Selasa, 20 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » “Blusukan Level Dewa” [Ketika Liburan Diisi dengan Wisata Drainase]

“Blusukan Level Dewa” [Ketika Liburan Diisi dengan Wisata Drainase]

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 7 Apr 2025
  • visibility 1.221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id,- Libur Lebaran biasanya identik dengan tiga hal sakral, yakni ketupat, kumpul keluarga, dan rebahan. Tapi ada satu orang yang memutuskan untuk menyalahi takdir liburan nasional, ia adalah Wali Kota Palembang, Ratu Dewa.

Bukannya ngadem di vila atau staycation di hotel bintang lima, Pak Wali malah ‘nyasar’ ke Pasar 16 Ilir,  bukan buat belanja, tapi buat inspeksi got dan jalan rusak.

Ya, kalian nggak salah baca. Pak Wali literally turun ke got. Kalau biasanya kita liat wali kota di acara resmi pake jas dan berdiri di podium, kali ini gayanya lebih nyantai jalan kaki keliling pasar, nemplok di samping jalan bolong, dan ngelirik saluran air yang kayaknya udah bertahun-tahun merintih tanpa ada yang peduli.

Hari Jumat, 4 April 2025. Waktu yang tepat buat ngabuburit atau mungkin nap time setelah makan lontong sayur. Tapi nggak ya buat Dewa. Dengan semangat yang entah datang dari mana (mungkin dari segelas kopi tubruk atau doa warga yang capek ngelindas jalan bolong), beliau meninjau langsung kondisi infrastruktur di sekitar Pasar 16 Ilir.

Begitu nyampe lokasi, apa yang beliau temuin? Jalan rusak? Jelas. Got mampet? Sudah pasti. Sampah numpuk di mana-mana? Cek. Bau-bauan tak terdefinisi? Bonus. Lengkap sudah penderitaan kawasan pasar ini.

Dengan wajah serius tapi santai (mungkin ala-ala detektif lingkungan), Pak Wali langsung ngebongkar fakta-fakta. Katanya, banyak warga yang ngeluh via Instagram, yup, medsos jadi jalur hotline darurat sekarang.

“Langsung saya tinjau,” kata beliau. Langsung, lho. Gak pake sidang, gak pake disposisi 30 hari kerja

Tanpa banyak bacot, beliau langsung kasih aba-aba ke petugas. “Got mampet? Sikat! Jalan bolong? Tambal! Jangan nunggu tahun depan!” Kira-kira begitu energinya.

Yang bikin netijen makin salut, ini semua dilakukan di tengah libur Lebaran. Alias, ketika orang lain sibuk nentuin mau ngelap tupperware atau tidur sampe magrib, Dewa malah sibuk nyari titik genangan air. Ini bukan sekadar blusukan, ini tour de got.

Tak butuh waktu lama, pasukan kebersihan langsung nyebur ke medan perang. Plastik bekas, botol minuman, sendal jepit sebelah, dan entah apalagi semuanya diangkut. Bahkan lumpur yang kayaknya udah jadi warga tetap got itu pun diangkut kayak dijemput jemputan sekolah.

Masyarakat yang tadinya ngeluh, langsung berubah jadi tim sorak dadakan. “Mantap, Pak Wali!” kata seorang warga sambil nyengir di pinggir jalan.

Bahkan ada yang rela stop dagang bentar cuma buat nyaksiin momen langka pejabat yang gak cuma turun ke jalan, tapi juga turun ke kenyataan.

Ini baru namanya gotong royong versi literal. Dewa ngajarin kita satu hal penting, jadi pemimpin itu bukan soal gaya, tapi aksi nyata. Bukan soal berapa banyak baliho kamu pasang di sudut kota, tapi seberapa cepat kamu respon keluhan warga di DM Instagram.

Di dunia di mana banyak orang masih mikir jadi pejabat itu buat gaya-gayaan, Ratu Dewa malah ngasih standar baru. Healing-nya ke got. Check-in-nya di Pasar 16 Ilir. Caption-nya mungkin bisa kayak gini “Libur Lebaran? Aku mah keliling liat jalan bolong. Kalian?”

Dan yang bikin ini makin keren? Gak ada gimmick. Gak ada kamera berjibun, gak ada musik latar dramatis. Yang ada cuma semangat bersihin kota, satu got demi satu got, satu tambalan demi tambalan. Cuma tinggal nunggu ada yang ngelamar beliau buat jadi “Dewa Infrastruktur Nasional”.

Andik, pedagang sekitar yang udah lama mangkal di Pasar 16 Ilir, bilang sambil senyum, “Alhamdulillah lah, Pak Wali dateng langsung. Kito ini dagang, dak enak kalau jalan rusak, pelanggan lewat bae susah. Harapannyo abis ini lebih nyaman. Biasanya pejabat numpang lewat bae, ini bener-bener ngeliat kondisi kito. mugo-mugo jalan cepet mulus lagi, biar bedagang jugo enak.”

Dan bukan cuma Andik. Banyak pedagang lain juga ngarep jalanan mereka nggak lagi kayak medan uji nyali MotoGP. Bayangin aja, pelanggan mau beli sayur malah nyungsep gara-gara jalan bolong, kan tragedi !.

Kisah ini bukan cuma tentang jalan rusak dan got mampet. Ini tentang pemimpin yang dengerin keluhan rakyat, bukan cuma pas mau kampanye. Tentang respons cepat, tindakan nyata, dan kehadiran langsung. Tentang got yang akhirnya bisa bernapas setelah sekian lama penuh derita.

Semoga ini bukan kejadian sesekali aja. Kita butuh lebih banyak “Dewa” di negeri ini bukan Dewa 19, tapi Dewa yang mau turun ke got demi rakyat. Dan siapa tahu, abis ini muncul tren baru “Ngabuburit Bareng Wali Kota, Menyusuri Jalan Bolong dan Got Penuh Harapan.” nah so pasti biar agak mantap ni pantunnya :

Ke got Pak Wali nyelam sendirian,
Bukan cari ikan, tapi solusi keadaan.
Palembang bersih bukan sekadar impian,
Kalau pemimpin turun, kita ikut jalan.

Akhir kata kalau kamu habis baca ini sambil masih buang sampah sembarangan, mending tutup HP kamu sekarang dan minta maaf ke got-got di sekitar rumah. Karena bisa jadi, satu hari nanti, Wali Kota bakal muncul dari balik selokan dan berkata “Kamu yang buang sampah ini, ya?”he..he kamu ketahuan.!!.[***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Feby Deru Gencarkan Sosialisasi  Sumsel Mandiri Pangan ke PKK Kabupaten/Kota

    Feby Deru Gencarkan Sosialisasi Sumsel Mandiri Pangan ke PKK Kabupaten/Kota

    • calendar_month Jumat, 19 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 866
    • 0Komentar

    GUNA mewujudkan program gerakan ‘Sumsel Mandiri Pangan’ yang akan diluncurkan dalam waktu dekat, Ketua TP PKK Sumsel Hj Febrita Lustia HD ikut aktif mensosialisasikan gerakan Sumsel Mandiri Pangan ke PKK kabupaten/kota se-Sumsel, bertempat di Griya Agung, Kamis (18/11) siang. Dalam sosialisasi gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang dilakukan secara offline dan virtual tersebut Feby Deru mengatakan, […]

  • Pemprov. Sumsel Dorong Pengurus PUG  Berjalan Baik

    Pemprov. Sumsel Dorong Pengurus PUG Berjalan Baik

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 928
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumsel Ir H. Mawardi Yahya mendorong agar Pengarus Utamaan Gender (PUG) di Sumsel khususnya di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terus berjalan. Bahkan, Mawardi meminta agar PUG tersinkronisasi di setiap program yang telah dirancanakan OPD. “Ini penting. Apalagi hal itu telah diatur dalam Instruksi Presiden. Saya harapkan PUG tercermin di setiap program,” kata […]

  • Daerah Mayoritas Masuk Zona Risiko Sedang, Berbahaya, Jangan Lengah !

    Daerah Mayoritas Masuk Zona Risiko Sedang, Berbahaya, Jangan Lengah !

    • calendar_month Rabu, 23 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 901
    • 0Komentar

    DAERAH mayoritas masuk zona risiko sedang, dan zona merah mengalami penurunan, meski demikian, daerah tak boleh lengah, karena masih sangat berbahaya. Satgas Penanganan COVID-19 meminta bukan berarti penanganan harus dikendurkan. “Berbahaya, karena apabila sedikit saja kelengahan dalam penanganan kasus pada periode libur panjang Natal dan Tahun Baru, maka terbuka kemungkinan daerah pada zona risiko sedang […]

  • Korea & Sumsel Bersinergi – Teknologi Canggih untuk Selamatkan Gambut

    Korea & Sumsel Bersinergi – Teknologi Canggih untuk Selamatkan Gambut

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 899
    • 0Komentar

    PEPATAH mengatakan “Air tenang menghanyutkan” Nah,  di Sumatera Selatan, airnya memang tenang… tapi tanah gambutnya sedang menjerit. Sumsel punya lahan gambut seluas 2,092 juta hektare, atau sekitar 24% dari total wilayah, sepertiga dari meja makanmu kalau diganti tanah gambut itu luasnya!. Sayangnya, sebagian besar ekosistem ini butuh pemulihan serius. Tidak cukup sekadar menabur doa dan […]

  • KPK Sebut MCP Sumsel 2019 Masih Rapor Merah

    KPK Sebut MCP Sumsel 2019 Masih Rapor Merah

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.466
    • 0Komentar

    KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan Skor Monitoring for Prevention (MCP) Sumsel Tahun 2019 masih memperlihatkan rapor merah di beberapa wilayah, terutama terkait pelaksanaan dan pelaporan dana desa yang belum dikelola dengan baik. Oleh karena Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Ghufron menjelaskan, KPK akan terus melakukan monitor terkait dana desa Pemda di Sumsel. “Walaupun dana desa itu […]

  • Langgar Protokes, Sanksi Pelanggar Mulai dari Membersihkan Taman

    Langgar Protokes, Sanksi Pelanggar Mulai dari Membersihkan Taman

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 799
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru  menginformasikan bahwa mulai hari ini Rabu, (9/9/2020) Pergub 37 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan mulai disosialisasikan. Sosialisasi ini akan berlaku hingga seminggu kedepan. Selanjutnya setelah sepekan sosialisasi dilakukan maka penerapan sanksi denda baik masyarakat maupun aparat pemerintahan di Sumatera Selatan mulai diberlakukan. “Mulai hari ini pergub akan disosialisasikan. Artinya […]

expand_less
WordPress Archive JetBlocks For Elementor JetBlog – Blogging Package for Elementor Page Builder JetBooking - Booking functionality for Elementor JetCompareWishlist For Elementor JetElements - Widget Addon for Elementor Page Builder JetEngine - Adding & Editing Dynamic Content with Elementor JetMenu For Elementor JetPopup For Elementor JetProductGallery For Elementor Jetrans – Logistics & Transportation Elementor Template Kit