Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Pembangunan Berasas Supremasi Hukum dan Keadilan

Pembangunan Berasas Supremasi Hukum dan Keadilan

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 29 Jan 2024
  • visibility 693
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, -Pada debat IV Pemilihan Presiden 21 Januari 2024 yang bertema besar pembangunan berkelanjutan, Prof. Mahfud MD menyampaikan TIGA masalah utama yang menghambat tercapainya pembangunan berkelanjutan. Pertama, tata kelola Sumber Daya Alam (SDA) dan lingkungan yang masih buruk. Selanjutnya, pembangunan yang belum berpihak kepada rakyat. TIGA, ketidakadilan tanggung jawab ekologis di tingkat global.

Andi Widjajanto, Deputi Politik 5.0. Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud menjelaskan, “Indeks Supremasi Hukum (Rule of Law Index) dari World Justice Project menunjukkan bahwa nilai kekuatan penegakkan hukum Indonesia selama tahun 2014 hingga 2022 hanya meningkat dari 0,52 menjadi 0,53, ketika rata-rata global telah mencapai 0,56. Artinya, supremasi hukum di Indonesia lebih rendah dari standar dunia.”

Lemahnya supremasi hukum Indonesia membuat banyak mafia merajalela, termasuk pada sektor pangan, Sumber Daya Alam (SDA), dan lingkungan. Pada akhirnya, rakyat kecil yang paling dirugikan dalam situasi ini. Oleh karena itu, hukum sebagai instrumen perlu dijadikan pedang yang tajam ke atas dan mengayomi ke bawah secara konsisten. Hanya dengan cara ini petani, nelayan, masyarakat adat dan  rakyat kecil bisa terpenuhi hak sosial ekonominya dan terbebas dari kemiskinan struktural. Kepastian hukum juga akan memberikan dampak positif di sisi kepastian investasi di Indonesia.

Kepastian hukum akan menjadi landasan utama dalam mewujudkan tata kelola SDA dan lingkungan yang sesuai dengan prinsip berkelanjutan dan kebermanfaatan untuk rakyat. Oleh karena itu, Ganjar-Mahfud telah menyiapkan beberapa program sat-set dan tas-tes.

Penegakan hukum kasus korupsi termasuk di sektor SDA khususnya energi, perikanan maupun kehutanan akan dilakukan secara konsisten dan adil untuk RAKYAT dan mendorong implementasi kebijakan satu data dan satu peta terbuka untuk publik secara TUNTAS. Penegakan hukum melalui pembentukan Satgas Percepatan Penyelesaian Konflik Agraria dan Sumber Daya Alam langsung di bawah Presiden. Mempercepat sertifikasi hakim-hakim agraria untuk menyelesaikan kasus prioritas dalam sengketa agraria. Mendorong penggunaan HGU yang sudah usai atau terbengkalai untuk dikelola secara komunal oleh petani, nelayan, peternak, dan masyarakat adat.

“Reforma Agraria Tuntas adalah kunci menuju keadilan agraria yang sesungguhnya. Pengakuan hak masyarakat adat sebagai bagian dari reforma agraria merupakan wujud inklusi yang hakiki. Melalui langkah ini, hak atas rasa aman masyarakat adat dapat dipenuhi sekaligus restitusi hak atas wilayah adat yang semestinya mereka miliki sejak sebelum negara Republik Indonesia eksis ditahun 1945” tutur Sandrayati Moniaga, pejuang hak masyarakat adat sekaligus Direktur di KeDeputian Inklusi TPN Ganjar-Mahfud“ Selain itu, perlu diingat pula bahwa 80% dari ekosistem terbaik di bumi ini dijaga oleh masyarakat adat,” Kata dia, Senin (29/1/2024).

Di kesempatan yang sama Prof. Mahfud menyampaikan bahwa krisis lingkungan dan iklim merupakan masalah planet yang mengharuskan semua negara memikul tanggung jawab sesuai dengan kontribusinya terhadap krisis ini agar tercapai keadilan iklim atau climate justice. Untuk itulah Prof. Mahfud MD melalui medium debat keempat ini menuntut negara-negara kolonial untuk mengganti rugi kerusakan lingkungan yang sudah mereka lakukan sejak dulu kala. “Pendekatan top-down yang digunakan dalam Kyoto Protocol tidak mewajibkan negara berkembang untuk turut serta mengurangi emisinya,” ujar Andi Widjajanto, Deputi Politik 5.0. TPN Ganjar-Mahfud. “Kita memerlukan prinsip Common but Differentiated Responsibility (CBDR) untuk mendesak negara-negara yang secara historis sudah lebih banyak mengeksploitasi isi bumi sejak era revolusi industri yang dimulai pada 1750,” ujarnya kembali. Artinya, negara-negara dengan akumulasi emisi karbon yang lebih besar seperti Amerika Serikat (24,1%) dan negara-negara Eropa (16,7%) harus memikul tanggung jawab penurunan emisi yang lebih besar.

Pada akhir debat, Prof. Mahfud MD sebagai bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama menyampaikan satu hadits yang sering dikutip oleh Gus Dur yang berbunyi, “Tasharruf Al-Imam Ala ar-raiyah Manutun Bil Maslahah” yang berarti bahwa kebijakan yang diterapkan oleh pemimpin negara haruslah mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Kutipan tersebut berusaha mengembalikan dasar prinsip penyelenggaraan pemerintahan yang amanah dalam menjaga mandat yang dititipkan oleh rakyat kepada para seorang pemimpin. Dengan demikian, segala hal yang menghalangi tercapainya kesejahteraan rakyat akan dicapai melalui Sikat Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) sebagai fondasi mewujudkan pemerintahan yang bersih , demi terwujudnya Indonesia Unggul yang Adil dan Lestari.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • “TikTok Hidup Lagi, Drama Pembekuan Tamat Sebelum Masuk FYP”

    “TikTok Hidup Lagi, Drama Pembekuan Tamat Sebelum Masuk FYP”

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.534
    • 0Komentar

    SEANDAINYA ruang digital Indonesia bisa bicara, mungkin dia bakal bilang, “Plis, kasih aku jeda”, soalnya, baru aja selesai drama seru antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) dan si raja scrolling tanpa henti, yakni TikTok. Beberapa minggu lalu, TikTok sempat “dibekukan sementara”, kayak es cendol di tengah siang bolong, alasannya belum menyampaikan data penting soal traffic […]

  • Ini Yang Dijanjikan Walikota Untuk Atlet Jika Palembang Juara Umum di Porprov 2019

    Ini Yang Dijanjikan Walikota Untuk Atlet Jika Palembang Juara Umum di Porprov 2019

    • calendar_month Kamis, 19 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 844
    • 0Komentar

    Olahraga menjadi milik bersama, membawa nama baik Kota Palembang maka peran memajukan dan membina olahraga tidak hanya pemerintah.

  • Pisah sambut Kodim 0402/OKI-OI, Pj Bupati OKI ucapkan kata-kata menyentuh

    Pisah sambut Kodim 0402/OKI-OI, Pj Bupati OKI ucapkan kata-kata menyentuh

    • calendar_month Sabtu, 11 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 837
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Pj. Bupati Asmar berterimakasih atas seluruh dedikasi Letkol Inf. Irsyad Mahdi Pane selama mengemban amanah di Ogan Komering Ilir. Karena tongkat komando Komandan Kodim 0402/OKI-OI telah resmi beralih dari Letkol Inf. Irsyad Mahdi Pane kepada Letkol Inf. Yontri Bhakti SH MH. Peralihan kepemimpinan komando kewilayahan TNI AD di wilayah Kabupaten OKI dan OI tersebut […]

  • Wak Bek & Mang Zenal Nguping Smart City Award: Palembang-Sumsel Jangan Hanya Jadi Penonton!

    Wak Bek & Mang Zenal Nguping Smart City Award: Palembang-Sumsel Jangan Hanya Jadi Penonton!

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 836
    • 0Komentar

    SORE itu, di atas pohon karet yang jadi “perpustakaan digital” kampung, dua sahabat tua, Wak Bek dan Mang Zenal, sibuk membaca berita lewat HP jadul. “Zenal,” kata Wak Bek sambil ngelap layar, “ini berita anyar Smart City Award 2025 di Yogya. Jawa Barat menang banyak Smart Governance, Smart Economy, Smart Society. DIY jugo juara Smart […]

  • Hadiri RUPS Bank Sumsel Babel, Wabup Beni : Penguatan Modal BUMD Jadi Perhatian Pemegang Saham

    Hadiri RUPS Bank Sumsel Babel, Wabup Beni : Penguatan Modal BUMD Jadi Perhatian Pemegang Saham

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.693
    • 0Komentar

        WAKIL Bupati Muba Beni Hernedi SIP mengungkapkan Kab Muba mempunyai andil yang sangat besar meningkatkan kinerja dan produktifitas PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (BSB). Terlebih, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, merupakan pemegang saham nomor dua terbesar, setelah Pemerintah Provinsi Sumsel. “Kita berharap kinerja BSB terus maksimal,” ungkap Wabub Muba, Beni […]

  • Gandeng YJI, Sumsel Tekan Angka Kematian Akibat Penyakit Jantung

    Gandeng YJI, Sumsel Tekan Angka Kematian Akibat Penyakit Jantung

    • calendar_month Kamis, 13 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 758
    • 0Komentar

    WAKIL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Mawardi Yahya mendorong agar Yayasan Jantung Indonesia (YJI) terus mengoptimalkan upaya pencegahan penyakit jantung di Sumsel.Hal tersebut disampaikan Mawardi ketika menghadiri Pelantikan Pengurus YJI Cabang Utama Sumsel di Griya Agung Palembang, Rabu (12/2/2020). Menurut Mawardi, YJI Sumsel dinilai penting dalam membantu pemerintah untuk menekan angka penderita penyakit jantung. Sebab […]

expand_less
WordPress Archive Chromium – Auto Parts Shop WordPress WooCommerce Theme ChurchWP – A Contemporary WordPress Theme for Churches Chyro – Chiropractic & Physiotherapy Elementor Template Kit Ciao – Minimalist Elementor WooCommerce Theme Cicool – Page, Form, Rest API and CRUD Generator Cide – Elementor High Tech Stores Cindy – Accessible Local Government WordPress Theme Cinomy – Movie TV & Streaming Services Elementor Template Kit Circle Menu For Elementor Circle Progress Bar Elementor