Sabtu, 24 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Sehat Sampai ke Pulau

Sehat Sampai ke Pulau

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
  • visibility 746
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BIASANYA Pulau Kemaro identik dengan legenda cinta Tan Bun An dan Siti Fatimah, yang konon cintanya ditenggelamkan bersama naga dan harapan, kali ini pulau kecil nan eksotis di tengah Sungai Musi, jadi saksi munculnya kisah cinta baru, cinta pemerintah pada warganya. Bukan cinta main-main, tapi cinta yang datang pakai rombongan puskesmas apung, tenaga medis, sembako, dan kader PKK komplit dari ujung kerudung sampai ujung sepatu.

Ketua TP PKK Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa belum lama ini datang tak sekadar kunjungan biasa, beliau datang seperti malaikat pakai pin PKK menebar senyum dan tensimeter, membagikan cinta lewat pelayanan kesehatan gratis, dan membawa satu pesan sederhana yang tinggal di pulau juga berhak sehat, bukan cuma yang tinggal di tengah kota dan langganan go-food.

Untuk sampai ke sana saja harus nyebrang sungai, tapi ibu-ibu PKK dan rombongan tenaga medis ini meluncur tanpa mengeluh. Katanya, demi rakyat, jangankan nyebrang sungai, masuk rawa pun hayuk! Eh, asal rawanya nggak ada buaya, sih.

Dewi Sastrani menegaskan bahwa “memberikan kesehatan bukan hanya untuk warga kota yang tiap pagi jogging di pedestrian flyover, tapi juga untuk warga yang tiap pagi masih ngerek jaring ikan atau nyuci di pinggir sungai.”

Bener juga, selama ini banyak program kesehatan berpusat di tempat yang ada AC-nya. Sementara yang hidup di bantaran sungai, di pulau-pulau terpencil macam Kemaro, kadang cuma bisa berharap sama minyak angin dan air kelapa muda.

Pepatah baru bilang “Kalau Puskesmas tak bisa didatangi rakyat, maka puskesmaslah yang harus nyebrang pakai perahu”
Itu baru namanya pelayanan bukan pelamaran!

Dalam lawatannya, Dewi juga tak hanya membagikan vitamin dan paket sembako. Beliau juga menyempatkan diri ngobrol dengan warga. Obrolannya bukan yang ala-ala seremonial, tapi yang beneran menyentuh tentang anak yang belum imunisasi, nenek-nenek yang giginya tinggal dua tapi tetap bahagia, sampai bapak-bapak yang bilang dia nggak pernah dicek kolesterol sejak zaman cassette masih dibalik pensil.

“Baru kali ini kami disamperin langsung,” ujar Pak Sanusi, warga Pulau Kemaro yang usianya katanya “udah masuk bonus”. “Biasanya kami yang harus nyari, ini malah didatengin. Kayak pacaran dulu, waktu masih dikejar-kejar.”

Tentu kita apresiasi langkah Pemkot Palembang ini. Tapi bukan berarti nggak boleh kasih masukan, jangan sampai program ini cuma jadi agenda peringatan ulang tahun saja, lalu tahun depan pulau-pulau kembali sepi dari dokter dan tensimeter.

Kalau cuma setahun sekali, bisa-bisa tensi warga sudah naik-turun kayak harga cabai sebelum sempat dicek lagi.

Sebagaimana dikatakan Florence Nightingale versi Sumatera Selatan, alias Bu Lela, tokoh sosial lokal [he..he..kenal gak?] yang juga bidan desa legendaris, “Pelayanan kesehatan itu bukan kado ulang tahun, tapi makanan pokok. Harus terus-menerus, biar warga tidak cuma sehat karena moment ceremonial”

Nah, itu baru mantap, sekali-kali coba libatkan juga para relawan lokal, mahasiswa kesehatan, atau komunitas peduli kampung. Nggak harus selalu menunggu pejabat datang baru warga dicek paru-parunya.

Kisah Pulau Kemaro hari itu seperti puisi kesehatan yang dibacakan di tengah arus Sungai Musi. Bahwa negara harus hadir, bukan hanya di rapat-rapat dan baleho semata, tapi dalam detak jantung rakyat, bahkan yang tinggal di pulau kecil yang kadang hanya muncul di brosur pariwisata.

Dalam humor dan asa, kita  harus belajar bahwa “Sehat itu hak, bukan hadiah. Kalau rakyat harus nunggu rombongan dulu buat periksa, itu tandanya sistem masih suka tebang pilih seperti tukang sayur milih tomat,”

Akhir kata, mari kita doakan program ini berlanjut, semoga pelayanan tak hanya menyentuh Pulau Kemaro, tapi juga menyebar ke setiap dermaga kecil, dusun terpencil, dan hati rakyat yang selama ini merasa jauh dari perhatian.

Karena, kalau cinta bisa nyebrang lautan, apalagi cuma nyebrang Sungai Musi, kalau pelayanan kesehatan bisa hadir di tempat terpencil, itu tandanya negara benar-benar hadir dan jangan lupa, kata pepatah lama “Lebih baik dicek kolesterolnya sebelum dicek di akhirat”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Asah Daya Imajinasi & Kreatif Generasi Muda Lewat Lomba Cerita Berlatar Budaya Daerah

    Asah Daya Imajinasi & Kreatif Generasi Muda Lewat Lomba Cerita Berlatar Budaya Daerah

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.202
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melalui Dinas  Kearsipan dan Perpustakaan perkuat minat literasi sejak dini melalui Lomba Bercerita Tingkat Sekolah Dasar se-Kabupaten OKI. Kompetisi yang digelar di Aula Gedung PKK ini bertujuan sebagai wadah untuk mengasah daya imajinasi dan kreatifitas generasi muda, Rabu, (7/4/2021). Bercerita merupakan media komunikasi yang menjadi tradisi dari generasi ke generasi. Selain itu, Lomba Bercerita ini […]

  • Dalam Pertemuan CEOs Forum, Presiden Nyatakan Sinkronisasi Kebijakan Penting Mengenai Perubahan Iklim

    Dalam Pertemuan CEOs Forum, Presiden Nyatakan Sinkronisasi Kebijakan Penting Mengenai Perubahan Iklim

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) melihat pentingnya sinkronisasi kebijakan antara negara maju dan berkembang mengenai perubahan iklim sehingga negara harus menunjukkan langkah konkret. Hal ini disampaikan Presiden ketika mengadakan pertemuan CEOs Forum dengan beberapa investor besar asal Inggris, di Glasgow, Senin (1/11/2021) pagi waktu setempat. “Kita semua, termasuk negara-negara maju, harus menunjukkan langkah lebih konkret dalam […]

  • Gandeng KWT Teratai Desa Mainan, Mahasiswa KKN Tematik STISIPOL Candradimuka Tanam Sayur

    Gandeng KWT Teratai Desa Mainan, Mahasiswa KKN Tematik STISIPOL Candradimuka Tanam Sayur

    • calendar_month Selasa, 15 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.358
    • 0Komentar

    Tim KKN Tematik Kelompok 13 STISIPOL Candradimuka Palembang 2020 yang beranggotakan 20 mahasiswa Bantu Kelompok Wanita Tani [KWT] Teratai Desa Mainan, Kecamatan Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Foto : Amd  TIM KKN Tematik Kelompok 13 STISIPOL Candradimuka Palembang 2020 yang beranggotakan 20 mahasiswa kembali turun ke lapangan. Di bawah bimbingan Hj. Siti Lady Havivi, M.Soc.Sc, Tim KKN Tematik Kelompok […]

  • Serius Tangani COVID-19, Palembang Pangkas Anggaran SKPD

    Serius Tangani COVID-19, Palembang Pangkas Anggaran SKPD

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 865
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kota Palembang  memangkas anggaran di setiap SKPD [Satuan Kerja Perangkat Daerah (biasa disingkat SKPD] guna serius penangangan Virus COVID-19. Pemkot telah melakukan pengurangan belanja langsung untuk pembayaran hutang APBD 2019 pada APBD 2020. “Pandemi Corona ini, pemerintah pusat telah memberikan kemudahan dalam regulasi penangana Covid-19 pada Pemerintah daerah dalam pergeseran anggaran,” kata Sekda kota Palembang Ratu […]

  • Pemda Diminta Sikapi Tren Meningkat Perkembangan Penerapan Teknologi & Ekonomi Digital

    Pemda Diminta Sikapi Tren Meningkat Perkembangan Penerapan Teknologi & Ekonomi Digital

    • calendar_month Rabu, 10 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 916
    • 0Komentar

    PERKEMBANGAN penerapan teknologi informasi dan ekonomi digital yang menunjukan tren yang meningkat perlu disikapi berbagai pihak, termasuk oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Dalam rangka mempercepat implementasi digitalisasi transaksi keuangan daerah, Presiden RI telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 3 tahun 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD). “Dengan implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD), […]

  • Subsidi Pulsa 200 Ribu dan Kuota 105 GB Kemendikbud, Benarkah ?

    Subsidi Pulsa 200 Ribu dan Kuota 105 GB Kemendikbud, Benarkah ?

    • calendar_month Jumat, 21 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 860
    • 0Komentar

    BEREDAR sebuah pesan berantai di media sosial WhatsApp berupa link subsidi pulsa dengan narasi bahwa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan subsidi pulsa senilai Rp200 ribu dan kuota 105 Gigabyte (GB). Disebutkan subsidi pulsa tersebut berlaku hingga tanggal 21 Juni 2021. Faktanya, klaim bahwa link tersebut merupakan subsidi pulsa dan kuota dari Kemendikbud adalah tidak […]

expand_less
WordPress Archive Viho – HTML, React Js, Angular , Nuxt Js, Next Js, Vue Js, Django , .NET Core & Laravel Dashboard Vikinger - BuddyPress and GamiPress Social Community Vilan Corporate, Shop & Forum WordPress Theme Villague – Private Villa & Resort elementor Template Kit Villahoya - Villa Vacation Rental Elementor Template Kit Villenoir – Wine Template Kit Villoz – Villa & Holidays Rental WordPress Theme Vimuse – HTML5 Media Player Vimuse Media Player – Layers Extension Vincente’s | Organic Food Restaurant WordPress Theme