Sabtu, 7 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Obyek Wisata » “Kemenpar Umumkan Riset Penting Tentang Hotel dan Wisata Indonesia, Wah..Isinya Bikin Kaget!”

“Kemenpar Umumkan Riset Penting Tentang Hotel dan Wisata Indonesia, Wah..Isinya Bikin Kaget!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
  • visibility 635
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA satu penyakit lama yang sering kambuh tiap akhir pekan hasrat liburan yang tak kesampaian, sudah niat piknik ke pantai, eh dompet bilang “sabar ya, kita akhir bulan”.

Tapi ternyata bukan cuma rakyat jelata yang lagi masuk angin. Sektor pariwisata nasional juga ikut-ikutan masuk angin, lengkap dengan gejala lesu, loyo, dan lunglai akibat badai pandemi dan harga tiket pesawat yang kadang lebih mahal dari harga sapi kurban.

Untunglah, Kementerian Pariwisata kita enggak cuma bisa selfie di acara pameran, tapi juga bisa mikir. Serius! Baru-baru ini, mereka merilis tiga karya ilmiah yang kalau dibaca bikin otak seger, kayak ketemu mantan tapi sudah move on. Ada Tourism Snapshot, Jurnal Kepariwisataan Indonesia, dan satu lagi judulnya dramatis kayak sinetron Ramadan Kajian Kebijakan “Dampak Penurunan Okupansi Hotel”.

Dalam dunia perdramaan pariwisata pasca pandemi, Tourism Snapshot ini seperti ringkasan episode sinetron yang panjang. Judulnya aja sudah berat “Beyond Recovery Toward Transformation in Indonesia’s Tourism Resilience” Kalau dibaca cepat bisa bikin keseleo lidah.

Tapi intinya bagus, ini adalah semacam ramuan tolak angin berbasis data yang membahas krisis pariwisata, dari hotel sepi tamu, restoran yang cuma dikunjungi kucing tetangga, sampai gejolak dunia yang bikin wisatawan mancanegara mikir seribu kali buat mampir ke Indonesia.

Analisisnya komplit, dari kunjungan wisatawan yang seperti air pasang surut, sampai tekanan ekonomi yang bikin pelaku usaha seperti tukang parkir di tempat wisata  kadang rame, kadang sendirian ditemani semut.

Nah, ini dia jurnal yang isinya campur aduk antara ilmiah dan strategi dapur pariwisata. Di sini, para dosen, peneliti, dan praktisi curhat soal transformasi digital, penguatan SDM lokal, dan insentif pariwisata, yang kalau diibaratkan jadi satu, mirip bumbu dapur yang diracik buat resep baru “Sambal Pariwisata Rasa Masa Depan”.

Ada juga bahasan tentang destinasi berbasis masyarakat, di mana warga lokal bukan cuma jadi penonton, tapi aktor utama. Bukan aktor yang suka overacting ya, tapi aktor penggerak yang tahu bagaimana bikin tamu betah tanpa harus ngasih diskon 70%.

Judul kajiannya saja sudah bikin resah para pengelola hotel “Dampak Penurunan Okupansi Hotel”. Ibarat warung soto yang biasanya ramai sampai tumpah ke jalan, sekarang cuma dihampiri angin dan harapan.

Riset ini menyebut beberapa penyebab belanja perjalanan dinas dipotong, wisatawan makin milih staycation murah meriah, dan penginapan ilegal makin menjamur seperti tanaman liar di musim hujan. Hotel-hotel resmi yang bayar pajak, malah kalah saing sama rumah warga yang disulap jadi “penginapan rasa rumah tante”.

Untungnya, di dalam kajian ini ada solusinya juga. Ada strategi pemasaran, promosi bareng-bareng, sampai insentif khusus. Intinya hotel harus pintar-pintar tampil beda, jangan cuma andalkan sprei putih dan sabun cair yang cuma wangi di iklan.

Dalam dunia yang makin cepat ini, pariwisata enggak bisa cuma ngandelin brosur dan foto pemandangan. Harus ada data, riset, dan strategi jitu. Ibarat mau jualan cilok, jangan cuma andalkan kuah enak, tapi juga tahu lidah pembeli lagi pengin yang pedas atau yang gurih.

Kemenpar, dalam hal ini, patut kita kasih tepuk tangan satu kaki, eh, maksudnya dua jempol. Mereka tidak hanya menggelar acara dan membagi-bagi goodie bag, tapi juga serius membuat peta jalan pariwisata lewat karya ilmiah yang informatif, aplikatif, dan sedikit bikin kening berkerut karena istilahnya berat.

Tapi percayalah, seperti pepatah bijak di warung kopi “Pariwisata yang kuat, bukan dari foto viralnya… tapi dari datanya”.

Jadi, buat kamu yang masih mikir liburan itu cuma soal tiket murah dan outfit OOTD, mungkin sudah waktunya buka jurnal juga. Supaya kita semua bisa jadi wisatawan yang bukan cuma datang dan foto-foto, tapi juga paham tantangan dan ikut mendukung solusi.

Eh ya, ini tautan jurnalnya. Baca pas sinyal lagi bagus ya:

  • Tourism Snapshot Vol. 1 No. 1

  • Jurnal Kepariwisataan Indonesia (JKI)

  • Kajian Penurunan Okupansi Hotel (link menyusul, katanya masih di-packing)

Kalau habis baca masih bingung, tenang. Kata mbah saya “Riset itu seperti jamu, pahit dulu, tapi sehat kemudian”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 3.500 Hotspot Terdeteksi di Muba, Bayung Lencir Paling Rawan

    3.500 Hotspot Terdeteksi di Muba, Bayung Lencir Paling Rawan

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 28
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Sebaran titik panas (hotspot) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mencapai sekitar 3.500 titik hingga Selasa (20/10/2026). Kecamatan Bayung Lencir tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 629 titik. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan […]

  • TUA : Wudhu [Skincare Syariah Tanpa Alkohol]

    TUA : Wudhu [Skincare Syariah Tanpa Alkohol]

    • calendar_month Selasa, 1 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 877
    • 0Komentar

    BROOO…….ketemu lagi, he..he!, mau tau gak ? Soal wudhu itu skincare versi langit.Bedanya sama skincare Korea?Kalau serum biasa bikin glowing katanya… tapi kalau wudhu bikin ampunan ngalir, dari jidat sampe ujung jempol kaki!.Itu semua sebenarnya tanpa paraben, tanpa alkohol, tanpa endorse artis di media sosial terutama yang lagi tren  TikTok. Coba kita pikirin….Pas muda, rela […]

  • Perserta dari Dinkominfo dapat Hadiah Utama Fun walk Adhyaksa Muba Fest 2023

    Perserta dari Dinkominfo dapat Hadiah Utama Fun walk Adhyaksa Muba Fest 2023

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 959
    • 0Komentar

    SEKAYU, MUBA- Menakjubkan, Fun Walk dan Fun Run yang menjadi tajuk Adhyaksa Muba Fest 2023 Dalam Rangka Hari Bhakti Adhyaksa ke-63 dan Hari Ulang Tahun Ikatan Adhyaksa Dharmakarini XXIII Tahun 2023 dengan Tema “Fun Walk Berkebaya” berlangsung sangat semarak di Halaman Kantor Kejaksaan Negeri Musi Banyuasin, Jumat (14/07/2023). Kegiatan jalan santai bersama dengan berlenggak lenggok […]

  • Antisipasi Penyebaran COVID-19, Sumsel Siapkan 2.000 Ruangan Karantina

    Antisipasi Penyebaran COVID-19, Sumsel Siapkan 2.000 Ruangan Karantina

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.134
    • 0Komentar

    PEMPROV Sumsel selain menyiapkan Wisma Atlet dan Asrama Haji, juga menyiapkan 2.000 ruang karantina untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Dimana 2.000 ruang tersebut masing-masing berada di Wisma Atlet Jakabaring Sport City dan Asrama Haji. “Langkah itu dipilih jika tempat isolasi di rumah sakit tidak bisa lagi menampung pasien suspect Covid-19,” […]

  • Pengungsi NTT Ditemui Prabowo, Ini Alasan Presiden Datang Langsung ke Nagekeo

    Pengungsi NTT Ditemui Prabowo, Ini Alasan Presiden Datang Langsung ke Nagekeo

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Presiden Prabowo Subianto datang langsung ke tengah warga terdampak bencana di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (26/8/2026). Kunjungan itu bukan sekadar melihat kondisi pengungsian, tetapi juga untuk memastikan penanganan bencana berjalan dan mendengar langsung keadaan masyarakat. Di posko pengungsian Lapangan Berdikari, Prabowo menyempatkan diri berbincang dan menyapa warga yang masih bertahan […]

  • PP No. 49 Diterbitkan, Apakah Mampu Menjawab Tuntutan ASN Honorer yang Lagi ‘Galau’  

    PP No. 49 Diterbitkan, Apakah Mampu Menjawab Tuntutan ASN Honorer yang Lagi ‘Galau’  

    • calendar_month Sabtu, 22 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.775
    • 0Komentar

    BELUM lama ini pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden [PP] No.49 Tahun 2018 tentang Manejemen Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [PPPK], guna membuka peluang bagi kalangan prefesional, diaspora, hingga eks tenaga honorer untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah  satu bunyi dalam PP tersebut, yakni PPPK dapat mengisi Jabatan Fungsional (JF) dan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) tertentu sesuai […]

expand_less
WordPress Archive Download Monitor Google Drive Download Monitor Gravity Forms Lock Download Monitor MailChimp Lock Download Monitor Ninja Forms Lock Download Monitor Page Addon Download Monitor Terms & Conditions Download Monitor Twitter Lock Dozer – Construction Elementor Template Kit Dør – Modern Architecture and Interior Design WordPress Theme Drago – Creative Digital Agency Elementor Template Kit