Minggu, 18 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Wisata Palembang Terganggu, Kota Tua Hadapi Masalah Sepele

Wisata Palembang Terganggu, Kota Tua Hadapi Masalah Sepele

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
  • visibility 1.482
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PALEMBANG, kota tertua di Indonesia, sering kita banggakan sebagai tanah bersejarah dengan jejak Sriwijaya dan Mahesa lawungnya Sungai Musi. Ikonnya jelas, Jembatan Ampera yang gagah dan Benteng Kuto Besak (BKB) yang kokoh. Kalau diibaratkan rumah, Palembang punya ruang tamu dengan dekorasi mewah, lantai marmer berkilau, dan lukisan antik yang bikin tamu terpana.

Tapi sayangnya, di pojokan ruang tamu itu ada sandal jepit bekas kehujanan, bau menyengat, dan segelas kopi basi. Jadinya, keindahan yang megah langsung terasa “kemakan” oleh hal-hal kecil yang bikin suasana kurang nyaman. Begitulah ibaratnya kondisi wisata Palembang saat ini, sejarah megah, tapi reputasi bisa runtuh oleh masalah sepele yang dibiarkan.

Coba bayangkan, seorang wisatawan dari luar kota datang dengan semangat, di kepalanya sudah terbayang romantisme menatap Ampera di malam hari, lampu warna-warni yang berkilau, plus semilir angin Musi. Tapi begitu duduk santai, tiba-tiba ada pengamen yang datangbukan sekadar menyanyi, tapi maksa minta bayaran via QRIS.

Lah, digitalisasi itu memang tren, tapi kalau dipakai buat maksa orang, itu namanya bukan Smart City, melainkan Smart Paksa. Wisatawan pun akhirnya lebih ingat “drama digital” ketimbang megahnya Benteng Kuto Besak.

Seperti kata pepatah, “karena nila setitik, rusak susu sebelanga”, ribuan tahun sejarah bisa hilang dari ingatan hanya karena lima menit pengalaman buruk di lapangan.

Kamis (11/9/2025) malam, Satpol PP Palembang bersama Polrestabes melakukan operasi penertiban besar-besaran. Lokasinya strategis kawasan wisata Benteng Kuto Besak, Jembatan Ampera, Taman Nusa Indah, hingga Jalan Masjid Lama. Targetnya jelas pengamen liar yang meresahkan dan kios penjual minuman keras ilegal.

Kepala Satpol PP Palembang, Herison, menegaskan bahwa tujuan operasi bukan melarang orang mencari nafkah. “Kami ingin memastikan bahwa aktivitas tersebut tidak mengganggu kenyamanan wisatawan maupun warga lokal,” ujarnya.

Hasilnya? Sejumlah pemuda dan pengamen yang nongkrong di kawasan Ampera diperiksa, bahkan satu di antaranya didapati berada di bawah pengaruh minuman keras. Mereka diberi peringatan keras dan pernyataan tertulis. Herison menegaskan, “Jika kembali kedapatan, akan diberikan sanksi tegas sesuai hukum yang berlaku”.

Tak hanya itu, warung-warung yang diduga menjual miras tanpa izin juga disasar, dari razia tersebut, sejumlah botol minuman fermentasi berbagai merek disita.

Herison juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga ketertiban. “Kami meminta warga melaporkan jika menemukan pengamen dan penjual miras yang meresahkan,” katanya.

Palembang dikenal sebagai kota bersejarah dengan warisan Sriwijaya, tapi masalah yang mengganggu wisata justru “klasik”:pengamen maksa, kios miras, dan suasana malam yang rawan.

Analogi sederhananya punya mobil mewah tapi dibiarkan kotor, penuh debu, dan bau apek di dalam. Orang tidak lagi melihat kemewahan mobil itu, tapi lebih ingat baunya.

Inilah ironi wisata Palembang, Jembatan Ampera bisa runtuh wibawanya bukan karena gempa, tapi karena citranya rusak oleh kios miras di bawahnya. Benteng Kuto Besak bisa kalah pesona, bukan karena usia ratusan tahun, tapi karena wisatawan dicegat pengamen mabuk di depannya, sibuk bikin tagline, festival, hingga video promosi pariwisata memang penting. Tapi semua itu akan jadi “hiasan kosong” kalau realita di lapangan justru bertolak belakang.

Bayangkan wisatawan asing datang, lalu pulang dengan cerita begini “Palembang? Ah iya, kota tua itu indah, tapi pengamennya bikin trauma. Bahkan maksa bayar pakai QRIS” apakah itu promosi gratis? Iya, tapi promosi negatif.

Padahal, dalam ilmu pemasaran, yang paling ampuh bukan iklan berbayar, melainkan word of mouth. Kalau pengunjung puas, mereka akan cerita indah. Kalau kecewa, mereka juga cerita, tapi dengan nada negatif, dan itu bisa viral lebih cepat daripada promosi resmi.

Herison sudah mengajak masyarakat aktif melapor. Tapi masalahnya, apakah warga sudah benar-benar merasa “pemilik rumah”? Wisata itu ibarat tamu, dan masyarakat adalah tuan rumah.

Kalau tamu disambut dengan ramah, ruang tamu bersih, dan hidangan hangat, dia bakal betah. Tapi kalau baru masuk sudah ditodong pengamen, lalu suasana penuh kios miras ilegal, tamu mana yang mau kembali?. Pepatah Jawa bilang “Tamu iku titipan Gusti”, kalau tamu sampai kecewa, berarti tuan rumah tidak menjalankan amanah dengan baik.

Kokohnya pondasi

Ada tiga alasan mengapa masalah sepele ini harus ditangani serius, pertama citra wisata, sekali wisatawan kecewa, butuh waktu lama untuk mengembalikan kepercayaannya, ke dua investasi jangka panjang, maksudnya wisata bukan cuma soal tiket masuk, tapi efek domino adalah kuliner, hotel, transportasi, hingga UMKM,

Ke tiga keamanan sosial,  miras ilegal dan pengamen mabuk bukan hanya merusak citra wisata, tapi juga rawan memicu tindak kriminal. Kalau dibiarkan, Palembang bisa jatuh pada stigma: “kota tua yang indah tapi tidak nyaman dikunjungi.”

Pemerintah sering bangga dengan festival, lomba, atau even-even wisata. Tapi jangan lupa, wisata bukan cuma soal acara seremonial. Kalau masalah sepele tak dituntaskan, semua itu hanya jadi “kembang api sesaat” indah, tapi cepat padam.

Ingat pepatah “Rumah megah bukan diukur dari tingginya atap, tapi dari kokohnya pondasi” pondasi pariwisata adalah pengalaman dasar aman, nyaman, tertib.

Jangan remehkan hal kecil, karena justru hal kecil yang menentukan besar atau tidaknya nama kota. Sejarah Sriwijaya tidak akan pernah pudar, tapi citra wisata bisa rusak hanya karena segelintir pengamen maksa atau kios miras liar.

Palembang punya modal sejarah yang luar biasa, dari Sungai Musi, Jembatan Ampera, hingga Benteng Kuto Besak, semuanya harta tak ternilai. Tapi modal itu bisa cepat luntur jika pengalaman wisata dibiarkan tercoreng oleh hal-hal remeh.

Operasi Satpol PP adalah langkah penting, tapi harus konsisten, bukan sekadar razia musiman. Pemerintah, masyarakat, dan pelaku wisata harus sama-sama sadar membangun pariwisata itu bukan hanya soal “mengundang tamu,” tapi juga menyiapkan rumah agar tamu betah.

Jika Palembang ingin naik kelas sebagai destinasi wisata dunia, maka yang perlu dibereskan bukan hanya cat tembok ikon sejarah, tapi juga “kerikil kecil” di jalan menuju sana sebab wisata itu soal kesan, dan kesan lahir dari detail kecil. Palembang kota tua yang megah, jangan sampai citranya tumbang hanya karena masalah sepele.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Aturan bagi Pelaku Perjalanan Internasional Saat Pandemi Yang Wajib Diikuti

    Ini Aturan bagi Pelaku Perjalanan Internasional Saat Pandemi Yang Wajib Diikuti

    • calendar_month Kamis, 8 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 807
    • 0Komentar

    PELAKU perjalanan internasional tidak boleh dijadikan tersangka utama dalam penyebaran wabah COVID-19 di tanah air. Hal tersebut, sesuai dengan intruksi yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO). “Pelaku perjalanan internasional tidak boleh dianggap sebagai tersangka utama penyebaran COVID-19,” ujar Juru Bicara Menteri Komunikasi dan Informatika Dedy Permadi secara virtual pada Rabu […]

  • Ternyata Korban Tewas Bersimbah Darah di Rusun 24 Ilir Itu Warga Lorong Kedukan 5 Ulu

    Ternyata Korban Tewas Bersimbah Darah di Rusun 24 Ilir Itu Warga Lorong Kedukan 5 Ulu

    • calendar_month Minggu, 5 Mei 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 821
    • 0Komentar

    Palembang – Aparat Kepolisian akhirnya mengungkap indentitas korban yang tewas dengan sekujur tubuh bersimbah darah di rumah susun [rusun] 24 Ilir,  Kecamatan Ilir Barat [IB], Palembang. Korban tersebut diketahui bernama M Ego Ramdani (32) warga Lorong Kedukan, Kelurahan 5 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I. Saat ini aparat sudah mengetahui identitas pelaku dan tengah melakukan pengejaran. […]

  • Pemprov Dukung Upaya PGMNI Cetak SDM  Berkualitas 

    Pemprov Dukung Upaya PGMNI Cetak SDM  Berkualitas 

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 770
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan H. Herman Deru mengatakan tidak ada kesenjangan antara guru madrasah dengan sekolah umum lainnya dalam pandangan pemerintah. Hal tersebut diutarakannya usai menyaksikan pelantikan Pengurus Wilayah Perkumpulan Guru Madrasah Nasional (PW PGMNI) Provinsi Sumatera Selatan masa bakti 2021-2026 “Di Sumsel ini sebenarnya tidak ada perbedaan antara guru madrasah dan guru sekolah umum dalam […]

  • Terduga Teroris Dua Kali Ditangkap, Menjadi Sosok Penting Di JI

    Terduga Teroris Dua Kali Ditangkap, Menjadi Sosok Penting Di JI

    • calendar_month Sabtu, 18 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 754
    • 0Komentar

    DENSUS 88 AT Polri kembali menangkap terduga teroris yang merupakan Dewan Syuro (Penasihat) Jamaah Islamiyah (JI) Abu Rusydan alias Thoriquddin di Babelan, Bekasi, pada Jumat (10/9) lalu. Abu Rusydan sebelumnya sudah pernah ditangkap Densus pada 2004, ujar Kabag Penum Divisi Humas Polri, Kombes Pol. Ahmad Ramadhan, Kemaren. Dia membeberkan alasan Densus menangkap Abu Rusydan untuk […]

  • 900 Kafilah Ikuti MTQ Kota Palembang, Walikota : Syiar Islam Harus Terus Digelorakan

    900 Kafilah Ikuti MTQ Kota Palembang, Walikota : Syiar Islam Harus Terus Digelorakan

    • calendar_month Minggu, 21 Jan 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 963
    • 0Komentar

    Selama satu minggu kawasan BKB akan menjadi wisata religi.

  • Amazon Global Selling Summit 2023 (Asia Tenggara) untuk mendukung bisnis lokal agar dapat berkembang di panggung global

    Amazon Global Selling Summit 2023 (Asia Tenggara) untuk mendukung bisnis lokal agar dapat berkembang di panggung global

    • calendar_month Minggu, 1 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.684
    • 0Komentar

    Tema tahun ini ‘Go Global from the Get Go’ menjadi landasan bagi acara 2 hari di mana penjual saat ini dan calon penjual dapat belajar lebih banyak tentang cara meningkatkan skala bisnis mereka melalui e-commerce lintas negara. Sumselterkini.co.id, SINGAPURA – Media OutReach  – Amazon Global Selling hari ini mengumumkan Amazon Global Selling Summit 2023 (Asia […]

expand_less
WordPress Archive BookChimp – Online Book Store Website Elementor Template Kit Booked – Appointment Booking for WordPress Bookflare – Modern Education & Online Learning Elementor Template Kit Booking And Reservation Plugin for WooCommerce Booking System Booking365 – Responsive WordPress Appointment Plugin Bookingo – Course Booking System for WordPress Booklovers – Publishing House, Bookshop & BookStore WordPress Theme + RTL Bookly Advanced Google Calendar (Add-on) Bookly Authorize.Net (Add-on)