Palembang Belum Cerah, Kabut Asap Bikin Pagi Mendadak Sunyi
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 24 menit yang lalu
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : sumselterkini
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Suasana di Perumahan Pesona HP belum seperti pagi biasanya, kondisi tersebut terlihat pagi pukul 05.45 WIB, di Perum Perumahan Pesona Harapan Jalan Azhari Rt 50 Kalidoni Palembang, Jalan kompleks masih lengang, kicauan burung hanya terdengar satu-dua kali, sementara bau sisa pembakaran terasa kuat ketika udara terhirup, Jumat (2/10/2026).
Kabut asap Palembang terlihat cukup pekat di kawasan tersebut, aktivitas warga yang biasanya mulai muncul sejak pagi, seperti pergi ke warung, menyalakan motor atau mobil, hingga berjalan pagi mengitari jalan kompleks tahap satu, belum banyak terlihat.
Hingga lewat pukul 06.00 WIB, suasana masih sepi. Burung gereja yang biasanya ikut meramaikan pagi pun nyaris tak terdengar.
Yang terasa justru aroma asap. Saat tak sengaja terhirup, bau sisa pembakaran langsung terasa mengganggu pernapasan.
Dari atas permukiman, suara pesawat sesekali terdengar. Namun pesawat yang melintas tidak terlihat jelas karena pandangan tertutup pekatnya kabut asap.
Seharusnya pagi mulai terang dan lingkungan mulai ramai. Namun kali ini, Palembang seperti bangun dalam suasana berbeda.
Kondisi yang terlihat di permukiman tersebut sejalan dengan data kualitas udara yang dipantau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Pada Jumat pagi, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 di sejumlah titik pemantauan Palembang masih berada dalam kategori berbahaya.
Pada pukul 04.00 WIB, konsentrasi PM2.5 di Musi 2 tercatat mencapai 630,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³). Sementara Talang Betutu mencapai 524,3 µg/m³.
Kedua titik tersebut masuk kategori berbahaya karena konsentrasinya berada di atas ambang 250,5 µg/m³ dalam klasifikasi kualitas udara BMKG.
Memasuki pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 memang mengalami penurunan. Namun angkanya masih berada pada kategori berbahaya.
PM2.5 di Musi 2 tercatat 451,1 µg/m³, sedangkan Talang Betutu mencapai 448,3 µg/m³.
Data tersebut menunjukkan kualitas udara belum beranjak ke kondisi yang lebih baik meski pagi telah berlalu.
Kondisi atmosfer Sumatera Selatan juga masih perlu diperhatikan. Dalam prakiraan terbarunya, BMKG menyebut atmosfer pada awal Oktober masih relatif kering di sejumlah wilayah. Kondisi kering dapat meningkatkan potensi munculnya titik panas dan kebakaran hutan dan lahan.
Bagi warga, dampaknya bukan hanya terlihat dari jarak pandang. Kabut asap juga mengubah suasana lingkungan sejak pagi.
Jalan yang biasanya mulai dipenuhi aktivitas warga terasa lebih lengang. Suara burung berkurang, sementara bau asap masih terasa ketika udara dihirup.
Menjelang siang, kualitas udara di titik pemantauan Musi 2 dan Talang Betutu masih berada dalam kategori berbahaya.
Pagi di Palembang pun berjalan tidak seperti biasanya, langit belum benar-benar cerah, kabut asap masih bertahan, dan kawasan yang biasanya mulai ramai justru terasa sunyi. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
