Minggu, 25 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » Ngopi Bareng Bupati, Curhat Buruh Sampai Tumpah Kopinya

Ngopi Bareng Bupati, Curhat Buruh Sampai Tumpah Kopinya

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
  • visibility 2.569
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA orang ngopi sambil debat harga sawit di warung, kali ini kopi diseduh di tempat yang agak beda Guest House Griya Bumi Serasan Sekate.
Di sinilah Bupati Musi Banyuasin, H.M. Toha Tohet, duduk santai bareng para buruh perkebunan dari Federasi Serikat Buruh Perkebunan Indonesia (FSBPI). Suasananya? campur antara serius, haru, dan lucu kayak sinetron tapi versi nyata, tanpa iklan sabun.

Para buruh datang dengan daftar panjang, mirip surat cinta tapi isinya keluhan semua. “Pak Bupati,” kata Efendi dari PT KMP, membuka suara, “kami ini bukan minta bonus mobil, cuma pengen upah sesuai standar, lembur dibayar, sama anak-anak bisa sekolah naik mobil, bukan naik harapan”.

Semua yang hadir ketawa kecil.
Bupati Toha ikut senyum, lalu nyeletuk, “Wah, naik harapan itu bahaya, Ndik, soalnya kalau harapannya gak nyampe, bisa -bisa jatuh sakit”.

Tawa pecah…. “Lho tapi serius, Pak,” sambung Efendi, “kami juga pengen ada ambulans di lokasi, kadang kalau ada yang pingsan, harus nunggu mobil tetangga lewat dulu”.

Bupati ngangguk, lalu menjawab ringan, “Kalau gitu nanti kita usahakan, jangan sampai buruh sakit malah tambah sakit karena nunggu ambulans datang dari kabupaten sebelah”.

Setelah suasana cair, Bupati Toha meletakkan cangkir kopinya pelan. “Saya paham betul apa yang kalian rasakan, dulu saya juga pernah kerja di kebun, tangan saya pernah kapalan, kulit gosong, tapi gaji gak ikut naik”.

Salah satu buruh di belakang langsung nyeletuk, “Berarti Bupati dulu juga pernah ngumpet kalau mandor datang, ya Pak?” .

Semua meledak ketawa ngakak…
Bupati ikut ngakak, “Iya, itu kebiasaan Nasional!, kalau udah dengar suara motor mandor, langsung pura-pura sibuk ngikat tali sepatu!”. Ruangan yang tadinya agak tegang mendadak jadi seperti pos ronda malam Jumat, penuh canda, tapi tetap ada arah pembicaraan.

Bupati kemudian melanjutkan dengan nada lebih serius tapi tetap hangat. “Yang penting, kita sampaikan aspirasi dengan kepala dingin. Kalau marah, kopi bisa tumpah, kalau tumpah, rugi  belum tentu ada refill,” katanya disambut tawa lagi.

Ia meminta semua aspirasi ditulis resmi agar bisa ditindaklanjuti. “Selama gak bertentangan aturan, saya dan Forkopimda siap bantu. Tapi kalau semua pakai emosi, nanti kita malah salah paham”.

Seorang buruh lain berbisik ke sebelahnya, tapi cukup keras untuk didengar, “Kalau gaji naik, Pak, kopi saya nanti Arabica semua, gak campur jagung lagi”.

Bupati nyengir, Alhamdullilah…Amin, tapi ingat, kopi enak itu bukan karena mahal, tapi karena diminum bareng rasa syukur”.

Lagi-lagi ruangan meledak tawa, antara kagum dan geli mendengar gaya bicara Bupati yang blak-blakan tapi hangat.

Gak mau kalah, Ketua DPRD Muba, Afitni Junaidi Gumay, ikut buka suara sambil ikut nyeruput kopi.
“Buruh dan perusahaan itu ibarat kopi dan gula, jika kopi sendirian, pahit, tapi gula kebanyakan, bisa-bisa cepat  kena diabetes, jadi harus pas takarannya,” ujarnya dengan gaya stand-up comedy.

Salah satu perwakilan buruh nyeletuk, “Kalau yang aduk siapa, Pak?”
Afitni jawab cepat, “ya pemerintah lah!, kalau nggak diaduk, diam di dasar, manisnya gak nyebar”.

Semuanya dalan suasana akrab sembari tertawa lagi, tapi dari banyolan itu, semua paham maknanya, yaitu keseimbangan itu penting. Oleh karena itu, buruh dan perusahaan gak boleh saling curiga, dua-duanya harus jalan bareng.

Afitni juga janji bakal gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), biar buruh dan perusahaan bisa curhat bareng tanpa harus debat kusir.
“Kalau ada pelanggaran, kasih bukti valid, jangan cuma katanya, kita siap bantu sampai tuntas”.

Seorang buruh nyeletuk lagi, “Kalau gak ada solusi juga, kami ngopi lagi ya Pak?”
Ketua DPRD ngakak abis, “boleh, asal kopinya bawa sendiri, kantor DPRD gak buka warung”.

Lalu, Bupati juga  menutup dengan pesan bernas. “Investasi penting buat daerah, tapi kesejahteraan buruh juga harus jadi prioritas. Keduanya bukan musuh, tapi pasangan serasi, kayak kopi susu, kalau dicampur pas, enak, kalau kebanyakan salah satunya, ya mual”

Semua yang hadir manggut, yang tadinya datang bawa keluhan, pulang bawa harapan   dan mungkin sedikit tawa.

Jadi, sebenarnya dalam hidup ini, kadang kita butuh ruang buat ngomong jujur tanpa takut dihakimi,  audiensi hari itu membuktikan, kalau pemimpin mau mendengar dengan hati, buruh pun mau bicara dengan sopan.

Masalah memang gak langsung selesai, tapi setidaknya pintu komunikasi sudah terbuka, kata orang bijak Muba, “Kalau pintu udah terbuka, jangan malah sandaran masuk, duduk, dan ngobrol”.

Oleh sebab itu, audiensi antara buruh dan Bupati Muba ini bisa jadi contoh kecil tapi sangat berharga sebab, kadang, solusi gak lahir dari seminar, tapi dari secangkir kopi dan hati yang terbuka.

Pepatah lama bilang “Masalah itu kayak ampas kopi, jangan ditelan, disaring aja, biar tinggal rasa manisnya”.

Hari itu, di Griya Bumi Serasan Sekate, ampas masalah buruh mulai disaring,  dengan tawa, harapan, dan tentu saja… aroma kopi yang tumpah karena kebanyakan ngakak.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tawa Anak Tukar Botol dengan Susu di PAUD Ceria

    Tawa Anak Tukar Botol dengan Susu di PAUD Ceria

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.439
    • 0Komentar

    PAGI yang tak terlalu panas, di Sungai Pedado, Palembang, tawa anak-anak pecah, seperti kembang api yang meletus di langit malam. Mereka berlarian ke halaman PAUD KB Ceria sambil menenteng botol plastik bekas, bukan untuk dijual ke tukang loak, bukan pula untuk dilempar ke sungai, melainkan untuk ditukar dengan sayur-mayur, susu, tempe, hingga telur. Sistemnya sederhana, […]

  • Ditengah Pandemi, PTBA Salurkan CSR untuk Bangun Jalan di Kota Palembang, Walkot : Bisa Jadi Contoh

    Ditengah Pandemi, PTBA Salurkan CSR untuk Bangun Jalan di Kota Palembang, Walkot : Bisa Jadi Contoh

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.609
    • 0Komentar

    BUKIT Asam, Tbk menyalurkan dana Corporate Social Responsibility/CSR kepada Pemerintah Kota [Pemkot] Palembang senilai Rp2,3 miliar, guna membantu pengaspalan tiga ruas jalan. Harnojoyo, Walikota Palembang mengungkapkan sangat berterima kasih, karena di saat pandemi Covid-19 anak perusahaan dari INALUM tersebut membantu percepatan pembangunan infrastruktur dan perekonomian. “Ada tiga ruas jalan yang akan di aspal, antara lain Jalan […]

  • ‘Wejangan’ Singkat untuk Pertamina RU III

    ‘Wejangan’ Singkat untuk Pertamina RU III

    • calendar_month Selasa, 6 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.507
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG -“Beberapa SPBU ini sering saya temui jadi penyebab kemacetan, misalnya di depan Asrama Haji lama dan di MP Mangkunegara. Terutama saat premium tiba di SPBU,” jelas  Gubernur Sumsel Herman Deru [HD]  saat menerima audiensi General Manager Pertamina Refinery Unit III Plaju beserta rombongan di Ruang Tamu Gubernur, Senin (5/11/2018). Dalam kesempatan itu, Ia […]

  • Kalender 2026 Padat Hari Besar, Menag Ingatkan Toleransi

    Kalender 2026 Padat Hari Besar, Menag Ingatkan Toleransi

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    TAHUN 2026 menghadirkan kalender keagamaan yang padat. Hari Raya Nyepi, Idulfitri, dan Paskah hadir berdekatan, memberikan kesempatan unik bagi pemerintah dan tokoh agama untuk memperkuat toleransi, kerukunan, dan pesan damai di tengah masyarakat yang beragam. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, momentum ini harus dimanfaatkan untuk menegaskan nilai-nilai moral dan persaudaraan. “Kalender padat ini menjadi pengingat […]

  • Polres Muba Razia di Café-café, Ini Hasilnya

    Polres Muba Razia di Café-café, Ini Hasilnya

    • calendar_month Senin, 8 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 833
    • 0Komentar

    Oleh : Ari Wibowo SUMSELTERKINI.CO.ID, MUBA – Polres Musi Banyuasin [Muba] melalui Polsek Sungai Lilin  melakukan razia di tempat hiburan dan café di Wilayah Sungai Lilin, minggu dini hari akhir pekan lalu. Razia itu dilakukan guna memberikan rasa aman kepada masyarakat serta antisipasi terjadinya tindak pidana, peredaran narkoba, senpi Illegal dan barang terlarang lainnya di […]

  • lebaran-bersalaman

    Menanti Lebaran di Ujung Rindu, Bukan di Ujung Ibu Jari

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Bono
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Di jantung Kota Palembang, suasana pagi di hari kemenangan ini terasa begitu akrab namun sekaligus asing. Dari balik jendela-jendela rumah kayu yang berjejer, aroma tajam cuka pempek beradu dengan gurihnya santan malbi yang baru saja matang. Udara seolah menebal oleh wangi rempah, menusuk hidung dan membangkitkan memori yang telah lama tertidur. Sambil menggenggam ponsel di […]

expand_less
WordPress Archive Wpcast – Audio Podcast WordPress Theme WpCasterPro – Podcast WordPress Theme WPCLOUD – Creative One-Page Theme WPCode Pro – WordPress Code Snippets Plugin Wpcomomatic WordPress.com To WordPress Automatic Cross-Poster Plugin for WordPress WPCool – Notifications from CF7, WooCommerce to WhatsApp, Telegram, Discord WPCS – WordPress Currency Switcher Professional – Multi Currency wpDataTables – Tables and Charts Manager for WordPress wpDiscuz – Ads Manager wpDiscuz – Advanced Likers