Jumat, 23 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » Danau Toba Comeback, Dari Yellow Card ke Green Card UNESCO

Danau Toba Comeback, Dari Yellow Card ke Green Card UNESCO

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
  • visibility 1.177
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JIKA sepak bola punya kartu kuning dan kartu merah, geopark pun ternyata ada “kartu” dari UNESCO, bedanya, kalau di lapangan bola kartu kuning bikin pemain ngeri-ngeri sedap, di Danau Toba kartu kuning bikin kepala daerah keringetan, badan pengelola pusing tujuh keliling, dan Menteri Pariwisata sampai harus turun gunung, eh…, turun ke kaldera.

Tapi tenang, cerita ini bukan drama sinetron yang episodenya 300, justru ini comeback story ala Danau Toba, dari status yellow card yang sempat bikin dag-dig-dug, akhirnya sekarang balik ke green card UNESCO Global Geopark, dan percayalah, rasanya seperti dapat notifikasi “limit Shopee Paylater sudah naik”, lega, bangga, sekaligus waswas jangan sampai jatuh lagi.

Coba bayangkan, Geopark Danau Toba itu sempat di warning sama UNESCO. “Halo, tolong benahi manajemen, perkuat edukasi, libatkan masyarakat, jangan cuma jual pemandangan indah”.

Nah, itu kayak guru BK yang bilang, “Nilai kamu lumayan, tapi PR banyak yang bolong” dan kalau PR nggak dikerjain, siap-siap turun kelas.

Untungnya, semua pihak dari gubernur, bupati, sampai masyarakat adat sepakat gotong royong, coba pikirkan misalnya rapat-rapat, koordinasi lintas daerah, sampai bikin konferensi Internasional soal geotourism. Ibarat tim sepak bola, semua posisi main ada yang jadi striker, ada yang jadi kiper, ada juga suporter yang cuma teriak “ayo… ayo… ayo…!” Tapi tetap penting.

Geopark Lebih dari Sekadar Wisata InstagramableBanyak orang mikir Danau Toba itu cuma tempat foto OOTD sambil caption “healing tipis-tipis.” Padahal, kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, geopark itu wujud harmoni antara alam, budaya, dan ilmu pengetahuan.

Kaldera Toba ini bukan danau biasa, bro-sis, ini jejak supervolcano raksasa yang meletus 74 ribu tahun lalu. Letusannya konon hampir bikin umat manusia punah. Jadi kalau kamu lagi galau ditinggal doi, ingatlah, bumi aja pernah hampir musnah, tapi toh bisa bangkit lagi.

Geopark itu seperti buku besar alam semesta, di Toba, kita bisa belajar geologi, tradisi Batak, sampai kuliner arsik ikan mas yang legendaris, UNESCO green card itu semacam stempel “buku ini layak dibaca dunia.”

Kalau yellow card hanya perpanjangan dua tahun (kayak SIM C masa percobaan), green card itu perpanjangan empat tahun penuh. Artinya, dunia percaya Indonesia bisa menjaga destinasi kelas Internasional.

Green card ini juga seperti paspor sakti, turis mancanegara jadi lebih yakin, “Oh, kalau UNESCO kasih stempel green card, berarti destinasi ini aman, berkelas, dan terjamin”
Bagi ekonomi lokal?, jelas peluang makin besar, Hotel, homestay, UMKM, pemandu wisata, semua bisa kecipratan rezeki.

Tapi ingat pepatah Batak “Anakkon hi do hamoraon di au” (anak adalah harta bagiku), dalam konteks geopark, anak itu ya alam dan budaya kita. Dijaga baik-baik, jangan sampai hanya jadi “warisan foto” tanpa masa depan.

Kadang lucu juga, ya, kalau ada masalah di rumah, kita sering pura-pura nggak dengar, tapi kalau UNESCO sudah kasih kartu kuning, baru deh semua pihak sadar, “Waduh, jangan sampai diputus kontrak internasional”.

Ini mirip pasangan yang hampir putus, waktu pacar ngambek, kita baru sadar harus rajin mandi, potong kuku, pakai parfum, dan upload story sweet. Begitu juga Danau Toba gara-gara yellow card, semua jadi rajin bebenah.

Kisah green card Danau Toba bukan cuma tentang status geopark, tapi pelajaran manajemen krisis, kadang, sebuah teguran bisa jadi vitamin, yellow card itu alarm agar kita serius menjaga warisan.

Analisisnya sederhana kolaborasi lintas pihak adalah kunci keberhasilan, perpaduan ilmu dan budaya adalah daya tarik geopark dan status global adalah modal branding pariwisata berkelas.

Kalau semua ini dijalankan, green card bukan sekadar kartu, tapi tiket menuju pariwisata berkelanjutan.

Akhirnya, green card Danau Toba adalah kabar gembira, tapi seperti pepatah Jawa “Menang ora obah, kalah ora nyerah”. (Menang jangan terlena, kalah jangan putus asa).

Kita boleh tertawa lega, tapi jangan lupa PR berikutnya, empat tahun itu singkat, kalau sekarang sudah hijau, jangan sampai 2029 balik kuning lagi.

Karena di era digital, reputasi itu seperti rating ojek online, sekali jatuh, susah naik lagi. Jadi mari kita jaga Danau Toba bukan hanya untuk UNESCO, tapi untuk cucu-cicit kita kelak.

Dan siapa tahu, suatu saat nanti, turis asing datang bukan hanya untuk foto, tapi untuk belajar pepatah Batak “Horas, hita do hita sude!” (Salam sejahtera, kita semua satu).[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam pembukaan MTQ XXX Tingkat Provinsi Sumsel 2024, Lima Qori Internasional, tampilkan kolaborasi Hadroh

    Malam pembukaan MTQ XXX Tingkat Provinsi Sumsel 2024, Lima Qori Internasional, tampilkan kolaborasi Hadroh

    • calendar_month Sabtu, 4 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.234
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Malam pembukaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXX Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2024 di Kabupaten Musi Banyuasin berlangsung sangat spektakuler di Stabel Berkuda Sekayu, Jumat (3/5/2024). Ribuan pasang mata yang hadir dalam pembukaan MTQ ini terlihat begitu antusias mengikuti jalannya rangkaian pembukaan yang dimulai dari menyambut kedatangan Pj Gubernur Sumatera Selatan Agus Fatoni, […]

  • 787 Guru Honorer di Pagaralam Terima Paket Sembako

    787 Guru Honorer di Pagaralam Terima Paket Sembako

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.274
    • 0Komentar

    SEBANYAK 787 guru honorer menerima paket sembako yang merupakan bentuk tali asih, dikumpulkan dari para guru yang berstatus Aparatur Sipil Negara [ASN] dilingkungan Pemkot Pagar Alam. Ratusan guru honorer yang menerima bantuan paket sembako tersebut, merupakan tenaga pengajar yang bekerja di sekolah negeri mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK. Bantuan sembako tersebut diserahkan […]

  • Pimpin Rapat Bahas RUU Perubahan, Wapres : Jangan Sampai Revisi UU ASN Lemahkan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

    Pimpin Rapat Bahas RUU Perubahan, Wapres : Jangan Sampai Revisi UU ASN Lemahkan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 817
    • 0Komentar

    WAKIL Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin hari ini memimpin rapat membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Atas Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6 Jakarta Pusat, Jumat (24/09/2021) siang. “Di sini kita ada tiga bahan, Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), […]

  • Paslon JADI Tampil Percaya Diri, MURI Kabur Usai Debat Kedua Pilkada OKI

    Paslon JADI Tampil Percaya Diri, MURI Kabur Usai Debat Kedua Pilkada OKI

    • calendar_month Sabtu, 23 Nov 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.642
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Debat Kedua pasangan calon 01 Bupati dan Wakil Bupati Ogan Komering Ilir HM Dja’far Shodiq – Abdi Yanto, SH MH (JADI) dan paslon 02 H Muchendi Mahzareki SE, M.Si – Supriyanto (MURI) yang diselenggarakan KPU OKI di Ballroom Novotel Palembang berlangsung seru namun tetap terjaga kondusif. Kemeriahan kian menarik dengan penampilan artis papan atas […]

  • Piala Dunia U-20 dan Ancaman Karhutla

    Piala Dunia U-20 dan Ancaman Karhutla

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.476
    • 0Komentar

    PENANGGULANGAN bencana Karhutla dipastikan mendapat atensi khusus dari Pemprov Sumsel terlebih tak lama lagi Sumsel akan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggara Piala Dunia U-20. Pernyataan itu diungkapkan Wakil Gubernur Sumsel H.Mawardi Yahya saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Peningkatan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Sumsel, di Hotel Arista, Rabu (5/8/2020). Menurut Mawardi, sebagai salah […]

  • Sepucuk OKI Bakal Di Jadikan Pusat Riset Gambut

    Sepucuk OKI Bakal Di Jadikan Pusat Riset Gambut

    • calendar_month Selasa, 15 Agt 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.147
    • 0Komentar

    Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada tahun 2015 yang lalu merupakan kebakaran yang terbesar di Sumsel. Namun Pemerintah Provinsi Sumsel bersama stakeholder lainnya bertekad agar Karhutla tidak terjadi lagi. Atas komitmen Gubernur Sumsel H Alex Noerdin tahun 2016 Sumsel zero asap dan terbukti pada tahun 2016 Sumsel tidak ada asap.

expand_less
WordPress Archive ManageOrder – WooCommerce Quick Order manage, Invoices, Packing Slips PDF & Print, Shipment Tracking Manaka – Architecture & Interior Elementor Template Kit Mangan – Restaurant Elementor Template Kit Manggis – Creative Portfolio WordPress Theme Mango – Portfolio WordPress Theme for Creatives Manice – Business Elementor Template Kit Manila – Portfolio WordPress Theme Manit – IT Solutions & Technology WordPress Theme Manon – Portfolio & Agency WordPress Theme Mantrasana – Yoga Studio Elementor Template Kit