Minggu, 9 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » “Sekolah Rakyat, Anak Miskin Bisa jadi Superhero Papan Tulis Masa Depan!”

“Sekolah Rakyat, Anak Miskin Bisa jadi Superhero Papan Tulis Masa Depan!”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
  • visibility 767
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEKOLAH Rakyat bukan sekadar gedung belajar, program pendidikan anak miskin ini menjadi strategi nyata pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan absolut, dengan target membangun 300 sekolah di seluruh Indonesia.

Anak-anak dari keluarga desil 1–2 DTSEN kini bisa menimba ilmu setara teman-teman mereka yang lebih mampu.

Di asrama, suasana belajar kadang kacau tapi lucu, ada yang berebut buku, berebut tempat tidur, bahkan berebut mie instan. Seorang guru berseloroh, “Kalau mie habis, ilmu jangan ikut habis!” Adegan sederhana ini menggambarkan semangat belajar yang tak kenal putus, meski fasilitas terbatas.

Rantai kemiskinan absolut bukan hanya soal uang, anak-anak miskin sering menghadapi hambatan ganda keterbatasan fasilitas dan minimnya akses pendidikan berkualitas. Sekolah Rakyat hadir sebagai jawaban.

Setiap siswa diasramakan, dibekali pendidikan berkualitas, dan diajari keterampilan hidup. Guru-guru di sini harus multi-talenta kadang motivator, kadang chef dadakan, bahkan stand-up comedian agar siswa tetap semangat.

Pepatah lama tetap relevan “Berikan anak ikan, dia makan sehari, ajari anak memancing, dia makan seumur hidup.” Di Sekolah Rakyat, anak-anak tidak hanya belajar teori, tapi juga memancing ilmu sendiri, kadang sambil tertawa ketika eksperimen gagal.

Misalnya, saat mencoba membuat robot dari barang bekas, seorang siswa berujar, “Kalau robotnya nggak jalan, berarti aku harus lebih jenius besok!” Humor sederhana ini ternyata menumbuhkan kreativitas sekaligus ketekunan.

Menteri Sosial, Gus Ipul, menyebutkan jumlah Sekolah Rakyat per Agustus 2025 mencapai 100 titik, dan bulan depan bertambah 60 titik lagi, menampung sekitar 16 ribu siswa. Program ini bukan sekadar angka, tapi peluang bagi anak-anak miskin untuk naik level hidupnya dari desil 1–2 DTSEN menjadi Superhero Papan Tulis yang senjatanya bukan pedang, tapi ilmu pengetahuan dan kreativitas.

Setiap sekolah baru ibarat “jalan tol” pendidikan anak-anak tidak lagi menempuh rute sulit demi belajar, tapi langsung masuk arena pendidikan yang layak, lengkap, dan mendidik. Konsolidasi sarana dan prasarana terus dilakukan agar kualitas pembelajaran optimal.

Bahkan guru harus siap menghadapi kejadian kocak anak-anak bereksperimen sains pakai ketela dan air rendaman beras, sementara guru mencoba menenangkan chaos sambil berkata, “Kalau gagal, itu bagian dari proses, jangan panik!”

Sekolah Rakyat membuktikan pendidikan bisa lucu dan menyenangkan tanpa kehilangan kualitas. Di asrama, anak-anak berebut Wi-Fi, mempraktikkan sains pakai barang bekas, bahkan ada yang mencoba memasak mie sambil menghitung rumus matematika. Guru kadang berseloroh, “Kalau LED mu mati, berarti otakmu lagi upgrade!”

Sekolah ini seperti cappuccino dengan foam ekstra anak-anak yang sebelumnya hanya mendapat kopi pahit pendidikan kini menikmati latte penuh ilmu dengan taburan kreativitas.

Pepatah baru ala Sekolah Rakyat pun muncul “Kalau kamu nggak suka matematika, jangan khawatir, nanti ketemu rumus cinta di SMPR (Sekolah Menyenangkan & Penuh Rasa).” Humor ini menumbuhkan rasa percaya diri siswa, sekaligus membuat belajar lebih menarik.

Di kantin pun tidak kalah lucu. Anak-anak berebut mie instan, tapi guru berkata sambil tersenyum “Makan sambil belajar, jangan sampai mie masuk perut tapi ilmu keluar dari kepala!”. Adegan kocak seperti ini membuat siswa betah dan semangat belajar. Bahkan guru kadang ikut “ikut tertawa” untuk menenangkan suasana.

Sekolah Rakyat menegaskan pendidikan adalah hak semua anak bangsa, bukan hak istimewa. Anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan setara untuk belajar, berprestasi, dan meraih masa depan. Dengan fasilitas layak, asrama, dan guru yang berdedikasi, anak-anak bisa mengubah kehidupan mereka.

Seperti pepatah versi Sekolah Rakyat “Kalau ingin memutus kemiskinan, jangan beri anak batu, beri ilmu dan kesempatan”. Anak-anak yang hari ini belajar di sekolah ini bisa menjadi dokter, guru, pengusaha, ilmuwan, atau bahkan kreator teknologi yang mengubah desa mereka. Pendidikan menjadi senjata ampuh untuk melawan kemiskinan.

Target 300 Sekolah Rakyat menunjukkan keseriusan pemerintah kemiskinan absolut bukan nasib tetap. Anak-anak dari desil 1–2 DTSEN bisa naik level hidup, menjadi Superhero Papan Tulis, yang kemampuan dan kreativitasnya dapat mengubah masa depan.

Sekolah Rakyat membuktikan pendidikan bisa lucu, jenaka, dan penuh humor, tapi tetap serius menyiapkan generasi muda menghadapi realitas hidup. Hari ini mereka mungkin miskin, tapi besok bisa menjadi pahlawan intelektual di desa dan kota mereka.

Pendidikan adalah senjata paling ampuh melawan kemiskinan. Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek, tapi investasi nyata untuk Indonesia yang lebih adil, cerdas, dan penuh harapan.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terbitkan Kartu Pintar, BSB Gandeng Taspen

    Terbitkan Kartu Pintar, BSB Gandeng Taspen

    • calendar_month Jumat, 12 Okt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.259
    • 0Komentar

    Oleh : One SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Bank Sumsel Babel [BSB]menggaet PT Taspen (Persero) Cabang Palembang menerbitkan kartu pintar [smart card] guna mempermudah para pensiunan untuk bertransaksi pembayaran tabungan hari tua, pensiun, jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Hal tersebut tertuang dalam komitmen penandatangan kerjasama [PKS] antara BSB dan Taspen ditandatangani langsung Antonius Prabowo Argo, Direktur […]

  • Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Bagi-bagi Hadiah, Buruan Jadi Nasabah !!

    Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Bagi-bagi Hadiah, Buruan Jadi Nasabah !!

    • calendar_month Minggu, 22 Jul 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.808
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, Palembang – Bank Sumsel Babel (BSB) kembali menunjukan komitmennya untuk melayani seluruh nasabahnya dengan menggelar acara penarikan undian tabungan Pesirah (Penggerak Potensi Daerah) periode Januari-Juni 2018 yang dilaksanakan bertempat di halaman kantor pusat BSB, Jakabaring, Palembang, Jumat (20/7/2018) malam. Dengan mengusung tema outdoor Bank yang dipimpin oleh Muhammad Adil itu membagikan ratusan hadiah menarik […]

  • Belum Capai 70% Ayo Bantu Lansia Dapatkan Vaksinasi COVID-19 Dosis Kedua

    Belum Capai 70% Ayo Bantu Lansia Dapatkan Vaksinasi COVID-19 Dosis Kedua

    • calendar_month Jumat, 2 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 467
    • 0Komentar

    Hingga 29 Agustus 2022, vaksinasi COVID-19 dosis kedua pada lansia ternyata belum mencapai 70%. Mari bantu lansia untuk mendapatkan vaksinasi dosis kedua dengan mencari dan menyampaikan informasi yang tepat dengan bahasa yang mudah dipahami. Bisa juga dengan mengantar dan menemani lansia ke lokasi vaksinasi, serta menyediakan dukungan praktis seperti nomor layanan darurat Jangan lupa untuk […]

  • “Cuci Piring Bukan Sekadar Bersih, Tapi Juga Nyuci Pikiran!”

    “Cuci Piring Bukan Sekadar Bersih, Tapi Juga Nyuci Pikiran!”

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.830
    • 0Komentar

    PAGI itu, udara Palembang masih semriwing, tapi suasana di Ruang Rapat II Setda Kota Palembang sudah kayak dapur mau lebaran, ramai, heboh, dan penuh tawa. Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, duduk manis sambil menyesap kopi. Di depannya, tim dari PT Mahakarya Soundtrack Indonesia datang dengan senyum sumringah bawa kabar baik, yaitu bakal ada […]

  • Polisi Ringkus Dua Begal Sadis Dengan Timah Panas

    Polisi Ringkus Dua Begal Sadis Dengan Timah Panas

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Yosep Indra Praja
    • visibility 1.095
    • 0Komentar

    Team Eagle 06 Opsnal Polsek Seberang Ulu II berhasil melumpuhkan dua begal sadis yang kerab beraksi di wilayah hukum Kota Palembang, khususnya Seberang Ulu II. Dibawah pimpinan Iptu Hendri Permana SH, dua tersangka, Angga Fernando (27) warga Jalan Tembok Baru Gang Bersama RT 016 Kelurahan 11 Ulu Kecamatan SU II dan Hendra Mustakim (30) warga […]

  • Hujan Turun, Petani Karet Ikutan Murung

    Hujan Turun, Petani Karet Ikutan Murung

    • calendar_month Rabu, 6 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.549
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Lahat – Curah hujan yang turun sangat tinggi membuat  petani karet  di Kabupaten Lahat  kian murung, belum  lagi persoalan global yang membuat mereka terus merenung soal kebutuhan hingga makin terpuruknya harga jual karet ditingkat pengumpul, toke karet, pasalnya kualitas  akan rendah akibat air hujan. Meskipun memang saat ini berbagai upaya  Pemerintah Provinsi Sumsel sendiri […]

expand_less
WordPress Archive HyperX – Responsive WordPress Portfolio Theme Ibble – Education WordPress Theme iBid – Multi Vendor Auctions WooCommerce Theme iCalendars Add-on: Chauffeur Taxi Booking System iCarus | Photography Theme for WordPress Icelab – Ice Cream & Frozen Yogurt Shop Elementor Template Kit Icelander - Accessible Business Portfolio & WooCommerce WordPress Theme ICO Crypto – Multi-Purpose Landing Page HTML Template Icoland – ICO Landing Pages WordPress Theme iComply – Cookie Notice for WordPress