Nasional

Safari Jurnalistik, Insan Media Harus Pahami IT

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, mengatakan bahwa peningkatan pengetahuan dan pemahamam tentang Informasi dan Teknologi (IT) adalah sebuah keniscayaan bagi sumber daya manusia di industri media.

“Saat ini, dunia menuju dunia digital. Maka bangsa kita juga sedang menuju bangsa digital. Artinya, semua sisi kehidupan semakin berbasis digital. Untuk menuju ke sana, kini sedang kita siapkan infrastruktur. Untuk menyiapkan itu semua, pemerintah membangun infrastruktur digital di seluruh wilayah. Pembangunan itu dilakukan agar koneksi sinyal merata untuk digitalisasi. Biaya untuk digitalisasi semua kegiatan ini tentu sangat besar. Maka jika jalannya agak tersendat. Karena kita sedang menghadapi pandemi COVID-19. Setelah pandemi ini selesai, kita akan kembali berkonsentrasi ke sana,” ujar Johnny G.Plate dalam Safari jurnalistik dengan topik “Masa Depan Media Pasca digitalisasi Televisi di era 5G” melalui virtual zoom, Kamis (12/08/2021).

Acara Safari Jurnalistik tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI-Pusat) bekerjasama dengan Astra Indonesia.

Menkominfo menambahkan, saat ini pemerintah mempersiapkan empat sektor digital untuk roadmap Indonesia pada 2021-2024. Keempat sektor itu antara lain sektor infrastruktur digital, sektor pemerintahan digital, sektor ekonomi digital dan tentu saja adalah masyarakat digital.

“Kita berharap keempat sektor tersebut membuat masyarakat Indonesia makin paham dan familiar dengan dunia digital,” katanya.

Soal pemanfaatan IT bagi dunia ekonomi, Johny menegaskan, pemerintah tidak ingin masyarakat tidak jadi melek IT lalu tertinggal dari mereka yang sudah menguasainya. Jika tertinggal, maka tentu saja mereka jadi tidak bisa apa-apa diantara masyarakat luas yang sudah berbasis digital, termasuk media televisi.

“Jika masyarakat masih menggunakan teknologi analog, maka lama-lama mereka tidak bisa menonton televisi yang sudah berbasis digital. Tapi pemerintah akan membantu melancarkan penyesuaiannya. Dan harus diingat, revolusi teknologi ini tidak bisa kita hindari, pilihannya hanya satu, ayo berdigitalisasi,” katanya.

Menkominfo menegaskan, Pemerintah berkomitmen untuk memberi dukungan terhadap konsolidasi bisnis telekomunikasi, platform digital, startup digital Indonesia, televisi dan media berbasis digital.

Sementara itu Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari, membukanya dengan menggambarkan betapa digitalisasi sudah masuk ke semua sisi kehidupan, termasuk dunia media khususnya televisi dari analog ke digital.

Menurut Atal, tak ada pilihan bagi media khususnya televisi selain mengikuti kemajuan tekonologi informasi.

“Disrupsi teknologi telah memaksa kita untuk benar-benar harus terlibat bersamaan dengan kemajuan teknologi itu serta kemajuan pemahaman dari audiens. Maka konsekuensinya semua yang terlibat dalam manajemen media mesti ikut bergulir pula dengan kemajuan teknologi itu sendiri,” sebut Atal.

Dikatakan Atal, perjalanan media, terutama televisi di Indonesia akan mulai memasuki babak baru, dengan akan dimatikannya siaran analog dan diganti dengan digital yang memiliki banyak kelebihan. Ditambah lagi dengan telah berlakunya teknologi 5G di Indonesia yang sudah bisa dinikmati masyarakat awam.

“Dua hal ini pastinya akan mengubah peta masa depan media di Indonesia,” katanya.

Ketua Bidang Pendidikan PWI Pusat, Nurjaman Muchtar, dalam sambutannya menyampaikan, Astra corporate sudah 10 tahun menjadi partnership PWI. Yakni ikut mencerdaskan memberikan wawasan kepada teman-teman wartawan.

“Atas nama PWI, saya kira kita senang sekali bekerjasama dengan Astra. Karena selama ini, partnership itu lancar-lancar saja dan bahkan lebih lancar. Jadi ini merupakan kebahagiaan tersendiri,” sebut Nurjaman.

Nurjaman menambahkan, Safari Jurnalistik ini menjadi pentng untuk wartawan karena akan menambah pengetahuan langkah membentuk multitasking. Sehingga ke depan tidak ada lagi istilah wartawan radio televisi, karena nanti sudah konvergen newsroom, sudah satu video, radio semua sudah menyatu dalam sebuah digitalisasi.

“Jadi ini tantangan buat kita semua teman-teman wartawan. Dan saya kira tidak akan lama lagi kita harus menyiapkan diri. Saya kira topik yang kita bawakan ini sangat-sangat krusial buat perkembangan media ke depan. Jadi kami atas nama PWI dalam hal ini bidang pendidikan merasa perlu untuk membahas topik ini. Karena ini menyangkut hajat hidup media ke depan. Jadi disrupsi media yang seharusnya mungkin 10 tahun lagi baru datang ke kita dengan adanya pandemi ini bisa datang lebih cepat” katanya seraya menyampaikan, ini merupakan suatu keniscayaan buat teman-teman anggota PWI khususnya, bahwa untuk eksis sebagai wartawan ke depan diperlukan kemampuan yang multitasking sebagai daya bersaing dengan jumlah media yang semakin banyak karena dengan digitalisasi.

“Oleh sebab itu, jangan bosan-bosan. Sekali lagi jangan bosan-bosan teman-teman wartawan untuk selalu mengasah kemampuannya. Oleh sebab itu, bidang pendidikan bersama-sama dengan Astra tidak bosan-bosannya untuk membentuk memberikan pembekalan kepada teman-teman anggota agar siap menghadapi destruksi media kedepan,” pungkas dia. InfoPublik (***)

Ril

Comments

Terpopuler

To Top