Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Perubahan Iklim, Ilmu Titen yang Biasa Dijadikan Pengangan Nelayan “Ambyar”, Begini Penjelasan BMKG

Perubahan Iklim, Ilmu Titen yang Biasa Dijadikan Pengangan Nelayan “Ambyar”, Begini Penjelasan BMKG

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
  • visibility 892
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan ilmu titen yang kerap menjadi pegangan nelayan “ambyar” akibat perubahan iklim. Alhasil, tidak jarang nelayan harus pulang dengan tangan kosong karena hasil melaut tidak maksimal. Bahkan, tidak jarang nelayan mengalami kecelakaan dan menjadi korban akibat badai dan gelombang tinggi.

“Ilmu Titen sudah sangat sulit untuk dijadikan acuan. Cuaca dan iklim saat ini begitu sangat dinamis dan sukar untuk ditebak,” ungkap Dwikorita Karnawati saat membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, belum lama ini.

Dwikorita mengatakan, perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi tetapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia, seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian, termasuk ekosistem wilayah pesisir.

Dicontohkan Dwikorita, saat banjir besar yang menyergap Jabodetabek di penghujung tahun 2019 hingga awal tahun 2020 lalu. Berdasarkan prakiraan yang terkonfirmasi dari analisis BMKG, kejadian tersebut disebabkan oleh seruak udara dingin (cold surge) dari Tibet ke Hong Kong yang selanjutnya masuk ke wilayah Jabodetabek. Cold surge sendiri merupakan seruakan yang mengandung massa udara dingin dari daratan Asia ke arah selatan.

Artinya, kata dia, perubahan iklim inilah yang kemudian menjadi biang keladi cuaca ekstrem yang kerap menghantam Indonesia. Mulai dari hujan lebat disertai kilat dan petir, siklon tropis, gelombang tinggi, hingga hujan es. Meski bukan berasal dari Indonesia, lanjut dia, namun dampaknya bisa dirasakan oleh Indonesia.

“Perubahan iklim sendiri adalah peristiwa global, namun dampaknya dirasakan secara regional ataupun lokal. Tidak ada batasan teritorial negara,” imbuhnya.

Dwikorita menyebut, kondisi inilah yang memacu BMKG untuk menggencarkan pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di daerah-daerah pesisir pantai. Melalui SLCN yang digelar, BMKG ingin nelayan dapat melaut, mendapatkan hasil dan pulang dengan selamat.

SLCN sendiri, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan nelayan Indonesia dalam mengakses, membaca, menindaklanjuti dan mendiseminasikan informasi cuaca, iklim maritim serta informasi prakiraan lokasi ikan dari sumber yang terpercaya. Selain itu, SLCN juga menjadi bagian dari ikhtiar BMKG mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Kegiatan SLCN ini menggunakan pembelajaran interaktif, yaitu metode belajar dan praktik. Materi pokok yang akan diberikan yaitu pengenalan produk dan memahami informasi cuaca dan iklim maritim, cara membaca informasi maritim dan pengenalan alat-alat observasi,” imbuhnya.

Perkenalkan SIRITA dan EWS Radio Broadcaster

Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita juga turut memperkenalkan inovasi teknologi terbaru yang dirilis BMKG untuk menunjang sistem peringatan dini gempa dan tsunami. Inovasi tersebut bernama SIRITA dan EWS Radio Broadcaster yang sengaja dihadirkan sebagai respon BMKG atas meningkatnya aktivitas kegempaan di Indonesia.

EWS Radio Broadcaster merupakan moda diseminasi berbasis suara guna mengantisipasi kerusakan jaringan komunikasi selular pasca gempa merusak. System ini memanfaatkan jaringan komunikasi berbasis radio yang banyak digunakan oleh pegiat kebencanaan dan komunitas radio berbasis masyarakat seperti RAPI dan ORARI sebagai hub untuk menyebarkan informasi yang cepat, akurat serta ramah terhadap kelompok masyarakat rentan yang memiliki keterbatasan menelaah pesan berbasis teks. Sedangkan SIRITA adalah aplikasi sirine tsunami berbasis android yang dibuat untuk memudahkan Pemerintah Daerah menyampaikan perintah evakuasi kepada masyarakat sebagai bentuk peringatan dini.

“Inovasi ini menjadi terobosan ditengah kendala akan banyaknya sirine tsunami yang mati akibat usia pakai atau yang rumahnya jauh dari sirine yang terpasang. Handphone akan mengeluarkan suara kencang layaknya sirine, sehingga peringatan dininya bersifat sangat personal,” paparnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi V Sri Rahayu menyambut baik pelaksanaan SLCN di Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, SLCN menjadi semacam pencerah bagi para nelayan karena nelayan tidak hanya sekedar diajarkan untuk membaca data dan informasi cuaca, namun juga ditunjukkan wilayah mana-mana saja yang menjadi tempat berkumpulnya ikan.

Senada Wakil Bupati Trengalek, Syah Muhammad Natanegara mengatakan dengan adanya SLCN maka para nelayan baik tangkap maupun budidaya dapat memahami informasi yang disampaikan BMKG. Hal ini berguna untuk keselamatan para nelayan saat melakukan kegiatan di tengah laut.

“Informasi cuaca dan iklim bisa menjadi acuan mereka (nelayan) untuk melaksanakan kegiatan,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut hadir pula dari jajaran BMKG, Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah 3, Koordinator BMKG Propinsi Jawa Timur dan para Kepala Stasiun BMKG di Wilayah Jawa Timur, Jateng dan DIY. Semua bersama BPBD Kabupaten dan Tim Reaksi Cepat melakukan Susur dan Pengecekan Jalur Evakuasi Tsunami dari tepi Pantai Sumbreng menuju Tempat Evakuasi. [***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 1.460 Anggota BPD Bakal Dilantik Serentak

    1.460 Anggota BPD Bakal Dilantik Serentak

    • calendar_month Selasa, 2 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

    SETELAH melalui pesta demokrasi Pemilihan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) oleh Pemeritah Desa (Pemdes) di Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin sejak awal 2019 yang lalu. Sebanyak 1.460 anggota BPD yang terpilih dari 197 Desa di 15 Kecamatan bakal dilantik serentak. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) melalui Sekretaris Dinas PMD, Agus Kurniawan SIP MSi menjelaskan bahwa pelantikan […]

  • Kemarin di Muba, Bertambah 4 Kasus Sembuh, 4 Positif

    Kemarin di Muba, Bertambah 4 Kasus Sembuh, 4 Positif

    • calendar_month Rabu, 28 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.113
    • 0Komentar

    GUGUS Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Selasa (27/10/2020) mengkonfirmasi penambahan 4 kasus sembuh dan 4 kasus terkonfirmasi positif COVID-19. “Ada penambahan 4 kasus sembuh dan 4 kasus positif COVID-19 Muba,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Seftiani Peratita SS MKes. Sefti merinci, adapun penambahan 4 kasus positif yakni kasus 399 laki-laki usia 31 tahun Kecamatan […]

  • Nekad Bikin Senpi Rakitan, Pelaku Diringkus Polisi

    Nekad Bikin Senpi Rakitan, Pelaku Diringkus Polisi

    • calendar_month Selasa, 16 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.136
    • 0Komentar

    SABTUDIN (45) Warga Desa Dangku, Kecamatan Empat Petulai Dangku diringkus aparat karena nekat membuat senjata api (senpi). Pelaku mengaku terpaksa membuat senpi karena untuk memenuhi kebutuhan hidup. Untuk satu pucuk senjata api mata satu (laras panjang) pelaku biasa menjual seharga Rp500 ribu, sedangkan untuk yang mata enam (pistol) dirinya menjual seharga Rp2,5 juta. Dari pengakuan […]

  • Apel Displin Protokol Kesehatan Pada Masyarakat Menuju kehidupan New Normal Di Muba

    Apel Displin Protokol Kesehatan Pada Masyarakat Menuju kehidupan New Normal Di Muba

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2020
    • account_circle Asri
    • visibility 960
    • 0Komentar

    BUPATI Kabupaten Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin diwakili Sekretaris Daerah Drs H Apriyadi MSi., pimpin Apel Gelar Pasukan dalam rangka Penegakan disiplin protokol Kesehatan pada masyarakat menuju kehidupan new normal di wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, kedepanya Senin (1/06/2020) di Halaman Makodim 0401 Muba. Dalam sambutanya Apriyadi menyampaikan ucapkan terima kasih kepada seluruh […]

  • Waspa, Cacar Monyet Dapat Menular

    Waspa, Cacar Monyet Dapat Menular

    • calendar_month Minggu, 29 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 550
    • 0Komentar

    WHO terus memberikan peringatan akan bahaya penyakit menular. Kali ini adalah cacar monyet. Bila tak waspada bisa menular lewat berbagai festival musim panas 2022 Eropa sehingga harus selalu waspada. Lonceng peringatan waspada kembali dibunyikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kali ini yang disebut WHO sebagai outbreak (kejadian luar biasa) adalah cacar monyet (monkeypox). Status outbreak […]

  • Begini Strategi Ala Pemprov. Sumsel untuk  Selamatkan Aset

    Begini Strategi Ala Pemprov. Sumsel untuk Selamatkan Aset

    • calendar_month Rabu, 21 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 931
    • 0Komentar

    “Persoalan perdata di Sumsel ini sangat kompleks dan banyak sekali. Dan selama ini saya menilai sumber masalah pemerintah selalu kalah karena persoalan data. Data kita ini kurang sekali soal aset, entah hilang atau dihilangkan,”

expand_less
WordPress Archive Yena – Beauty & Cosmetic WooCommerce Theme Yet Skin – Add-on for Go Pricing YITH Advanced Refund System for WooCommerce Premium YITH Amazon S3 Storage Premium YITH Auctions for WooCommerce Premium YITH Best Price Guaranteed for WooCommerce Premium YITH Boemia | The Best WordPress E-Commerce Theme YITH Booking And Appointment for WooCommerce Premium YITH Composite Products for WooCommerce Premium YITH Cost of Goods for WooCommerce Premium