Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Perbankan & Keuangan » “KUR: Kredit Usaha Rakyat, Bukan Kredit Ujung Rumit”

“KUR: Kredit Usaha Rakyat, Bukan Kredit Ujung Rumit”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
  • visibility 2.708
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DI GRAHA Bina Praja, suasananya, adem ayem, dibalut udara sejuk karena langit terlihat sedikit mendung, hari itu, Selasa agak-agak mirip suasana akad nikah massal, tapi ada bedanya, karena yang diikrarkan itu bukan “aku terima nikahnya”, tapi “aku siap menandatangani pinjaman”. hahaha…

Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru (HD), juga tampak sumringah menyaksikan 800.000 akad Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang digelar serentak di 38 provinsi, di Sumsel sendiri, 300 debitur hadir dari berapa ragam, ada yang  jualan pempek, hingga yang jualan harapan.

“Program ini gunanya mendorong UMKM, agar makin berdaya saing,” kata HD dengan gaya khasnya pasti senyum kalau dilihat difoto.

Skema KUR ini, kata beliau, punya banyak level, dari Rp50 juta sampai Rp500 juta, luar biasa…,ibarat menu nasi Padang, tinggal pilih porsi, kecil, sedang, atau jumbo. Tapi jangan salah, yang penting bukan seberapa besar nasinya, tapi seberapa kuat perutnya menanggung cicilan. Itu yang paling utama.

HD juga ngasih wejangan yang bikin semua debitur manggut-manggut seperti ayam jago baru bangun. “Modal itu penting, tapi keterampilan jauh lebih penting. Modal tanpa keterampilan, itu kayak kasih sepeda ke orang yang belum bisa naik sepeda, yang ada malah jatuh di tanjakan pertama”.

Pesan beliau, banyak UMKM macet bukan karena nggak punya uang, tapi karena salah urus. Ada yang modal pinjaman malah dipakai beli HP baru, ada juga yang niatnya dagang malah sibuk upgrade motor buat “branding usaha” (padahal jualannya masih di pinggir jalan).

Seketika ruangan jadi hening, tapi lucunya, beberapa debitur cuma bisa senyum-senyum miris. “Kena banget tuh, Pak,” bisik salah satu peserta sambil nyengir.

HD juga nyeletuk soal pemasaran, katanya, kalau pasar terbuka lebar, modal bakal datang sendiri. Ibarat cinta, kalau kamu menarik, jodoh nggak perlu dicari, datang sendiri bawa martabak.hahaha!.

“Oleh karena itu, beliau nyaranin supaya para pelaku usaha jangan cuma pinter bikin produk, tapi juga pinter promosi. Sekarang bukan zamannya “diam-diam jualan, tiba-tiba laku,  di era TikTok dan Instagram, jualan harus rame dulu baru rame duitnya.

Tapi HD juga ngingetin satu hal penting “Setelah penyaluran, perlu ada edukasi dan pelatihan, jangan sampai debitur nganggep pinjaman ini kayak hibah”. wajib dicicil dong..

Kalimat itu nyentil banget,  jujur aja, di negeri +62 ini kadang orang mikir “Ah…, pinjaman pemerintah kan ujung-ujungnya dihapus” alias diputihkan.. Nah, mindset-nya beginilah yang bikin NPL (kredit macet) naik kayak harga cabai menjelang Lebaran.

NPL: Nasi Pecel Lupa Bayar

Herman Deru juga menyoroti soal tingginya kredit bermasalah alias Non Performing Loan/NPL, katakanlah bahasa kasarnya, “pinjam iya, bayar entar”.

Katanya, banyak pelaku UMKM yang belum paham cara ngatur keuangan, dapat duit langsung diserbu kebutuhan konsumtif. Akhirnya, usaha nggak jalan, tapi tagihan tetap datang kayak mantan yang belum bisa move on.

Makanya, HD minta perbankan, OJK, dan BI buat lebih aktif ngasih edukasi, jangan cuma ngasih duit, tapi juga ngasih ilmunya, karena kalau pinjamannya macet, yang malu bukan cuma debitur, tapi juga daerahnya.

Oleh sebab itu, di tengah keterbatasan APBD, HD bilang bahwa ekonomi Sumsel harus digerakkan oleh sektor riil. Artinya, bukan lagi nunggu proyek pemerintah turun, tapi ngerakit sendiri perahu ekonomi rakyat.

Ibarat pepatah lama “Jangan nunggu durian jatuh, tapi tanam sendiri pohonnya”, sebab, jika nunggu durian jatuh, yang dapet duluan biasanya malah orang yang lewat.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumsel, Amiruddin, menambahkan bahwa kegiatan ini bagian dari Akad Massal KUR Nasional 800.000 UMKM. Di Aula Bina Praja, peserta datang dari berbagai bank penyalur, Bank Sumsel Babel, Mandiri, dan BNI dan masing-masing bawa 75 debitur yang wajahnya campur aduk antara harapan dan was-was.

Ada yang semangat tanda tangan kayak mau beli rumah, ada juga yang tangan gemetaran takut salah tulis nominal.

“Kalau salah tanda tangan bisa batal, Pak?” bisik seorang bapak ke petugas bank.
“Tenang, ya.. Pak, ini bukan akad nikah, jadi bisa diulang,” hehehe… jawab petugas sambil senyum, ruangan langsung pecah tawa.

Nah, ingat pesan pentingnya, dari seluruh rangkaian acara itu, satu hal yang paling nempel yakni KUR bukan buat gaya, tapi buat kerja. Jadi kalau pinjam duit cuma buat update status “Alhamdulillah cair juga”, tapi usahanya nggak jalan, ya siap-siap jadi kolektor SMS penagihan.

Karena itu, pinjaman itu kayak pisau dapur, kalau dipakai bener, bisa buat masak dan kalau salah pakai, malah bisa melukai diri sendiri.

Dan, sebagai penutup acara akad massal KUR ini, bukan sekadar seremoni, tapi momentum. yaitu momentum buat UMKM Sumsel naik kelas, bukan cuma di omongan, tapi di tindakan.

Pemerintah  udah ngasih kuncinya “Modal boleh dari pemerintah, tapi semangat harus dari diri sendiri”

Karena, kata pepatah Palembang, “Dak galak ngulek sambal, jangan nyalahke cobek”. Artinya, kalau usaha belum berhasil, jangan salahin sistem, coba dulu benerin cara nguleknya.

Jadi, selamat buat semua debitur baru KUR! Ingat, ini bukan kredit ujung rumit, tapi kesempatan buat jadi pelaku usaha sejati. Yang penting, jangan lupa utang boleh dicicil, tapi niat sukses jangan ditunda.

Ingatlah lagi yang satu ini ! “Hidup itu kayak usaha kecil, asal dijaga, lama-lama jadi besar. Asal jangan kebanyakan ngutang buat gaya”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puluhan Juta Masyarakat Indonesia Sudah Divaksin

    Puluhan Juta Masyarakat Indonesia Sudah Divaksin

    • calendar_month Rabu, 17 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 637
    • 0Komentar

    MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, mengatakan bahwa hingga 14 November 2021, 130 juta penduduk Indonesia sudah mendapatkan vaksin dosis pertama dan sekitar 84 juta orang di antaranya sudah mendapatkan vaksin dosis kedua. Namun, walaupun demikian masih ada daerah yang cakupan vaksinasi dosis pertama di bawah 25 persen. “Daerah yang cakupan dosis vaksinasinya […]

  • Zona Merah Meningkat Alarm untuk Bersama

    Zona Merah Meningkat Alarm untuk Bersama

    • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 767
    • 0Komentar

      BERDASARKAN perkembangan peta zonasi risiko per 4 April 2021 daerah zona merah (risiko tinggi) meningkat dari 5 menjadi 10 kabupaten/kota. Kenaikan zona merah ini dikarenakan ada kabupaten/kota yang mengalami perubahan zonasi dari oranye menjadi zona merah. Diantaranya yaitu Badung dan Gianyar (Bali), Kota Tangerang Selatan (Banten), Tanah Laut (Kalimantan Selatan), Barito Timur dan Kapuas […]

  • “ Cito – Cito Mamat “

    “ Cito – Cito Mamat “

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.553
    • 0Komentar

    Setiap orang tua ingin yang terbaik untuk anak-anaknya mulai dari pakaian, kehidupan yang layak, sampai persoalan pendidikan pun harus yang terbaik agar kelak nasibnya lebih baik dari oang tuanya. Tris : “ Tumben nian oy malam ini sepi nian yo ???? “ Kacibob : “ Kalau nak rame bakar pos agek rame dateng galo wong […]

  • OKI Bakal Terapkan BTM Setelah 21 Agustus

    OKI Bakal Terapkan BTM Setelah 21 Agustus

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.434
    • 0Komentar

    JELANG Pelaksanaan penerapan belajar tatap muka di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Satuan Tugas Penanganan Covid-19 OKI gelar rapat evaluasi dan persiapan di aula Kantor Dinas Pendidikan OKI. Selasa (11/8/2020). Kalaksa BPBD OKI, Listiadi Martin mengatakan Ini merupakan implementasi dari SKB, surat keputusan Menteri Dalam Negeri, Mendikbud, Menteri Agama dan Menteri Kesehatan sehubungan dengan […]

  • KPU Muba Resmi Tetapkan 45 Caleg Terpilih, Bupati : Selamat Bekerja…

    KPU Muba Resmi Tetapkan 45 Caleg Terpilih, Bupati : Selamat Bekerja…

    • calendar_month Selasa, 13 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.492
    • 0Komentar

    Fungsi wakil rakyat, mampu menampung, menerima aspirasi rakyat, lalu disampaikan kepada pemerintah untuk bersama sama membahas dan menindaklanjuti melalui  program kerja nyata,

  • Ini Perkembangan Penanganan Hoaks Covid-19 dan PPKM

    Ini Perkembangan Penanganan Hoaks Covid-19 dan PPKM

    • calendar_month Jumat, 26 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 690
    • 0Komentar

    PERBAIKAN pengendalian Covid-19 di Indonesia semakin diakui oleh dunia. Sayangnya, upaya penanganan Covid-19 ini masih terganggu oleh beragam hoaks mengenai pandemi Covid-19 yang menyerang beragam kalangan tua ataupun muda. Pada tanggal 20 November 2021 lalu, Indonesia memperingati hari anak sedunia, yang ditetapkan sejak tahun 1954, untuk meningkatkan kesejahteraan anak-anak di seluruh dunia. Namun, ancaman hoaks […]

expand_less
WordPress Archive Stelary – Blog Magazine WordPress Theme Stellar – Hosting & Cloud Provider WordPress Elementor Template Kit Stellarium – Horoscope and Astrology WordPress Theme Sterling | Responsive WordPress Theme Sticky HTML5 Music Player WordPress Plugin Sticky Radio Player WordPress Plugin – Full Width Shoutcast and Icecast HTML5 Player Still - Steel Factory & Manufacturing Elementor Template kit Stock Market & Forex Charts | WordPress Plugin Stock Photos – WordPress Plugin Stockholm – A Genuinely Multi-Concept Theme