Seni & Budaya

Benarkah Prasasti Talang Tuo Ditemukan di Dusun Talang Kelapa?

Foto : Faldy

Sumselterkini.co.id, Palembang – Sebenarnya banyak fakta sejarah yang mesti diluruskan, disesuaikan dengan temuan bukti terbaru dan kisah – kisah yang berhubungan dengan sejarah itu sendiri, baik itu tempat penemuan bukti sejarah, benda bersejarah, agar masa depan dari anak bangsa bisa mendapatkan informasi yang benar tentang sejarah.

Salah satunya yang harus diluruskan adalah Prasasti Talang Tuwo yang ditemukan di Palembang, Prasasti yang tertulis tahun 606 Saka atau 684 Masehi, terdiri dari 14 baris beraksara Palawa dan berbahasa Melayu Kuno dan sekaligus.

“Menurut Coedes, Prasasti ini ditemukan dipermukaan tanah dengan kondisi tertelungkup ke tanah dengan kondisi fisiknya baik,” ujar Ketua Komunitas Pencinta Antik Sriwijaya (KompakS) Palembang, Hirmeyudi, di Desa Talang Tuwo Palembang, selasa (16/1/19).

Informasi yang beredar, dikatakan Hirmeyudi, bahwa prasasti itu ditemukan di kaki Bukit Seguntang Palembang, tapikan sebenarnya prasasti ini ditemukan di Dusun Talang Kelapa, Desa Talang Tuo, Alang Alang Lebar, Kota Palembang, Sumatera Selatan dan tempat ditemukan prasasti itu pun masih ada.

Pria yang akrab dipanggil Yudi itu, menjelaskan biasanya prasasti itu diberi nama sesuai dengan tempat penemuannya, tapi prasasti ini sedikit berbeda, namanya Prasasti Talang tuwo, Namun dikatakan ditemukan di Kaki Bukit Seguntang.

Dan yang lebih mengherankan lagi, dijelaskan Yudi, Prasasti itu ditemukan oleh L.C. Westenenk, tanggal 17 November 1920, padahal sudah jelas sejarahnya, ditemukan oleh seorang petani, asal meranjat saat menggarap kebun di Hutan Adat Talang Tuwo, Hutan Adat milik Marga Talang Kelapa, kemudian penemuan ini dilaporkan ke penguasa Palembang saat itu Louis Constant Westenenk.

Prasasti tersebut beberapa tahun kemudian, dibawa ke Bukit Seguntang, dengan perahu melalui sungai Talang Tuwo oleh Alwi Lihan didampingi Kriyo H. Dungtjik serta punggawa Rozak.

“Sudah waktunya, kita ini meluruskan sejarah, gali lebih dalam, kesemuanya itu orang Palembang yang menemukan,” tegasnya.

Dirinya sangat menyayangkan sekali dalam kondisi seperti ini, kenapa perihal kebenaran ini tidak di angkat kepermukaan, dan kesannya dibiarkan begitu saja, tanpa ada pelurusan sejarah sekalipun.

“KompakS tidak pernah menyalahkan siapapun atas hal telah terjadi tentang ini, namun ayo kita saling membangun menyingkap garis sejarah yang benar dengan hati tulus, Kasihan sekali anak cucu kita nanti kalau mereka tenggelam dengan informasi yang salah tentang sejarahnya,” ucap Yudi.

Lokasi tempat temuan ini pun, dalam kondisi yang tidak begitu terawat dan tidak ada Plang Nama untuk penandaan lokasi, semestinya sebagai kota yang peduli dengan sejarahnya, tempat – tempat seperti ini harus terawat dan dibuatkan denah lokasi dan penandaan tempat.

“Ini kan kalau dirawat, dipasang Plang nama, bisa menjadi Destinasi Wisata oleh Pemerintah Palembang,” terangnya.[**]

Penulis : Faldy

Comments

Terpopuler

To Top
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com