Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Danau Toba Comeback, Dari Yellow Card ke Green Card UNESCO

Danau Toba Comeback, Dari Yellow Card ke Green Card UNESCO

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 1.137
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JIKA sepak bola punya kartu kuning dan kartu merah, geopark pun ternyata ada “kartu” dari UNESCO, bedanya, kalau di lapangan bola kartu kuning bikin pemain ngeri-ngeri sedap, di Danau Toba kartu kuning bikin kepala daerah keringetan, badan pengelola pusing tujuh keliling, dan Menteri Pariwisata sampai harus turun gunung, eh…, turun ke kaldera.

Tapi tenang, cerita ini bukan drama sinetron yang episodenya 300, justru ini comeback story ala Danau Toba, dari status yellow card yang sempat bikin dag-dig-dug, akhirnya sekarang balik ke green card UNESCO Global Geopark, dan percayalah, rasanya seperti dapat notifikasi “limit Shopee Paylater sudah naik”, lega, bangga, sekaligus waswas jangan sampai jatuh lagi.

Coba bayangkan, Geopark Danau Toba itu sempat di warning sama UNESCO. “Halo, tolong benahi manajemen, perkuat edukasi, libatkan masyarakat, jangan cuma jual pemandangan indah”.

Nah, itu kayak guru BK yang bilang, “Nilai kamu lumayan, tapi PR banyak yang bolong” dan kalau PR nggak dikerjain, siap-siap turun kelas.

Untungnya, semua pihak dari gubernur, bupati, sampai masyarakat adat sepakat gotong royong, coba pikirkan misalnya rapat-rapat, koordinasi lintas daerah, sampai bikin konferensi Internasional soal geotourism. Ibarat tim sepak bola, semua posisi main ada yang jadi striker, ada yang jadi kiper, ada juga suporter yang cuma teriak “ayo… ayo… ayo…!” Tapi tetap penting.

Geopark Lebih dari Sekadar Wisata InstagramableBanyak orang mikir Danau Toba itu cuma tempat foto OOTD sambil caption “healing tipis-tipis.” Padahal, kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, geopark itu wujud harmoni antara alam, budaya, dan ilmu pengetahuan.

Kaldera Toba ini bukan danau biasa, bro-sis, ini jejak supervolcano raksasa yang meletus 74 ribu tahun lalu. Letusannya konon hampir bikin umat manusia punah. Jadi kalau kamu lagi galau ditinggal doi, ingatlah, bumi aja pernah hampir musnah, tapi toh bisa bangkit lagi.

Geopark itu seperti buku besar alam semesta, di Toba, kita bisa belajar geologi, tradisi Batak, sampai kuliner arsik ikan mas yang legendaris, UNESCO green card itu semacam stempel “buku ini layak dibaca dunia.”

Kalau yellow card hanya perpanjangan dua tahun (kayak SIM C masa percobaan), green card itu perpanjangan empat tahun penuh. Artinya, dunia percaya Indonesia bisa menjaga destinasi kelas Internasional.

Green card ini juga seperti paspor sakti, turis mancanegara jadi lebih yakin, “Oh, kalau UNESCO kasih stempel green card, berarti destinasi ini aman, berkelas, dan terjamin”
Bagi ekonomi lokal?, jelas peluang makin besar, Hotel, homestay, UMKM, pemandu wisata, semua bisa kecipratan rezeki.

Tapi ingat pepatah Batak “Anakkon hi do hamoraon di au” (anak adalah harta bagiku), dalam konteks geopark, anak itu ya alam dan budaya kita. Dijaga baik-baik, jangan sampai hanya jadi “warisan foto” tanpa masa depan.

Kadang lucu juga, ya, kalau ada masalah di rumah, kita sering pura-pura nggak dengar, tapi kalau UNESCO sudah kasih kartu kuning, baru deh semua pihak sadar, “Waduh, jangan sampai diputus kontrak internasional”.

Ini mirip pasangan yang hampir putus, waktu pacar ngambek, kita baru sadar harus rajin mandi, potong kuku, pakai parfum, dan upload story sweet. Begitu juga Danau Toba gara-gara yellow card, semua jadi rajin bebenah.

Kisah green card Danau Toba bukan cuma tentang status geopark, tapi pelajaran manajemen krisis, kadang, sebuah teguran bisa jadi vitamin, yellow card itu alarm agar kita serius menjaga warisan.

Analisisnya sederhana kolaborasi lintas pihak adalah kunci keberhasilan, perpaduan ilmu dan budaya adalah daya tarik geopark dan status global adalah modal branding pariwisata berkelas.

Kalau semua ini dijalankan, green card bukan sekadar kartu, tapi tiket menuju pariwisata berkelanjutan.

Akhirnya, green card Danau Toba adalah kabar gembira, tapi seperti pepatah Jawa “Menang ora obah, kalah ora nyerah”. (Menang jangan terlena, kalah jangan putus asa).

Kita boleh tertawa lega, tapi jangan lupa PR berikutnya, empat tahun itu singkat, kalau sekarang sudah hijau, jangan sampai 2029 balik kuning lagi.

Karena di era digital, reputasi itu seperti rating ojek online, sekali jatuh, susah naik lagi. Jadi mari kita jaga Danau Toba bukan hanya untuk UNESCO, tapi untuk cucu-cicit kita kelak.

Dan siapa tahu, suatu saat nanti, turis asing datang bukan hanya untuk foto, tapi untuk belajar pepatah Batak “Horas, hita do hita sude!” (Salam sejahtera, kita semua satu).[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Wisuda UTP, Begini Harapan Gubernur

    Hadiri Wisuda UTP, Begini Harapan Gubernur

    • calendar_month Minggu, 29 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 909
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang- Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin menghadiri wisuda Sarjana Program Strata I ke-60 dan Wisuda Ahli Madya Program Diploma III ke-74 serta Program Magister Manajemen ke-28 Universitas Tridinanti Palembang tahun akademik 2017-2018 di Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (28/4/2018). Sebanyak 465 orang diwisuda dan hadir ribuan wali dan orangtua wisudawan dan wisudawati. Hadir juga Koordinator Kopertis […]

  • Upaya Selesaikan Pidana Ringan Tanpa Harus ke Pengadilan, Muba Bakal Dirikan 4 Rumah Restorative Justice 

    Upaya Selesaikan Pidana Ringan Tanpa Harus ke Pengadilan, Muba Bakal Dirikan 4 Rumah Restorative Justice 

    • calendar_month Rabu, 11 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 715
    • 0Komentar

    PEMKAB Musi Banyuasin bersama Kejaksaan Negeri Muba bekerjasama menetapkan Rumah Restorative Justice di Empat Kelurahan dalam Wilayah Kecamatan Sekayu, yaitu Kelurahan Balai Agung, Kelurahan Soak Baru, Kelurahan Serasan Jaya, Kelurahan Karyuara, Selasa (10/05/2022) bertempat di Ruang Rapat Randik Pemkab Muba. Rumah Restorative Justice ini merupakan bentuk penyelesaian konflik yang tidak hanya mengadili dan menghukum pelaku […]

  • Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

    Pembangunan Infrastruktur Era Jokowi Berdampak Positif ke Pertumbuhan Ekonomi

    • calendar_month Selasa, 13 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.549
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Jakarta – Pembangunan infrastruktur dinilai memiliki dampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi. Selain mengatasi ketimpangan antara pusat dan daerah, pembangunan infrastruktur dapat mengurangi biaya produksi menjadi lebih murah. “Infrastruktur yang sudah dibangun Presiden Jokowi cukup drastis dan dampaknya pada perekonomian cukup besar. Secara makro faktual, kalau misalnya presiden tidak menyediakan Rp300 triliun-Rp400 triliun untuk infrastruktur […]

  • Kapan Waktu Terbaik Menerima Vaksin COVID-19 Dosis Kedua? Beda Vaksin, Beda Jarak Waktunya

    Kapan Waktu Terbaik Menerima Vaksin COVID-19 Dosis Kedua? Beda Vaksin, Beda Jarak Waktunya

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    SUDAH menerima vaksin COVID-19 yang pertama dan bingung kapan menerima dosis keduanya? Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa jarak penyuntikan dosis satu dan kedua bergantung pada jenis vaksin yang diterima pertama kali. Untuk vaksin COVID-19 produksi Sinovac dan Bio Farma maka waktu terbaik menerima dosis kedua adalah 28 hari setelah penyuntikan pertama. Sedangkan untuk vaksin COVID-19 produksi AstraZeneca, […]

  • Jelang Nataru OKI Rumuskan Soal Ini

    Jelang Nataru OKI Rumuskan Soal Ini

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 922
    • 0Komentar

    JAJARAN Forkopimda Pemkab OKI memperketat dan melarang perayaan Tahun Baru dengan cara konvoi kendaraan di jalan, pesta kembang api bahkan yang menimbulkan kerumunan saat perayaan Natal & Tahun Baru [Nataru]. Namun Pemkab OKI tetap memberi kelonggaran terhadap kegiatan ekonomi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.Hal itu dirumuskan guna menekan penambahan kasus Covid-19 serta mewaspadai varian […]

  • Dekranasda Craft Creativity Competition dan UMKM

    Dekranasda Craft Creativity Competition dan UMKM

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.006
    • 0Komentar

    UNTUK lebih mempopulerkan usaha maupun produk pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah [UMKM] di Sumsel, Gubernur Sumsel H.Herman Deru didampingi Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel Febrita Lustia Herman Deru membuka secara resmi Dekranasda Craft Creativity Competition dan temu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  2019 di Gedung Serbaguna Dekranasda Jakabaring, Rabu (10/7/2019]. Kegiatan yang diisi dengan menampilkan stand-stand pameran […]

expand_less
WordPress Archive ManageOrder – WooCommerce Quick Order manage, Invoices, Packing Slips PDF & Print, Shipment Tracking Manaka – Architecture & Interior Elementor Template Kit Mangan – Restaurant Elementor Template Kit Manggis – Creative Portfolio WordPress Theme Mango – Portfolio WordPress Theme for Creatives Manice – Business Elementor Template Kit Manila – Portfolio WordPress Theme Manit – IT Solutions & Technology WordPress Theme Manon – Portfolio & Agency WordPress Theme Mantrasana – Yoga Studio Elementor Template Kit