Kamis, 20 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Korea & Sumsel Bersinergi – Teknologi Canggih untuk Selamatkan Gambut

Korea & Sumsel Bersinergi – Teknologi Canggih untuk Selamatkan Gambut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
  • visibility 885
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEPATAH mengatakan “Air tenang menghanyutkan” Nah,  di Sumatera Selatan, airnya memang tenang… tapi tanah gambutnya sedang menjerit. Sumsel punya lahan gambut seluas 2,092 juta hektare, atau sekitar 24% dari total wilayah, sepertiga dari meja makanmu kalau diganti tanah gambut itu luasnya!. Sayangnya, sebagian besar ekosistem ini butuh pemulihan serius. Tidak cukup sekadar menabur doa dan berharap hujan turun tepat waktu. Di sinilah teknologi dan kolaborasi internasional masuk, bagaikan superhero yang datang tepat di saat genting.

Baru-baru ini, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya bekerja sama dengan National Institute of Forest Science (NIFoS) Korea Selatan dan Korean Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC) menggelar The 4th International Workshop on the Peatland Restoration for Sustainable Development.

Sekilas terdengar seperti seminar akademik biasa pakai jas, mik, dan slide PowerPoint berjajar rapi. Tapi jangan salah, ini lebih mirip laboratorium inovasi dan arena superhero modern Korea membawa teknologi canggih untuk memantau dan memulihkan lahan gambut yang kritis.

Teknologi pemantauan gambut ini bukan main-main, bayangkan drone yang beterbangan seperti burung hantu cerdas, memindai tiap inci gambut, mengukur kelembapan, menilai kerusakan, hingga mendeteksi titik rawan kebakaran. Kalau dulu petugas harus jalan kaki berhari-hari sambil tersedak kabut asap, sekarang cukup duduk di depan layar sambil menyeruput kopi panas dan semua data tersaji rapi. Praktik ini mirip GPS buat petani tidak tersesat, tidak salah langkah, dan hasilnya bisa dipantau secara real-time.

Tapi bukan cuma soal teknologi. NIFoS juga membagikan praktik restorasi gambut yang terbukti efektif di Korea. Misalnya, metode penanaman kembali vegetasi asli, pengaturan air agar lahan tetap lembap, hingga cara membuat kanal kecil yang “mengatur mood” tanah gambut. Bisa dibilang, gambut Sumsel diajarin yoga diajari bernapas, rileks, dan menahan panas saat musim kemarau.

Dan hebatnya, workshop ini bukan hanya untuk ilmuwan senior atau pejabat berpangkat tinggi, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum ikut nimbrung. Ada ide-ide kreatif yang muncul dari mereka, sistem monitoring berbasis aplikasi, pemetaan interaktif, hingga inovasi edukasi lingkungan untuk anak-anak sekolah. Rasanya seperti kolaborasi antara mentor yang bijak, murid yang kreatif, dan teknologi yang super canggih kombinasi yang pas untuk menaklukkan tantangan besar.

Sekarang mari kita bicara moralnya teknologi dan kolaborasi internasional bukan hanya sekadar jargon keren di seminar. Mereka adalah jembatan antara masalah serius dan solusi nyata.

Gambut yang rusak bukan hanya soal tanah yang kering dan api yang mengamuk, ia juga soal emisi gas rumah kaca, kehilangan keanekaragaman hayati, dan risiko ekonomi bagi masyarakat lokal. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa seperti domino satu rubuh, semua ikut ambruk.

Di sinilah nilai pepatah lain muncul “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.” Sumsel tidak harus berjuang sendiri. Dengan tangan Korea yang menyalurkan teknologi, pengalaman, dan ilmu, serta semangat generasi muda lokal, beban yang berat bisa terasa lebih ringan. Bahkan tantangan sebesar lahan gambut Sumsel pun bisa dikelola dengan tepat.

Yang lucu tapi serius, kadang teknologi tinggi pun butuh sentuhan lokal. Drone bisa memantau, sensor bisa mendeteksi, tapi keputusan final tetap butuh pengetahuan lokal, kapan musim hujan datang, di mana titik lembap alami, dan kebiasaan masyarakat sekitar. Tanpa pemahaman ini, teknologi sehebat apapun bisa jadi “alat mahal yang tidur di gudang.” Jadi, kolaborasi bukan cuma soal mengimpor teknologi, tapi memadukannya dengan kearifan lokal sebuah sinergi yang sejati.

Di ujung cerita, kita belajar satu hal penting menjaga dan memulihkan ekosistem gambut bukan sekadar proyek lingkungan. Ini tentang masa depan Sumsel, kesehatan bumi, dan kesempatan generasi muda untuk ikut ambil bagian.

Jika teknologi Korea bertemu semangat lokal, dan ilmuwan bertemu masyarakat, hasilnya bukan hanya workshop sukses, tapi perubahan nyata di lapangan. Gambut bisa pulih, emisi bisa berkurang, dan Sumsel bisa jadi contoh bagi provinsi lain.

Oleh sebab itu, jangan menunggu bencana datang baru bertindak. Teknologi boleh canggih, ilmuwan boleh pintar, tapi kolaborasi dan semangat lokal adalah kunci. Seperti kata pepatah, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Kalau sedikit inovasi digabungkan dengan sedikit teknologi dan banyak semangat, lama-lama kita bisa memulihkan jutaan hektare gambut.

Korea dan Sumsel sudah membuktikan, kalau bersinergi, tantangan besar pun bisa ditaklukkan. Dan siapa tahu, suatu hari nanti, lahan gambut yang dulu rapuh bisa berdiri tegak, sehat, dan siap menyambut generasi berikutnya. Karena pada akhirnya, bumi ini bukan warisan nenek moyang, tapi pinjaman dari anak-cucu kita.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Entaskan Kemiskinan Jadi Agenda Pembicaraan Kerjasama Pemkab Lahat & FISIP UIN Raden Fatah

    Entaskan Kemiskinan Jadi Agenda Pembicaraan Kerjasama Pemkab Lahat & FISIP UIN Raden Fatah

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

    PEMKAB Lahat melalui  Bappeda dan  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Raden Fatah Palembang menindaklanjuti kerjasamanya dengan agenda pembicaraan masalah pengentasan kemiskinan di Lahat. Dalam pertemuan ini Fisip UIN Raden Fatah diwakili  Wakil Dekan II  Dr. Yenrizal, Wakil Dekan II Ainur Ropik,M.Si , Wakil Dekan III Dr. Kun Budianto dan Kepala Laboratorium Fisip UIN […]

  • 19 Tahun Tak Ketemu, Emi Sumitra Terharu Kristin Ucapkan  Syahadat Dihadapan 100 Jamaah

    19 Tahun Tak Ketemu, Emi Sumitra Terharu Kristin Ucapkan Syahadat Dihadapan 100 Jamaah

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.751
    • 0Komentar

    DIHADAPAN ribuan masyarakat pada acara Maulid Nabi Muhammad Saw yang diadakan di Desa Sidoharjo Kecamatan Air Saleh tiba-tiba menjadi haru pasalnya di hadapan penceramah ustadz Gus Mifta, Bupati Kabupaten Banyuasin H Askolani SH MH dan Anggota DPRD Banyuasin sekaligus Ketua Pagar Nusa Sumsel Emi Sumitra salah satu warga Makari yakni Kristin menjadi mualaf. Kristin yang mempunyai […]

  • Penerima Set Top Box Tepat Sasaran,  Pendamping Lakukan Pendataan

    Penerima Set Top Box Tepat Sasaran, Pendamping Lakukan Pendataan

    • calendar_month Kamis, 9 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 496
    • 0Komentar

    PENDATAAN warga kurang mampu oleh Dinas Sosial Kota Pekanbaru, yang nantinya akan menerima Set Top Box (STB), bantuan dari pemerintah pusat, masih berjalan. Dinsos menyebut pendataan akan tuntas dalam waktu satu minggu dan nantinya masyarakat yang sudah didata dan berhak akan mendapat. Kepala Dinas Sosial Kota Pekanbaru Dr. H. Idrus, S.Ag M.Ag, belum lama ini […]

  • Mendikbud Serahkan Bantuan Secara Simbolis Dana Bos kepada Wakil Walikota Palembang

    Mendikbud Serahkan Bantuan Secara Simbolis Dana Bos kepada Wakil Walikota Palembang

    • calendar_month Senin, 4 Mar 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.014
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Palembang –Pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy menyerahkan daftar Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2019 untuk Kota Palembang. Bantuan tersebut diberikan secara simbolis kepada Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, Senin [4/3/2019]. Menurut Finda dirinya sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang  sudah menyalurkan dana […]

  • Kunci Sukses Desain Interior Modern: Kesederhanaan, Fungsionalitas, dan Keindahan

    Kunci Sukses Desain Interior Modern: Kesederhanaan, Fungsionalitas, dan Keindahan

    • calendar_month Minggu, 10 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 6.302
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi esensi desain interior modern, dan bagaimana tiga kunci ini dapat membuka pintu ke ruang yang menakjubkan. Selamat datang dalam perjalanan menyelami dunia desain interior modern, di mana keunikan bertemu dengan kesederhanaan, fungsionalitas, dan keindahan. Apakah Anda tengah merenovasi rumah atau hanya ingin memberikan sentuhan segar pada ruangan, […]

  • Bagaimana Dengan Nasib POI di Sumsel ?

    Bagaimana Dengan Nasib POI di Sumsel ?

    • calendar_month Selasa, 6 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 941
    • 0Komentar

    SEBAGAI tindak lanjut dari instruksi Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru untuk memperjuangkan status lahan Politeknik Olahraga Indonesia (POI), Hari ini (5/7/2019). Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H. Nasrun Umar menggelar Rapat Pembahasan Peralihan Aset POI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI dan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia di Ruang Kerja Seskemenpora […]

expand_less
WordPress Archive MasterStudy LMS Mobile App – Flutter v.3 iOS & Android MasteryKit – Business Coach Elementor Template Kit Matar — Mental Health Therapy Elementor Template Kit Material | White Label WordPress Admin Theme Materialize – Material Design Multipurpose WordPress Theme Mato – Movie Studios and Filmmakers WordPress Theme Matour – Tour & Travel Agency FSE WordPress Theme MauiKit – Xaml UI templates for .NET MAUI Maven – Business Agency Elementor Template Kit Max Mega Menu Pro