Minggu, 27 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » Coach Emak-emak Pegang Peluit, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2031

Coach Emak-emak Pegang Peluit, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2031

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
  • visibility 1.039
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, –  Kalau biasanya yang teriak-teriak di pinggir lapangan itu bapak-bapak berbaju training dengan peluit di leher dan sandal jepit di kaki, kali ini anginnya berembus lain, dari Bali, tepatnya di markas latihan Bali United, berkumpullah 48 wanita dari berbagai penjuru negeri, bukan buat arisan atau demo skincare baru, tapi buat belajar ngelatih sepak bola secara serius, bukan main!

Coach Education Scholarship (Group)  D Licence resmi digelar untuk pertama kalinya di Indonesia, dan yang bikin netizen harus angkat topi (walau virtual), Indonesia jadi negara pertama di dunia yang berhasil menjalankan program ini setelah FIFA Women’s Football Programme diluncurkan Desember 2024. Artinya, baru lima bulan usia program itu, kita sudah duluan tancap gas, seperti pepatah Jawa “Sing sapa tangi luwih dhisik, mlebu dhisik goleki soto”.

Dan bukan main-main, pelatihan ini bukan sekadar workshop ngisi absen dan makan snack. Para peserta ini dilatih bukan cuma buat ngerti formasi 4-4-2, tapi juga supaya bisa jadi pemimpin dan panutan di komunitasnya.

Coach Vivin Cahyani Sungkono, Ketua Komite Sepak Bola Wanita PSSI, menyebut program ini sebagai investasi jangka panjang. Ya, kayak tanam cabai, tapi hasilnya bisa bikin main di Piala Dunia, bukan cuma sambal. “Kami ingin membentuk pelatih wanita yang tak hanya andal di lapangan, tetapi juga mampu menjadi pemimpin di komunitas mereka,” kata Coach Vivin.

“Melalui investasi terstruktur pada pelatih wanita, target Piala Dunia 2031 itu bukan lagi mimpi siang bolong.”

Cita-cita ini bukan kosong-kosong amat. FIFA-GIZ Women Empowerment Programme di Surabaya sebelumnya sukses meluluskan 25 pelatih wanita bersertifikat. Sekarang dilanjut ke Bali. Siapa tahu besok lusa ke Bima atau Binjai. Kalau peserta punya potensi tinggi, bisa lanjut ke lisensi C. Naik level, Bu! Dari peluit plastik ke peluit emas!

Dan yang bikin adem hati, program ini digelar di Bali United Training Center. Pieter Tanuri dan Yabes Tanuri, dua bos besar Bali United, seperti bapak kos yang baik hati, menyediakan tempat dan dukungan penuh buat para pelatih wanita ini. Kata mereka, sepak bola itu bukan cuma soal skor, tapi soal kesempatan.

Ya, kesempatan untuk emak-emak bisa berdiri sejajar di pinggir lapangan, teriak sambil garuk kepala, “Mainmu itu lho, kenapa malah ke kanan terus!”.

Kalau ada yang masih meragukan kemampuan wanita di dunia sepak bola, coba lihat ke luar negeri, di Prancis, Stéphanie Frappart sudah pernah jadi wasit utama di Piala Dunia Pria.

Di Jerman, Bibiana Steinhaus juga punya lisensi memimpin Bundesliga dan mereka tuh galaknya bukan main. Sekali semprit, pemain langsung mingkem bahkan pemain yang dulunya suka ngeyel sama wasit pria, kalau sama wasit wanita malah nurut. Mungkin karena takut dosa.

Bahkan di Jepang, ada pelatih wanita yang memimpin tim laki-laki level semi-pro. Di Brasil, ada akademi sepak bola khusus cewek yang dipimpin bekas striker nasional. Jadi, kalau ada yang masih nyinyir soal “cewek ngapain sih ngelatih bola?”, ya mari kita jawab dengan satu kata aja “Maju!”.

Sepak bola bukan soal gender, tapi soal semangat. Kalau dulu perempuan dianggap hanya penonton setia sinetron sambil goreng tempe, sekarang mereka sudah pegang clipboard, pakai training, dan bisa bilang, “Mainkan bola, bukan perasaan!”

Bali menjadi saksi sejarah, ketika para wanita Indonesia belajar jadi pelatih, bukan cuma buat tim nasional masa depan, tapi juga buat desa, kota, dan komunitasnya, karena sepak bola bukan dimulai dari stadion besar, tapi dari lapangan tanah, dari semangat, dan dari peluit pertama yang ditiup oleh siapa saja, termasuk wanita.

Jadi, siapa tahu 2031 nanti, kita bukan cuma nonton Piala Dunia Wanita dari televisi. Tapi kita bisa bilang, “Itu loh, coach-nya dulunya belajar di Bali, ngopi bareng saya dulu!”

Karena di sepak bola modern
Yang pegang strategi, bisa siapa aja.
Yang bawa semangat, bisa dari mana aja.
Dan yang tiup peluit, bisa dari tangan yang juga lihai ngaduk kolak.
[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar Luring dan Daring Disiapkan SMAN 17

    Belajar Luring dan Daring Disiapkan SMAN 17

    • calendar_month Senin, 12 Jul 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 975
    • 0Komentar

    Proses belajar kombinasi daring dan luring telah disiapkan SMAN 17 Palembang apabila nanti pemerintah telah menetapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Hanya saja, saat ini pihak SMAN 17 masih akan menerapkan pembelajaran daring. Termasuk dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). SMA Negeri 17 Palembang akan melaksanakan MPLS pada 13-16 Juli secara daring. Palembang masih zona […]

  • Kebakaran di SU I, 1 Nenek Meninggal, Apa Penyebabnya ?

    Kebakaran di SU I, 1 Nenek Meninggal, Apa Penyebabnya ?

    • calendar_month Rabu, 11 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.313
    • 0Komentar

    KEBAKARAN terjadi terjadi di Jalan Nursehan Dundang, Lorong Puskesmas, Kelurahan  3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) I Palembang menelan satu korban jiwa dan menghanguskan satu rumah panggung. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 03.05 WIB menjelang shubuh, Rabu [11/12/2019]. Dan mengakibatkan pemilik rumah, Eni (60) meninggal dunia lantaran terjebak di dalam rumah yang terbakar. kemudian jenazah […]

  • NKRI Semakin Kuat Bila Ada Kesatuan,  Presiden Dorong Penguatan Sinergi TNI-Polri dengan Komponen untuk Kemajuan Bangsa

    NKRI Semakin Kuat Bila Ada Kesatuan, Presiden Dorong Penguatan Sinergi TNI-Polri dengan Komponen untuk Kemajuan Bangsa

    • calendar_month Rabu, 14 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 667
    • 0Komentar

    DALAM persaingan dunia yang semakin ketat, kekuatan bangsa yang sangat sentral adalah kesatuan dan persatuan. Bangsa Indonesia tidak mungkin memenangkan kompetisi global jika tidak ada sinergi yang kokoh di dalam negerinya. Keberagaman sosial dan budaya harus dimanfaatkan sebagai kekuatan dan sumber inspirasi. Untuk itu, seluruh komponen bangsa harus bersatu untuk menjadi Indonesia yang kokoh bersaing […]

  • 9 Alasan Mengapa Ponpes Layak Disebut Sebagai Laboratorium Perdamaian ?

    9 Alasan Mengapa Ponpes Layak Disebut Sebagai Laboratorium Perdamaian ?

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.118
    • 0Komentar

    SEBANYAK 2.000 santri dari berbagai Pondok Pesantren di Sumsel memperingati  hari santri di Halaman Griya Agung. Calon ahli agama ini memang sangat dibutuhkan negara, sebab Santri juga disebutnya sebagai salah satu elemen membangun masa depan bangsa. Peran serta Islam telah terbukti sejak negara ini berdiri. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, dengan keberadaan santri, karena para […]

  • Ikan Cupang, Beri Peluang Bisnis di kala Pandem

    Ikan Cupang, Beri Peluang Bisnis di kala Pandem

    • calendar_month Jumat, 25 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.393
    • 0Komentar

    Keterbatasan di masa pandemi membuat banyak orang memaksimalkan daya kreatifnya. Ikan cupang, yang tadinya hobi, kini digarap dan mw “Ini gebrakan luar biasa dengan diadakannya kontes ikan cupang ini. Saya tidak mengira begitu menariknya acara ini. Saya kira tadi pesertanya anak-anak SD. Ternyata luar biasa pesertanya ada dari luar Sumsel juga. Ini salah satu cara […]

  • PSF Beri Penghargaan Program ESL Untuk Muba

    PSF Beri Penghargaan Program ESL Untuk Muba

    • calendar_month Minggu, 13 Des 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.119
    • 0Komentar

    PUTERA Sampoerna Fondation (PSF) memberi penghargaan kepada Kabupaten Muba untuk sektor pendidikan dalam Program Ekosistem Sekolah Literat (ESL). Penghargaan itu diberikan sebagai karena menjadi peserta diseminasi terbanyak pada Acara Inagurasi Master TrainerLiteracy PSF yang dilakukan secara virtual, Sabtu (12/12/2020). Penghargaan tersebut disampaikan kepada Ketua TP PKK Muba Hj Thia Yufada Dodi Reza selaku Bunda Literasi […]

expand_less
WordPress Archive Gretna Green – Wedding WordPress Theme Grevo – Electric Vehicle Charging WordPress Theme Grid FX – Ultimate Grid Plugin for WordPress Grid Slider – WooCommerce WordPress Plugin Grider – Grid of Content and Products for Elementor Gridiron | American Football & NFL Superbowl Team WordPress Theme Gridlove | Creative Grid Style News & Magazine WordPress Theme Gridlove – News Portal & Magazine WordPress Theme Grido – Creative Multipurpose WordPress Theme Gridzy – Responsive and Justified Image Grid Gallery