Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Tips Liburan Ramah Difabel & Lansia, Asik Tanpa Ribet

Tips Liburan Ramah Difabel & Lansia, Asik Tanpa Ribet

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
  • visibility 1.397
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LIBURAN itu ibarat naik becak, kalau jalannya rata, rasanya adem dan santai, tapi kalau jalannya berlubang, bisa bikin penumpang meloncat-loncat kayak popcorn. Begitu juga saat mengajak difabel atau lansia berwisata, kalau tempatnya mendukung, liburan jadi indah. Kalau tidak, bisa berakhir dengan drama sinetron 200 episode.

Banyak orang berpikir liburan hanya milik anak muda yang kuat mendaki gunung, lompat pantai, atau keliling kota tanpa lelah. Padahal, liburan itu hak semua orang. Mau muda, tua, difabel, atau lansia, semua berhak merasakan angin segar, melihat pemandangan, dan makan kuliner khas di tempat wisata.

Nah, biar liburan ramah difabel dan lansia tetap lancar, berikut tips yang bisa kamu praktikkan, dijamin asik tanpa ribet, dan penuh tawa tanpa kehilangan makna.

Bayangkan kamu ngajak kakek ke wisata air terjun, tapi ternyata akses jalannya tangga curam, akhirnya bukan healing, malah jadi hiking.

Maka, riset itu wajib, cari tahu apakah destinasi punya jalur kursi roda, lift, toilet ramah difabel, atau kursi istirahat. Pepatah lama bilang “Sedia payung sebelum hujan, sedia info sebelum jalan-jalan”

Kalau tempatnya nggak ramah difabel, lebih baik pilih destinasi lain. Ingat, tujuan liburan itu bahagia, bukan uji nyali.

Selain itu, naik bus penuh sesak tanpa AC mungkin keren buat backpacker, tapi buat lansia atau difabel? bisa jadi pengalaman horor.

Gunakan transportasi yang aman dan nyaman, kalau perlu, sewa mobil dengan sopir. Lebih tenang, lebih santai, lebih manusiawi, ibarat pepatah “Perjalanan jauh terasa dekat kalau kursinya empuk”

Kalau orang muda kadang bisa cuek, beda cerita dengan lansia atau difabel, bawa kursi lipat, obat-obatan, tongkat, bahkan bantal kecil untuk duduk. Jangan lupa juga air minum.

Tas bawaan mungkin terlihat kayak koper Doraemon, tapi percayalah perlengkapan kecil ini bisa menyelamatkan liburan dari drama. Seperti kata pepatah “Kecil-kecil cabe rawit, perlengkapan mungil bikin hati tenang”

Tidak semua tempat wisata cocok untuk semua orang, kalau ajak kakek-nenek, jangan paksa naik gunung. Kalau ajak teman difabel, hindari tempat yang jalurnya sempit dan licin.

Pilih yang landai, banyak spot duduk, ada fasilitas ramah difabel, dan tidak bikin ngos-ngosan. Contohnya taman kota, museum, kebun binatang, atau pantai dengan jalan setapak yang rapi.

Ibarat memilih jodoh, jangan lihat cantiknya saja, tapi apakah cocok dan membuat nyaman.

Anak muda liburan sering kejar target, pagi ke pantai, siang ke gunung, malam ke cafe, lansia? jangan coba-coba.

Buat itinerary santai, satu atau dua destinasi sehari sudah cukup, ingat!, liburan itu bukan lomba Amazing Race, pepatah bilang “Pelan asal selamat, santai asal nikmat”.

Kuliner memang bagian seru dari liburan, tapi kalau ajak lansia, jangan asal serbu makanan pedas atau kolesterol tinggi. Bisa-bisa wisata berubah jadi antre IGD.

Cari makanan lokal yang aman dan sesuai kondisi kesehatan. Tetap bisa menikmati, tapi nggak bikin was-was. Ingat, makan itu bukan sekadar kenyang, tapi juga kenangan.

Saat liburan bareng difabel atau lansia, jangan jadikan mereka sekadar “penonton.” Ajak ngobrol, libatkan dalam memilih destinasi, dan sabar kalau jalannya lebih lambat.

Pepatah bilang “Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”, kalau semua ikut mendukung, liburan jadi indah bersama, bukan beban salah satu pihak.

Liburan ramah difabel dan lansia itu bukan cuma soal fasilitas, tapi juga soal hati. Tentang bagaimana kita mau meluangkan waktu, bersabar, dan menghargai hak mereka untuk bahagia.

Karena pada akhirnya, pemandangan indah tidak ada artinya kalau kita lupa berbagi. Bukankah lebih indah melihat kakek tersenyum di pantai, atau teman difabel tertawa di taman bunga, daripada sekadar punya foto keren untuk dipamerkan?

Tips liburan ramah difabel dan lansia sederhana saja, riset fasilitas, pilih transportasi nyaman, bawa perlengkapan wajib, tentukan destinasi sesuai, nikmati dengan santai, makan aman, dan selalu dukung kebutuhan mereka.

Liburan bukan hanya tentang seberapa jauh kita melangkah, tapi seberapa banyak kita membawa pulang tawa dan kebahagiaan bersama.

Ingat pepatah “Bahagia itu bukan soal bisa jalan cepat, tapi bisa jalan bareng”.

Jadi, yuk mulai rencanakan liburan ramah difabel dan lansia, karena semua orang, tanpa terkecuali, punya hak yang sama untuk merasakan indahnya dunia.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keinginan Gub Sumsel Untuk Ketua KONI Terpilih

    Keinginan Gub Sumsel Untuk Ketua KONI Terpilih

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 745
    • 0Komentar

    DARI sederet nama calon Ketua Umum Koni Sumsel yang bermunculan dalam agenda Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) 2019 beberapa waktu lalu, Gubernur Sumsel H.Herman Deru menginginkan mereka yang terpilih harus dapat memajukan olahraga di Sumsel. Hal itu diungkapkannya saat mendampingi Menpora RI Imam Nachrawi meninjau venue Bowling, Rabu (31/7/2019). Dikatakannya ketua terpilih harus memiliki pemahaman […]

  • Waspada ! 50 Wilayah di Muba Rawan Bencana

    Waspada ! 50 Wilayah di Muba Rawan Bencana

    • calendar_month Senin, 9 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 991
    • 0Komentar

    SIGAP dan tanggap dalam menghadapi perubahan iklim yang mulai ekstrim, Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA memimpin langsung Apel Pengecekan Personil dan Peralatan Penanggulangan terhadap Bencana Banjir, Tanah Longsor, dan Angin Puting Beliung di Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Senin (9/11/2020) di Halaman Mapolres Muba. Apel Kesiapan Penanggulangan Bencana Alam ini diikuti […]

  • Presiden Instruksikan Sinergi Empat Pilar Perkuat PPKM Mikro dan Akselerasi Vaksinasi, Pilar Apa Saja ?

    Presiden Instruksikan Sinergi Empat Pilar Perkuat PPKM Mikro dan Akselerasi Vaksinasi, Pilar Apa Saja ?

    • calendar_month Senin, 21 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 794
    • 0Komentar

    PRESIDENP RI Joko Widodo kembali menekankan dua hal yang harus dilakukan dalam penanganan pandemi COVID-19 di sisi hulu dan hilir, yakni penguatan implementasi penerapan protokol kesehatan di lapangan dalam kerangka Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro (PPKM Mikro) dan akselerasi program vaksinasi nasional. Dalam upaya tersebut, Kepala Negara meminta dilakukan sinergi antara empat pilar yaitu […]

  • Lenovo Masuk dalam Indeks Keberlanjutan Perusahaan Hang Seng 2023 dengan Skor Terkuat di Industri TI untuk Pencapaian Lingkungan dan Sosial

    Lenovo Masuk dalam Indeks Keberlanjutan Perusahaan Hang Seng 2023 dengan Skor Terkuat di Industri TI untuk Pencapaian Lingkungan dan Sosial

    • calendar_month Sabtu, 14 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.400
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Lenovo dengan bangga mengumumkan bahwa mereka masuk dalam Indeks Keberlanjutan Perusahaan Hang Seng 2023 dengan skor AA. Indeks ini didasarkan pada proses yang kuat yang mencakup pertimbangan hasil penilaian keberlanjutan yang dilakukan oleh Badan Penjaminan Mutu Hong Kong (HKQAA), sebuah badan penilai independen dan profesional, dengan menggunakan kerangka penilaian dan pemeringkatan keberlanjutan yang […]

  • Tak Nyaman Dengan Bau, Warga Minta Pemerintah Tutup Perusahaan Peternak Ayam

    Tak Nyaman Dengan Bau, Warga Minta Pemerintah Tutup Perusahaan Peternak Ayam

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.076
    • 0Komentar

    “Kami sangat tidak nyaman dengan keberadaan kandang ayam ini, kami menuntut untuk segera ditutup karena berdampak pada kesehatan kami. Ditambahlagi banyaknya lalat berterbangan dimana mana, pokoknya kehidupan kami setiap harinya sangat tidak nyaman dengan keadaan seperti ini,” WARGA Desa Lorok Kecamatan Indralaya Utara Ogan Ilir menuntut Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan untuk menutup industri […]

  • Gub.Sumsel : Tanpa ada peran pekerja sektor non formal Sumsel tidak akan bisa bangkit ekonomi

    Gub.Sumsel : Tanpa ada peran pekerja sektor non formal Sumsel tidak akan bisa bangkit ekonomi

    • calendar_month Selasa, 29 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.067
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru secara sombolis memberikan 2000 kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada pekerja sektor non formal salah satunya diberikan kepada paran pedagang di Pasar 16 Palembang, Selasa (29/11). Sebanyak  2.000 kartu BPJS ketenagakerjaan melalui CSR PT Perkebunan Nusantara (PTPN7 ) diberikan kepada pekerja sektor non formal yang […]

expand_less
WordPress Archive Team Booking – WordPress Booking and Appointment Scheduling System Team Builder — Meet The Team WordPress Plugin Team Grid – Team Member Showcase WordPress Plugin & Team Editor Team Member Carousel Addon For Elementor Team Showcase | WordPress Plugin Teamber | Team Member Collection for Elementor Teamer – SEO Marketing Elementor Template Kit Teams for WooCommerce Memberships Teapoz - Tea Shop WooCommerce Theme Techbiz – IT Solution & Business Consulting Service WordPress Theme