Jumat, 6 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Perubahan Iklim, Ilmu Titen yang Biasa Dijadikan Pengangan Nelayan “Ambyar”, Begini Penjelasan BMKG

Perubahan Iklim, Ilmu Titen yang Biasa Dijadikan Pengangan Nelayan “Ambyar”, Begini Penjelasan BMKG

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
  • visibility 916
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KEPALA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan ilmu titen yang kerap menjadi pegangan nelayan “ambyar” akibat perubahan iklim. Alhasil, tidak jarang nelayan harus pulang dengan tangan kosong karena hasil melaut tidak maksimal. Bahkan, tidak jarang nelayan mengalami kecelakaan dan menjadi korban akibat badai dan gelombang tinggi.

“Ilmu Titen sudah sangat sulit untuk dijadikan acuan. Cuaca dan iklim saat ini begitu sangat dinamis dan sukar untuk ditebak,” ungkap Dwikorita Karnawati saat membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, belum lama ini.

Dwikorita mengatakan, perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Kenaikan suhu bumi tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi tetapi juga mengubah sistem iklim yang mempengaruhi berbagai aspek pada perubahan alam dan kehidupan manusia, seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian, termasuk ekosistem wilayah pesisir.

Dicontohkan Dwikorita, saat banjir besar yang menyergap Jabodetabek di penghujung tahun 2019 hingga awal tahun 2020 lalu. Berdasarkan prakiraan yang terkonfirmasi dari analisis BMKG, kejadian tersebut disebabkan oleh seruak udara dingin (cold surge) dari Tibet ke Hong Kong yang selanjutnya masuk ke wilayah Jabodetabek. Cold surge sendiri merupakan seruakan yang mengandung massa udara dingin dari daratan Asia ke arah selatan.

Artinya, kata dia, perubahan iklim inilah yang kemudian menjadi biang keladi cuaca ekstrem yang kerap menghantam Indonesia. Mulai dari hujan lebat disertai kilat dan petir, siklon tropis, gelombang tinggi, hingga hujan es. Meski bukan berasal dari Indonesia, lanjut dia, namun dampaknya bisa dirasakan oleh Indonesia.

“Perubahan iklim sendiri adalah peristiwa global, namun dampaknya dirasakan secara regional ataupun lokal. Tidak ada batasan teritorial negara,” imbuhnya.

Dwikorita menyebut, kondisi inilah yang memacu BMKG untuk menggencarkan pelaksanaan Sekolah Lapang Cuaca Nelayan di daerah-daerah pesisir pantai. Melalui SLCN yang digelar, BMKG ingin nelayan dapat melaut, mendapatkan hasil dan pulang dengan selamat.

SLCN sendiri, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan nelayan Indonesia dalam mengakses, membaca, menindaklanjuti dan mendiseminasikan informasi cuaca, iklim maritim serta informasi prakiraan lokasi ikan dari sumber yang terpercaya. Selain itu, SLCN juga menjadi bagian dari ikhtiar BMKG mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Kegiatan SLCN ini menggunakan pembelajaran interaktif, yaitu metode belajar dan praktik. Materi pokok yang akan diberikan yaitu pengenalan produk dan memahami informasi cuaca dan iklim maritim, cara membaca informasi maritim dan pengenalan alat-alat observasi,” imbuhnya.

Perkenalkan SIRITA dan EWS Radio Broadcaster

Dalam kesempatan tersebut, Dwikorita juga turut memperkenalkan inovasi teknologi terbaru yang dirilis BMKG untuk menunjang sistem peringatan dini gempa dan tsunami. Inovasi tersebut bernama SIRITA dan EWS Radio Broadcaster yang sengaja dihadirkan sebagai respon BMKG atas meningkatnya aktivitas kegempaan di Indonesia.

EWS Radio Broadcaster merupakan moda diseminasi berbasis suara guna mengantisipasi kerusakan jaringan komunikasi selular pasca gempa merusak. System ini memanfaatkan jaringan komunikasi berbasis radio yang banyak digunakan oleh pegiat kebencanaan dan komunitas radio berbasis masyarakat seperti RAPI dan ORARI sebagai hub untuk menyebarkan informasi yang cepat, akurat serta ramah terhadap kelompok masyarakat rentan yang memiliki keterbatasan menelaah pesan berbasis teks. Sedangkan SIRITA adalah aplikasi sirine tsunami berbasis android yang dibuat untuk memudahkan Pemerintah Daerah menyampaikan perintah evakuasi kepada masyarakat sebagai bentuk peringatan dini.

“Inovasi ini menjadi terobosan ditengah kendala akan banyaknya sirine tsunami yang mati akibat usia pakai atau yang rumahnya jauh dari sirine yang terpasang. Handphone akan mengeluarkan suara kencang layaknya sirine, sehingga peringatan dininya bersifat sangat personal,” paparnya.

Sementara itu, anggota DPR RI Komisi V Sri Rahayu menyambut baik pelaksanaan SLCN di Kabupaten Trenggalek. Menurutnya, SLCN menjadi semacam pencerah bagi para nelayan karena nelayan tidak hanya sekedar diajarkan untuk membaca data dan informasi cuaca, namun juga ditunjukkan wilayah mana-mana saja yang menjadi tempat berkumpulnya ikan.

Senada Wakil Bupati Trengalek, Syah Muhammad Natanegara mengatakan dengan adanya SLCN maka para nelayan baik tangkap maupun budidaya dapat memahami informasi yang disampaikan BMKG. Hal ini berguna untuk keselamatan para nelayan saat melakukan kegiatan di tengah laut.

“Informasi cuaca dan iklim bisa menjadi acuan mereka (nelayan) untuk melaksanakan kegiatan,” imbuhnya.

Dalam acara tersebut hadir pula dari jajaran BMKG, Kepala Pusat Meteorologi Maritim, Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, Kepala Balai Besar BMKG Wilayah 3, Koordinator BMKG Propinsi Jawa Timur dan para Kepala Stasiun BMKG di Wilayah Jawa Timur, Jateng dan DIY. Semua bersama BPBD Kabupaten dan Tim Reaksi Cepat melakukan Susur dan Pengecekan Jalur Evakuasi Tsunami dari tepi Pantai Sumbreng menuju Tempat Evakuasi. [***]

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jumat Penuh Berkah di Bulan Ramadhan

    Jumat Penuh Berkah di Bulan Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 944
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bersama Dinas Perdagangan dan Kesehatan Kota Palembang menggelar bazar murah selama bulan suci Ramadhan 1440 hijriah. Ada sekitar 500 paket Sembako yang disiapkan dan bekerjasama dengan Bulog dalam menyediakan daging sapi beku seharga Rp 80.000. “Untuk 1 paket biasa di jual diluar dengan harga Rp 70.000, kini dijual seharga Rp 50.000,” […]

  • Polres OKI Tetapkan 11 Tersangka dalam Karhutlabun

    Polres OKI Tetapkan 11 Tersangka dalam Karhutlabun

    • calendar_month Rabu, 25 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.027
    • 0Komentar

    “Kalau kita mau cari pembakar lahan itu sulit tapi kalau masyarakat itu sendiri yang menjaga lahannya, akan meminimalisir kebakaran lahan,”

  • Pj Bupati OKI ajak masyarakat jaga lingkungan hidup

    Pj Bupati OKI ajak masyarakat jaga lingkungan hidup

    • calendar_month Kamis, 6 Jun 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.121
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Asmar Wijaya memimpin kegiatan penanaman pohon, dalam rangkaian memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Penanaman bibit pohon dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah serta jajaran ASN Pemkab OKI. “Pemulihan lingkungan merupakan kunci dalam membalikkan arus degradasi lahan, dan dapat sekaligus meningkatkan mata pencaharian, mengurangi kemiskinan dan […]

  • Punya Asuransi Kematian, Bupati Ingin Program Tepat Sasaran

    Punya Asuransi Kematian, Bupati Ingin Program Tepat Sasaran

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 949
    • 0Komentar

    SEBANYAK 128.442 Warga Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] terdaftar dalam Asuransi kematian yang telah diprogramkan sejak 2001. Program tersebut digulirkan tak lain gunanya untuk menekan angka kemiskinan di Muba , mulai dari memaksimalkan zakat di lingkungan ASN hingga meningkatkan sektor pendapatan asli daerah. Kini Bupati Muba Dodi Reza Alex Noerdin lebih mengoptimalkan santunan kematian bagi warga pra sejahtera […]

  • Grab Apresiasi atas Perjuangan Garda Terdepan di Palembang

    Grab Apresiasi atas Perjuangan Garda Terdepan di Palembang

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.770
    • 0Komentar

    APLIKASI Grab yang sudah super terkemuka di Asia Tenggara menghadirkan program “Grab Untuk Kamu” dalam rangka memperingati Hari Perawat Nasional pada 17 Maret, sebagai apresiasi dan dukungan kepada perawat dan garda terdepan dalam memerangi COVID-19 yang berkepanjangan. Melalui program ini, Grab bekerja sama dengan Enesis untuk membagikan ribuan paket perlengkapan kebersihan dan kesehatan untuk anggota […]

  • Acara KTNA, Gubernur Minta Amankan Pasokan Listrik

    Acara KTNA, Gubernur Minta Amankan Pasokan Listrik

    • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.788
    • 0Komentar

    MESKI masih beberapa bulan lagi digelar, namun Gubernur Sumsel H. Herman Deru sudah mulai memastikan kesiapan pasokan listrik untuk dua event berskala lokal Pekan Daerah Kontak Tani Nelayanan Andalan (PEDA KTNA) yang akan diselenggarakan di   Muara Enim dan  event berskala nasional Perkemahan Bhakti Shaka Bhayangkara (Pertikara) 2022 di Gandus Palembang. Terkait ketersediaan suplai listrik tersebut […]

expand_less
WordPress Archive Yena – Beauty & Cosmetic WooCommerce Theme Yet Skin – Add-on for Go Pricing YITH Advanced Refund System for WooCommerce Premium YITH Amazon S3 Storage Premium YITH Auctions for WooCommerce Premium YITH Best Price Guaranteed for WooCommerce Premium YITH Boemia | The Best WordPress E-Commerce Theme YITH Booking And Appointment for WooCommerce Premium YITH Composite Products for WooCommerce Premium YITH Cost of Goods for WooCommerce Premium