Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » “Sekolah Rakyat, Anak Miskin Bisa jadi Superhero Papan Tulis Masa Depan!”

“Sekolah Rakyat, Anak Miskin Bisa jadi Superhero Papan Tulis Masa Depan!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
  • visibility 790
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEKOLAH Rakyat bukan sekadar gedung belajar, program pendidikan anak miskin ini menjadi strategi nyata pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan absolut, dengan target membangun 300 sekolah di seluruh Indonesia.

Anak-anak dari keluarga desil 1–2 DTSEN kini bisa menimba ilmu setara teman-teman mereka yang lebih mampu.

Di asrama, suasana belajar kadang kacau tapi lucu, ada yang berebut buku, berebut tempat tidur, bahkan berebut mie instan. Seorang guru berseloroh, “Kalau mie habis, ilmu jangan ikut habis!” Adegan sederhana ini menggambarkan semangat belajar yang tak kenal putus, meski fasilitas terbatas.

Rantai kemiskinan absolut bukan hanya soal uang, anak-anak miskin sering menghadapi hambatan ganda keterbatasan fasilitas dan minimnya akses pendidikan berkualitas. Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban.

Setiap siswa diasramakan, dibekali pendidikan berkualitas, dan diajari keterampilan hidup. Guru-guru di sini harus multi-talenta kadang motivator, kadang chef dadakan, bahkan stand-up comedian agar siswa tetap semangat.

Pepatah lama tetap relevan “Berikan anak ikan, dia makan sehari, ajari anak memancing, dia makan seumur hidup.” Di Sekolah Rakyat, anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi juga memancing ilmu sendiri, kadang sambil tertawa ketika eksperimen gagal.

Misalnya, saat mencoba membuat robot dari barang bekas, seorang siswa berujar, “Kalau robotnya nggak jalan, berarti aku harus lebih jenius besok!” Humor sederhana ini ternyata menumbuhkan kreativitas sekaligus ketekunan.

Menteri Sosial, Gus Ipul, menyebutkan jumlah Sekolah Rakyat per Agustus 2025 mencapai 100 titik, dan bulan depan bertambah 60 titik lagi, menampung sekitar 16 ribu siswa. Program ini bukan sekadar angka, tapi peluang bagi anak-anak miskin untuk naik level hidupnya dari desil 1–2 DTSEN menjadi Superhero Papan Tulis yang senjatanya bukan pedang, tapi ilmu pengetahuan dan kreativitas.

Setiap sekolah baru ibarat “jalan tol” pendidikan anak-anak tidak lagi menempuh rute sulit demi belajar, tapi langsung masuk arena pendidikan yang layak, lengkap, dan mendidik. Konsolidasi sarana dan prasarana terus dilakukan agar kualitas pembelajaran optimal.

Bahkan guru harus siap menghadapi kejadian kocak anak-anak bereksperimen sains pakai ketela dan air rendaman beras, sementara guru mencoba menenangkan chaos sambil berkata, “Kalau gagal, itu bagian dari proses, jangan panik!”

Sekolah Rakyat membuktikan pendidikan bisa lucu dan menyenangkan tanpa kehilangan kualitas. Di asrama, anak-anak berebut Wi-Fi, mempraktikkan sains pakai barang bekas, bahkan ada yang mencoba memasak mie sambil menghitung rumus matematika. Guru kadang berseloroh, “Kalau LED mu mati, berarti otakmu lagi upgrade!”

Sekolah ini seperti cappuccino dengan foam ekstra anak-anak yang sebelumnya hanya mendapat kopi pahit pendidikan kini menikmati latte penuh ilmu dengan taburan kreativitas.

Pepatah baru ala Sekolah Rakyat pun muncul “Kalau kamu nggak suka matematika, jangan khawatir, nanti ketemu rumus cinta di SMPR (Sekolah Menyenangkan & Penuh Rasa).” Humor ini menumbuhkan rasa percaya diri siswa, sekaligus membuat belajar lebih menarik.

Di kantin pun tidak kalah lucu. Anak-anak berebut mie instan, tapi guru berkata sambil tersenyum “Makan sambil belajar, jangan sampai mie masuk perut tapi ilmu keluar dari kepala!”. Adegan kocak seperti ini membuat siswa betah dan semangat belajar. Bahkan guru kadang ikut “ikut tertawa” untuk menenangkan suasana.

Sekolah Rakyat menegaskan pendidikan adalah hak semua anak bangsa, bukan hak istimewa. Anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan setara untuk belajar, berprestasi, dan meraih masa depan. Dengan fasilitas layak, asrama, dan guru yang berdedikasi, anak-anak bisa mengubah kehidupan mereka.

Seperti pepatah versi Sekolah Rakyat “Kalau ingin memutus kemiskinan, jangan beri anak batu, beri ilmu dan kesempatan”. Anak-anak yang hari ini belajar di sekolah ini bisa menjadi dokter, guru, pengusaha, ilmuwan, atau bahkan kreator teknologi yang mengubah desa mereka. Pendidikan menjadi senjata ampuh untuk melawan kemiskinan.

Target 300 Sekolah Rakyat menunjukkan keseriusan pemerintah kemiskinan absolut bukan nasib tetap. Anak-anak dari desil 1–2 DTSEN bisa naik level hidup, menjadi Superhero Papan Tulis, yang kemampuan dan kreativitasnya dapat mengubah masa depan.

Sekolah Rakyat membuktikan pendidikan bisa lucu, jenaka, dan penuh humor, tapi tetap serius menyiapkan generasi muda menghadapi realitas hidup. Hari ini mereka mungkin miskin, tapi besok bisa menjadi pahlawan intelektual di desa dan kota mereka.

Pendidikan adalah senjata paling ampuh melawan kemiskinan. Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek, tapi investasi nyata untuk Indonesia yang lebih adil, cerdas, dan penuh harapan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Orangutan Kalimantan Dievakuasi dari Perkebunan, Tiga Individu Dilepasliarkan di Gunung Palung

    Orangutan Kalimantan Dievakuasi dari Perkebunan, Tiga Individu Dilepasliarkan di Gunung Palung

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Tiga orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dievakuasi dari sekitar perkebunan dan permukiman warga di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, saat puncak musim kemarau. Ketiganya kemudian dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), Jumat (21/8/2026) malam. Evakuasi dilakukan tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Balai TNGP, dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi […]

  • Presiden Serahkan Secara Simbolis, Atlet Berprestasi di SEA Games Terima Bonus

    Presiden Serahkan Secara Simbolis, Atlet Berprestasi di SEA Games Terima Bonus

    • calendar_month Senin, 13 Jun 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.457
    • 0Komentar

    PRESIDEN RI Joko Widodo (Jokowi) menerima kontingen Indonesia yang telah berjuang di SEA Games ke-31 di Vietnam, sekaligus menyerahkan bonus apresiasi bagi para atlet dan para pelatih yang telah mengharumkan nama Indonesia. Acara tersebut digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/06/2022). “Hari ini saya bangga, saya senang bahwa dari 499 atlet yang kita kirim […]

  • Berharap Ekonomi OKI Menggeliat, Pasar Kayuagung Kembali Beroperasi, Bupati : Tetap Ikutin Protokol Kesehatan

    Berharap Ekonomi OKI Menggeliat, Pasar Kayuagung Kembali Beroperasi, Bupati : Tetap Ikutin Protokol Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 900
    • 0Komentar

    FORUM Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten OKI kompak mendatangi pasar Kayuagung, Jum’at (5/6/2020) siang. Kedatangan para pimpinan di Bumi Bende Seguguk ini untuk memotivasi agar ekonomi kerakyatan khususnya dipasar-pasar tradisional kembali menggeliat. Bupati OKI, H. Iskandar, SE mengungkap Pandemi Covid-19 telah mengintervensi berbagai sektor usaha kecil dan menengah. “Kita tahu Pandemi ini luar biasa memukul perekonomian […]

  • Sembako Murah, Berkah Sementarakah?

    Sembako Murah, Berkah Sementarakah?

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.462
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pagi itu, ratusan warga Palembang berbondong-bondong menuju Kantor Pos Merdeka. Suasana riuh rendah terdengar di antara antrean panjang, didominasi oleh ibu-ibu yang berharap bisa mendapatkan sembako dengan harga lebih murah. Di tengah kerumunan, seorang ibu berusia 50-an tampak menggenggam kupon sembako erat-erat. “Lumayan bisa hemat buat beli beras dan minyak,” ujarnya penuh harap. […]

  • Tingkatkan Layanan Pengaduan,  Kemenkes Luncurkan Chatbot WhatsApp PeduliLindungi

    Tingkatkan Layanan Pengaduan, Kemenkes Luncurkan Chatbot WhatsApp PeduliLindungi

    • calendar_month Rabu, 10 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 698
    • 0Komentar

    KEMENTERIAN kesehatan (Kemenkes) terus berupaya memperbaiki fitur dan layanan PeduliLindungi terutama untuk mempercepat respon dan meningkatkan pelayanan pengaduan masyarakat terkait vaksinasi COVID-19. Chief Digital Transformation Office Kemenkes, Setiaji, mengatakan selama ini pengaduan diarahkan ke email sertifikat@pedulilindungi.id atau call center 119 exit 9. Namun untuk melengkapinya, Kemenkes juga meluncurkan Chatbot WhatsApp PeduliLindungi untuk melengkapi saluran pengaduan […]

  • Peroleh Beasiswa Pendidikan dari PTBA, 3 Anak yang Kurang Mampu Ini Bisa Sekolah Lagi
    CSR

    Peroleh Beasiswa Pendidikan dari PTBA, 3 Anak yang Kurang Mampu Ini Bisa Sekolah Lagi

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.112
    • 0Komentar

    USIANYA baru 11 tahun, namun Tiara Aprilia telah memiliki pengalaman hidup yang luar biasa.Di saat teman-teman sebayanya menghabiskan waktu untuk bermain dan belajar, Tiara justru berkelahi dengan waktu dan banting tulang untuk membantu kedua orang tuanya. Tiara tinggal bersama orang tua dan tiga saudaranya di sebuah rumah tumpangan di Lawang Kidul, Muara Enim. Ayahnya seorang […]

expand_less
WordPress Archive HyperX – Responsive WordPress Portfolio Theme Ibble – Education WordPress Theme iBid – Multi Vendor Auctions WooCommerce Theme iCalendars Add-on: Chauffeur Taxi Booking System iCarus | Photography Theme for WordPress Icelab – Ice Cream & Frozen Yogurt Shop Elementor Template Kit Icelander - Accessible Business Portfolio & WooCommerce WordPress Theme ICO Crypto – Multi-Purpose Landing Page HTML Template Icoland – ICO Landing Pages WordPress Theme iComply – Cookie Notice for WordPress