingnya memasifkan upaya deteksi dini melalui testing (pemeriksaan). Meskipun saat ini angka testing nasional sudah melebihi standar yang ditetapkan Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Masifnya testing, diharapkan dapat menekan laju penambahan […]

  • Infobip luncurkan produk baru Experiences dengan teknologi ChatGPT untuk merevolusi pengalaman pelanggan

    Infobip luncurkan produk baru Experiences dengan teknologi ChatGPT untuk merevolusi pengalaman pelanggan

    • calendar_month Selasa, 10 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.060
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, KUALA LUMPUR, MALAYSIA – Media OutReach  – Platform komunikasi cloud global Infobip meluncurkan Experiences, serangkaian kasus penggunaan pendukung GenAI yang telah ditentukan sebelumnya yang membantu merek memberdayakan dan meningkatkan hasil bisnis mereka. Dimulai di Brasil dan diterapkan di seluruh dunia di wilayah lain dalam beberapa bulan mendatang, Infobip Experiences adalah produk baru dari Infobip […]

  • Tragis, Kakek Lani Tergolek Digubuk Reot, Ditinggal Anaknya

    Tragis, Kakek Lani Tergolek Digubuk Reot, Ditinggal Anaknya

    • calendar_month Minggu, 3 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 857
    • 0Komentar

    KISAH pilu kembali mengelayuti, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Minggu (3/5/2020) pagi. Berselang satu hari, kisah Sutinah nenek sebatang kara warga Kelurahan Kalidoni Kecamatan Kaidoni,yang hanya mampu berbuka puasa hanya dengan segelas air putih belum hilang dibenaknya, kini  kisah serupa harus kembali diterimanya. Kakek Lani, panggilan bagi warga Lorong Terusan Laut Kelurahan 14 Ilir Kecamatan […]

expand_less
WordPress Archive MetaMax – SEO and Marketing WordPress Theme MeToy – Toys Craft Industry Elementor Template Kit Metro – A Theme for vBulletin 4 and 5 Metro – Email Template for Mailster Metro – Minimal WooCommerce WordPress Theme Metronic | Tailwind, Bootstrap, React, Next.js, Vue, Angular, Laravel Admin Dashboard HTML Template Metta – Cryptocurrency Blockchain & Bitcoin Elementor Template Kit Mexa – Digital Agency Elementor Template Kit Mezon – Plumber, Handyman Services WordPress Theme Mezzo | A Personal WordPress Blog Theme