Radar Cuaca BMKG Resmi Beroperasi di Muara Teweh, Jangkauan hingga 250 Km
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 32 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto ;bmkg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Radar Cuaca BMKG resmi beroperasi di Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, Senin (10/8/2026). Radar dengan jangkauan pengamatan hingga 250 kilometer ini menambah kemampuan BMKG dalam membaca perkembangan cuaca di Kalimantan Tengah dan wilayah sekitarnya.
Kehadiran radar tersebut membuat pemantauan kondisi atmosfer di kawasan itu dapat dilakukan lebih detail.
Data yang dihasilkan mencakup intensitas hujan, pertumbuhan awan, hingga pergerakan sistem cuaca yang berpotensi berkembang menjadi cuaca ekstrem.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan Radar Cuaca C-Band Muara Teweh menjadi bagian dari jaringan radar nasional yang kini mencapai 45 unit. Jumlah itu masih akan dikembangkan hingga 75 unit untuk memperluas cakupan pengamatan cuaca di Indonesia.
Menurut Faisal, informasi dari radar tidak hanya digunakan untuk kebutuhan peringatan dini. Data tersebut juga dapat menunjang keselamatan penerbangan, mitigasi bencana hidrometeorologi, serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Di Kalimantan, ungkapnya, kemampuan membaca perkembangan hujan dan awan juga menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menghadapi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Informasi radar dapat menjadi bahan untuk melihat peluang terjadinya hujan dan perkembangan awan konvektif sebelum pemerintah mengambil langkah penanganan.
Radar Muara Teweh juga mengisi kekosongan pengamatan meteorologi di Kalimantan Tengah dan sekitarnya. Ketersediaan data tersebut dinilai penting untuk mendukung kebutuhan informasi cuaca di kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Pembangunan radar ini merupakan bagian dari penguatan jaringan observasi cuaca nasional yang dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas informasi cuaca yang digunakan pemerintah maupun masyarakat untuk berbagai aktivitas.
Selain sektor kebencanaan dan penerbangan, data radar dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan yang sensitif terhadap perubahan cuaca, seperti pertambangan, perkebunan, kehutanan, transportasi, dan pengelolaan sumber daya air. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
