Sabtu, 26 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » OKI Terkini » Inovasi Petani Milenial OKI Soal Ini

Inovasi Petani Milenial OKI Soal Ini

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 13 Jul 2022
  • visibility 805
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JANGAN bilang anak muda sekarang enggan turun ke sawah. Hal itu dibuktikan Novriansyah (35) seorang petani milenial Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir mampu hasilkan beras organik pari pupuk yang dibuat sendiri.

Novriansyah menyatakan bahwa peralihan pupuk kimia ke pupuk organic baru dijalani sekitar 4 tahun terakhir dengan luasan lahan yang digarap sekitar satu hektar.

“Jadi sampai sekarang lahan yang benar-benar full organik seluas seperempat hektar, sisanya ¾ hektar statusnya masih semi organik,” ujarnya saat ditemui, Selasa (12/7/2022) pagi.

Dimana saat awal perubahan pemberian pupuk organik terdapat kendala yang dirasakan karena hasil panen jauh menurun.

“Pada tahun pertama peralihan pemberian pupuk organik satu hektar hanya menghasilkan sekitar 4 ton gabah kering giling (GKG).
Tetapi di tahun kedua, ketiga semakin meningkat dan untuk tahun ke empat kemarin sudah kembali normal seperti saat memakai pupuk kimia yaitu 6 -7 ton,” ungkapnya.

Dia mengatakan kedepan bakal ada penambahan jumlah lahan yang akan menerapkan pemupukan secara organik.

“Insyaallah kedepan ada penambahan dari lahan persawahan milik tetangga kiri maupun kanan. Sekitar 7 – 8 he

Diceritakan beras organik memiliki kualitas yang bagus dengan rasa yang lebih segar dan wangi. Apalagi sudah dijamin lebih sehat untuk dikonsumsi.

“Kalau untuk sementara ini, rata-rata langganan yang membeli hanya sebatas orang kantor ataupun warga yang mapan. Kalau masyarakat untuk banyak yang enggan beli beras ini dikarenakan harga jual lebih mahal yaitu Rp 15.000 perkilogram,” katanya cukup sulit memasarkan beras organik.

Menurutnya cukup sulit beradaptasi lahan yang sebelumnya diberi pupuk kimia dan beralih dengan pemberian pupuk organik dikarenakan kadar residu dari zat-zat kimia yang telah tercampur kedalam tanah.

Masalahnya banyak lahan-lahan disini yang masih sakit. Jadi kita harus nyari-nyari lahan yang sehat atau bukaan baru.

Dimana kalau lahan lama sudah terlalu banyak residu dari zat-zat kimia jadi agak susah untuk proses organiknya,” jelas dia.

Berbekal pengalaman dan pelatihan yang telah di Ikuti selama ini. Novriansyah mampu membuat sendiri 4 macam jenis pupuk cair dan 1 macam pupuk padat dengan bahan-bahan utama yang didapatkan dari sekitar rumahnya.

Mulai dari pupuk padat bernama kohe, pupuk cair urea, fosfat, pengganti KCL, dan pupuk PGPR.

“Bahan pembuatan pupuk organik cair (POC) urea yaitu rumput-rumput lalu dicacah dan ditambahi dengan gula cair dan bakteri EM4 dan tunggu dipersentasikan selama kurang lebih 15 – 30 hari,”

“Lalu POC fosfat dengan bahan bonggol pohon pisang kemudian dicacah halus dan diberikan molase (gula cair) serta tambahkan bakteri EM4 secukupnya tunggu selama 1 bulan,”

Kalau pupuk pengganti KCL bisa diolah dari serabut kelapa dicacah lalu diberi air tambahkan juga gula cair dan beri bakteri EM4 dan fermentasi juga selama 1 bulan,” sebutnya.

Terakhir pembuatan POC PGPR agak ribet bahannya yaitu dari akar-akar bambu, akar putri malu atau akar pisang yang banyak mengandung bakteri.
“Lalu dicampur air matang dan direndam selama 5 hari setelah dapat biangnya dapat barulah dicampur dedak yang sudah direbus dan tambahkan terasi serta campurkan dengan gula cair. Tinggal tunggu selama 15 – 30 hari baru siap disemprotkan,” tuturnya.

Dengan sistem pembuatan pupuk organik ini, dirinya dapat melakukan penghematan biaya perawatan sawah miliknya.

Dimana seluruh pembuatan POC tersebut hanya membutuhkan molase (gula cair) dan bakteri EM4.

“Jadi hanya dua bahan yang dibeli yaitu gula cair perliter Rp 20.000 dan bakteri EM4 perbotol hanya Rp 35.000. Sedangkan bahan baku lainnya bahan dari sekitar atau mudah didapat,” terangnya biaya jauh lebih irit jika dibandingkan membeli pupuk kimia.

Dirinya berharap agar pemerintah ataupun pihak terkait dapat membantu dari segi pemasaran beras organik tersebut. Agar lebih banyak petani yang beralih memakai pupuk organik.

“Kalau bisa kami ini diarahkan dimana tempat penjualan yang mau menerima beras organik dalam jumlah banyak. Serta diberikan bantuan untuk mengurus ijin untuk mendapatkan label beras organik dan Standar Nasional Indonesia (SNI),” tuturnya.[***]

#dra

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadin Indonesia Sebut Pengusaha Butuh Nilai Tukar Rupiah Stabil

    Kadin Indonesia Sebut Pengusaha Butuh Nilai Tukar Rupiah Stabil

    • calendar_month Rabu, 25 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.654
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID,JAKARTA –  Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyebut kalangan pengusaha membutuhkan kestabilan nilai tukar rupiah agar dapat membuat perencanaan bisnis yang baik. “Secara keseluruhan pengusaha tentu inginnya kestabilan karena kalau fluktuasinya besar, kita susah melakukan perencanaan,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani di Jakarta, mengutip Antara, Rabu (25/7/2018). Kendati demikian, Rosan mengatakan […]

  • Gubuk Reyot Milik Ayucik Bakal Dibedah Ungkap Ratu Dewa, Warga 30 Ilir Itu-pun Terharu, “Jujur Tadinya Saya Bingung & Takut, Karena Tak Ngerti dengan Istilah Itu,” Ucapnya..

    Gubuk Reyot Milik Ayucik Bakal Dibedah Ungkap Ratu Dewa, Warga 30 Ilir Itu-pun Terharu, “Jujur Tadinya Saya Bingung & Takut, Karena Tak Ngerti dengan Istilah Itu,” Ucapnya..

    • calendar_month Kamis, 1 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.730
    • 0Komentar

        MESKI tadinya kebingungan karena tidak mengerti dengan istilah bedah rumah, namun akhirnya Ayucik [54] terharu  saat  mendengar penjelasan Sekretaris Daerah [Sekda] Pemerintah Kota Palembang Ratu Dewa yang mengunjunginya, Kamis [1/7/2021]. Kedua matanya Warga Lorong Setia Budi Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat (IB) Dua Palembang itu  terlihat berkaca-kaca. Bahkan mulutnya tidak bisa berkaca […]

  • jokowi

    Jokowi Minta Seluruh Kementrian Tekan Angka Kemiskinan

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.476
    • 0Komentar

    Presiden RI,  Joko Widodo (Jokowi) seluruh kementrian dapat menekan angka kemiskinan,  karena merupakan tanggung jawab bersama sehingga target tahun ini untuk menekan angka kemiskin 10,5 persen dapat terealisasi.

  • Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Virtual Bareng Presiden Jokowi

    Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Virtual Bareng Presiden Jokowi

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 913
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H.Herman Deru mengikuti Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020 secara virtual bersama Presiden Joko Widodo dari Command Center Pemprov Sumsel. Menurutnya alokasi dana yang disiapkan pemerintah pusat untuk percepatan penanganan Covid-19 sebesar Rp677 triliun merupakan akumulasi dari APBD seluruh kab/kota provinsi di Indonesia. Hal itu nilainya membutuhkan pengelolaan yang akuntabel. Oleh karena itu […]

  • Kabut Asap Palembang Makin Mengkhawatirkan, 16.500 Masker Dibagikan Saat ISPU Tembus 195

    Kabut Asap Palembang Makin Mengkhawatirkan, 16.500 Masker Dibagikan Saat ISPU Tembus 195

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Kabut asap Palembang mulai berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Pemerintah Kota Palembang membagikan 16.500 lembar masker gratis setelah kualitas udara di ibu kota Sumatera Selatan itu masuk kategori tidak sehat, Senin (24/8/2026) pagi. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU), kualitas udara Palembang tercatat berada di angka 195. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat, sehingga […]

  • Shopee: Masa Depan E-Commerce dengan Influencer Malaysia

    Shopee: Masa Depan E-Commerce dengan Influencer Malaysia

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.258
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, KUALA LUMPUR, MALAYSIA –  Hari ini, Shopee Malaysia menyelenggarakan Masa Depan E-Commerce dengan Influencer Malaysia, sebuah forum virtual yang membahas relatabilitas komunitas influencer online. Panel menampilkan empat pembicara utama: Hanita Sayuti (Penjual Shopee Bintang), Nikki Wong (Shopee Livestream Influencer), Syazwani Md Saad (Afiliasi Shopee), dan Mr Kenneth Soh (Kepala Kampanye Pemasaran di Shopee Malaysia). […]

expand_less
WordPress Archive WPQA – Builder forms Addon For WordPress WProtect – WordPress Automatically Append Copyright Notice on Copied Content WPRuby – WooCommerce Restricted Shipping and Payment Pro WPtouch Pro | Mobile Suite for WordPress WriteKit – Content Writing Services Agency Elementor Template Kit Writepress Personal Blog and Magazine WordPress Theme Writer – Journalist Blog + Bookstore Theme Writica – Content Writing Services Elementor Template Kit Writingg – Content Copywriting Services Elementor Template Kit Wrote – Content Writing & Copywriting Template Kit