Jumat, 9 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Catatan-Kaki Bukit » Festival Bidar 2026 Masuk KEN, Saat Sungai Musi Tak Hanya Jadi Panggung Tradisi

Festival Bidar 2026 Masuk KEN, Saat Sungai Musi Tak Hanya Jadi Panggung Tradisi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 35
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Sungai Musi yang membelah Kota Palembang, Seberang Ulur dan Ilir kembali menjadi pusat perhatian ketika deretan Perahu Bidar melaju membelah arus pada perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia, Senin, (17/8/2026).

Ribuan warga dan wisatawan datang menyaksikan Festival Perahu Bidar Tradisional 2026. Ada yang datang untuk menikmati perlombaan, ada pula hanya ingin melihat kembali salah satu tradisi yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Palembang.

Namun, festival tahun ini memiliki cerita yang lebih besar, pasalnya Perahu Bidar Tradisional 2026 masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026. Posisi tersebut membuka peluang bagi Festival Bidar untuk tidak berhenti sebagai agenda tahunan dalam memeriahkan kemerdekaan, tetapi berkembang menjadi salah satu kekuatan wisata budaya Palembang.

Sehingga Sungai terpanjang di Pulau Sumatera (sekitar 750 kilometer) ini mempunyai peran penting.

Sementara, Jembatan Amperayang penuh sejarah di atas air Sungai Musi mengalir juga menjadi ikon yang hampir selalu melekat ketika Palembang dibicarakan. Tetapi sungai yang menjadi bagian penting dari sejarah kota itu, karena menyimpan banyak cerita yang dapat dikembangkan menjadi pengalaman wisata.

Festival Bidar adalah salah satunya, keberadaan 12 tim Perahu Bidar Tradisional dan 17 peserta Parade Perahu Motor Hias membuktikan tradisi di atas Sungai Musi masih memiliki daya tarik ketika dikemas dalam sebuah event.

Wali Kota Palembang Ratu Dewa menjelaskan Festival Bidar sebagai momen guna merawat ingatan, identitas, dan kebanggaan masyarakat terhadap sejarah Sungai Musi.

Pernyataan orang nomor satu di kota tertua di Indonesia ini menjadi penting, karena pelestarian tradisi tidak cukup hanya dengan mempertahankan perlombaannya.

Tradisi akan memiliki masa depan ketika generasi berikutnya masih melihatnya sebagai sesuatu yang bernilai, sementara masyarakat luas mendapatkan alasan untuk mengenal dan menikmatinya.

Tradisi menuju wisata

Masuknya Festival Bidar ke dalam KEN 2026 memberikan peluang untuk memperluas cerita tentang Sungai Musi.

Wisatawan yang datang menyaksikan perlombaan sebenarnya tidak harus berhenti di tepian sungai. Mereka dapat diarahkan untuk mengenal kuliner khas, aktivitas masyarakat, seni lokal, produk UMKM, hingga berbagai potensi wisata yang tumbuh di sekitar Sungai Musi.

Dengan pola seperti itu, satu event dapat memberikan efek yang lebih panjang,  Pemerintah Kota Palembang menyebutkan kehadiran festival turut memberi dampak bagi UMKM, industri kreatif, kuliner, dan komunitas seni lokal.

Hal ini membuktikanevent budaya mempunyai potensi untuk menjadi titik temu antara pelestarian tradisi dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Meski demikian, dampak ekonomi sebuah festival tidak seharusnya hanya dilihat dari ramainya lokasi acara dalam satu hari saja. Yang jauh lebih menariknya, jika keramaian tersebut bisa menjadi pintu masuk bagi wisatawan guna mengenal Palembang lebih jauh.

Apalagi, mantan Sekda Pemkot Palembang ini berharap wisatawan yang datang ke Palembang tidak hanya mengenal Jembatan Ampera saja, melainkan juga  dapat menikmati da merasakan kekayaan budaya yang berada di sepanjang Sungai Musi.

Gagasan itu sebenarnya menawarkan pekerjaan rumah sekaligus peluang, jika memang digarap serius.

Jangan berhenti pada lomba

Festival Bidar 2026 memang memiliki pemenang. Kabupaten Ogan Ilir keluar sebagai juara pertama dan memperoleh uang pembinaan Rp25 juta.

Sinar Permata Lahat berada di posisi kedua dengan hadiah Rp22,5 juta. PMPB Sumsel menempati posisi ketiga dengan Rp20 juta.

Berikutnya, juara harapan pertama diraih Dinas Perhubungan Kota Palembang, harapan kedua Kabupaten OKI, dan harapan ketiga Perumda Tirta Musi Palembang.

Untuk Parade Perahu Motor Hias, Perumda Tirta Musi Palembang menjadi pemenang dengan hadiah Rp7,5 juta.

Hasil tersebut tentunya menjadi bagian penting dari catatan Festival Bidar tahun ini. Tetapi jika ingin menjadikan event ini sebagai kekuatan wisata, perhatian tidak boleh berhenti pada siapa yang menang dan siapa yang kalah.

Justru setelah perlombaan selesai, ada pertanyaan yang lebih besar muncul yang patut menjadi pekerjaan rumah (PR) bersama, bahkan patut juga direnungkan untuk mengisi kemerdekaan.

Salah satunya, yaitu bagaimana membuat orang datang ke Palembang bukan hanya untuk menyaksikan Festival Bidar yang digelar setiap HUT RI saja?

Bagaimana membuat wisatawan yang sudah datang kemudian mengenal lebih banyak potensi Sungai Musi?

Dan bagaimana agar pelaku UMKM, kuliner, komunitas seni, serta masyarakat sekitar ikut mendapatkan manfaat dari berkembangnya event tersebut?

Menurut penulis, pertanyaan-pertanyaan sederhana itulah yang akan menentukan apakah Festival Bidar mampu berkembang menjadi lebih dari sebuah perlombaan tradisional.

Sungai Musi punya cerita panjang

Kekuatan Festival Bidar sebenarnya bukan hanya pada kecepatan perahu atau kekompakan para pendayung.

Ada sejarah, identitas, dan cerita masyarakat yang melekat di dalamnya. Ratu Dewa bahkan mengibaratkan kekompakan para pendayung sebagai gambaran semangat gotong royong yang dibutuhkan dalam membangun Palembang.

Pesan itu sebenarnya sejalan dengan karakter Festival Bidar yang mempertemukan olahraga tradisional, budaya, hiburan, dan aktivitas masyarakat dalam satu ruang.

Oleh sebab itu, masuknya Festival Bidar ke KEN 2026 sebaiknya bisa dijadikan momen untuk memperkuat ekosistemnya.

Informasi sejarah Bidar dapat dibuat lebih mudah diakses. Cerita tentang Sungai Musi juga bisa diperkenalkan kepada wisatawan.

Bahkan yang lebih penting, UMKM dan pelaku ekonomi kreatif dapat diberi ruang semakin kuat bukan hanya di event tahunan, dan satunya lagi komunitas seni lokal pun bisa diberi ruang seluas-luasnya untuk menjadi bagian dari pengalaman wisata.

Dengan begitu, Sungai Musi tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya perlombaan, sebab Sungai Musi bisa menjadi cerita utama.

Festival Bidar boleh berlangsung sehari, tetapi nilai yang dibawanya seharusnya tidak ikut berakhir ketika perahu terakhir mencapai garis finis.

Masuknya Festival Bidar 2026 ke dalam KEN memberikan peluang bagi Palembang untuk membuktikan  tradisi lama masih bisa memiliki tempat dalam wajah pariwisata modern.

Kuncinya sebenarnya bukan mengubah Bidar menjadi sesuatu yang kehilangan akar budayanya.

Tetapi, kekuatan tradisinya yang perlu dijadikan alasan bagi orang untuk datang, melihat, mengenal, dan akhirnya ingin kembali. Artinya semua disajikan memilik rasa di wisatawan baik lokal maupun luar.

Sebab Sungai Musi bukan hanya bagian dari sejarah Palembang, di sana (Musi) masih ada budaya, masyarakat, cerita, dan peluang yang bisa terus dikembangkan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perluas Keterjangkuan  Informasi Peringatan Dini  Bencana Biologi, ESDM Gulirkan SMS Blast

    Perluas Keterjangkuan  Informasi Peringatan Dini  Bencana Biologi, ESDM Gulirkan SMS Blast

    • calendar_month Kamis, 15 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 868
    • 0Komentar

    “Badan Geologi Kementerian ESDM menggulirkan SMS Blast dalam memperluas keterjangkauan infomasi dan peringatan dini bencana geologi. Ide ini lahir demi meningkatkan pelayanan publik dan memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bermukim di kawasan rawan bencana”. Demi menyajikan informasi yang efektif dan efisien, Badan Geologi Kementerian ESDM bergerak sigap. Belajar dari dampak becana yang ditimbulkan, instrumen […]

  • 2 Kata Ini Yang Patut Dipahami 4 Komisaris BUMD, Pesan Gubernur

    2 Kata Ini Yang Patut Dipahami 4 Komisaris BUMD, Pesan Gubernur

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 994
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumsel H. Herman Deru dalam arahannya mengucapkan selamat untuk Komisaris BUMD yang baru saja dilantik. Ia berharap kedepan Komisaris dapat semakin memahami  tupoksi komisaris dari masing-masing perusahaan. “Jika anda sudah dinyatakan lulus, anda dianggap cakap dan layak sebagai pimpinan,  ada beberapa hal yang perlu Saya sampaikan didalam kita menjalan kan tugas.  Apapun job-nya […]

  • Bahas Isu Berkembang, BPJamsostek Bikin Acara Silahturahmi dengan Serikat Buruh

    Bahas Isu Berkembang, BPJamsostek Bikin Acara Silahturahmi dengan Serikat Buruh

    • calendar_month Selasa, 23 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.936
    • 0Komentar

    BPJAMSOSTEK menyelenggarakan silahturahmi guna membahas isu yang berkembang dimasyarakat. Bahkan disebutkan sejumlah serikat buruh di Palembang menyatakan dukungannya atas kinerja dan pelayaan dari BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek). Hal itu dinyatakan dalam kegiatan silaturahmi, Senin (22/2/2021). Kepala BPJamsostek Cabang Palembang, Zain Setyadi, mengatakan kegiatan silaturahmi tersebut sekaligus juga membahas isu-isu yang tengah berkembang di masyarakat, khususnya tentang […]

  • Kadin Harus Mampu Jawab Tantangan Era Digitalisasi

    Kadin Harus Mampu Jawab Tantangan Era Digitalisasi

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 612
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru menghadiri pembukaan  Musyawarah Provinsi (Musprov) VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumsel, di Hotel Aryaduta, kemaren sore. Kepada Ketua Kadin terpilih, Herman Deru berharap dapat menjawab semua tantangan di era digitalisasi. Gubernur mengatakan  berbicara soal tranformasi digital semua eleman tak terkecuali Kadin juga harus tanggap dan ikut arus agar tak […]

  • PS Palembang Sosialisasiakan Program Bersama SSB dan Klub

    PS Palembang Sosialisasiakan Program Bersama SSB dan Klub

    • calendar_month Kamis, 4 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

    Pasca dilantik kepengerusannya di bawah Presiden Klub Ratu Dewa PS Palembang mulai berbenah setelah meresmikan kantor sekretariatan dan mengumumkan pemenang sayembara jersey dan seleksi pemain untuk tim liga 3,Tim U17 jg tim U15. PS Palembang melanjutkan agendanya dengan melakukan sosialisasi program pengembangan dan pembinaan PS Palembang kepada pembina /pelatih club/Sekolah Sepak Bola (SSB) yang anak […]

  • Jangan Lengah,Tetap Waspada, Dengan Membaiknya Indikator Penanganan Covid

    Jangan Lengah,Tetap Waspada, Dengan Membaiknya Indikator Penanganan Covid

    • calendar_month Selasa, 2 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 764
    • 0Komentar

    SELURUH pihak agar tidak terlalu euforia seiring membaiknya seluruh indikator penanganan COVID-19 tetapi harus selalu tetap waspada. Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), M. Tito Karnavian, usai kunjungan kerja ke Provinsi Daerah Istimewa Yogtakarta (DIY), seperti dilansir laman kemendagri.go.id, Senin (1/11/2021). Menurut Mendagri, berdasar kejadian dari tahun baru lalu, yaitu pada awal Januari 2021, […]

expand_less
WordPress Archive Florentine – Responsive Magazine Theme Floret – Creative Multipurpose WordPress Theme Floria — Gardening & Landscaping WordPress Theme Florian – Responsive Personal WordPress Blog Theme Floristy – Florist & Flower Boutique Elementor Template Kit Floury Cake & Pastry Elementor Template Kit Flow – Creative Blog WordPress Theme Flow-Flow – WordPress Social Stream Plugin Flow Gallery – Multimedia Gallery WordPress Plugin Flowto – Startup & SaaS WordPress Theme