Sabtu, 19 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mengenal Jenis Bahaya Letusan Gunung Api di Indonesia

Mengenal Jenis Bahaya Letusan Gunung Api di Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
  • visibility 1.102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GUGUSAN gunung api bagi dari ring of fire dunia menjadikan wilayah Tanah Air memiliki potensi ancaman bahaya letusan. Sebanyak 127 gunung api aktif berada di wilayah barat hingga timur Indonesia. Untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, masyarakat dapat mengenal lebih dekat jenis bahayanya.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo menyampaikan pada Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) mengenai pentingnya mengenali ancaman atau bahaya sehingga kita dapat menghindar atau mengurangi risiko. Doni menyinggung kesiapsiagaan dengan beberapa langkah.

“Pertama, kenali ancaman bencana di sekitar kita. Kedua, kurangi risiko bencana sesuai kemampuan kita,” ujarnya dalam arahan HKB pada Senin lalu (26/4).

Lalu seperti apa jenis bahaya letusan gunung api? Ada tiga jenis bahaya letusan gunung api, yaitu bahaya primer, sekunder dan kolateral.

Jenis yang pertama yaitu bahaya primer atau bahaya langsung dari peristiwa letusan gunung api. Bahaya yang berpotensi terjadi seperti aliran awan panas, lahar letusan atau lumpur panas, jatuhan piroklastik atau hujan abu, leleran lava dan gas vulkanik beracun. Kita dapat melihat fenomena ini seperti saat letusan hebat Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah pada 2010 lalu. Bahaya primer tersebut tidak hanya merusak apa pun lanskap wilayah lereng tetapi juga menelan korban jiwa.

Jenis kedua yaitu bahaya sekunder atau bahaya tidak langsung dari letusan. Bahaya ini berupa lahar hujan. Lahar hujan atau endapan material erupsi pada puncak dan lereng yang terbawa oleh hujan. Peristiwa mengalirnya endapan material berupa lumpur dan bahkan batu besar ini dapat mengubah topografi sungai dan merusak infrastruktur. Bahaya lain dari jenis bahaya sekunder adalah banjir bandang dan longsoran vulkanik.

Bahaya ini dapat berdampak serius, seperti saat banjir lahar hujan yang merusak jaringan pipa air bersih di sekitar wilayah Kaliurang Barat, Sleman, DIY, pada awal Februari 2021.

Terakhir, bahaya kolateral atau bahaya lain yang dipicu dampak letusan gunung api. Bahaya ini dapat memicu Gerakan tanah pada tubuh gunung, penyakit endemik, kelaparan dan bahkan tsunami.

Contoh bahaya kolateral yang pernah terjadi di Indonesia saat tsunami menerjang beberapa kawasan di Provinsi Banten akhir tahun 2018. Letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menyebabkan fenomena tsunami yang melanda daerah pesisir Banten dan Lampung.

Sementara itu, masyarakat Indonesia juga perlu mempersiapkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman multibahaya. Saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung sehingga kesiapsiagaan ekstra dibutuhkan setiap individu, khususnya mereka yang juga menghadapi ancaman bahaya letusan gunung api.

Pantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 3 gunung api berada pada status aktivitas vulkanik level III atau ‘Siaga,’ yaitu Gunung Ile Lewotolok, Merapi dan Sinabung. Gunung api pada level II atau ‘Waspada’ berjumlah 18 gunung api dan 47 gunung api berada pada level I atau ‘Normal.’ Tak ada satu gunung api pada status level IV atau ‘Awas.’

Sumber : BNPB

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gubernur-alex-noerdin

    Alex Noerdin Dianugerahi Kartika Satya Utama FKPPI

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.268
    • 0Komentar

    Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin dianugerahi penghargaan Kartika Satya Utama oleh pengurus pusat Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-POLRI (FKPPI).

  • Bybit Rayakan Saat Max Verstappen Menangkan Kejuaraan Dunia Pembalap Formula 1

    Bybit Rayakan Saat Max Verstappen Menangkan Kejuaraan Dunia Pembalap Formula 1

    • calendar_month Selasa, 11 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.068
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, DUBAI, EMIRAT ARAB UNITED –  Max Verstappen dari Oracle Red Bull Racing mengambil inisiatif pada hari yang basah dan liar di sirkuit Suzuka Jepang untuk mengklaim Kejuaraan Dunia Pembalap Formula 1 berturut-turut, didukung oleh mitra tim, Bybit.   Bybit, pertukaran crypto ketiga yang paling banyak dikunjungi di dunia, mengumumkan kemitraannya dengan Oracle […]

  • Perdagangan Karbon Harus Lebih Menguntungkan Warga Lokal

    Perdagangan Karbon Harus Lebih Menguntungkan Warga Lokal

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Perdagangan karbon dinilai tidak boleh hanya menjadi peluang bisnis atau sumber keuntungan bagi investor, pemerintah juga ingin memastikan nilai ekonomi dari karbon juga dirasakan masyarakat lokal yang selama ini menjaga hutan, mangrove, dan ekosistem lainnya, sehingga upaya pelestarian lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga. Komitmen itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian […]

  • Berdasarkan Laporan Masih Sering Terjadi, Aparat Diminta Tindak Tegas Pelaku Pungli BST

    Berdasarkan Laporan Masih Sering Terjadi, Aparat Diminta Tindak Tegas Pelaku Pungli BST

    • calendar_month Senin, 9 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 713
    • 0Komentar

    PEMERINTAH akan menindak tegas oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan pungutan liar Bantuan Sosial Tunai (BST). Hal ini menyusul ditemukannya laporan terkait pemotongan BST di sejumlah daerah. “Segera laporkan ke pihak berwajib jika penerima BST dimintakan imbalan atau dipungut biaya agar dapat menerima BST tersebut,” tegas Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate, Senin (9/8/2021). […]

  • Era Revolusi Industri 4.0, Apakah Manusia Harus Tetap Dimanusiakan ?

    Era Revolusi Industri 4.0, Apakah Manusia Harus Tetap Dimanusiakan ?

    • calendar_month Sabtu, 13 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 842
    • 0Komentar

    DI era  revolusi industri 4.0 dewasa ini akan sangat berdampak terhadap bekurangnya peran Sumber Daya Manusia(SDM) disemua lini aktivitas kehidupan. Bahkan peran manusia akan digantikan oleh teknologi canggih. Hal tersebut diungkapkan Gubernur H. Herman Deru ketika membuka dilalog Kebangsaan dan Sarasehan dengan tema “Merajut Kekuatan Bangsa Menuju Kekuatan 5 Besar Dunia” yang  disenggarakan oleh Gerakan Arah Baru Indonesia […]

  • Pagar Alam Kembali Munculkan Program 1 Juta Stek Batang Kopi, Begini Harapan Walikota

    Pagar Alam Kembali Munculkan Program 1 Juta Stek Batang Kopi, Begini Harapan Walikota

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.919
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kota Pagar Alam kembali meluncurkan program 1 juta stek kopi menyusul program tersebut dinilai sangat bagus dengan iklim dan geografis daerah tersebut. Program tersebut dilakukan di Kawasan Talang Kromo, Kecamatan Dempo Utara, Selasa (29/9/2020). Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengatakan program stek kopi sebenarnya merupakan  program unggulan sudah di jalanankan tahun lalu, namun diakui sempat […]

expand_less
WordPress Archive Array Themes Atomic WordPress Theme Array Themes Baseline WordPress Theme Array Themes Camera WordPress Theme Array Themes Candid WordPress Theme Array Themes Checkout WordPress Theme Array Themes Editor WordPress Theme Array Themes Fixed WordPress Theme Array Themes Latest WordPress Theme Array Themes Lenscap WordPress Theme Array Themes Transmit WordPress Theme