Pemerintahan

Kabar Penampakan Buaya di Pulau Kemaro, Ini Pinta Wawako Kepada Warga

Foto : Humas Pemkot Palembang

Palembang – Buaya merupakan reptil bertubuh besar yang hidup di air dan bisa juga di darat.  Buaya merupakan species suku crocodylidae, Sifatnya termasuk binatang buas [alligator], manusia saja bisa disantapnya jika laparnya gak bisa ditahan sehingga bikin manusia cemas dan takut jika mandi di sungai.

Buaya umumnya habitat yang hidup di air tawar, seperti sungai, rawa, danau dan lahan basah lainnya, tetapi dapat juga ditemukan di air payau.  Binatang ini termasuk binatang purba, sedikit berubah karena evolusi sejak zaman dinosaurus [wikipedia].

Di perairan Sungai Musi yang panjangnya mencapai 750 km, kemungkinan binatang tersebut ada. Buktinya pada tahun lalu dikabarkan warga yang tinggal di keramasan, aliran Sungai Musi kerap melihat penampakan buaya di pagi dan malam hari yang berukuran 2,5 meter.

Nah, baru -baru ini di sekitar Pulau Kemaro juga dikabarkan warga setempat kerap melihat penampakan binatang predator itu sehingga membuat orang nomor dua di Kota Palembang pun, Fitrianti Agustinda ikut penasaran.

Ia pun mencari kebenaran kabar tersebut untuk datang langsung menemui warganya yang tinggal di Pulau Kemaro yang termasuk tempat wisata /destinasi Wisata Palembang.

“Kebetulan juga ada program tabur benih ikan di sekitar perairan Pulau Kemaro, jadi sekalian tanya kabar penampakan buaya,”katanya, selasa [30/4/2019].

Untuk itu dirinya mengimbau agar warga waspada terhadap kemungkinan adanya buaya tersebut,  khususnya menjaga anak-anak agar sementara waktu tidak bermain di sekitar sungai.

“Melalui dinas terkait saya mohon agar dipantau dan segera ditangkap bila informasi ini benar. Agar buaya tersebut tidak membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak.

Dia menegaskan masyarakat harus tenang, Pemkot juga akan berkoordinasi dengan BKSDA dan polisi air agar buaya itu dapat ditangkap dan dikarantina,” ujarnya.

Sementara terkait dengan kegiatan tebar benih ikan, ia juga berpesan agar masyarakat meninggalkan cara menangkap ikan menggunakan racun dan setrum. Kedua cara itu justru akan merugikan masyarakat sendiri.

Silaturahmi juga diikuti kelompok pengawas penangkapan ikan perairan dan para pengemudi ketek yang beroperasi di sekitar Pulau Kemaro. Pemerintah Kota Palembang sambungnya terus berupaya menjaga agar ekosistem Sungai Musi tetap lestari.

“Hari ini kembali ditebar ribuan benih ikan di Sungai Musi. Namun hal ini tidaklah cukup bila masyarakat masih juga menangkap ikan menggunakan racun dan setrum, sebab tidak hanya membunuh induk ikan tapi akan pula memusnahkan anak ikan,” ujarnya.[**]

 

Penulis : As

 

 

 

 

 

 

Comments

Terpopuler

To Top