Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Minyak Nabati Jadi Fokus yang Dibahas dalam “Sustainability Perspective in Vegetable Oil Sector: Experiences of ASEAN Countries”

Minyak Nabati Jadi Fokus yang Dibahas dalam “Sustainability Perspective in Vegetable Oil Sector: Experiences of ASEAN Countries”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Kamis, 1 Apr 2021
  • visibility 1.003
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ASEAN merupakan kawasan dimana produk pertanian dan turunannya merupakan komoditas penting yang mendorong aktivitas ekonomi dan sosial masyarakatnya.

Produk pertanian ini seringkali menjadi satu-satunya sumber mata pencaharian bagi masyarakat pedesaan di Negara ASEAN dan minyak nabati sebagai komoditas pokok utama di ASEAN.

Perkembangan ekonomi yang dinamis di ASEAN saat ini telah menjadi salah satu daya tarik bagi mitra eksternal ASEAN, khususnya Uni Eropa yang baru saja meningkatkan kemitraannya dengan ASEAN. Kemitraan Strategis ASEAN dengan UE menunjukkan adanya perhatian yang tinggi dari Uni Eropa dalam mendorong kepentingan bersama.

Dari sisi ASEAN, terdapat kepentingan untuk mendorong ekonomi dan integrasi ASEAN khususnya dalam merespon tantangan global seperti perubahan iklim dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pencapaian SDGs pada 2030 menjadi tolak ukur bersama yang harus menjadi komitmen baik di ASEAN dan Uni Eropa. Sektor minyak nabati menjadi fokus pembahasan dalam webinar “Sustainability Perspective in Vegetable Oil Sector: Experiences of ASEAN Countries” yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri Indonesia pada 31 Maret 2021. Sekitar 50 orang pakar ASEAN hadir pada webinar selain pakar minyak nabati dari Indonesia untuk mencermati perspektif keberlanjutan minyak nabati yang didorong Indonesia sejak awal tahun ini.

Terdapat 17 target SDGS yang perlu dicapai pada 2030, salah satunya  adalah pengurangan kemiskinan. Sektor minyak nabati menjadi sektor ekonomi yang telah membela keprihatinan dan kepentingan komunitas pedesaan serta membantu pengurangan kemiskinan.

Webinar telah menghadirkan pembicara dari Filipina, Malaysia dan think-tank ASEAN (Economic Research Institute for ASEAN and East Asia/ERIA) yang mencermati bagaimana komoditas minyak nabati di ASEAN (sawit dan kelapa) dikembangkan dalam konteks produktivitas dan keberlanjutan produksi dalam kerangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Webinar diselenggarakan untuk membangun pemahaman para expert di ASEAN terkait perpektif non-diskriminasi dan holistik dalam melihat produktivitas minyak nabati yang lebih baik. Webinar juga dimanfaatkan untuk mendorong lebih banyak penelitian di bidang minyak nabati lainnya.

Selama 1 dekade terakhir, umumnya penelitian yang dikembangkan hanya pada sektor minyak sawit sementara untuk kelapa maupun minyak nabati utama lainnya seperti rapeseed, sunflower, soyabean masih minim. Sementara dipahami bahwa terdapat keterkaitan erat produktivitas berbagai minyak nabati dalam konteks kebutuhan global.

“Saya menganggap ASEAN sebagai “mercusuar” bagi komunitas global. Misalnya, target penurunan emisi CO2 sebesar 29% di Indonesia akan tercapai jauh sebelum 2030 dan perbaikan lebih lanjut juga sudah ditargetkan saat ini” demikian ditegaskan Wakil Menteri Luar Negeri pada webinar. Climate action yang merupakan salah satu target SDGS telah direspon Indonesia melalui upaya keberlanjutan di sektor minyak nabati, khususnya minyak sawit,”

Webinar ini telah menegaskan bahwa isu lingkungan hidup perlu dilihat secara holistik, sehingga tantangan lingkungan hidup pada sektor minyak nabati jangan hanya dilihat dari segi deforestasi dan tingkat polusi CO2-nya, namun juga polusi air tanah dari penggunaan pestisida serta penggunaan lahan secara tidak efektif.

Dalam rilis disitus resmi kemenlu, kamis [1/4/2021], Prof. Zulkifli Alamsyah dari Universitas Jambi menjelaskan hasil penelitian yang menggambarkan korelasi dari berbagai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan serta keunggulan dari minyak sawit dibanding minyak nabati lainnya (rapeseed, sunflower, olive oil).

Dr. Ponciano Botugal menegaskan bahwa SDGs menjadi ukuran yang baik untuk mendorong peningkatan usaha di sektor minyak kelapa. Sejak 1993 terdapat peningkatan permintaan minyak kelapa di dunia.

Para peserta menilai bahwa isu yang diangkat dalam webinar telah bermanfaat memberikan perspektif baru terkait minyak nabati dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang saat ini terjadi di masing-masing Negara Anggota ASEAN. [***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selain Ingatkan Protokes,Di Hari Sumpah Pemuda, Bupati Berharap Ke depan Muncul Tokoh Muda Muba yang Mendunia

    Selain Ingatkan Protokes,Di Hari Sumpah Pemuda, Bupati Berharap Ke depan Muncul Tokoh Muda Muba yang Mendunia

    • calendar_month Kamis, 29 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 721
    • 0Komentar

    BUPATI Dodi Reza dalam sambutannya mengatakan, Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini sesungguhnya diperuntukkan untuk seluruh elemen bangsa, di era globalisasi saat ini ternyata semangat kegotongroyongan pemuda baik secara individu maupun organisasi masih sangat dirasakan, termasuk aksi pemuda peduli di masa pandemi COVID-19 ini. Dikatakan Dodi bonus demografi dimana jumlah kaum pemuda menduduki posisi tertinggi dan […]

  • Tingkatkan Sektor Wisata, Tujuh BUMN Kolaborasi

    Tingkatkan Sektor Wisata, Tujuh BUMN Kolaborasi

    • calendar_month Kamis, 11 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.635
    • 0Komentar

    MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman (Mou) “Kolaborasi Program Strategis BUMN Ekosistem Pariwisata” yang dilakukan tujuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Nota kesepahaman itu diharapkan dapat menjadi motor penggerak agar sektor pariwisata kembali meningkat, menumbuhkan demand, serta memberikan dampak positif bagi pelaku usaha […]

  • Elen Setiadi ajak LDII sukseskan Pilkada serentak

    Elen Setiadi ajak LDII sukseskan Pilkada serentak

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.343
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Pj. Gubernur Sumatera Selatan Elen Setiadi menerima Pengurus DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prov. Sumsel dalam rangka Silaturahmi dan menyikapi tentang Pilkada serentak yang akan datang serta Peran Ormas LDII dalam menyukseskannya. Ruang Tamu Gubernur Sumsel, Kamis (26/09/24). . Dikesempatan ini Elen Setiadi menyampaikan, momentum pertemuan ini menjadi salah satu pertemuan yang […]

  • Jokowi Dapat Gelar Raja Balaq Mangkunagara dari Suku Komering

    Jokowi Dapat Gelar Raja Balaq Mangkunagara dari Suku Komering

    • calendar_month Minggu, 25 Nov 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.024
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Gubernur Sumsel H. Herman Deru menghadiri penganugerahan gelar kehormatan adat Komring Provinsi Sumsel kepada Presiden RI Ir. Joko Widodo  dan ibu negara Iriana Joko Widodo di halaman Griya Agung, Minggu (25/11/2018). Oleh Majelis Tinggi Adat Komring, Jokowi dianugerahi gelar Raja Balaq Mangku Nagaro yang berarti Raja Agung yang Memegang Kekuasaan Tertinggi Negara. […]

  • Program Vaksinasi COVID-19 Perdana Bagi Nakes Lansia

    Program Vaksinasi COVID-19 Perdana Bagi Nakes Lansia

    • calendar_month Rabu, 10 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 802
    • 0Komentar

    SETELAH Badan POM menerbitkan izin persetujuan dalam kondisi darurat (Emergency Use Authorization/EUA) bagi vaksin COVID-19 CoronaVac untuk usia 60 tahun ke atas, maka pada tanggal 8 Februari 2021, pelaksanaan vaksinasi bagi nakes dengan usia tersebut dimulai. RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo menggelar vaksinasi COVID-19 perdana bagi 15 dokter yang berusia di atas 60 tahun. Direktur Utama […]

  • Setelah KTNA, Muba Ingin Jadikan Taman Agro Tempat Belajar Anak Sekolah

    Setelah KTNA, Muba Ingin Jadikan Taman Agro Tempat Belajar Anak Sekolah

    • calendar_month Jumat, 28 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 773
    • 0Komentar

    TAMAN Agro Inovasi Dinas TPHP Kabupaten Musi Banyuasin yang sebagai lokasi kunjungan para peserta Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan ke XIII tingkat Provinsi Sumatera Selatan akan tetap berlanjut dan dijadikan tempat wisata sekaligus untuk belajar anak-anak sekolah. Demikian diungkapkan Kepala Dinas TPHP Muba Thamrin disela acara Karya Wisata yang merupakan rangkaian kegiatan Peda KTNA […]

expand_less
WordPress Archive Cyber Cloop – Cyber Security Elementor Template Kits Cyber.NFT Marketplace & Portfolio Elementor Template Kit CyberJet – Web Security Elementor Template Kit CyberPulse – Gaming & eSports Theme for WordPress CyberStore – Simple eCommerce Shop WordPress Theme CyberWire – WooCommerce AJAX WordPress Theme Cybox – NFT Collections Elementor Template Kit Cybron – Prosthetics Medical Center WordPress Theme Cycure – Cyber Security Services WordPress Theme Cygnus – Clean and Minimalistic Portfolio WordPress Theme