Olahraga & Otomotif

Katanya Kontingen Porwil Sumsel Harus Juara, Tapi Prestasinya Malah Anjlok, Kok Bisa Ya ?

Foto : Istimewa

PADA saat dilepas, para atlet Kontingen Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) X Sumsel di Bengkulu,yang baru saja di tutup [3-9 November 2019] mengemban target juara umum, namun sayang target tersebut jauh dari harapan, bahkan anjlok ke ranking 9 dari 10 Provinsi peserta di Sumatera atau satu strip di atas Kepulauan Riau sebagai juru kunci.

Perlu diketahui setiap ikut serta dalam Porwil, Provinsi Sumatera bisa dikatakan salah satu daerah yang sangat diperhitungkan, hasilnya setiap Polwil, Sumsel berhasil masuk dalam 5 besar.

Apalagi Sumsel memiliki fasilitas penunjang olahraga terpadu yang lengkap dan berkelas Internasional [Jakabaring Sport City/JSC].

Para atlet Asean dan Asia negara pernah merasakan di cabang olahraga [cabor]. Bahkan Palembang sebagai ibukotanya Sumsel yang memiliki JSC tersebut pernah mencatat beberapa kali menjadi salah satu tuan rumah perhelakan akbar sekelas Sea Games dan Asian Games, tepatnya saat gubernur sebelumnya memimpin Sumsel.

Memang olahraga bukan tujuan akhir, targetnya memang bagaimana  dari event-event diselenggarakan tersebut dapat membawa dampak positif dari Sumsel itu sendiri, seperti investasi, maupun  pembangunan insfrastruktur lainnya yang dapat menggerakan roda perekonomian.

Sumsel yang memiliki fasilitas JSC yang pernah tercacat dalam sejarah sebagai salah satu kota penyelenggara Sea Games-Asian Games, saat ini atlet-atletnya tak mampu berbuat untuk mendulang emas dikelas regional sumatera.

Padahal pada Asian Games yang diikuti puluhan negara se Asia, bahkan raksasa China, Korsel, 6 atlet asal Sumsel mampu berprestasi menyumbang medali untuk Kontingen Indonesia. Siapa yang salah..?

Kita berharap ke depannya JSC bukan untuk pajangan saja, bukan untuk obyek wisata saja, namun bagaimana JSC dapat mencetak atlet-atlet Sumsel agar dapat berprestasi di level nasional maupun Internasional.

Pada Porwil VII di Sumatera Utara 2007 Sumsel berhasil finis sebagai runner up. Kemudian pada Porwil VIII di Kepulauan Riau 2011 Sumsel justru keluar sebagai juara umum.
Kemudian pada Porwil XI di Bangka Belitung 2015, Sumsel juga bertengger pada posisi kedua.

Bahkan waktu PON Remaja I di Jawa Timur 2015, Sumsel berhasil finis pada posisi lima besar dari 34 provinsi se-Indonesia.

“Saya belum tahu pasti apa penyebab utama kegagalan kita di Porwil Bengkulu,yang jelas saya bertanggung jawab penuh, saya tidak mau mengambing hitamkan,” kata Pelaksana Tugas (PLT) Ketua Umum KONI Sumsel, H Dhennie Zainal belum lama ini.

Mungkin pendapat Dhennie sama hal -nya dengan kita semua sebagai pecinta olahraga, memang sikap pemimpin harus demikian di Negara luar sana, setiap pelatih atau pun manajer jika kalah bertanggung dan langsung mundur.

Namun memang harus dicari juga letak kesalahannya, mulai dari dukungan pemerintah daerah terhadap dunia olahraga hingga hadiah untuk memberi semangat para atlet.

Meski demikian Dhennie mengucapkan terima kasih pada manajer-manajer cabang olahraga (cabor). “Manajer cabor benar-benar all out di lapangan. Kalau pada Porwil sebelumnya hanya sebatas pelepasan, tapi pada Porwil kali ini mereka bukan hanya melihat saja, tapi memperhatikan bukan main, tapi sayang kita gagal,” tambah dia.

Dia mencontohkan H Heri Amalindo ketua cabor atletik yang hadir langsung dan memberikan support luar biasa pada para atlet. Begitu juga Beni Hernedi ketua cabor panjat tebing. “Sama halnya dengan para manajer cabor tadi. Semua bertugas, sesuai SK Gubernur. Sekali lagi saya tidak tahu dimana salahnya sementara kita KONI sifatnya sebagai pelayan, sebagai koordinator sebelum berangkat kita sudah menyampaikan bahwa atlet berprestasi yang harus kita perhatikan,” kata dia lagi.

Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya sebelumnya mengatakan Sumsel harus juara umum dari ajang  yang diikuti 10 provinsi di Sumatera.

“Malu kita kalau tidak juara karena fasilitas lengkap dan bagus. Jadi kesiapan ini harus serius. Saya ingin kita ketemu lagi rapat lagi sekaligus memotivasi atlet yang akan bertanding,” jelas Wagub dalam  rapat kesiapan kontingen Sumsel mengikuti Porwil X Sumatera 2019 Bengkulu, di Ruang Rapat Gubernur, belum lama ini.

Sebagai Chief Demission (CDM) yang ditunjuk untuk mengkoordinir kontingen, Wagub mengatakan perlu memupuk terkad para atlet yang akan bertanding. Dengan demikian diharapkan prestasi Sumsel di Porwil tak kalah kinclong seperti saat tampil di Kepri maupun Bangka Belitung.

” Saya sebagai CDM tentu berharap Sumsel juara. Karena ada beban juga karena selama ini orang tahu Sumsel punya fasilitas olahraga wah, nah sebenarnya ini akan diuji tanggal 3 November nanti. Harapan saya fasilitas venue ini harus seiring prestasi atlet. Tekadkan kita harus juara 1,” jelasnya.[**]

Klasemen Akhir Perolehan Medali Porwil 2019 (Emas, Perak Perunggu)

1.Riau 35 23 37
2.Sumut 25 16 26
3.Bengkulu 25 13 18
4.Sumbar 23 30 30
5.Babel 14 25 24
6.Aceh 14 13 10
7.Lampung 12 13 10
8.Jambi 11 11 16
9.Sumsel 7 14 22
10.Kepri 2 9 8

 

Penulis : one

 

Comments

Terpopuler

To Top