Pemkot Palembang Gandeng UIN, Masalah Ini Menanti Aksi
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 2 menit yang lalu
- visibility 2
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ist
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Langkah awal dilakukan Pemerintah Kota Palembang guna memberantas buta aksara Al-Qur’an, oleh sebab itu menggandeng Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam (FUSHPI) UIN Raden Fatah Palembang sangat dibutuhkan.
Harapannya semua masyarakat ke depannya mampu membaca Al-Qur’an sehingga dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama di Ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkot Palembang, baru-baru ini.
Meski demikian pasti ada tantanganya, yaitu bagaimana komitmen tersebut diterjemahkan menjadi program nyata yang dapat menjangkau masyarakat secara luas.
Kerja sama pemerintah daerah dan perguruan tinggi ini diharapkan tidak hanya menjadi kesepakatan saja.
Perlu pelaksanaan, dan lebih diarahkan pada kegiatan pendidikan dan pengabdian masyarakat yang membantu warga meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Palembang, Drs. Kgs. H. Sulaiman Amin, bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra).
Sementara itu, FUSHPI UIN Raden Fatah Palembang diwakili Dekan Dr. Abu Mansur, M.Pd.I., Wakil Dekan I Dr. Nur Fitriyana, M.Ag., Wakil Dekan III Almunadi, M.A., Kepala Bagian Tata Usaha Dr. Dadang, M.Pd.I., serta Subkoordinator Bidang Kemahasiswaan Abdul Raisuddin, S.Sos.I.
Melalui kolaborasi ini, FUSHPI berkomitmen mengoptimalkan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan di bidang keagamaan.
Kontribusi tersebut dapat dilakukan melalui pendidikan, pendampingan, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Pemberantasan buta aksara Al-Qur’an menjadi salah satu fokus penting dalam kerja sama tersebut. Peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an diharapkan dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat, sehingga upaya penguatan nilai-nilai keislaman tidak hanya berlangsung di lingkungan pendidikan formal.
Keberhasilan program juga akan bergantung pada tindak lanjut kedua pihak, mulai dari penyusunan kegiatan, penentuan sasaran penerima manfaat, hingga pelaksanaan program secara berkelanjutan.
Sinergi Pemkot Palembang dan FUSHPI UIN Raden Fatah diharapkan juga menghasilkan langkah konkret yang manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat.
Dengan dukungan dunia akademik, upaya membangun masyarakat Palembang yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia diharapkan semakin kuat.
Tantangan selanjutnya adalah memastikan kerja sama tersebut berlanjut dalam kegiatan nyata, terutama dalam memperluas kemampuan masyarakat membaca Al-Qur’an. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
