Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Tekno » Korea & Sumsel Bersinergi – Teknologi Canggih untuk Selamatkan Gambut

Korea & Sumsel Bersinergi – Teknologi Canggih untuk Selamatkan Gambut

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
  • visibility 890
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PEPATAH mengatakan “Air tenang menghanyutkan” Nah,  di Sumatera Selatan, airnya memang tenang… tapi tanah gambutnya sedang menjerit. Sumsel punya lahan gambut seluas 2,092 juta hektare, atau sekitar 24% dari total wilayah, sepertiga dari meja makanmu kalau diganti tanah gambut itu luasnya!. Sayangnya, sebagian besar ekosistem ini butuh pemulihan serius. Tidak cukup sekadar menabur doa dan berharap hujan turun tepat waktu. Di sinilah teknologi dan kolaborasi internasional masuk, bagaikan superhero yang datang tepat di saat genting.

Baru-baru ini, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya bekerja sama dengan National Institute of Forest Science (NIFoS) Korea Selatan dan Korean Indonesia Forest Cooperation Center (KIFC) menggelar The 4th International Workshop on the Peatland Restoration for Sustainable Development.

Sekilas terdengar seperti seminar akademik biasa pakai jas, mik, dan slide PowerPoint berjajar rapi. Tapi jangan salah, ini lebih mirip laboratorium inovasi dan arena superhero modern Korea membawa teknologi canggih untuk memantau dan memulihkan lahan gambut yang kritis.

Teknologi pemantauan gambut ini bukan main-main, bayangkan drone yang beterbangan seperti burung hantu cerdas, memindai tiap inci gambut, mengukur kelembapan, menilai kerusakan, hingga mendeteksi titik rawan kebakaran. Kalau dulu petugas harus jalan kaki berhari-hari sambil tersedak kabut asap, sekarang cukup duduk di depan layar sambil menyeruput kopi panas dan semua data tersaji rapi. Praktik ini mirip GPS buat petani tidak tersesat, tidak salah langkah, dan hasilnya bisa dipantau secara real-time.

Tapi bukan cuma soal teknologi. NIFoS juga membagikan praktik restorasi gambut yang terbukti efektif di Korea. Misalnya, metode penanaman kembali vegetasi asli, pengaturan air agar lahan tetap lembap, hingga cara membuat kanal kecil yang “mengatur mood” tanah gambut. Bisa dibilang, gambut Sumsel diajarin yoga diajari bernapas, rileks, dan menahan panas saat musim kemarau.

Dan hebatnya, workshop ini bukan hanya untuk ilmuwan senior atau pejabat berpangkat tinggi, mahasiswa, pelajar, hingga masyarakat umum ikut nimbrung. Ada ide-ide kreatif yang muncul dari mereka, sistem monitoring berbasis aplikasi, pemetaan interaktif, hingga inovasi edukasi lingkungan untuk anak-anak sekolah. Rasanya seperti kolaborasi antara mentor yang bijak, murid yang kreatif, dan teknologi yang super canggih kombinasi yang pas untuk menaklukkan tantangan besar.

Sekarang mari kita bicara moralnya teknologi dan kolaborasi internasional bukan hanya sekadar jargon keren di seminar. Mereka adalah jembatan antara masalah serius dan solusi nyata.

Gambut yang rusak bukan hanya soal tanah yang kering dan api yang mengamuk, ia juga soal emisi gas rumah kaca, kehilangan keanekaragaman hayati, dan risiko ekonomi bagi masyarakat lokal. Kalau dibiarkan, dampaknya bisa seperti domino satu rubuh, semua ikut ambruk.

Di sinilah nilai pepatah lain muncul “Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.” Sumsel tidak harus berjuang sendiri. Dengan tangan Korea yang menyalurkan teknologi, pengalaman, dan ilmu, serta semangat generasi muda lokal, beban yang berat bisa terasa lebih ringan. Bahkan tantangan sebesar lahan gambut Sumsel pun bisa dikelola dengan tepat.

Yang lucu tapi serius, kadang teknologi tinggi pun butuh sentuhan lokal. Drone bisa memantau, sensor bisa mendeteksi, tapi keputusan final tetap butuh pengetahuan lokal, kapan musim hujan datang, di mana titik lembap alami, dan kebiasaan masyarakat sekitar. Tanpa pemahaman ini, teknologi sehebat apapun bisa jadi “alat mahal yang tidur di gudang.” Jadi, kolaborasi bukan cuma soal mengimpor teknologi, tapi memadukannya dengan kearifan lokal sebuah sinergi yang sejati.

Di ujung cerita, kita belajar satu hal penting menjaga dan memulihkan ekosistem gambut bukan sekadar proyek lingkungan. Ini tentang masa depan Sumsel, kesehatan bumi, dan kesempatan generasi muda untuk ikut ambil bagian.

Jika teknologi Korea bertemu semangat lokal, dan ilmuwan bertemu masyarakat, hasilnya bukan hanya workshop sukses, tapi perubahan nyata di lapangan. Gambut bisa pulih, emisi bisa berkurang, dan Sumsel bisa jadi contoh bagi provinsi lain.

Oleh sebab itu, jangan menunggu bencana datang baru bertindak. Teknologi boleh canggih, ilmuwan boleh pintar, tapi kolaborasi dan semangat lokal adalah kunci. Seperti kata pepatah, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Kalau sedikit inovasi digabungkan dengan sedikit teknologi dan banyak semangat, lama-lama kita bisa memulihkan jutaan hektare gambut.

Korea dan Sumsel sudah membuktikan, kalau bersinergi, tantangan besar pun bisa ditaklukkan. Dan siapa tahu, suatu hari nanti, lahan gambut yang dulu rapuh bisa berdiri tegak, sehat, dan siap menyambut generasi berikutnya. Karena pada akhirnya, bumi ini bukan warisan nenek moyang, tapi pinjaman dari anak-cucu kita.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Benarkah, Bangka Belitung Peringkat Satu Penularan Covid

    Benarkah, Bangka Belitung Peringkat Satu Penularan Covid

    • calendar_month Jumat, 21 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 824
    • 0Komentar

    BEREDAR sebuah postingan di media sosial Facebook yang berisi sebuah narasi yang mengklaim bahwa Kepulauan Bangka Belitung diklaim sebagai provinsi yang menduduki peringkat pertama untuk jumlah pasien positif Covid-19 se-Indonesia. Postingan tersebut diunggah beserta dengan foto seseorang yang mengenakan pakaian hazmat Covid-19. Dilansir dari Merdeka.com, Sekretaris Satgas Covid-19 Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan informasi menyebut […]

  • Tim Macan Komering Polsek Pampangan Ringkus Warga Ulak Kemang yang Tikam Pelajar SMA

    Tim Macan Komering Polsek Pampangan Ringkus Warga Ulak Kemang yang Tikam Pelajar SMA

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.866
    • 0Komentar

    POLRES Kab. Ogak Komering Ilir [OKI] melalui Tim Macan Komering Polsek Pampangan berhasil meringkus pelaku penikaman seorang pelajar SMA. Peristiwa penganiayaan itu terjadi di Desa Keman Baru, Kecamatan Pampangan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Sabtu (29/2/2020). Korbannya Ilham Wahyudi alias Udin (15),  Warga Desa Bungin Tinggi Kecamatan Sirah Pulau […]

  • Iman Masjid Asal RI untuk UEA Diseleksi, Asa Kemenag Jadi Duta Indonesia & Pahlawan Devisa

    Iman Masjid Asal RI untuk UEA Diseleksi, Asa Kemenag Jadi Duta Indonesia & Pahlawan Devisa

    • calendar_month Senin, 11 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menggelar Seleksi Tahap II Imam Masjid asal Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) di Jakarta, Kamis-Senin, 7-11 Oktober 2021. Dalam seleksi ini, Kemenag menghadirkan dua penguji dari UEA, yakni Syekh Omar Habtour Theeb Saif Al-Derei dan Syekh Taleb Muhamed Yousef Al-Mahrooq Al-Shehhi. “Saya sampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Pemerintah UEA melalui […]

  • Pasar Kebun Semai Segera Disterilkan, Ratusan Pedagang Wajib Rapidtest

    Pasar Kebun Semai Segera Disterilkan, Ratusan Pedagang Wajib Rapidtest

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.186
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui Perusahaan Dagang (PD) Palembang Jaya mengambil langkah cepat, terkait menyusul adanya kasus meninggal seorang pedagang Pasar Kebon Semai Sekip Palembang yang diduga suspect Covid 19. Dipastikan,pasar tradisiional yang kerap kembali ramai usai hari raya Idul Fitri H+3, dipastikan akan ditutup sementara untuk dilakukan sterilisasi untuk mencegah penularan Virus Corona tersebut. […]

  • OP Palembang, 5 Ribu Liter dalam Satu Titik Migor Disalurkan

    OP Palembang, 5 Ribu Liter dalam Satu Titik Migor Disalurkan

    • calendar_month Sabtu, 26 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 764
    • 0Komentar

    MESKIPUN memasuki hari kedua, antusias warga masyarakat kota Palembang dalam menyambut operasi pasar minyak goreng satu harga yang digelar oleh Pemerintah Kota Palembang melalui Dinas Perdagangan Kota Palembang nampaknya masih sangat terlihat. Pasalnya, selelah sukses digelar di Rusun Nawa 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil pada hari pertama kemarin, kegiatan operasi pasar yang kali ini diadakan […]

  • Wah.. formasi penerimaan CPNS & PPPK Tahun 2024 Muba paling banyak di Sumsel, ini angkanya, berminatkah !!

    Wah.. formasi penerimaan CPNS & PPPK Tahun 2024 Muba paling banyak di Sumsel, ini angkanya, berminatkah !!

    • calendar_month Sabtu, 23 Mar 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.127
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Formasi penerimaan CPNS & PPPK Tahun 2024 Muba ternyata paling banyak di Sumsel. Berdasarkan data Kemenpan-RB adapun formasi penerimaan CPNS dan PPPK Tahun 2024 yakni diantaranya Palembang 6.211, Muba 8.205 Ogan Ilir 1.442, Prabumulih 2.947, Muara Enim 7.920, Lahat 6.561, Empat Lawang 500, Pagaralam 900, Banyuasin 5.551, Mura 239, Muratara 300, Lubuklinggau 264, […]

expand_less
WordPress Archive MasterStudy LMS Mobile App – Flutter v.3 iOS & Android MasteryKit – Business Coach Elementor Template Kit Matar — Mental Health Therapy Elementor Template Kit Material | White Label WordPress Admin Theme Materialize – Material Design Multipurpose WordPress Theme Mato – Movie Studios and Filmmakers WordPress Theme Matour – Tour & Travel Agency FSE WordPress Theme MauiKit – Xaml UI templates for .NET MAUI Maven – Business Agency Elementor Template Kit Max Mega Menu Pro