Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Hotspot Sumsel Turun, Kabut Palembang Masih Pekat

Hotspot Sumsel Turun, Kabut Palembang Masih Pekat

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month 24 menit yang lalu
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, – Hotspot Sumatera Selatan (Sumsel) turun drastis dari 132 menjadi 9 titik. Namun, langit Palembang masih tampak berkabut dengan warna kecokelatan pada Minggu (18/10/2026) siang. Kondisi tersebut terlihat di kawasan Kalidoni sekitar pukul 12.42 WIB, disertai hawa panas dan pengap.

Meski demikian, suara pesawat penumpang masih terdengar melintas di atas rumah di kawasan Kalidoni. Deru mesin pesawat terdengar dari langit di tengah pemandangan yang masih diselimuti kabut kecokelatan. Suasana tersebut menjadi gambaran kondisi Palembang pada siang hari, ketika upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung.

Berdasarkan pemantauan Sistem Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan (SiPongi) Kementerian Kehutanan hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 21.00 WIB, jumlah hotspot berkepercayaan tinggi (high confidence) di Indonesia mencapai 270 titik. Angka itu turun 84 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 354 titik.

Pada enam provinsi prioritas penanganan karhutla, jumlah hotspot berkurang dari 177 menjadi 125 titik. Sumsel mencatat penurunan tajam, dari 132 menjadi sembilan titik.

Penurunan menjadi perkembangan positif dalam pemantauan kebakaran. Namun, berkurangnya hotspot belum otomatis menandakan kualitas udara Palembang telah pulih. Titik panas yang terdeteksi satelit merupakan indikasi anomali panas, bukan pengukuran langsung tingkat pencemaran udara.

Kabut Kecokelatan Masih Terlihat di Kalidoni

Pantauan visual di kawasan Kalidoni pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 12.42 WIB memperlihatkan langit yang tampak keruh dengan kabut kecokelatan. Hawa panas dan pengap menyertai kondisi tersebut.

Pemandangan ini menjadi perhatian di tengah penurunan hotspot Sumsel. Masyarakat tidak hanya membutuhkan informasi mengenai berkurangnya titik panas, tetapi juga kepastian mengenai kondisi udara yang mereka hirup.

Asap karhutla dapat bertahan di atmosfer meskipun jumlah titik panas menurun. Partikel asap juga bisa terbawa angin dari wilayah lain atau terperangkap di dekat permukaan ketika kondisi atmosfer menghambat pergerakan udara ke atas.

Warna kabut yang terlihat secara langsung merupakan kondisi visual di lapangan. Sementara itu, untuk memastikan tingkat pencemaran dan risiko kesehatannya, diperlukan data pengukuran kualitas udara, termasuk konsentrasi partikel halus PM2.5.

Oleh sebab itu, perkembangan karhutla perlu dipantau melalui beberapa indikator, mulai dari kondisi kebakaran di lapangan, jarak pandang, arah angin, hingga konsentrasi polutan.

Kementerian Kehutanan Lanjutkan Modifikasi Cuaca

Guna membantu mengurangi dampak asap, Kementerian Kehutanan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Tentara Nasional Indonesia (TNI) melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumsel.

Operasi tersebut dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 16 hingga 25 Oktober 2026. Pada tahap awal, dry ice atau es kering digunakan untuk membantu memengaruhi lapisan inversi atmosfer yang dapat membuat asap tertahan di dekat permukaan.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, menjelaskan lapisan inversi terjadi ketika udara yang lebih hangat berada di atas udara yang lebih dingin dekat permukaan. Kondisi ini dapat menghambat pergerakan udara ke atas sehingga asap dan polutan berpotensi menumpuk di lapisan bawah atmosfer.

Melalui penggunaan dry ice, operasi tersebut diarahkan untuk membantu melemahkan kondisi inversi agar pergerakan udara menjadi lebih baik dan konsentrasi asap di dekat permukaan diharapkan berkurang.

Pada hari pertama, satu sorti penerbangan dilakukan dengan menyebarkan 800 kilogram dry ice di sekitar Palembang. Memasuki hari kedua, direncanakan dua sorti penerbangan tambahan, dengan pelaksanaan menyesuaikan kondisi cuaca dan perkembangan atmosfer.

Menurut pemantauan Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, jarak pandang di Palembang pada Sabtu pagi menunjukkan perbaikan dibandingkan kondisi sebelumnya. Perkembangan tersebut turut mendukung pelaksanaan operasi Satgas Udara dalam penanganan karhutla.

Meski demikian, perbaikan jarak pandang belum cukup untuk memastikan kualitas udara telah aman. Kondisi tersebut masih perlu dievaluasi bersama hasil pengukuran polutan dan perkembangan atmosfer.

Thomas menjelaskan OMC dilaksanakan secara adaptif. Ketika lapisan inversi mulai menipis dan terdapat potensi pertumbuhan awan hujan, operasi dapat dikombinasikan dengan penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl) untuk mendukung pembentukan hujan.

Pemilihan bahan semai dan pelaksanaan penerbangan disesuaikan dengan hasil pemantauan serta kondisi atmosfer yang berkembang.

Pemadaman Api Tetap Menjadi Prioritas

Modifikasi cuaca bukan pengganti pemadaman kebakaran. Selama sumber api masih ada, asap baru tetap berpotensi terbentuk dan memperburuk kondisi udara.

Oleh sebab itu, Satgas Darat, termasuk Manggala Agni, terus melakukan pemadaman di lokasi kebakaran. Satgas Udara mendukung penanganan dari udara, sementara OMC menjadi langkah pendukung untuk merespons kondisi atmosfer.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menambahkan penanganan karhutla harus memperhitungkan dampak yang dirasakan masyarakat, mulai dari kualitas udara dan kesehatan hingga kegiatan belajar, transportasi, serta aktivitas sehari-hari.

Selain pemadaman, penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya karhutla juga terus dilakukan.

Pendekatan terpadu ini penting, karena penanganan asap tidak cukup dilakukan dengan satu cara. Sumber kebakaran harus dikendalikan, titik rawan perlu diawasi agar tidak kembali terbakar, dan kondisi atmosfer harus terus dipantau untuk memahami penyebaran asap.

Dengan demikian, penurunan hotspot perlu diikuti pemeriksaan lapangan dan patroli ulang guna memastikan api benar-benar padam.

Cuaca Panas, Peluang Hujan Masih Terbatas

Prakiraan cuaca Palembang untuk periode 18-24 Oktober 2026 menunjukkan potensi cuaca panas dan berkabut pada awal pekan. Suhu maksimum diperkirakan berkisar 36-37 derajat Celsius, sedangkan peluang hujan relatif rendah dalam beberapa hari pertama.

Peluang hujan dan petir diperkirakan meningkat menjelang Sabtu (24/10/2026). Namun, prakiraan tersebut tidak menjamin hujan turun merata di seluruh wilayah Palembang maupun kawasan yang mengalami kebakaran.

Hujan setempat juga belum tentu cukup untuk mengatasi karhutla, terutama apabila intensitasnya rendah atau tidak menjangkau lahan yang masih terbakar.

Pemantauan BMKG diperlukan untuk mengikuti perkembangan cuaca dan kondisi atmosfer. Sementara itu, pengukuran Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dan PM2.5 dibutuhkan untuk menilai tingkat pencemaran yang dihadapi masyarakat.

Cuaca panas dan langit berkabut tidak dengan sendirinya menunjukkan tingkat pencemaran tertentu. Begitu pula penurunan hotspot tidak otomatis membuktikan bahwa udara sudah aman.

ISPU Sempat Capai 793, Perlindungan Warga Diperlukan

Besarnya dampak kabut asap terhadap kesehatan sebelumnya tergambar dalam data yang dipaparkan Pemerintah Kota Palembang dalam penanganan karhutla.

Pada 13 Oktober 2026, ISPU Palembang dilaporkan mencapai 793. Pada hari yang sama, tercatat 677 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) harian.

Angka tersebut menggambarkan kondisi pada periode itu, bukan nilai ISPU atau jumlah kasus terbaru pada 18 Oktober. Untuk mengetahui perkembangan terkini, masyarakat perlu merujuk pada pembaruan data resmi.

Pemerintah Kota Palembang telah membentuk 68 posko kesehatan yang terdiri atas 18 posko kecamatan, 42 posko puskesmas, tujuh posko puskesmas pembantu, serta satu posko kesehatan bergerak berbentuk tenda di kawasan Talang Jambe.

Pemkot juga telah mendistribusikan 138.267 masker melalui posko, kantor kecamatan, institusi, dan berbagai saluran pelayanan publik.

Langkah perlindungan tersebut perlu disertai edukasi dan pemantauan kualitas udara. Warga sebaiknya mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan ketika asap pekat, menggunakan respirator seperti N95 atau KN95 jika harus beraktivitas di luar, serta mengikuti informasi resmi mengenai kualitas udara.

Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau keluhan pernapasan yang memburuk, masyarakat perlu segera mencari pertolongan medis.

Penurunan Hotspot Harus Diikuti Perbaikan Kualitas Udara

Turunnya hotspot Sumsel dari 132 menjadi sembilan titik merupakan perkembangan yang patut dicermati secara positif. Namun, angka tersebut belum menjadi jawaban akhir atas persoalan karhutla di Palembang dan sekitarnya.

Keberhasilan penanganan perlu dilihat dari beberapa indikator sekaligus: sumber api benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, jarak pandang membaik, konsentrasi polutan menurun, dan masyarakat memperoleh perlindungan kesehatan yang memadai.

Operasi modifikasi cuaca, pemadaman darat dan udara, patroli, pelayanan kesehatan, serta penegakan hukum harus berjalan saling melengkapi. Setiap langkah perlu dievaluasi berdasarkan hasil pemantauan, bukan hanya perubahan angka hotspot.

Kabut kecokelatan yang terlihat di Kalidoni pada Minggu siang menjadi pengingat bahwa masyarakat masih membutuhkan kepastian mengenai kondisi udara yang mereka hirup.

Sehingga diharapkan keberhasilan penanganan karhutla bukan hanya soal berkurangnya titik panas pada pemantauan satelit. Ukuran yang lebih penting adalah terkendalinya kebakaran, berkurangnya dampak asap, dan membaiknya kualitas udara berdasarkan pengukuran resmi.

Selama perbaikan tersebut belum terkonfirmasi, pemantauan dan perlindungan masyarakat Palembang tetap perlu menjadi prioritas. (***) /diolah dari berbagai sumber

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Diduga Ditendang Begal, Seorang Wanita Jatuh dari Motor

    Diduga Ditendang Begal, Seorang Wanita Jatuh dari Motor

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.348
    • 0Komentar

    SEORANG pemotor mengalami kecelakaan tunggal di Simpang Tebenan, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin, Kamis (18/6/2020). Isu yang berkembang jatuhnya seorang perempuan yang diketahui bernama Anggun  ini di duga tak mampu mengendalikan motornya yang ditendang oleh jambret yang juga menggunakan sepeda motor. Menurut Hendra Jimmy pemilik kue,  saat itu korban Anggun  pulang  mengambil kue ulang tahun di […]

  • Seberapa Pentingnya Pendidikan Bagi Manusia?

    Seberapa Pentingnya Pendidikan Bagi Manusia?

    • calendar_month Rabu, 12 Apr 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.339
    • 0Komentar

    SEPERTI yang kita ketahui pentingnya peran pendidikan bagi manusia karena pendidikan meningkatkan sumber daya manusia kearah yang lebih baik pendidikan juga membentuk karakter yang dapat mengembangkan sikap, keterampilan dan kecerdasaan intelektualnya, agar menjadi manusia yang terampil, cerdas, serta berahlak mulia. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, baik itu pendidikan yang berhubungan dengan tuhan, pendidikan yang berhubungan dengan […]

  • Agar Mitra Punya Penghasilan Maksimal, Tarif Go-jek Tertinggi di Industri

    Agar Mitra Punya Penghasilan Maksimal, Tarif Go-jek Tertinggi di Industri

    • calendar_month Selasa, 14 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.023
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Tarif Go-jek tertinggi di industri membuat mitra memperoleh penghasilan maksimal dan layak. Demikian dikatakan Chief Public Policy and Government Relations Go-Jek Indonesia Shinto Nugroho, ia menjelaskan sejak lama tarif yang diterima mitra pengemudi Go-Jek diterapkan, hal ini telah dilakukan pengkajian sehingga tidak merugikan mitra. “Ini menjadi komitmen Go-Jek dalam memastikan mitra bisa […]

  • Merdeka Belajar, Bunda PAUD se Sumsel Ikuti Sosialisasi

    Merdeka Belajar, Bunda PAUD se Sumsel Ikuti Sosialisasi

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.064
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Guna mendukung program Merdeka Belajar yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Bunda PAUD Se Provinsi Sumatera Selatan mengikuti Sosialisasi Merdeka Belajar dengan Bunda PAUD, acara berlangsung di Hotel Santika Premiere Palembang, Senin (1/7/2023). Dalam acara sosialisasi tersebut, hadir beberapa Bunda PAUD dari perwakilan kabupaten/kota se Provinsi Sumsel, salah satunya […]

  • Jenguk Langsung Pasien Positif Covid-19 di RSUD Besemah,Walikota Pagaralam Kasih Semangat

    Jenguk Langsung Pasien Positif Covid-19 di RSUD Besemah,Walikota Pagaralam Kasih Semangat

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.305
    • 0Komentar

    WALIKOTA Pagar Alam Alpian Maskoni mendatangi langsung pasien  terkonfirmasi positif Covid 19, yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Besemah Pagar Alam, Sabtu (20/6/2020). Dengan menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap, Walikota berinteraksi langsung dengan pasien tersebut dengan pembatas pintu kaca serta menggunakan Handphone sebagai sarana komunikasi suara. Walikota ingin memberikan semangat kepada […]

  • Sumsel Bentuk Tim Investigasi Terkait Korban MOS di Sekolah Taruna Indonesia

    Sumsel Bentuk Tim Investigasi Terkait Korban MOS di Sekolah Taruna Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 20 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 902
    • 0Komentar

    TAK mau kejadian semakin berlarut dan kembali terulang, Gubernur Sumsel H.Herman Deru langsung membentuk tim investigasi guna menuntaskan kasus yang menyebabkan dua orang siswa meninggal dunia saat mengikuti Masa Orientasi Sekolah (MOS) di Sekolah Taruna Indonesia Palembang. Ia bahkan memberi tenggat waktu seminggu bagi tim khusus yang dibentuk agar dapat menyelesaikan masalah tersebut. Hal itu dikemukakannya […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Mailchimp Discount WooCommerce Manual Pricing – Name Your Price Plugin WooCommerce Marketplace daily deals addon plugin WooCommerce Measurement Price Calculator WooCommerce Measurement Price Calculator Plugin WooCommerce Membership Plugin WooCommerce Memberships WooCommerce Min/Max Quantities WooCommerce Min Max Quantity & Step Control WooCommerce – Minimum/Maximum Quantities