Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Hiburan » “Bukan Mitologi, Ini Dewa-Dewi Asli Palembang Turun di Catwalk Swarna Songket

“Bukan Mitologi, Ini Dewa-Dewi Asli Palembang Turun di Catwalk Swarna Songket

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
  • visibility 514
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wali Kota Palembang dan istri tampil di Swarna Songket Nusantara 2025, pertontonkan songket Bunga Tanjung buatan UMKM lokal sekaligus jadi panggung cinta budaya, ekonomi kreatif, dan potensi wisata Palembang.

BENTENG Kuto Besak [BKB], langit Palembang terkesan menggoda dengan awan tipis-tipis macam kapas digulung. Tapi jangan tertipu angin membawa kabar bahwa kota ini sedang menyiapkan panggung budaya paling cetar sejak zaman Sriwijaya masih jaya  Swarna Songket Nusantara 2025.

Bukan sembarang panggung, Ini panggung yang tidak hanya bikin penonton mangap karena keindahan kain songket, tapi juga bikin netizen se-Indonesia kepo, sebabnya? Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si, dan istri tercinta, Dewi Sastrani, akan tampil berlenggak-lenggok dalam balutan songket khas Palembang.

Bayangkan, seorang wali kota yang biasanya sibuk dengan rapat dan tanda tangan surat, kini berdiri di bawah lampu sorot, bukan untuk memarahi proyek molor, tapi untuk memamerkan songket Bunga Tanjung hasil tenun tangan UMKM lokal. Ibarat pepatah lama “Sekali merangkuh dayung, songket, wisata, dan ekonomi lokal terayun”

“Saya pakai motif Bunga Tanjung dari atasan sampai bawahan, biar matching sama semangat UMKM kita,” ujar Dewi Sastrani sambil tersenyum, seperti hendak menghipnotis kita semua untuk beli songket di Shopee.

Sementara Pak Wali, dengan gayanya yang santai dan cool ala bapak-bapak berprestasi, hanya memakai songket di bagian bawah. Katanya, “Ini bukan soal gaya-gayaan, tapi soal memperkenalkan kekayaan budaya kita.”

Kalau kata anak zaman sekarang, ini bukan sekadar ‘OOTD’, tapi Outfit of The Dedikasi. Ada cinta di balik kain. Cinta pada budaya, pada ekonomi rakyat, dan tentu… cinta sepasang suami-istri yang kompak mendukung UMKM.

Sehari sebelumnya, kemarin, gladi resik sudah digelar. Tapi jangan bayangkan ini seperti latihan biasa. Ada nuansa serius tapi santai. Lengkap dengan tamu-tamu penting, seperti istri Mendagri, Febrita Lustia Herman Deru, dan rombongan kepala daerah dari 18 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Benteng Kuto Besak sore itu seperti panggung kerajaan mini. Bedanya, alih-alih tentara berpedang, yang hadir adalah para penenun dan pencinta budaya, lengkap dengan gulungan kain, kamera media, dan tentu saja kamera TikTok.

Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Sulaiman Amin, seolah tidak mau kalah gaya. Ia menyebut bahwa event ini bukan cuma soal fashion, tapi strategi ampuh menaikkan jumlah wisatawan dan pendapatan daerah. “Tanpa event seperti ini, budaya kita bisa luput dari sorotan,” katanya.

Nah loh, ini bukan sekadar ajang pameran songket, tapi juga panggung kebangkitan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Semacam songket bertuah dipakai bisa bikin ekonomi naik, turis datang, dan UMKM berkembang.

Palembang sudah punya semua infrastruktur bandara, pelabuhan, jalan tol, bahkan LRT yang suka ngambek kalau hujan deras. Tapi seperti peribahasa Minang bilang, “Sia nan punyo ladang, kalau ndak dibajak, indak akan basawah”

Event seperti Swarna Songket Nusantara ini adalah bajak dan cangkulnya. Ia mengolah potensi yang selama ini hanya jadi katalog di brosur pariwisata.

Bayangkan jika tiap turis yang datang bukan hanya pulang bawa pempek, tapi juga dua meter kain songket buat dress nikahan. Itu bukan cuma membawa pulang oleh-oleh, tapi membawa nama Palembang ke pesta pernikahan di seantero Indonesia.

Tidak semua kepala daerah mau jadi model dadakan. Tapi Ratu Dewa seolah ingin menunjukkan bahwa budaya itu tidak hanya pantas dibanggakan dari balik podium. Kadang, harus dijalani dengan langkah kecil tapi penuh makna ya, seperti berjalan di atas catwalk, meski pakai sandal songket.

Kalau kata pakde tetangga yang suka nonton sinetron India, “Kalau pemimpin sudah berani turun ke panggung budaya, itu tanda daerah sedang sehat jiwa dan raganya”

Swarna Songket Nusantara 2025 bukan sekadar event tahunan. Ia adalah panggung yang menjahit harapan, membordir ekonomi lokal, dan menenun kembali kebanggaan kita terhadap budaya sendiri.

Dari ujung benang Bunga Tanjung yang dipintal tangan-tangan UMKM, lahir narasi baru Palembang kota yang tak hanya kuat di sejarah, tapi juga piawai menjual keindahan warisan lewat panggung modern.

Kalau boleh kita simpulkan dalam satu perumpamaan “Songket itu ibarat cinta. Mahal, rumit, tapi kalau dijaga dengan baik, bisa menghangatkan generasi”

Dan malam di BKB itu, cinta songket sedang membara. Tak heran, ada yang bilang di Palembang, catwalk bisa jadi ceramah budaya. Dan Wali Kota pun, dengan langkah pasti, menenun masa depan satu helai demi satu helai.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Catatan kecil : Lumayan untuk menambah wawasan ente terkait generasi perkembangan industri mobil secara garis besarnya

    Catatan kecil : Lumayan untuk menambah wawasan ente terkait generasi perkembangan industri mobil secara garis besarnya

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 808
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Semoga bisa menambah pengetahuan ente, meski hanya sekedar garis besarnya terkait generasi industri mobil di dunia, pertama dibuat hingga sekaran. Berikut adalah beberapa generasi mobil yang telah ada hingga saat ini: Generasi Pertama (1890-an – 1900-an): Mobil-mobil awal yang dikembangkan pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20. Mereka menggunakan mesin uap, […]

  • Prudential plc Buka Cabang di Makau untuk Beri Solusi Asuransi Jiwa & Kesehatan

    Prudential plc Buka Cabang di Makau untuk Beri Solusi Asuransi Jiwa & Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 965
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, MACAU dan HONG KONG SAR – Prudential plc (Prudential) hari ini mengumumkan telah menerima persetujuan dari Daerah Administratif Khusus Makau untuk mendirikan cabang bisnisnya di Hong Kong di Makau. Dengan penambahan Macau, Prudential akan hadir di 24 pasar di seluruh Asia dan Afrika.   Prudential awalnya akan menawarkan solusi asuransi jiwa dan kesehatan […]

  • Cara Pemkab Muba Lindungi Tenaga Kerja

    Cara Pemkab Muba Lindungi Tenaga Kerja

    • calendar_month Jumat, 26 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.030
    • 0Komentar

    SEBAGAI tindaklanjut penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dan BPJS Ketenagakerjaan akhir tahun 2020 lalu, Pemkab Muba  melakukan beberapa program diantaranya membentuk layanan BPJS Ketenagakerjaan. Langkah ini diketahui dalam rapat koordinasi Bupati Musi Banyuasin Dr H Dodi Reza Alex Noerdin melalui Wakil Bupati Muba Beni Hernedi bersama pimpinan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Palembang dan […]

  • Judi Online Kian Ancam Masyarakat, Pemerintah Tingkatkan Kampanye Literasi Digital

    Judi Online Kian Ancam Masyarakat, Pemerintah Tingkatkan Kampanye Literasi Digital

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.368
    • 0Komentar

     Sumselterkini.co.id,- Pemerintah terus memperkuat upaya mencegah praktik judi online yang makin mengancam masyarakat. Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat bergerak bersama untuk meningkatkan kesadaran atas bahaya judi online melalui kampanye literasi digital. Menkomdigi Meutya Hafid menyatakam edukasi masyarakat, terutama di tingkat akar rumput ditujukan agar tidak mudah terjerat ilusi keuntungan judi online. […]

  • CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA [Pindang Tempoyak Ikan Patin & Cinta yang Tak Pernah Masam]

    CERITA BUMBU JUMAT BICIK MOYA [Pindang Tempoyak Ikan Patin & Cinta yang Tak Pernah Masam]

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 603
    • 0Komentar

    SEMUA bermula dari bau.Bukan bau pengkhianatan, bukan pula bau chat mantan yang muncul jam dua pagi. Ini… bau tempoyak. Bau yang bisa bikin satpam komplek nyari asalnya sambil bawa senter. Bau yang bisa bikin Google Maps nyasar. Sebagai penyelidik rasa senior, Bicik Moya langsung tahu ada sesuatu yang besar sedang terjadi di dapur. Mangkuk-mangkuk berbaris […]

  • Kompetisi Robotik Madrasah

    Kompetisi Robotik Madrasah

    • calendar_month Senin, 18 Okt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 650
    • 0Komentar

    82 tim hari ini bersaing dalam Kompetisi Robotik Madrasah tingkat Nasional tahun 2021 di ICE BSD, Tangerang. Mereka terbagi dalam tiga jenjang, 22 Tim Madrasah Ibtidaiyah (MI), 30 Tim Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 30 Madrasah Aliyah (MA). Kompetisi berlangsung untuk kategori Mobile Robot. Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi mengatakan, […]

expand_less
WordPress Archive Quote – Quotation or Survey Form Wizard Quotify – WooCommerce Request a Quote Qurux – Dermatology & Skin Care Elementor Template Kit Quta – A WordPress Blog & Shop Theme Quwa – CV Resume Template Kit QwikTest – NexGen Online Exam & Quiz Software Rabbit – Elementor Coming Soon WordPress Theme Rabio – Wedding Event Organizer Elementor Template Kit Rade – A Versatile WooCommerce Theme Radio Player Shoutcast & Icecast WordPress Plugin