Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Dibalik Kokohnya Bangunan Monpera

Dibalik Kokohnya Bangunan Monpera

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 25 Okt 2018
  • visibility 2.078
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SAAT jarum jam menunjuk  pukul 10.00 WIB, sinar matahari pun mulai terasa panas di ubun-ubun kepala.  Antrian anak-anak Sekolah Menengah Pertama [SMP] yang berjumlah sekitar 200 siswa dan siswi terlihat memasuki Monumen Perjuangan Rakyat [Monpera], Palembang tepatnya tak jauh dari Benteng Kuto Besak [BKB] Palembang, Rabu [25/10/2018].

Siswa –siswi yang berkunjung ke Monpera tersebut tak lain untuk tugas belajar  mengenal sejarah Monpera. Monpera memang merupakan salah satu obyek wisata bersejarah di Palembang , pada hari libur memang banyak dikunjungi para pelancong dari berbagai daerah di Sumsel, bahkan luar Sumsel.

Selain untuk mengenal sejarah, juga ada yang memanfaatkannya untuk mengabadikanya dengan berfoto bersama keluarga maupun teman.

Monpera merupakan aset daerah yang harus di lestarikan, dipelihara dan difungsikan sebagai sarana informasi kesejarahan zaman perjuangan Palembang yang dikenal dengan perang lima hari lima malam.

Monpera selesai dibangun di era, Gubernur Sumsel, Sainan Sagiman, tepatnya pada 1988. Namun sayangnya saat ini dibalik kokoh dan megahnya bangunan Monpera itu, ternyata ada beberapa koleksi dari Monpera yang rusak dan harus disimpan. Rusaknya  pun cukup miris, karena dimakan rayap.

“Memang sudah 2 tahun ini biaya perawatan tidak dianggarkan dikarenakan masa transisi,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Monpera, Agusti saat di temui di Dinas Pariwisata Kota Palembang, Kamis (25/10/18).

Agusti dengan setelan batik dan celana  berwarna hitam itu menjelaskan,  permasalahan transisi yang dimaksud, yakni perpindahan ke Dinas kebudayaan.

Menurutnya  setelah, Unit Pelaksana Tenis Daerah (UPTD) di bentuk otomatis perpindahan dari Pariwisata ke Dinas Kebudayaan.

“Jadi kita itu sebenarnya sudah mengganggarkan ke Dinas Kebudayaan, ternyata tidak ada anggaran perawatan,” ucapnya dengan nada yang sedikit lemah.

Meski demikian, Agusti mengaku tetap berusaha mengupayakan semampunya untuk selalu merawat koleksi di Monpera tersebut.

“Cuma kami tetap melakukan perawatan dengan mengambil pembiayaan di induk ,yakni Dinas Pariwisata kota Palembang,” terangnya.

Mengenai bantuan permasalahan rayap, Agusti mengaku belum pernah ada sekalipun bantuan dari pihak – pihak lain.

“Usaha kami selama rutin, ya membeli racun rayap, cuma masalahnya rayap  cuma mati di atas saja, tapi yang di dalam tanah susah dibunuh,” ujarnya.

Selain itu Gusti, mengakui juga kesadaran masyarakat di Palembang  untuk menjaga dan memelihara aset bersejarah masih sangat kurang. Padahal  Pemkot sudah menata Monpera dengan sedemikian rupa agar dapat menarik minat pengunjung, namun kadang tangan-tangan jahil dari orang yang tidak bertanggung jawab  merusaknya.

“Dulu disekeliling Monpera dipasang lampu taman, sekarang habis dicuri,  bahkan mirisnya lagi kabelnya ikut dicuri pula, dan yang tak habis fikir malah Monpera jadi kebiasaan tempat untuk membuat air kecil [maaf, kencing] sembarangan, haduuuh,”keluhnya.

Agusti berharap, Pol PP juga dapat mengontrol dan menjaga secara ektra guna mengantisipasi rusaknya bangunan dari tangan-tangan jahil.

“Memang sebenarnya 24 Jam dijaga Pol PP, yang berjumlah sekitar 5 orang pada saat pagi, dan 5 orang pada saat malam,” akunya.[**]

 

Penulis : Faldy Lonardo

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “Nemu Ayam”

    “Nemu Ayam”

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.505
    • 0Komentar

            Komikus : Septian Mauludi      

  • Gunakan 11 Platform, Inilah Alur Layanan Telemedisin Bagi Pasien Isolasi Mandiri

    Gunakan 11 Platform, Inilah Alur Layanan Telemedisin Bagi Pasien Isolasi Mandiri

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN Kesehatan bekerja sama dengan 11 platform layanan telemedisin atau telemedicine untuk memantau para pasien yang isolasi mandiri (isoman). Hal itu dilakukan untuk menjawab kebutuhan pasien terhadap konsultasi dan pemantauan oleh tenaga kesehatan serta mendapatkan pengobatan yang benar sesuai gejala yang diderita secara gratis. Sebagai permulaan, layanan telemedisin gratis ini berlaku di DKI Jakarta. “Kita […]

  • Pastikan Kebutuhan Cukup,  Gubernur Sidak Pasar Tradisional

    Pastikan Kebutuhan Cukup, Gubernur Sidak Pasar Tradisional

    • calendar_month Selasa, 29 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 992
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru bersama Irjen. Pol. Drs. Toni Harmanto dan unsur Forkopimda  lainnya, Selasa (29/3) pagi  melakukan pemantauan harga dan  ketersediaan   Sembilan Bahan Pokok (Sebako) disejumlah  pasar tradisional dalam Kota Palembang  menjelang tibanya bulan suci Ramadhan  Ramadhan 1443 Hijriah. Gubernur dan rombongan mengawali tinjauannya di Pasar Sekip Pangkal Palembang, di pasar tradisional ini  Herman […]

  • Ini Dilakukan Pertamina di Daerah, Agar “Si Pinky Bright Gas” LPG Non Subsidi Tepat Sasaran

    Ini Dilakukan Pertamina di Daerah, Agar “Si Pinky Bright Gas” LPG Non Subsidi Tepat Sasaran

    • calendar_month Senin, 9 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.406
    • 0Komentar

    PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel mengungkapkan, saat ini kesadaran masyarakat Lahat untuk menggunakan LPG Non Subsidi semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan meningkatnya konsumsi masyarakat untuk menggunakan Bright Gas, yaitu naik 76% dari konsumsi sebelumnya sebesar 45,14 Metrik Ton menjadi 79,492 Metrik Ton. Hal tersebut disambut positif oleh Pemerintah Daerah […]

  • Cegah Pandemi Dalam Pelaksanaan PON Papua, Kemenkes Susun Prokes dari Awal hingga Usai PON XX

    Cegah Pandemi Dalam Pelaksanaan PON Papua, Kemenkes Susun Prokes dari Awal hingga Usai PON XX

    • calendar_month Rabu, 8 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 670
    • 0Komentar

    KEMENKES Kesehatan (Kemenkes) juga telah menyusun protokol kesehatan (prokes) mulai dari pra kegiatan, saat kegiatan berlangsung hingga pascakegiatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua. Berdasarkan keterangan resmi Kemenkes Selasa (7/9/2021) dikatakan bahwa sistem ini berlaku bagi peserta maupun visitor, sebagai bagian dari upaya pencegahan penularan COVID-19. “Prokes sebelum keberangkatan, yaitu memiliki sertifikat vaksin […]

  • Krisis Iklim Global, Siapkah Sumsel Hadapi Karhutla?

    Krisis Iklim Global, Siapkah Sumsel Hadapi Karhutla?

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    KRISIS iklim global, siapkah Sumsel hadapi karhutla? Pertanyaan itu mengemuka saat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H. Edward Candra membuka Rapat Konsultasi Tingkat Provinsi terkait capaian dan tindak lanjut Program Sustainable Landscape for Land for Life di Grand Atyasa Palembang, Rabu (4/2/2026). Bukan tanpa alasan, perubahan iklim kini tak lagi sekadar istilah di forum internasional […]

expand_less
WordPress Archive Consulz – Consulting Company Elementor Template Kit Contact Form 7 Autocomplete off Contact Form 7 Email Add on Pro Contact Form 7 Email Verification – View & Export Form Entries Contact Form 7 Emoji Reaction Contact Form 7 for AMP Contact Form 7 Google Auto Address Suggestion Contact Form 7 – Infusionsoft Integration | Contact Form 7 – Keap CRM Integration Contact Form 7 Jetpack CRX Addon Contact Form 7 – Pardot Integration | Contact Form 7 – Account Engagement Integration