Selasa, 27 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pemerintahan » 3 Menit Menebang, 25 Tahun Menunggu Hutan Pulih

3 Menit Menebang, 25 Tahun Menunggu Hutan Pulih

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 100
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru menjelaskan  manusia dapat merusak hutan hanya dalam hitungan menit, namun alam membutuhkan puluhan tahun untuk memulihkannya kembali.

Oleh sebab itu, ia mengingatkan masyarakat tentang ancaman kerusakan lingkungan saat menghadiri Festival Kehutanan bertema “Kenal Hutan, Kenal Masa Depan” di Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, kemarin.

Dalam kegiatan yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumsel ke-80.

Herman Deru juga menyaksikan tayangan video mengenai proses penebangan pohon. Ia menilai tayangan itu menjadi pengingat keras tentang pentingnya menjaga kelestarian hutan di tengah meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan.

“Melihat video tadi, menebang pohon itu hanya butuh waktu 3 menit. Tapi untuk tumbuh sampai sebesar itu, butuh waktu hingga 25 tahun,” ujar Herman Deru di hadapan mahasiswa, akademisi, kelompok tani, dan pegiat lingkungan.

Menurutnya kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius semua pihak, terutama generasi muda.

Ia mengatakan, aksi penanaman pohon tidak boleh berhenti sebagai kegiatan simbolis atau seremoni tahunan semata.

Pemerintah dan masyarakat, kata dia, harus membangun kesadaran kolektif agar hutan tetap terjaga untuk masa depan.

Deru menilai banyak anak muda saat ini mulai jauh dari alam akibat perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat memperkuat literasi lingkungan sejak dini agar generasi mendatang memahami manfaat hutan bagi kehidupan.

“Hutan bukan hanya kumpulan pohon. Hutan menjadi penyangga kehidupan, sumber udara bersih, sumber air, dan pelindung lingkungan. Kalau hari ini kita tidak peduli, maka anak cucu kita yang akan menerima dampaknya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan tidak lagi menjadi isu masa depan, tetapi sudah dirasakan masyarakat saat ini.

Herman Deru menilai banjir, suhu panas ekstrem, hingga berkurangnya kualitas udara menjadi dampak nyata dari menurunnya kualitas lingkungan hidup.

Ia mengajak masyarakat meninggalkan warisan alam yang hijau dan sehat bagi generasi berikutnya.

Menurutnya, menjaga hutan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan kewajiban bersama seluruh lapisan masyarakat.

Festival Kehutanan tersebut berlangsung meriah dengan melibatkan mahasiswa, komunitas lingkungan, kelompok tani, serta sejumlah instansi terkait.

Panitia juga menghadirkan berbagai stand pameran hasil hutan dan edukasi lingkungan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian alam.

Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Drs. H. Koimudin, SH, MM mengatakan festival tersebut bertujuan membangun kesadaran baru tentang pentingnya menjaga hutan demi masa depan yang berkelanjutan.

Menurut Koimudin, Pemerintah Provinsi Sumsel terus mendorong rehabilitasi hutan melalui berbagai program penanaman pohon dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan hutan.

“Hari ini dilakukan penanaman sebanyak 200 pohon sebagai langkah rehabilitasi dan pelestarian hutan. Kegiatan ini juga melibatkan kelompok tani serta dimeriahkan oleh berbagai stand pameran hasil hutan,” ungkap Koimudin.

Keterlibatan mahasiswa dan kelompok tani, paparnya menjadi bagian penting dalam memperkuat gerakan menjaga lingkungan hidup. Pemerintah, lanjutnya tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dan dunia pendidikan.

Koimudin berharap Festival Kehutanan dapat menjadi momen memperkuat sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam di Sumsel.

Ia juga berharap pesan yang disampaikan Gubernur  mengenai cepatnya kerusakan hutan dapat menjadi pengingat bersama agar masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan.

Pesan “3 menit menebang dan 25 tahun menunggu hutan pulih” yang disampaikan Herman Deru pun menjadi sorotan utama dalam festival tersebut. Pesan itu menggambarkan betapa mudahnya manusia merusak alam, namun begitu sulit dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan hutan seperti semula. (***)

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubernur Sambangi Kediaman Uskup Agung

    Gubernur Sambangi Kediaman Uskup Agung

    • calendar_month Selasa, 25 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 957
    • 0Komentar

    Palembang – Ditengah agenda acara yang padat Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru  masih menyempatkan diri menyambangi kediaman Uskup Agung Palembang Mgr. Aloysius Sudarso yang terletak  di samping Gereja Santa Maria di Jalan Tasik Kambang Iwak Palembang, Selasa (25/12/2018). Selain Gubernur, ikut serta dalam rombongan diantaraya  Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Irwan,  Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain […]

  • “KUR: Kredit Usaha Rakyat, Bukan Kredit Ujung Rumit”

    “KUR: Kredit Usaha Rakyat, Bukan Kredit Ujung Rumit”

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.711
    • 0Komentar

    DI GRAHA Bina Praja, suasananya, adem ayem, dibalut udara sejuk karena langit terlihat sedikit mendung, hari itu, Selasa agak-agak mirip suasana akad nikah massal, tapi ada bedanya, karena yang diikrarkan itu bukan “aku terima nikahnya”, tapi “aku siap menandatangani pinjaman”. hahaha… Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD), juga tampak sumringah menyaksikan 800.000 akad Kredit […]

  • Aksi Damai Untuk Selandia Baru, Aliansi Pemuda : Umat Islam Bukan Teroris

    Aksi Damai Untuk Selandia Baru, Aliansi Pemuda : Umat Islam Bukan Teroris

    • calendar_month Selasa, 19 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.021
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang- Ratusan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Sumatera Selatan, menggelar Aksi Damai untuk menunjukkan sikap dukungan terhadap tragedi kemanusiaan yang menimpa umat muslim di dua Masjid di Christchurch di Deans Avenue dan Linwood Avenue, Selandia Baru. Gerakan tersebut dipimpin oleh Ibnu Sina (HMI) Kordinator Aksi dan Denis (ACT)Kordinator Lapangan serta merupakan gerakan yang dibangun oleh pemuda-pemuda […]

  • Keluh kesah nasib tendik Kota Palembang terkait formasi usulan CASN, Apa Jawab Sekda !

    Keluh kesah nasib tendik Kota Palembang terkait formasi usulan CASN, Apa Jawab Sekda !

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.056
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Keluh-kesah nasib honorer tenaga  kependidik (tendik) dilingkungan Dinas Pendidikan kota Palembang 2024, secara langsung dijawab oleh Sekertaris Daerah Kota Palembang (Sekda) Ratu Dewa. Masalah tersubut mengenai formasi usulan CASN ditahun ini. Dalam pertemuan tersebut Ratu Ratu Dewa akan memperjuangkan beberapa usulan seperti usulan formasi tendik sebanyak 668, dan pembayaran insentif dan relokasi penempatan […]

  • Kata-kata mutiara : selamat pagi hari jumat

    Kata-kata mutiara : selamat pagi hari jumat

    • calendar_month Jumat, 30 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.359
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Alhamdulillah, kita ketemu lagi di hari jumat, hari yang penuh barokah, di bawah ini ada kata-kata mutiara yang bisa jadi inspirasi -Mu di hari jumat ini, semoga tetap semangat dalam menjalankan kehidupan, semoga tetap beraktivitas dengan baik. “Selamat pagi, Jumat yang penuh harapan! Semoga hari ini membawa kebahagiaan dan kesuksesan untukmu.” “Jumat adalah […]

  • Booth Indonesia, dengan tema “House of Indonesia,” jadi salah satu pusat perhatian pengunjung

    Booth Indonesia, dengan tema “House of Indonesia,” jadi salah satu pusat perhatian pengunjung

    • calendar_month Selasa, 19 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.232
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Damaskus, Suriah – Booth Indonesia, dengan tema “House of Indonesia,” menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung yang datang dari kalangan korps diplomatik, pejabat Suriah, pengusaha, dan masyarakat umum. Bazar ini diawali dengan sambutan dari Presiden DCOS, yang saat ini dijabat oleh Istri Dubes Libya di Damaskus, dan secara resmi dibuka oleh Ibu Shukria […]

expand_less
WordPress Archive Aequity - Law WordPress Theme Aero for WordPress – Image Hover Effects Aesthetica – Plastic Surgery & Beauty Clinic WordPress Theme Aether – AI Agency & Technology WordPress Theme Aether Content Hider Plugin for WordPress Aethos – Creative Agency WordPress Theme Aevent – Conference & Event WordPress Theme Afela | Flexible Multi-Purpose HTML5 Template Affiliate Butler Pro Affiliate Egg – Niche Affiliate Marketing WordPress Plugin