Kamis, 22 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Palembang Terkini » Ketika Tomat Naik Daun, Statistik Butuh Panggung

Ketika Tomat Naik Daun, Statistik Butuh Panggung

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
  • visibility 1.076
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di Kota Palembang, harga tomat bisa lebih sensitif dari hati mantan yang belum move on. Bayangkan saja, menurut Kepala BPS Palembang, Edi Subeno, si tomat ini jadi penyumbang inflasi nomor tiga terbesar di kota pempek.

Padahal, tomat biasanya hanya jadi penghias bakso atau sambal balado. Tapi kali ini, dia tampil sebagai aktor utama di panggung inflasi, bersama dua sahabatnya cabai dan bawang merah.

Ya, tritunggal dapur yang bisa membuat ibu-ibu meneteskan air mata, bukan karena potongan bawang, tapi karena potongan gaji tak lagi cukup belanja.

Kenaikan harga komoditas ini terjadi bersamaan dengan dicabutnya diskon tarif listrik 50 persen dan melonjaknya harga emas. Maka lengkaplah sudah penderitaan kaum emak-emak.

Bahkn inflasi seperti naik ojek online di jam sibuk, tak terbendung, mahal, dan bikin ngedumel. Tahun ini saja, inflasi Palembang sudah mendekati angka 2,5 persen dalam empat bulan.

Padahal, target nasional hanya 2,5 persen plus minus 1. Artinya, kalau tidak segera di-rem, bisa bablas kayak mobil rem blong di tanjakan Lahat.

Masalahnya bukan sekadar angka, tapi bagaimana angka itu dimengerti oleh masyarakat. Dan di sinilah Edi Subeno paham betul bahwa statistik tanpa diseminasi ibarat nasi tanpa lauk nggak nendang. Maka dari itu, ia bersilaturahmi ke Diskominfo Kota Palembang. Harapannya, angka-angka yang biasanya hanya nongkrong di Excel bisa jalan-jalan ke baliho, videotron, atau minimal jadi meme edukatif di Instagram Pemkot.

Namun, jangan biarkan BPS bernyanyi sendirian. Mereka butuh panggung, sound system, dan penonton. Karena kalau tidak, inflasi hanya akan terdengar sebagai “kenaikan angka” tanpa makna. Padahal, angka itu bisa menentukan nasib bansos, subsidi, bahkan seberapa banyak gorengan yang bisa dibeli dengan Rp10.000.

Kita bisa menengok ke Kota Bandung, yang sukses menjaga inflasi pangan lewat program urban farming, dan kolaborasi dengan petani kota. Mereka tidak hanya menanam sayur, tapi juga menanam kesadaran bahwa pangan harus dekat, murah, dan segar.

Di Bangkok, pemerintah kota bahkan punya dashboard digital yang bisa diakses warga untuk melihat harga-harga komoditas harian, lengkap dengan rekomendasi pasar termurah.

Lha kita? Masih berkutat di grup WA RT dengan foto harga tomat dari pasar lain, sambil debat apakah itu harga real atau hoaks.

Ada pepatah lama yang bilang, “Angka tidak pernah berbohong, tapi bisa menyesatkan kalau tak dimengerti.” Maka tugas kita hari ini adalah menjadikan statistik sebagai bagian dari keseharian masyarakat.

Tak cukup hanya menggelar rapat koordinasi dan press release setebal skripsi. Harus ada inovasi penyampaian. Misalnya, bikin sinetron pendek tentang inflasi, atau TikTok ala Diskominfo yang menjelaskan kenapa tomat bikin dompet menjerit.

Kepala Diskominfo Palembang, Adi Zahri, sudah memberi lampu hijau untuk dukungan total. Tapi jangan cuma lampu hijau, perlu juga pedal gas. Jika tidak, penyebaran data akan tetap stagnan seperti mobil mogok di tengah kemacetan.

Kenaikan harga tomat bukan cuma cerita pedagang pasar. Ia adalah sinyal bahwa ada sistem yang perlu ditata ulang. Pemerintah daerah harus segera bergerak, dari kebijakan pengendalian harga hingga penyebaran data yang transparan dan mudah dimengerti karena, seperti tomat di kulkas, data juga bisa basi kalau tidak diolah dan disajikan dengan baik.

Mari jadikan data bukan hanya milik ahli, tapi milik semua. Karena dengan statistik yang dipahami rakyat, kebijakan tak akan lagi terasa seperti keputusan langit yang jatuh dari awan gelap, tapi jadi jalan terang menuju pasar yang damai, dapur yang ceria, dan hidup yang lebih sejahtera.

Ingat, kalau harga tomat bisa naik dua kali lipat, maka semangat kolaborasi juga harus naik tiga kali lipat. Jangan biarkan tomat menang, dan rakyat yang jadi korban.

Dan kenaikan harga itu seperti air pasang di Musi kalau dibiarkan, bisa tenggelam perahu ekonomi rumah tangga. Maka, kendalikan dari hulu, jangan baru sibuk saat dapur rakyat sudah mulai berasap karena belanja mingguan bikin kantong sesak. “Inflasi itu seperti nyamukkalau dibiarkan, awalnya cuma gatal, lama-lama bikin demam.”.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jual Sertifikat Vaksin Palsu Diringkus Polisi

    Jual Sertifikat Vaksin Palsu Diringkus Polisi

    • calendar_month Sabtu, 4 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 731
    • 0Komentar

    POLISI  berhasil meringkus dua tersangka ilegal akses data kependudukan dan TCare  yang dimana keduanya membobol data tersebut untuk digunakan login pada aplikasi Peduli Lindungi guna mendapatkan sertifikat vaksin sehingga dapat diperjualbelikan secara bebas. Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menjelaskan keduanya memiliki akses terhadap data NIK dan TCare lantaran bekerja sebagai staf di kantor […]

  • 1 Oktober 2023 Jabatan Gubernur/Wakil Gubernur Sumsel Berakhir, DPRD  Sumsel Gelar Rapat Paripurna Pengumuman Pemberhentian

    1 Oktober 2023 Jabatan Gubernur/Wakil Gubernur Sumsel Berakhir, DPRD  Sumsel Gelar Rapat Paripurna Pengumuman Pemberhentian

    • calendar_month Sabtu, 2 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.169
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – DPRD Provinsi  Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar Rapat Paripurna ke LXXI (71) dengan Agenda Pengumuman Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah yang masa jabatannya berakhir tahun 2023, Jumat (1/9). Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Sumsel; Hj. RA, Anita Noeringhati, SH, MH, didampingi  para Wakil Ketua DPRD  Sumsel; Hj.Kartika Sandra Desi, SH, MM dan […]

  • Kompak, Padamkan Karhutlabun di Bayung Lencir

    Kompak, Padamkan Karhutlabun di Bayung Lencir

    • calendar_month Senin, 23 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.315
    • 0Komentar

    “Saya minta tambah menjadi 15 unit agar proses pembuatan skat lebih cepat dan maksimal,”

  • Pusri Bantah Tekait Kasus Korupsi di Bank Sumsel Babel

    Pusri Bantah Tekait Kasus Korupsi di Bank Sumsel Babel

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.062
    • 0Komentar

    PUSRI disebut-sebut terkait kasus korupsi  di Bank Sumsel Babel (BSB) yang telah menyeret debitur bank plat merah itu ke hotel prodeo diduga terkait dugaan korupsi ratusan miliar pembangunan Pusri II B. Juga terindikasi ada dugaan penjualan pupuk nonsubsidi juga diperkirakan menimbulkan kerugian ratusan milyar rupiah. Secara singkat, BUMN yang mengurusi kebutuhan petani khususnya pupuk itu,. […]

  • Sudah Ada Aturannya, Vendor Perangkat Komunikasi Wajib Penuhi TKDN 35 Persen

    Sudah Ada Aturannya, Vendor Perangkat Komunikasi Wajib Penuhi TKDN 35 Persen

    • calendar_month Jumat, 22 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 795
    • 0Komentar

    DALAM enam bulan ke depan, seluruh vendor perangkat telekomunikasi wajib memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 35 persen. Ini berlaku bagi seluruh perangkat jaringan telekomunikasi yang menggunakan jaringan 4G dan 5G pada kanal seluruh kanal spektrum frekuensi radio. Hal tersebut, tertuang dalam kebijakan Peraturan Menteri (Permen) Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Nomor 13 tahun 2021 […]

  • Pelihara Kawasan Hutan, Indonesia Siap Jadi Pusat Energi Biomassa Dunia

    Pelihara Kawasan Hutan, Indonesia Siap Jadi Pusat Energi Biomassa Dunia

    • calendar_month Selasa, 1 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.032
    • 0Komentar

    TARGET zero emission tahun 2060 tidak bisa ditawar-tawar lagi. Untuk mencapainya, pemerintah terus mendorong transformasi pada dua sektor pokok, yakni energi dan sektor kehutanan serta tata guna lahan alias forestry and land use (FOLU) agar menjadikan iklim udara semakin baik. Selama ini, sektor energi dan FOLU itu adalah penyumbang terbesar emisi gas rumah kaca (GRK), […]

expand_less
WordPress Archive Industris – Factory & Business WordPress Theme Industry Press – Factory and Industrial Business WordPress Theme Industry – WordPress Theme for Factory and Industrial Business Industryall – Industrial & Factory WordPress Theme Industryo – Construction Induzy – Factory & Industrial WordPress Theme Inestit – Private Investigator WordPress Theme Inexus Broadband & Internet Service Provider Elementor Template Kit Inez – Clean Portfolio & Agency WordPressTheme Infetech – IT Services WordPress Theme