Jumat, 2 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » “Indonesia Ngegas di Eropa, Tapi Jangan Lupa Spion!”

“Indonesia Ngegas di Eropa, Tapi Jangan Lupa Spion!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 885
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA banyak cara untuk menyatakan cinta, ada yang lewat lagu, lewat bunga, lewat kopi saset, bahkan lewat bus tingkat yang melaju pelan di Berlin sambil bawa wajah Danau Toba segede gaban.

Kementerian Pariwisata kita rupanya sedang kasmaran berat sama pasar Eropa. Setelah sekian lama, Indonesia kembali ngegas promosi pariwisata lewat kampanye “Wonderful Indonesia”, kali ini bukan lewat brosur di pos ronda, tapi lewat media luar ruang berkelas, dari billboard digital di Roma sampai bus open top di Berlin yang balutannya lebih heboh dari kado ulang tahun anak SD.

Sebelum kita nyinyir, mari kita sepakat dulu, niat Kemenpar ini keren. Ibarat mantan yang dulu lupa ngucapin ulang tahun, sekarang datang bawa boneka beruang dan lagu kenangan.

Kampanye ini bukan cuma numpang lewat, tapi digarap sebulan penuh dari tanggal 1 sampai 31 Juli 2025. Lokasinya pun tak main-main, Kurfürstendamm di Berlin sampai Piazza del Risorgimento di Roma,  dua tempat yang, kalau diibaratkan, setara dengan Sudirman-Thamrin dan Jalan Malioboro, tapi dengan lebih banyak sejarah dan lebih sedikit odong-odong.

Bayangkan turis Jerman yang baru aja beli sosis bratwurst, tiba-tiba ngelihat gambar Labuan Bajo lewat di bus yang berhenti di Alexanderplatz. Atau turis Italia yang habis makan pasta di Piazza Venezia, langsung ngelihat wajah Borobudur muncul megah di billboard. Siapa yang nggak penasaran? Mungkin mereka bakal mikir, “Eh ini surga di mana? Masak kita liburan cuma ke Napoli terus?”.

Promosi seperti ini bisa dibilang adalah versi digital dari “pura-pura lewat depan rumah gebetan” zaman dulu. Kita tampilkan yang terbaik, yang paling cantik, yang paling eksotis, dari Bali sampai Mandalika. Tapi ya, semoga nggak berhenti di tampilan doang. Karena seperti kata pepatah, “Jangan cuma memoles wajah di Instagram, tapi lupa ngurus hati di kehidupan nyata”.

Perluas pasar

Kalau boleh kasih wejangan, kampanye ini bagus, tapi alangkah baiknya jika diimbangi dengan pengalaman yang setara di lapangan. Wisatawan yang datang karena melihat bus kece di Berlin harus disambut bukan dengan jalan bolong, toilet umum berbayar tapi rusak, dan tour guide yang ngomong kayak sedang dikejar setoran. Indonesia itu kaya banget tapi ya, kadang “kaya rencana, miskin pelaksanaan”.

Boleh lah kita belajar dari Thailand yang menjual pariwisata bukan cuma lewat pemandangan, tapi lewat pelayanan kelas wahid. Atau Jepang, yang kalau turis nyasar dikasih peta dan senyum. Atau bahkan Vietnam yang jago banget menjual kopi dengan narasi sejarah. Kita? Kadang masih sibuk debat antara “pakai e-ticket atau karcis sobek”

Kata tokoh kreatif dan wisata legendaris, Anthony Bourdain, “Travel isn’t always pretty. It isn’t always comfortable. But it changes you”,[“Perjalanan itu nggak selalu indah. Nggak selalu nyaman. Tapi perjalanan itu mengubah dirimu”]. Dan Indonesia punya potensi besar untuk menjadi tempat yang mengubah cara pandang orang lewat budaya, alam, dan keramahan. Tapi itu hanya terjadi kalau semua elemen siap. Bukan cuma promosi di luar negeri, tapi juga pembenahan di dalam negeri.

Kampanye di Berlin dan Roma ini ibarat proposal lamaran yang megah, tapi jangan sampai pas nikah, lupa bawa mahar dan makanannya basi. Pariwisata kita butuh lebih dari sekadar bus cantik dan billboard kinclong. Butuh perbaikan SDM, infrastruktur, dan ekosistem wisata yang benar-benar “wonderful”, bukan hanya di iklan, tapi juga di kenyataan.

Mari kita dukung promosi Wonderful Indonesia ini dengan secuil harapan dan segambreng saran. Kalau perlu, kita doakan setiap bus yang muter di Berlin bisa membawa cinta pada negeri ini, dan setiap billboard di Roma bisa jadi jendela bagi dunia untuk mengintip keindahan Indonesia yang tak hanya eksotis, tapi juga autentik, ramah, dan ndeso dalam artian yang paling membahagiakan.

Akhir kata, seperti kata pepatah lama dari kampung saya “Jangan hanya jual tampang di luar negeri, tapi lupa mandi di negeri sendiri”

Wisata itu bukan hanya jualan gambar bagus, tapi juga soal rasa nyaman, aman, dan kenangan yang manis. Jadi, terus gas Kemenpar! Tapi sambil nengok spion ya, jangan sampai lupa bawa bekal niat dan pelayanan tulus dari dalam negeri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Bor Beli Rumah, Nggak Pake DP, Tapi Harus Pura-Pura Kaya”

    “Bor Beli Rumah, Nggak Pake DP, Tapi Harus Pura-Pura Kaya”

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 516
    • 0Komentar

    BOR bukanlah orang kaya, bukan pula sepupu dekat Pak Properti. Tapi tekadnya lebih kuat dari sambel terasi nenek-nenek, semakin dicerca, makin pedes melangkah. Hidup Bor dimulai dari kos-kosan bau sarden, pindah ke kontrakan bau pengkhianatan (mantan yang dulu sering mampir), hingga akhirnya berani bermimpi punya rumah sendiri, bukan rumah elite, tapi yang penting ada pintu […]

  • Konferensi Pengembang Seluruh Dunia Apple akan Dimulai pada 5 Juni 2023

    Konferensi Pengembang Seluruh Dunia Apple akan Dimulai pada 5 Juni 2023

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 673
    • 0Komentar

    Program WWDC23 diluncurkan, menampilkan rangkaian acara online yang menarik untuk dialami oleh pengembang Apple di seluruh dunia Hari ini, Apple meluncurkan barisan untuk Konferensi Pengembang Seluruh Dunia tahunannya, termasuk waktu presentasi keynote dan Platform State of the Union, dan berbagi lebih banyak informasi dengan pengembang tentang apa yang akan mereka pelajari dan alami. Gratis untuk […]

  • Mahasiswa Asal Muba Lolos Program IISMA ke Irlandia

    Mahasiswa Asal Muba Lolos Program IISMA ke Irlandia

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.049
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Meri Agustin (20), mahasiswa asal Desa Karang Anyar Kecamatan Lawang Wetan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) lolos sebagai penerima beasiswa Program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) 2023, yang akan mengikuti perkuliahan di luar negeri mulai September mendatang. Ia salah satu awardee IISMA merupakan mahasiswa Diploma III Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang, yang lolos ke […]

  • Sorot Sepak Bola “Kungfu”, Menpora Kecewa, Pesepak Bola Itu Bukan Saja Terampil Cetak Gol, Tapi Bisa Jaga Sikap & Jadi Seniman Lapangan

    Sorot Sepak Bola “Kungfu”, Menpora Kecewa, Pesepak Bola Itu Bukan Saja Terampil Cetak Gol, Tapi Bisa Jaga Sikap & Jadi Seniman Lapangan

    • calendar_month Senin, 13 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 675
    • 0Komentar

    MENTERI  Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyoroti sepak bola kungfu yang terjadi dalam laga uji coba AHHA PS Pati FC kontra Persiraja Banda Aceh di Lapangan Pancoran Soccer Field beberapa waktu lalu. Menpora Amali kecewa dengan aksi tidak terpuji tersebut, padahal saat ini sepak bola sedang menuju kearah yang lebih baik. […]

  • “Kuatkan Iman Agar Alam Bersahabat”

    “Kuatkan Iman Agar Alam Bersahabat”

    • calendar_month Rabu, 14 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.085
    • 0Komentar

    PTPN VII mengundang penceramah untuk memberi pencerahan kepada seluruh insan perusahaan, belum lama ini. Dikemas dalam tarhib Ramadhan, Ustad Mufidz Abdullah mengingatkan seluruh karyawan untuk memantapkan keimanan kepada Allah SWT. Sebab, kata dia, PTPN VII sebagai perusahaan perkebunan sangat bergantung kepada alam yang setiap geraknya dalam kendali Allah SWT. “Semua kehidupan ini memang mengikuti takdir […]

  • Obrolan Serius Pak Kades & Bupati Toha di Griya Serasan, “Kalau Desa Sehat, Kota Ikut Langsing”

    Obrolan Serius Pak Kades & Bupati Toha di Griya Serasan, “Kalau Desa Sehat, Kota Ikut Langsing”

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 823
    • 0Komentar

    KEPALA desa itu ibarat koki dapur negara, maka desa adalah tungku pertamanya. Api menyala dari situ, kalau apinya padam, jangan heran kalau masakan pembangunan juga jadi hambar kekurangan garam, kekurangan sayur, dan kadang malah gosong, karena kebijakan terlalu setengah matang. Wajar kalau pada Rabu siang yang berkeringat tapi penuh semangat itu, puluhan kepala desa se-Muba […]

expand_less
WordPress Archive Kidsy – Kids Store and Baby Shop WooCommerce WordPress Theme KIDZ – Kids Store and Baby Shop Theme Kidzena – Kindergarten & Preschool Elementor Template Kit Kidzie – Baby & Kids E-Commerce Elementor Template Kit Kidzieo – Kindergarten School WordPress Theme Kidzonia – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kidzy Elementary School Elementor Template Kit Kilio – Sport Shop WooCommerce WordPress Theme Kimberly – WordPress Blog & Shop Theme Kimchi – Asian Restaurant & Cafe Elementor Template Kit