Sabtu, 17 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » “Indonesia Ngegas di Eropa, Tapi Jangan Lupa Spion!”

“Indonesia Ngegas di Eropa, Tapi Jangan Lupa Spion!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
  • visibility 890
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA banyak cara untuk menyatakan cinta, ada yang lewat lagu, lewat bunga, lewat kopi saset, bahkan lewat bus tingkat yang melaju pelan di Berlin sambil bawa wajah Danau Toba segede gaban.

Kementerian Pariwisata kita rupanya sedang kasmaran berat sama pasar Eropa. Setelah sekian lama, Indonesia kembali ngegas promosi pariwisata lewat kampanye “Wonderful Indonesia”, kali ini bukan lewat brosur di pos ronda, tapi lewat media luar ruang berkelas, dari billboard digital di Roma sampai bus open top di Berlin yang balutannya lebih heboh dari kado ulang tahun anak SD.

Sebelum kita nyinyir, mari kita sepakat dulu, niat Kemenpar ini keren. Ibarat mantan yang dulu lupa ngucapin ulang tahun, sekarang datang bawa boneka beruang dan lagu kenangan.

Kampanye ini bukan cuma numpang lewat, tapi digarap sebulan penuh dari tanggal 1 sampai 31 Juli 2025. Lokasinya pun tak main-main, Kurfürstendamm di Berlin sampai Piazza del Risorgimento di Roma,  dua tempat yang, kalau diibaratkan, setara dengan Sudirman-Thamrin dan Jalan Malioboro, tapi dengan lebih banyak sejarah dan lebih sedikit odong-odong.

Bayangkan turis Jerman yang baru aja beli sosis bratwurst, tiba-tiba ngelihat gambar Labuan Bajo lewat di bus yang berhenti di Alexanderplatz. Atau turis Italia yang habis makan pasta di Piazza Venezia, langsung ngelihat wajah Borobudur muncul megah di billboard. Siapa yang nggak penasaran? Mungkin mereka bakal mikir, “Eh ini surga di mana? Masak kita liburan cuma ke Napoli terus?”.

Promosi seperti ini bisa dibilang adalah versi digital dari “pura-pura lewat depan rumah gebetan” zaman dulu. Kita tampilkan yang terbaik, yang paling cantik, yang paling eksotis, dari Bali sampai Mandalika. Tapi ya, semoga nggak berhenti di tampilan doang. Karena seperti kata pepatah, “Jangan cuma memoles wajah di Instagram, tapi lupa ngurus hati di kehidupan nyata”.

Perluas pasar

Kalau boleh kasih wejangan, kampanye ini bagus, tapi alangkah baiknya jika diimbangi dengan pengalaman yang setara di lapangan. Wisatawan yang datang karena melihat bus kece di Berlin harus disambut bukan dengan jalan bolong, toilet umum berbayar tapi rusak, dan tour guide yang ngomong kayak sedang dikejar setoran. Indonesia itu kaya banget tapi ya, kadang “kaya rencana, miskin pelaksanaan”.

Boleh lah kita belajar dari Thailand yang menjual pariwisata bukan cuma lewat pemandangan, tapi lewat pelayanan kelas wahid. Atau Jepang, yang kalau turis nyasar dikasih peta dan senyum. Atau bahkan Vietnam yang jago banget menjual kopi dengan narasi sejarah. Kita? Kadang masih sibuk debat antara “pakai e-ticket atau karcis sobek”

Kata tokoh kreatif dan wisata legendaris, Anthony Bourdain, “Travel isn’t always pretty. It isn’t always comfortable. But it changes you”,[“Perjalanan itu nggak selalu indah. Nggak selalu nyaman. Tapi perjalanan itu mengubah dirimu”]. Dan Indonesia punya potensi besar untuk menjadi tempat yang mengubah cara pandang orang lewat budaya, alam, dan keramahan. Tapi itu hanya terjadi kalau semua elemen siap. Bukan cuma promosi di luar negeri, tapi juga pembenahan di dalam negeri.

Kampanye di Berlin dan Roma ini ibarat proposal lamaran yang megah, tapi jangan sampai pas nikah, lupa bawa mahar dan makanannya basi. Pariwisata kita butuh lebih dari sekadar bus cantik dan billboard kinclong. Butuh perbaikan SDM, infrastruktur, dan ekosistem wisata yang benar-benar “wonderful”, bukan hanya di iklan, tapi juga di kenyataan.

Mari kita dukung promosi Wonderful Indonesia ini dengan secuil harapan dan segambreng saran. Kalau perlu, kita doakan setiap bus yang muter di Berlin bisa membawa cinta pada negeri ini, dan setiap billboard di Roma bisa jadi jendela bagi dunia untuk mengintip keindahan Indonesia yang tak hanya eksotis, tapi juga autentik, ramah, dan ndeso dalam artian yang paling membahagiakan.

Akhir kata, seperti kata pepatah lama dari kampung saya “Jangan hanya jual tampang di luar negeri, tapi lupa mandi di negeri sendiri”

Wisata itu bukan hanya jualan gambar bagus, tapi juga soal rasa nyaman, aman, dan kenangan yang manis. Jadi, terus gas Kemenpar! Tapi sambil nengok spion ya, jangan sampai lupa bawa bekal niat dan pelayanan tulus dari dalam negeri.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Blankspot Ganggu Belajar Daring di OKI,Kominfo Bergerilya Datangi Provider, Hasilnya ..?

    Blankspot Ganggu Belajar Daring di OKI,Kominfo Bergerilya Datangi Provider, Hasilnya ..?

    • calendar_month Jumat, 5 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.137
    • 0Komentar

    BLANKSPOT,.. blankport, lagi…begitulah biasanya, jika masyarakat yang tinggal dipesisir dan pedesaan tak terjangkau dengan sinyal internet mengeluh, terutama dimasa pandemi, para pelajar masih belajar menerapkan sistem daring. Seperti di alami beberapa desa di Kabupaten OKI. Meski demikian Pemkab OKI tetap berupaya, agar permasalahan blank spot area ini bisa teratasi, sehingga sinyal telekomunikasi untuk internet bisa […]

  • Pesan HD kepada PSMTI

    Pesan HD kepada PSMTI

    • calendar_month Selasa, 23 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.375
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Memasuki hari ke-23 dirinya bertugas sebagai Gubernur Sumsel, Herman Deru  menghadiri sejumlah audiensi dengan berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Sumsel di ruang tamu gubernur, Selasa (23/10/2018). Dalam kesempatan ini Ketua PSMTI Sumsel Kurmin Halim mengatakan kedatangan mereka ini bermaksud untuk bersilaturahmi. Selain itu mereka juga […]

  • Kunker ke Amerika, Mendag Sampaikan Produk Sumbang Pertumbuhan Positif Perdagangan RI-AS

    Kunker ke Amerika, Mendag Sampaikan Produk Sumbang Pertumbuhan Positif Perdagangan RI-AS

    • calendar_month Sabtu, 27 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

      MENTERI Perdagangan RI Muhammad Lutfi melakukan kunjungan kerja ke Washington DC, Amerika Serikat (AS) untuk memperkuat hubungan dagang Indonesia dan AS. Kunjungan kerja tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24—28 Maret 2021. “AS merupakan salah satu mitra dagang penting bagi Indonesia. Begitu pula Indonesia yang merupakan mitra dagang penting bagi AS. Total perdagangan kedua negara pada […]

  • “Buaya Nganggur, Nelayan Bingung: Kupang Belajar Evakuasi Satwa Laut, Tapi Jangan Sampai Buaya Magang di Warung Kopi”

    “Buaya Nganggur, Nelayan Bingung: Kupang Belajar Evakuasi Satwa Laut, Tapi Jangan Sampai Buaya Magang di Warung Kopi”

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 519
    • 0Komentar

    DI KUPANG, sekelompok orang serius berkumpul, bukan untuk demo minyak goreng atau seminar motivasi ala MLM. Mereka sedang belajar… cara menghadapi buaya!, bukan buaya darat ya, tapi yang beneran hidup di air, punya gigi tajam, dan bisa bikin kocar-kacir satu kampung kalau tiba-tiba nongol di sungai sebelah rumah. Yes, inilah kisah tentang “Bimbingan Teknis Respon […]

  • Prabowo Subianto Pemimpin Ideal Indonesia

    Prabowo Subianto Pemimpin Ideal Indonesia

    • calendar_month Selasa, 20 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    INDONESIA yang sedemikian luas wilayahnya dan beragam budaya serta agamanya membutuhkan sosok pemimpin yang punya wawasan kebangsaan dan mampu memberdayakan masyarakatnya. Kita pernah memiliki sosok Presiden Soekarno yang dikenal sebagai solidarity maker dan Nation Builder. Lalu, Pak Harto yang waktu itu dikenal sebagai Bapak Pembangunan. Ada pula yang menyebutnya Market Builder. Pengganti selanjutnya mengusung jargon […]

  • Luar Biasa,  Sumsel Bisa Maju Patut Dicontoh, Kata Bupati Bogor

    Luar Biasa,  Sumsel Bisa Maju Patut Dicontoh, Kata Bupati Bogor

    • calendar_month Kamis, 22 Feb 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 918
    • 0Komentar

    “Kalau ada penilaian dari pusat, itu pasti Pak Alex itu berdiri ke depan,”

expand_less
WordPress Archive Kidsy – Kids Store and Baby Shop WooCommerce WordPress Theme KIDZ – Kids Store and Baby Shop Theme Kidzena – Kindergarten & Preschool Elementor Template Kit Kidzie – Baby & Kids E-Commerce Elementor Template Kit Kidzieo – Kindergarten School WordPress Theme Kidzonia – Kindergarten & Child Care Elementor Template Kit Kidzy Elementary School Elementor Template Kit Kilio – Sport Shop WooCommerce WordPress Theme Kimberly – WordPress Blog & Shop Theme Kimchi – Asian Restaurant & Cafe Elementor Template Kit