Sabtu, 22 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » “Indonesia Ngegas di Eropa, Tapi Jangan Lupa Spion!”

“Indonesia Ngegas di Eropa, Tapi Jangan Lupa Spion!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 879
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA banyak cara untuk menyatakan cinta, ada yang lewat lagu, lewat bunga, lewat kopi saset, bahkan lewat bus tingkat yang melaju pelan di Berlin sambil bawa wajah Danau Toba segede gaban.

Kementerian Pariwisata kita rupanya sedang kasmaran berat sama pasar Eropa. Setelah sekian lama, Indonesia kembali ngegas promosi pariwisata lewat kampanye “Wonderful Indonesia”, kali ini bukan lewat brosur di pos ronda, tapi lewat media luar ruang berkelas, dari billboard digital di Roma sampai bus open top di Berlin yang balutannya lebih heboh dari kado ulang tahun anak SD.

Sebelum kita nyinyir, mari kita sepakat dulu, niat Kemenpar ini keren. Ibarat mantan yang dulu lupa ngucapin ulang tahun, sekarang datang bawa boneka beruang dan lagu kenangan.

Kampanye ini bukan cuma numpang lewat, tapi digarap sebulan penuh dari tanggal 1 sampai 31 Juli 2025. Lokasinya pun tak main-main, Kurfürstendamm di Berlin sampai Piazza del Risorgimento di Roma,  dua tempat yang, kalau diibaratkan, setara dengan Sudirman-Thamrin dan Jalan Malioboro, tapi dengan lebih banyak sejarah dan lebih sedikit odong-odong.

Bayangkan turis Jerman yang baru aja beli sosis bratwurst, tiba-tiba ngelihat gambar Labuan Bajo lewat di bus yang berhenti di Alexanderplatz. Atau turis Italia yang habis makan pasta di Piazza Venezia, langsung ngelihat wajah Borobudur muncul megah di billboard. Siapa yang nggak penasaran? Mungkin mereka bakal mikir, “Eh ini surga di mana? Masak kita liburan cuma ke Napoli terus?”.

Promosi seperti ini bisa dibilang adalah versi digital dari “pura-pura lewat depan rumah gebetan” zaman dulu. Kita tampilkan yang terbaik, yang paling cantik, yang paling eksotis, dari Bali sampai Mandalika. Tapi ya, semoga nggak berhenti di tampilan doang. Karena seperti kata pepatah, “Jangan cuma memoles wajah di Instagram, tapi lupa ngurus hati di kehidupan nyata”.

Perluas pasar

Kalau boleh kasih wejangan, kampanye ini bagus, tapi alangkah baiknya jika diimbangi dengan pengalaman yang setara di lapangan. Wisatawan yang datang karena melihat bus kece di Berlin harus disambut bukan dengan jalan bolong, toilet umum berbayar tapi rusak, dan tour guide yang ngomong kayak sedang dikejar setoran. Indonesia itu kaya banget tapi ya, kadang “kaya rencana, miskin pelaksanaan”.

Boleh lah kita belajar dari Thailand yang menjual pariwisata bukan cuma lewat pemandangan, tapi lewat pelayanan kelas wahid. Atau Jepang, yang kalau turis nyasar dikasih peta dan senyum. Atau bahkan Vietnam yang jago banget menjual kopi dengan narasi sejarah. Kita? Kadang masih sibuk debat antara “pakai e-ticket atau karcis sobek”

Kata tokoh kreatif dan wisata legendaris, Anthony Bourdain, “Travel isn’t always pretty. It isn’t always comfortable. But it changes you”,[“Perjalanan itu nggak selalu indah. Nggak selalu nyaman. Tapi perjalanan itu mengubah dirimu”]. Dan Indonesia punya potensi besar untuk menjadi tempat yang mengubah cara pandang orang lewat budaya, alam, dan keramahan. Tapi itu hanya terjadi kalau semua elemen siap. Bukan cuma promosi di luar negeri, tapi juga pembenahan di dalam negeri.

Kampanye di Berlin dan Roma ini ibarat proposal lamaran yang megah, tapi jangan sampai pas nikah, lupa bawa mahar dan makanannya basi. Pariwisata kita butuh lebih dari sekadar bus cantik dan billboard kinclong. Butuh perbaikan SDM, infrastruktur, dan ekosistem wisata yang benar-benar “wonderful”, bukan hanya di iklan, tapi juga di kenyataan.

Mari kita dukung promosi Wonderful Indonesia ini dengan secuil harapan dan segambreng saran. Kalau perlu, kita doakan setiap bus yang muter di Berlin bisa membawa cinta pada negeri ini, dan setiap billboard di Roma bisa jadi jendela bagi dunia untuk mengintip keindahan Indonesia yang tak hanya eksotis, tapi juga autentik, ramah, dan ndeso dalam artian yang paling membahagiakan.

Akhir kata, seperti kata pepatah lama dari kampung saya “Jangan hanya jual tampang di luar negeri, tapi lupa mandi di negeri sendiri”

Wisata itu bukan hanya jualan gambar bagus, tapi juga soal rasa nyaman, aman, dan kenangan yang manis. Jadi, terus gas Kemenpar! Tapi sambil nengok spion ya, jangan sampai lupa bawa bekal niat dan pelayanan tulus dari dalam negeri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turunnya Okupansi Hotel Palembang 40 % – Kisah Nyata Pelaku Usaha Bertahan dengan Kreativitas & Sinergi

    Turunnya Okupansi Hotel Palembang 40 % – Kisah Nyata Pelaku Usaha Bertahan dengan Kreativitas & Sinergi

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    TURUNNYA okupansi hotel Palembang hingga 40 % bukan sekadar statistik kering yang bikin kantong pengusaha cekak. Ini adalah cerita nyata perjuangan para pengelola hotel dan pelaku UMKM yang harus pinter-pinter beradaptasi, ngulik strategi, dan kerja bareng agar bisnis mereka tidak cuma bertahan, tapi juga bangkit di tengah gempuran fluktuasi kunjungan wisatawan. Kalau kamu bayangin hotel-hotel […]

  • Maaf cuma sekedar humor, semoga terhibur dengan banyolan ini

    Maaf cuma sekedar humor, semoga terhibur dengan banyolan ini

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 649
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Malam jumat, daripada baca dan nonton yang bikin ente tegang, dan keringat dingin, lebih baik baca-baca banyolan di bawah ini, semoga jadi hiburan malam jumat, kalau bisa tertawa syukurlah artinya setelah itu ente capek dan ngantuk, tidur pun pulas, bangun pagi pasti seger, dan otak plong lagi. Ini beberapa banyolan yang berhubungan dengan […]

  • Tiket Penutupan Asian Games Ludes, INASGOC : Pembeli Meningkat

    Tiket Penutupan Asian Games Ludes, INASGOC : Pembeli Meningkat

    • calendar_month Kamis, 30 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.409
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA -Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) menyebut alasan tiket penutupan cepat habis dalam beberapa menit setelah resmi dibuka adalah peningkatan peminat yang mengakses situs penjualan resmi. “Saya sudah bertanya kepada pihak blibli.com, mereka menyebut situsnya diakses oleh jutaan orang pada menit yang sama. Saat ini tiket penutupan sudah habis terjual seluruhnya,” kata Direktur […]

  • ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024, Meski kalah dari Vietnam, kata Erick..

    ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024, Meski kalah dari Vietnam, kata Erick..

    • calendar_month Senin, 16 Des 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.378
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menilai ada hal positif dibalik kekalahan Timnas Indonesia dari Vietnam, 0-1 di penyisihan Grup B ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2024 yang berlangsung di Viet Tri Stadium, Phu Tho, Vietnam, Minggu (15/12). Menurut Erick, permainan Indonesia yang mayoritas berusia muda saat menghadapi Vietnam yang didominasi pemain senior itu cukup […]

  • Difasilitasi KPKNL Secara Online, BPKAD Muba Lelang Mobil Dinas Secara Terbuka, Alhamdulillah, Hasilnya Tembus Rp1,2 Miliar, Manfaatnya ? Simak ! Ada 9 Pelaksanaan Hasil Lelang

    Difasilitasi KPKNL Secara Online, BPKAD Muba Lelang Mobil Dinas Secara Terbuka, Alhamdulillah, Hasilnya Tembus Rp1,2 Miliar, Manfaatnya ? Simak ! Ada 9 Pelaksanaan Hasil Lelang

    • calendar_month Sabtu, 5 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.349
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Musi Banyuasin melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Muba  difasilitasi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Sumsel menggelar Lelang Umum Terbuka (Open Bidding) untuk Barang Milik Daerah. Barang yang dilelang berupa Kendaraan Dinas dan dilakukan secara online, di Aula BPKAD Muba, Jumat (4/6/2021). Penawaran lelang  dimulai pukul 10.00 s.d 11.00 […]

  • Wow ! Satgas Sebut Sumsel Sumbang Kasus Kematian Covid -19 Tertinggi Ketiga Nasional, Ini Arahannya  

    Wow ! Satgas Sebut Sumsel Sumbang Kasus Kematian Covid -19 Tertinggi Ketiga Nasional, Ini Arahannya  

    • calendar_month Kamis, 6 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.068
    • 0Komentar

    PROVINSI Sumatera Selatan [Sumsel] disebut  Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo menyumbang angka kematian Covid-19 Tertinggi ketiga Nasional. Doni berharap kepada Pemda Provinsi Sumsel agar melakukan evaluasi dalam penanganan COVID-19 di seluruh wilayah administrasinya. Karena angka kasus COVID-19 di ‘Bumi Sriwijaya’ itu mengalami kenaikan yang signifikan dalam beberapa waktu […]

expand_less
WordPress Archive Kidsy – Kids Store and Baby Shop WooCommerce WordPress Theme KIDZ – Kids Store and Baby Shop Theme Kidzena – Kindergarten & Preschool Elementor Template Kit Kidzie – Baby & Kids E-Commerce Elementor Template Kit Kidzieo – Kindergarten School WordPress Theme Kidzonia – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kidzy Elementary School Elementor Template Kit Kilio – Sport Shop WooCommerce WordPress Theme Kimberly – WordPress Blog & Shop Theme Kimchi – Asian Restaurant & Cafe Elementor Template Kit