Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Kolaborasi 5 Pihak Sulap Desa Wisata Jadi Magnet Baru

Kolaborasi 5 Pihak Sulap Desa Wisata Jadi Magnet Baru

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
  • visibility 1.454
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PERNAH dengar pepatah “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”?, Nah, pepatah itu sepertinya cocok banget buat menggambarkan bagaimana sebuah desa wisata bisa menjelma jadi magnet baru pariwisata di ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2025). Bukan karena jurus sulap ala pesulap topi tinggi, tapi karena adanya kolaborasi 5 pihak alias pentahelix, pemerintah, swasta, akademisi, media, dan masyarakat. Kalau salah satunya absen, rasanya kayak nonton dangdut tanpa kendang, sepi, hambar, dan bikin ngantuk.

Bayangkan sebuah desa yang dulu cuma dikenal, karena suara jangkrik dan aroma sawah. Wisatawan lewat saja, paling beli es teh di warung. Lalu pemerintah datang, memperbaiki jalan dan memberi program desa wisata. Swasta ikut nimbrung, membangun homestay ramah lingkungan dan kafe kekinian.

Akademisi masuk, memberikan pelatihan manajemen wisata, bahkan bikin riset agar branding desa sesuai target pasar. Media lokal rajin memberitakan, konten kreator datang bikin video viral. Dan masyarakat?, mereka jadi tuan rumah yang ramah, menyajikan kuliner khas sambil menyapa, “Mau nambah sambel nggak, Mas?”, hasilnya, desa itu pun bertransformasi, dari sunyi jadi ramai, dari lewat jadi tujuan.

Kocaknya, perubahan ini kadang bikin warga desa bengong, dulu, parkiran motor di balai desa cuma diisi tiga motor, sekarang, bisa kayak pameran otomotif. Anak-anak muda yang dulunya main catur di pos ronda kini sibuk jadi pemandu wisata, bahkan belajar bahasa Inggris dadakan. Ada yang dulu cuma bisa bilang “hello mister”, sekarang sudah lancar menawarkan paket wisata. Transformasi ini menunjukkan bahwa kolaborasi pentahelix bukan teori doang, tapi nyata di lapangan.

Kalau dianalisis, kunci keberhasilan kolaborasi ini ada tiga. Pertama, pemerintah sebagai fasilitator, tanpa regulasi dan dukungan infrastruktur, desa wisata cuma jadi wacana. Kedua, swasta sebagai investor dan inovator. Mereka hadir membawa modal, ide, dan teknologi. Ketiga, akademisi yang memberi dasar ilmiah, agar pengembangan wisata nggak asal-asalan. Keempat, media sebagai pengeras suara, bikin orang tahu kalau desa itu keren. Dan terakhir, masyarakat sebagai jantung destinasi. Wisata tanpa warga yang terlibat? Ya sama saja kayak makan sayur tanpa garam, ada, tapi hambar.

Pepatah bilang, “Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui”. Kolaborasi pentahelix justru lebih dahsyat, sekali kerja bareng, banyak manfaat diraih. Ekonomi lokal tumbuh, budaya terjaga, alam lebih terawat, dan tentu saja wisatawan senang. Bahkan, desa wisata yang sukses bisa jadi contoh dan inspirasi bagi daerah lain.

Suatu kali, wisatawan asing datang ke desa wisata dan diajak makan nasi liwet, karena belum terbiasa, dia pakai sendok garpu, sementara warga desa lahap pakai tangan. Bukannya malu, warga malah menjelaskan dengan penuh canda “Di sini, kalau makan pakai tangan, rasanya bisa naik level, kayak main game”. Wisatawan pun tertawa, lalu mencoba dan benar, dia bilang makanannya terasa lebih enak, dari hal sederhana itu, terbangunlah interaksi hangat yang tak bisa dibeli dengan uang.

Pariwisata bukan cuma soal destinasi indah, tapi juga soal kolaborasi, kreativitas, dan kebersamaan. Desa wisata bisa maju bukan karena satu pihak, tapi karena semua unsur mau bergandeng tangan. Jika salah satu egois, kolaborasi bubar jalan. Tapi kalau semua ikhlas, hasilnya bukan hanya desa yang berkembang, tapi juga masyarakat yang berdaya.

WIA 2025 bukan hanya panggung penghargaan, tapi juga cermin nyata bagaimana kolaborasi pentahelix bisa menyulap desa wisata biasa jadi magnet luar biasa. Kepala daerah, swasta, akademisi, media, dan masyarakat harus terus bersinergi, bukan sekadar demi piala, tapi demi masa depan pariwisata berkelanjutan.

Jadi, kalau ada desa yang masih sepi, jangan khawatir. Ingatlah bahwa sulap terbaik bukan datang dari tongkat ajaib, tapi dari kerja sama lima pihak yang solid. Dengan begitu, desa wisata bukan hanya jadi tempat singgah, tapi jadi kisah indah yang dibawa pulang wisatawan ke seluruh dunia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sumsel Siapkan Tiga Opsi Pengadaan Beras ASN 

    Sumsel Siapkan Tiga Opsi Pengadaan Beras ASN 

    • calendar_month Kamis, 6 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya menawarkan tiga opsi untuk pengadaan beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumsel. Pernyataan ini disampaikan Mawardi Yahya saat memimpin rapat pembahasan pengadaan dan penyaluran beras bagi ASN yang berlangsung di Auditorium Graha Bina praja Kamis (6/12/2018). “Untuk saat ini ada tiga opsi yang Kami […]

  • Tindak Lanjut Instruksi Presiden RI Prabowo : Gas Melon LPG 3 KG Telah Tersedia di pengecer

    Tindak Lanjut Instruksi Presiden RI Prabowo : Gas Melon LPG 3 KG Telah Tersedia di pengecer

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.499
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Warga Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menyambut baik keputusan pemerintah untuk mengizinkan pengecer menjual gas LPG 3 kg (gas melon). Dengan kebijakan ini, masyarakat tidak perlu lagi antre panjang atau khawatir kesulitan mendapatkan gas subsidi. Pemkab Muba mengambil langkah ini sebagai tindak lanjut instruksi Presiden RI Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM. Penjualan LPG 3 […]

  • Zona Kuning Dimanfaatkan Untuk Sidak Bersama BPPOM ke Pasar Padang Selasa, Meski Ada 19 Sample Makanan Diamankan, Wawako Jawab Begini..

    Zona Kuning Dimanfaatkan Untuk Sidak Bersama BPPOM ke Pasar Padang Selasa, Meski Ada 19 Sample Makanan Diamankan, Wawako Jawab Begini..

    • calendar_month Kamis, 23 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 809
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bersama BPPOM kembali turun kelapangan guna melanjutkan pengamanan makanan dari bahan zat berbahaya setelah Palembang dinyatakan Zona Kuning dari Penyebaran Covid-19. Kali ini, rute yang dituju, yakni Pasar Padang Selasa. Dalam sidak tersebut ada 19 sample nampak diamankan, mulai dari tahu, ikan asin, kue dan berbagai macam makanan siap saji […]

  • Tampil Pertama,  Thia Yufada Ajak Semua Dukung Ani Tanding Lomba Bertutur Level Nasional

    Tampil Pertama, Thia Yufada Ajak Semua Dukung Ani Tanding Lomba Bertutur Level Nasional

    • calendar_month Senin, 6 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 725
    • 0Komentar

    TIASHERANY Ayu Safitri atau yang akrab disapa Ani, siswi kelas VI SD Negeri Sungai Lilin Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ini sangat membanggakan nama Kabupaten Muba dan Provinsi Sumsel. Betapa tidak, Ani yang saat ini berusia 11 tahun berhasil mewakili Provinsi Sumsel untuk mengikuti rangkaian Lomba Bertutur Tingkat Nasional bersama 33 peserta lainnya dari berbagai Provinsi […]

  • PPKM Livel 3, Polri Buat Pos Penyekatan Selama Libur Natal dan Tahun Baru

    PPKM Livel 3, Polri Buat Pos Penyekatan Selama Libur Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Selasa, 23 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 718
    • 0Komentar

    POLRI akan buat pos penyekatan selama libur Natal dan tahun baru (Nataru) pada 24 Desember 2021-2 Januari 2021 mendatang. Hal itu menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3 di seluruh wilayah Indonesia saat libur Nataru. “Iya (ada pos penyekatan) untuk mengurangi kerumunan dan mobilitas yang rentan terjadi penyebaran covid-19,” jelas Kadiv Humas Polri, Irjen. […]

  • Ramadan di Sukarami, Ada Rebana, Ada Berkah

    Ramadan di Sukarami, Ada Rebana, Ada Berkah

    • calendar_month Kamis, 20 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ramadan emang bulan penuh berkah, tapi kali ini berkahnya makin nambah berkat aksi  dari Tim Penggerak PKK Kota Palembang belum lama ini. Tim ini turun langsung ke Jalan Surya Sakti, Kelurahan Sukarami, bagi-bagi bantuan buat warga. Dan bukan cuma sembako, loh—ibu-ibu pengajian juga kebagian alat rebana buat makin semarakin kegiatan mereka. Ketua TP […]

expand_less
WordPress Archive MetaMax – SEO and Marketing WordPress Theme MeToy – Toys Craft Industry Elementor Template Kit Metro – A Theme for vBulletin 4 and 5 Metro – Email Template for Mailster Metro – Minimal WooCommerce WordPress Theme Metronic | Tailwind, Bootstrap, React, Next.js, Vue, Angular, Laravel Admin Dashboard HTML Template Metta – Cryptocurrency Blockchain & Bitcoin Elementor Template Kit Mexa – Digital Agency Elementor Template Kit Mezon – Plumber, Handyman Services WordPress Theme Mezzo | A Personal WordPress Blog Theme