Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Capai 5,68%, Mampukah Turunkan Angka Kemiskinan ?
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month Senin, 5 Agt 2019
- visibility 893
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
PERTUMBUHAN Ekonomi Provinsi Sumatera Selatan [Sumsel] pada triwulan I/2019 mencapai 5,68%, angka ini di merupakan tertinggi di Sumatera dan termasuk tinggi di Indonesia. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru pun memberikan apresiasi atas capaian tersebut.
“Itu merupakan data resmi yang dikeluarkan oleh BI. Kita meminta ini terus dijaga terutama kalangan pengusaha, masyarakat, pemerintah dan BI sendiri,” katanya Gubernur pada saat membuka seminar Diseminasi Kebijakan Moneter Semester I/2019. Dengan topik “Penguatan Industri Manufaktur dalam kerangka Peningkatan Daya Saing perekon Menuju Indonesia sebagai Negara Maju tahun 2045” yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, di Ballroom hotel Arista Pelmbang, Senin (5/8/2019).
Dikatakan Herman Deru seminar ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan yang menjadi tolak ukur kemajuan pembangunan di Sumsel dengan tetap menjaga stabilitas politik, ekonomi dan keamanan wilayah Sumsel agar tetap kondisif.
“Kalangan pejabat juga saya harapkan jangan asal memberikan steatmen. Karena jika tidak benar, ini juga dapat memicu tidak stabilnya wilayah,” harap Gubernur.
Dia mengapresiasi kerja yang telah dilakukan BI Perwakilan Sumsel yang terus bekerja dengan semua pihak. Terutama dalam melakukan intervensi nilai tukar rupiah terhadap dollar.
Inflasi di Sumsel tetap terjaga dengan baik. Sekarang ini lanjut Gubernur kemiskinan di Sumsel 13 %. Angka tersebut akan ditargetkan turun minimal 1 % setiap tahunnya.
“Saya mendapatkan laporan dari BPS saat ini telah terjadi tren penurunan kemiskinan di Sumsel. Kita targetkan setiap tahunnya turun 1 %,” tendasnya.[**]
Penulis : rilis Humas
- Penulis: Irwan Wahyudi

Saat ini belum ada komentar