Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » 3 Menit Menebang, 25 Tahun Menunggu Hutan Pulih

3 Menit Menebang, 25 Tahun Menunggu Hutan Pulih

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 82
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menjelaskan  manusia dapat merusak hutan hanya dalam hitungan menit, namun alam membutuhkan puluhan tahun untuk memulihkannya kembali.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan masyarakat tentang ancaman kerusakan lingkungan saat menghadiri Festival Kehutanan bertema “Kenal Hutan, Kenal Masa Depan” di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, kemarin.

Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumsel ke-80.

Herman Deru juga menyaksikan tayangan video mengenai proses penebangan pohon. Ia menilai tayangan itu menjadi pengingat keras tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan di tengah meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan.

“Melihat video tadi, menebang pohon itu hanya butuh waktu 3 menit. Tapi untuk tumbuh sampai sebesar itu, butuh waktu hingga 25 tahun,” ujar Herman Deru di hadapan mahasiswa, akademisi, kelompok tani, dan pegiat lingkungan.

Menurutnya kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama generasi muda.

Ia mengatakan, aksi penanaman pohon tidak boleh berhenti sebagai kegiatan simbolis atau seremoni tahunan semata.

Pemerintah dan masyarakat, kata dia, harus membangun kesadaran kolektif agar hutan tetap terjaga untuk masa depan.

Deru menilai banyak anak muda saat ini mulai jauh dari alam akibat perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat memperkuat literasi lingkungan sejak dini agar generasi mendatang memahami manfaat hutan bagi kehidupan.

“Hutan bukan hanya kumpulan pohon. Hutan menjadi penyangga kehidupan, sumber udara bersih, sumber air, dan pelindung lingkungan. Kalau hari ini kita tidak peduli, maka anak cucu kita yang akan menerima dampaknya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan tidak lagi menjadi isu masa depan, tetapi sudah dirasakan masyarakat saat ini.

Herman Deru menilai banjir, suhu panas ekstrem, hingga berkurangnya kualitas udara menjadi dampak nyata dari menurunnya kualitas lingkungan hidup.

Ia mengajak masyarakat meninggalkan warisan alam yang hijau dan sehat bagi generasi berikutnya.

Menurutnya, menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat.

Festival Kehutanan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan mahasiswa, komunitas lingkungan, kelompok tani, serta sejumlah instansi terkait.

Panitia juga menghadirkan berbagai stand pameran hasil hutan dan edukasi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Drs. H. Koimudin, SH, MM mengatakan festival tersebut bertujuan membangun kesadaran baru tentang pentingnya menjaga hutan demi masa depan yang berkelanjutan.

Menurut Koimudin, Pemerintah Provinsi Sumsel terus mendorong rehabilitasi hutan melalui berbagai program penanaman pohon dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.

“Hari ini dilakukan penanaman sebanyak 200 pohon sebagai langkah rehabilitasi dan pelestarian hutan. Kegiatan ini juga melibatkan kelompok tani serta dimeriahkan oleh berbagai stand pameran hasil hutan,” ungkap Koimudin.

Keterlibatan mahasiswa dan kelompok tani, paparnya menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan menjaga lingkungan hidup. Pemerintah, lanjutnya tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan dunia pendidikan.

Koimudin berharap Festival Kehutanan dapat menjadi momen memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam di Sumsel.

Ia juga berharap pesan yang disampaikan Gubernur  mengenai cepatnya kerusakan hutan dapat menjadi pengingat bersama agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.

Pesan “3 menit menebang dan 25 tahun menunggu hutan pulih” yang disampaikan Herman Deru pun menjadi sorotan utama dalam festival tersebut. Pesan itu menggambarkan betapa mudahnya manusia merusak alam, namun begitu sulit dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan hutan seperti semula. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berebut Medali Emas di PKM – PTIN se Sumatera,Siapa yang Bakal Juara !

    Berebut Medali Emas di PKM – PTIN se Sumatera,Siapa yang Bakal Juara !

    • calendar_month Selasa, 9 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.395
    • 0Komentar

    Oleh :Faldy Lonardo SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Sebanyak 599 atlet yang juga mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) Wilayah Sumatera akan bertarung dalam gelar perdana Pekan Kreatifitas Mahasiswa (PKM) se- Sumatera di Palembang. “Tercatat ada 20 PTKIN yang ikut berpartisipasi di PKM ini, ratusan peserta ini akan memperebutkan 93 medali dari 30 cabang lomba yang […]

  • Program Hutan Sosial, Langkah Konkret NU Berdayakan Petani

    Program Hutan Sosial, Langkah Konkret NU Berdayakan Petani

    • calendar_month Minggu, 6 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 653
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru mengatakan, momentum puncak Hari Lahir Nahdlatul Ulama (NU) ke 99 memiliki makna tersendiri bagi Sumsel. Dimana selain terjaganya silahturahmi antar sesama umat muslim khususnya warga nahdliyin, Herman Deru menilai, hal itu juga semakin meningkatkan kekompakan anggotanya. “Momen semacam ini tentu meninggalkan kenangan, mudah-mudahan kenangan baik seperti keamanan dan kenyamanan,” kata […]

  • Cuaca Menyengat Saat Ini, Apa Penyebabnya

    Cuaca Menyengat Saat Ini, Apa Penyebabnya

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.404
    • 0Komentar

    CUACA terik melanda sejumlah wilayah Indonesia sejak awal Mei lalu. Di siang hari, suhu udara terasa lebih menyengat dibanding biasanya. Pun di malam hari, hawa juga terasa panas dan kondisi tersebut apa penyebabnya. Perubahan suhu yang demikian terasa akhir-akhir ini, tidak ayal menimbulkan banyak pertanyaan. Ada fenomena apa? Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto, punya jawaban. […]

  • Pemprov Siapkan Bonus Rp 300 Juta, Target Masuk Tiga Besar STQH

    Pemprov Siapkan Bonus Rp 300 Juta, Target Masuk Tiga Besar STQH

    • calendar_month Selasa, 12 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 728
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru melepas keberangkatan 26 orang  kafilah utusan  Sumsel yang akan bertanding pada Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) XXVI tingkat nasional tahun 2021 di Provinsi Maluku Utara. Gubernur berpesan, agar para peserta tetap menjaga nama baik Sumsel selama mengikuti STQH tersebut. “Ketika kita ingat berasal dari mana, maka kita […]

  • Inilah Pengurus Gapki Periode 2018-2023

    Inilah Pengurus Gapki Periode 2018-2023

    • calendar_month Sabtu, 21 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.994
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Jakarta – Ketua Umum GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) Joko Supriyono yang kembali terpilih sebagai Gapki untuk periode 2018-2023, hari ini, Sabtu (21/4/2018) mengukuhan Pengurus Pusat, Dewan Pengawas dan Dewan Pembina GAPKI periode 2018-2023 di Jakarta. Berikut daftar kepengurusan Gapki periode 2018-2023. Pengurus Pusat GAPKI 2018-2023 (Inti) Ketua Umum : Joko Supriyono Wakil […]

  • Fisip UIN Raden Fatah Resmi Laksanakan Program Kampus Merdeka di Angkatan 2021

    Fisip UIN Raden Fatah Resmi Laksanakan Program Kampus Merdeka di Angkatan 2021

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.117
    • 0Komentar

    MENYIKAPI kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dikeluarkan melalui Permendikbud No. 3/2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, serta telah keluarnya aturan teknis Panduan Implementasi MBKM dalam Kurikulum Program Studi pada PTKI No. 7290/2020, maka Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Raden Fatah secara resmi akan melaksanakannya pada mahasiswa baru angkatan 2021 tahun […]

expand_less
WordPress Archive Aequity - Law WordPress Theme Aero for WordPress – Image Hover Effects Aesthetica – Plastic Surgery & Beauty Clinic WordPress Theme Aether – AI Agency & Technology WordPress Theme Aether Content Hider Plugin for WordPress Aethos – Creative Agency WordPress Theme Aevent – Conference & Event WordPress Theme Afela | Flexible Multi-Purpose HTML5 Template Affiliate Butler Pro Affiliate Egg – Niche Affiliate Marketing WordPress Plugin