Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Coach Emak-emak Pegang Peluit, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2031

Coach Emak-emak Pegang Peluit, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2031

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
  • visibility 1.048
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, –  Kalau biasanya yang teriak-teriak di pinggir lapangan itu bapak-bapak berbaju training dengan peluit di leher dan sandal jepit di kaki, kali ini anginnya berembus lain, dari Bali, tepatnya di markas latihan Bali United, berkumpullah 48 wanita dari berbagai penjuru negeri, bukan buat arisan atau demo skincare baru, tapi buat belajar ngelatih sepak bola secara serius, bukan main!

Coach Education Scholarship (Group)  D Licence resmi digelar untuk pertama kalinya di Indonesia, dan yang bikin netizen harus angkat topi (walau virtual), Indonesia jadi negara pertama di dunia yang berhasil menjalankan program ini setelah FIFA Women’s Football Programme diluncurkan Desember 2024. Artinya, baru lima bulan usia program itu, kita sudah duluan tancap gas, seperti pepatah Jawa “Sing sapa tangi luwih dhisik, mlebu dhisik goleki soto”.

Dan bukan main-main, pelatihan ini bukan sekadar workshop ngisi absen dan makan snack. Para peserta ini dilatih bukan cuma buat ngerti formasi 4-4-2, tapi juga supaya bisa jadi pemimpin dan panutan di komunitasnya.

Coach Vivin Cahyani Sungkono, Ketua Komite Sepak Bola Wanita PSSI, menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang. Ya, kayak tanam cabai, tapi hasilnya bisa bikin main di Piala Dunia, bukan cuma sambal. “Kami ingin membentuk pelatih wanita yang tak hanya andal di lapangan, tetapi juga mampu menjadi pemimpin di komunitas mereka,” kata Coach Vivin.

“Melalui investasi terstruktur pada pelatih wanita, target Piala Dunia 2031 itu bukan lagi mimpi siang bolong.”

Cita-cita ini bukan kosong-kosong amat. FIFA-GIZ Women Empowerment Programme di Surabaya sebelumnya sukses meluluskan 25 pelatih wanita bersertifikat. Sekarang dilanjut ke Bali. Siapa tahu besok lusa ke Bima atau Binjai. Kalau peserta punya potensi tinggi, bisa lanjut ke lisensi C. Naik level, Bu! Dari peluit plastik ke peluit emas!

Dan yang bikin adem hati, program ini digelar di Bali United Training Center. Pieter Tanuri dan Yabes Tanuri, dua bos besar Bali United, seperti bapak kos yang baik hati, menyediakan tempat dan dukungan penuh buat para pelatih wanita ini. Kata mereka, sepak bola itu bukan cuma soal skor, tapi soal kesempatan.

Ya, kesempatan untuk emak-emak bisa berdiri sejajar di pinggir lapangan, teriak sambil garuk kepala, “Mainmu itu lho, kenapa malah ke kanan terus!”.

Kalau ada yang masih meragukan kemampuan wanita di dunia sepak bola, coba lihat ke luar negeri, di Prancis, Stéphanie Frappart sudah pernah jadi wasit utama di Piala Dunia Pria.

Di Jerman, Bibiana Steinhaus juga punya lisensi memimpin Bundesliga dan mereka tuh galaknya bukan main. Sekali semprit, pemain langsung mingkem bahkan pemain yang dulunya suka ngeyel sama wasit pria, kalau sama wasit wanita malah nurut. Mungkin karena takut dosa.

Bahkan di Jepang, ada pelatih wanita yang memimpin tim laki-laki level semi-pro. Di Brasil, ada akademi sepak bola khusus cewek yang dipimpin bekas striker nasional. Jadi, kalau ada yang masih nyinyir soal “cewek ngapain sih ngelatih bola?”, ya mari kita jawab dengan satu kata aja “Maju!”.

Sepak bola bukan soal gender, tapi soal semangat. Kalau dulu perempuan dianggap hanya penonton setia sinetron sambil goreng tempe, sekarang mereka sudah pegang clipboard, pakai training, dan bisa bilang, “Mainkan bola, bukan perasaan!”

Bali menjadi saksi sejarah, ketika para wanita Indonesia belajar jadi pelatih, bukan cuma buat tim nasional masa depan, tapi juga buat desa, kota, dan komunitasnya, karena sepak bola bukan dimulai dari stadion besar, tapi dari lapangan tanah, dari semangat, dan dari peluit pertama yang ditiup oleh siapa saja, termasuk wanita.

Jadi, siapa tahu 2031 nanti, kita bukan cuma nonton Piala Dunia Wanita dari televisi. Tapi kita bisa bilang, “Itu loh, coach-nya dulunya belajar di Bali, ngopi bareng saya dulu!”

Karena di sepak bola modern
Yang pegang strategi, bisa siapa aja.
Yang bawa semangat, bisa dari mana aja.
Dan yang tiup peluit, bisa dari tangan yang juga lihai ngaduk kolak.
[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PKK Harus Bisa Berinteraksi

    PKK Harus Bisa Berinteraksi

    • calendar_month Sabtu, 24 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 783
    • 0Komentar

    Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Pemprov Sumsel Akhmad Najib mengingatkan agar TP PKK se-Sumsel dapat lebih berinteraksi membahas berbagai permasalahan yang ada kaitan dengan programnya.   Hal itu disampaikannya dalam Rakon PKK se-Sumsel, kemarin. Akhmad Najib mengatakan Pemprov Sumsel menyambut baik kegiatan rakon PKK se-Sumsel yang merupakan salah satu program kerja TP PKK Sumsel yang bertujuan […]

  • Update COVID-19 Muba: Hari Ini Nihil Penambahan Kasus Covid

    Update COVID-19 Muba: Hari Ini Nihil Penambahan Kasus Covid

    • calendar_month Sabtu, 20 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 696
    • 0Komentar

    Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Sabtu (20/2/2021) mengkonfirmasi hari ini nihil penambahan kasus Covid -19. “Tidak ada penambahan kasus per 20 Februari 2021,” ungkap Jubir Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Muba, Heryyandi Sinulingga AP. Diketahui, hingga 20 Februari 2021 ada sebanyak 1012 kasus diantaranya 941 kasus sembuh. Kemudian, 29 masih dirawat, dan 42 kasus meninggal dunia. […]

  • foodpanda Rayakan HUT Pertama Pau-Pau, Dorong Orang untuk ‘Hidup seperti Panda’

    foodpanda Rayakan HUT Pertama Pau-Pau, Dorong Orang untuk ‘Hidup seperti Panda’

    • calendar_month Rabu, 11 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 4.128
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Bulan ini, brand ambassador foodpanda, Pau-Pau, berulang tahun! Untuk memperingati tonggak ini, foodpanda meluncurkan filosofi mereknya yang mendorong orang untuk ‘hidup seperti panda’, yang berarti membebaskan waktu dan energi mereka untuk mengejar apa yang benar-benar penting bagi mereka.     Pau-Pau diperkenalkan pada saat pengiriman makanan tidak dibedakan dengan penawaran dan […]

  • Polres Banyuasin PTDH 4 Personil dan 9 Personil Peroleh Perhargaan  

    Polres Banyuasin PTDH 4 Personil dan 9 Personil Peroleh Perhargaan  

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.782
    • 0Komentar

    “Ini motivasi bagi yang lain, baik buruk kinerja ada penghargaan semua, untuk yang berprestasi kita berikan penghargaan berupa Piagam kepada 9 personil yang berprestasi dalam  mengungkap kasus Karhutla, dan bagi yang meninggalkan tugas juga kita hargai dengan PTDH,”

  • Gubernur Tegaskan Tidak Boleh Diskriminasi  Layanan Keagamaan

    Gubernur Tegaskan Tidak Boleh Diskriminasi  Layanan Keagamaan

    • calendar_month Senin, 11 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.196
    • 0Komentar

    Untuk mewujudkan kerukunan umat beragama sekaligus mempertahankan status zero konflik di Sumatera Selatan (Sumsel). Gubernur Sumsel H. Herman Deru berkomitmen tidak akan pernah membedakan perhatiannya kepada semua pemeluk agama di Bumi Sriwijaya.  Hal itu disampaikannya saat meresmikan Vihara Bhakti Dharma Yana, di Kawasan 10 Ilir Palembang,  Senin (11/1/2021).  Herman Deru datang langsung meresmikan Vihara tiga lantai tersebut […]

  • Sumsel Rekrut Lagi P3N yang Lama,Tugas Ditambah,Honor Naik

    Sumsel Rekrut Lagi P3N yang Lama,Tugas Ditambah,Honor Naik

    • calendar_month Kamis, 3 Jan 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.586
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumsel H Herman Deru menegaskan fungsi dari P2UKD dan P2UKK tidak hannya sebatas menjalankan tugas sebagai penghulu  saja, namun juga harus menjadi penghubung antara masyarakat  dengan pemerintah, umat dengan ulama, serta antar umat beragama. “Mereka yang dulunya pernah menjadi P3N direkrut kembali, namun tugas dan tanggungjawabnya ditambah, begitu pula dengan honornya […]

expand_less
WordPress Archive Gretna Green – Wedding WordPress Theme Grevo – Electric Vehicle Charging WordPress Theme Grid FX – Ultimate Grid Plugin for WordPress Grid Slider – WooCommerce WordPress Plugin Grider – Grid of Content and Products for Elementor Gridiron | American Football & NFL Superbowl Team WordPress Theme Gridlove | Creative Grid Style News & Magazine WordPress Theme Gridlove – News Portal & Magazine WordPress Theme Grido – Creative Multipurpose WordPress Theme Gridzy – Responsive and Justified Image Grid Gallery