Minggu, 8 Nov 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pembangunan Berasas Supremasi Hukum dan Keadilan

Pembangunan Berasas Supremasi Hukum dan Keadilan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 29 Jan 2024
  • visibility 719
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Pada debat IV Pemilihan Presiden 21 Januari 2024 yang bertema besar pembangunan berkelanjutan, Prof. Mahfud MD menyampaikan TIGA masalah utama yang menghambat tercapainya pembangunan berkelanjutan. Pertama, tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan yang masih buruk. Selanjutnya, pembangunan yang belum berpihak kepada rakyat. TIGA, ketidakadilan tanggung jawab ekologis di tingkat global.

Andi Widjajanto, Deputi Politik 5.0. Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menjelaskan, “Indeks Supremasi Hukum (Rule of Law Index) dari World Justice Project menunjukkan bahwa nilai kekuatan penegakkan hukum Indonesia selama tahun 2014 hingga 2022 hanya meningkat dari 0,52 menjadi 0,53, ketika rata-rata global telah mencapai 0,56. Artinya, supremasi hukum di Indonesia lebih rendah dari standar dunia.”

Lemahnya supremasi hukum Indonesia membuat banyak mafia merajalela, termasuk pada sektor pangan, Sumber Daya Alam (SDA), dan lingkungan. Pada akhirnya, rakyat kecil yang paling dirugikan dalam situasi ini. Oleh karena itu, hukum sebagai instrumen perlu dijadikan pedang yang tajam ke atas dan mengayomi ke bawah secara konsisten. Hanya dengan cara ini petani, nelayan, masyarakat adat dan  rakyat kecil bisa terpenuhi hak sosial ekonominya dan terbebas dari kemiskinan struktural. Kepastian hukum juga akan memberikan dampak positif di sisi kepastian investasi di Indonesia.

Kepastian hukum akan menjadi landasan utama dalam mewujudkan tata kelola SDA dan lingkungan yang sesuai dengan prinsip berkelanjutan dan kebermanfaatan untuk rakyat. Oleh karena itu, Ganjar-Mahfud telah menyiapkan beberapa program sat-set dan tas-tes.

Penegakan hukum kasus korupsi termasuk di sektor SDA khususnya energi, perikanan maupun kehutanan akan dilakukan secara konsisten dan adil untuk RAKYAT dan mendorong implementasi kebijakan satu data dan satu peta terbuka untuk publik secara TUNTAS. Penegakan hukum melalui pembentukan Satgas Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Sumber Daya Alam langsung di bawah Presiden. Mempercepat sertifikasi hakim-hakim agraria untuk menyelesaikan kasus prioritas dalam sengketa agraria. Mendorong penggunaan HGU yang sudah usai atau terbengkalai untuk dikelola secara komunal oleh petani, nelayan, peternak, dan masyarakat adat.

“Reforma Agraria Tuntas adalah kunci menuju keadilan agraria yang sesungguhnya. Pengakuan hak masyarakat adat sebagai bagian dari reforma agraria merupakan wujud inklusi yang hakiki. Melalui langkah ini, hak atas rasa aman masyarakat adat dapat dipenuhi sekaligus restitusi hak atas wilayah adat yang semestinya mereka miliki sejak sebelum negara Republik Indonesia eksis ditahun 1945” tutur Sandrayati Moniaga, pejuang hak masyarakat adat sekaligus Direktur di KeDeputian Inklusi TPN Ganjar-Mahfud“ Selain itu, perlu diingat pula bahwa 80% dari ekosistem terbaik di bumi ini dijaga oleh masyarakat adat,” Kata dia, Senin (29/1/2024).

Di kesempatan yang sama Prof. Mahfud menyampaikan bahwa krisis lingkungan dan iklim merupakan masalah planet yang mengharuskan semua negara memikul tanggung jawab sesuai dengan kontribusinya terhadap krisis ini agar tercapai keadilan iklim atau climate justice. Untuk itulah Prof. Mahfud MD melalui medium debat keempat ini menuntut negara-negara kolonial untuk mengganti rugi kerusakan lingkungan yang sudah mereka lakukan sejak dulu kala. “Pendekatan top-down yang digunakan dalam Kyoto Protocol tidak mewajibkan negara berkembang untuk turut serta mengurangi emisinya,” ujar Andi Widjajanto, Deputi Politik 5.0. TPN Ganjar-Mahfud. “Kita memerlukan prinsip Common but Differentiated Responsibility (CBDR) untuk mendesak negara-negara yang secara historis sudah lebih banyak mengeksploitasi isi bumi sejak era revolusi industri yang dimulai pada 1750,” ujarnya kembali. Artinya, negara-negara dengan akumulasi emisi karbon yang lebih besar seperti Amerika Serikat (24,1%) dan negara-negara Eropa (16,7%) harus memikul tanggung jawab penurunan emisi yang lebih besar.

Pada akhir debat, Prof. Mahfud MD sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama menyampaikan satu hadits yang sering dikutip oleh Gus Dur yang berbunyi, “Tasharruf Al-Imam Ala ar-raiyah Manutun Bil Maslahah” yang berarti bahwa kebijakan yang diterapkan oleh pemimpin negara haruslah mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Kutipan tersebut berusaha mengembalikan dasar prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang amanah dalam menjaga mandat yang dititipkan oleh rakyat kepada para seorang pemimpin. Dengan demikian, segala hal yang menghalangi tercapainya kesejahteraan rakyat akan dicapai melalui Sikat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sebagai fondasi mewujudkan pemerintahan yang bersih , demi terwujudnya Indonesia Unggul yang Adil dan Lestari.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ada Lomba Foto Berhadiah di STIE AMIK Lembah Dempo, Buruan Ikutan Yuk !!

    Ada Lomba Foto Berhadiah di STIE AMIK Lembah Dempo, Buruan Ikutan Yuk !!

    • calendar_month Selasa, 7 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.311
    • 0Komentar

    STIE AMIK Lembah Dempo Kota Pagaralam mengadakan lombah foto seru dan menarik. Lomba ini diperuntukan bagi kalangan mahasiswa yang masih aktif mengenyam pendidikan di kampus. Lomba foto ini berlangsung selama 20 hari terhitung mulai 9 Januari – 29 Januari 2020. Pemenang juga akan mendapatkan hadiah menarik, berupa uang Rp 1.000.000, yang disiapkan oleh panitia. Adapun […]

  • Jenguk Langsung Pasien Positif Covid-19 di RSUD Besemah,Walikota Pagaralam Kasih Semangat

    Jenguk Langsung Pasien Positif Covid-19 di RSUD Besemah,Walikota Pagaralam Kasih Semangat

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.310
    • 0Komentar

    WALIKOTA Pagar Alam Alpian Maskoni mendatangi langsung pasien  terkonfirmasi positif Covid 19, yang saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah(RSUD) Besemah Pagar Alam, Sabtu (20/6/2020). Dengan menggunakan Alat Perlindungan Diri (APD) lengkap, Walikota berinteraksi langsung dengan pasien tersebut dengan pembatas pintu kaca serta menggunakan Handphone sebagai sarana komunikasi suara. Walikota ingin memberikan semangat kepada […]

  • Jelang Arus Mudik , Gubernur Pastikan Kesiapan   Stasiun KA Kertapati Palembang

    Jelang Arus Mudik , Gubernur Pastikan Kesiapan   Stasiun KA Kertapati Palembang

    • calendar_month Jumat, 8 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 665
    • 0Komentar

    GUBERNUR  Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru meninjau persiapan mudik Lebaran di stasiun Kertapati Palembang, Jum’at (8/3) agar penumpang nantinya tidak ada kendala saat menuju ke kampung halaman. Tinjauan tersebut  dimaksudkan Gubernur guna  memastikan kesiapan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dalam memberikan layanan tranportasi  yang maksimal pada saat arus mudik dan arus balik  lebaran 2022 […]

  • UMKM Didorong Masuk Digital, Ini 3 Kunci Bertahan di Lapangan

    UMKM Didorong Masuk Digital, Ini 3 Kunci Bertahan di Lapangan

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 77
    • 0Komentar

    UPAYA penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta Kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K PKK) di Kota Palembang terus dilakukan untuk menghadapi tantangan ekonomi yang semakin dinamis dan berbasis digital. Hal itu kembali ditegaskan dalam Pelatihan Kewirausahaan Kreatif untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga yang digelar TP PKK Kota Palembang bersama Dinas Koperasi dan UKM di […]

  • HUT Korpri ke-48, Ini Pesan Jokowi Yang Disampaikan Sekda Prov. Sumsel Untuk ASN

    HUT Korpri ke-48, Ini Pesan Jokowi Yang Disampaikan Sekda Prov. Sumsel Untuk ASN

    • calendar_month Jumat, 29 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 958
    • 0Komentar

    UPACARA Bendera Peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) ke-48 Tahun 2019 di Lingkungan Pemprov Sumsel, Jumat (29/11) di halaman kantor Gubernur dipimpin langsung oleh Sekda Sumsel H.Nasrun Umar yang bertindak Sebagai Inspektur Upacara (Irup). Sekda yang mewakili Gubernur Sumsel H.Herman Deru dalam amanatnya membacakan sambutan tertulis  Presiden RI selaku Penasehat Nasional Korpri mengucapakan […]

  • Menag Ingatkan, Menghina Simbol Agama adalah Pidana, Ceramah Harus Edukatif dan Mencerahkan

    Menag Ingatkan, Menghina Simbol Agama adalah Pidana, Ceramah Harus Edukatif dan Mencerahkan

    • calendar_month Senin, 23 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 731
    • 0Komentar

    VIRAL di media sosial ceramah yang dinilai berisi ujaran kebencian dan penghinaan simbol keagamaan yang berpotensi merusak kerukunan umat beragama. Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan bahwa ujaran kebencian dan penghinaan adalah tindak pidana. Menag meminta para penceramah agama tidak menjadikan ruang publik untuk menyampaikan pesan berisi ujaran kebencian maupun penghinaan. “Menyampaikan ujaran kebencian dan […]

expand_less
WordPress Archive Chromium – Auto Parts Shop WordPress WooCommerce Theme ChurchWP – A Contemporary WordPress Theme for Churches Chyro – Chiropractic & Physiotherapy Elementor Template Kit Ciao – Minimalist Elementor WooCommerce Theme Cicool – Page, Form, Rest API and CRUD Generator Cide – Elementor High Tech Stores Cindy – Accessible Local Government WordPress Theme Cinomy – Movie TV & Streaming Services Elementor Template Kit Circle Menu For Elementor Circle Progress Bar Elementor