Sabtu, 10 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Mengenal Jenis Bahaya Letusan Gunung Api di Indonesia

Mengenal Jenis Bahaya Letusan Gunung Api di Indonesia

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 27 Apr 2021
  • visibility 1.115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GUGUSAN gunung api bagi dari ring of fire dunia menjadikan wilayah Tanah Air memiliki potensi ancaman bahaya letusan. Sebanyak 127 gunung api aktif berada di wilayah barat hingga timur Indonesia. Untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, masyarakat dapat mengenal lebih dekat jenis bahayanya.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. (H.C.) Doni Monardo menyampaikan pada Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) mengenai pentingnya mengenali ancaman atau bahaya sehingga kita dapat menghindar atau mengurangi risiko. Doni menyinggung kesiapsiagaan dengan beberapa langkah.

“Pertama, kenali ancaman bencana di sekitar kita. Kedua, kurangi risiko bencana sesuai kemampuan kita,” ujarnya dalam arahan HKB pada Senin lalu (26/4).

Lalu seperti apa jenis bahaya letusan gunung api? Ada tiga jenis bahaya letusan gunung api, yaitu bahaya primer, sekunder dan kolateral.

Jenis yang pertama yaitu bahaya primer atau bahaya langsung dari peristiwa letusan gunung api. Bahaya yang berpotensi terjadi seperti aliran awan panas, lahar letusan atau lumpur panas, jatuhan piroklastik atau hujan abu, leleran lava dan gas vulkanik beracun. Kita dapat melihat fenomena ini seperti saat letusan hebat Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Provinsi Jawa Tengah pada 2010 lalu. Bahaya primer tersebut tidak hanya merusak apa pun lanskap wilayah lereng tetapi juga menelan korban jiwa.

Jenis kedua yaitu bahaya sekunder atau bahaya tidak langsung dari letusan. Bahaya ini berupa lahar hujan. Lahar hujan atau endapan material erupsi pada puncak dan lereng yang terbawa oleh hujan. Peristiwa mengalirnya endapan material berupa lumpur dan bahkan batu besar ini dapat mengubah topografi sungai dan merusak infrastruktur. Bahaya lain dari jenis bahaya sekunder adalah banjir bandang dan longsoran vulkanik.

Bahaya ini dapat berdampak serius, seperti saat banjir lahar hujan yang merusak jaringan pipa air bersih di sekitar wilayah Kaliurang Barat, Sleman, DIY, pada awal Februari 2021.

Terakhir, bahaya kolateral atau bahaya lain yang dipicu dampak letusan gunung api. Bahaya ini dapat memicu Gerakan tanah pada tubuh gunung, penyakit endemik, kelaparan dan bahkan tsunami.

Contoh bahaya kolateral yang pernah terjadi di Indonesia saat tsunami menerjang beberapa kawasan di Provinsi Banten akhir tahun 2018. Letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda menyebabkan fenomena tsunami yang melanda daerah pesisir Banten dan Lampung.

Sementara itu, masyarakat Indonesia juga perlu mempersiapkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman multibahaya. Saat ini pandemi Covid-19 masih berlangsung sehingga kesiapsiagaan ekstra dibutuhkan setiap individu, khususnya mereka yang juga menghadapi ancaman bahaya letusan gunung api.

Pantauan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), 3 gunung api berada pada status aktivitas vulkanik level III atau ‘Siaga,’ yaitu Gunung Ile Lewotolok, Merapi dan Sinabung. Gunung api pada level II atau ‘Waspada’ berjumlah 18 gunung api dan 47 gunung api berada pada level I atau ‘Normal.’ Tak ada satu gunung api pada status level IV atau ‘Awas.’

Sumber : BNPB

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Mutu Pangan, Sumsel MoU dengan BPOM 

    Jaga Mutu Pangan, Sumsel MoU dengan BPOM 

    • calendar_month Kamis, 30 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.187
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG- Sekretaris Daerah Sumatera Selatan (Sumsel) Nasrun Umar melakukan penandatanganan bersama Naskah Perjanjian Kerja Sama Pemerintah Provinsi Sumsel dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Palembang di Ruang Kerja Sekda, Rabu (29/8/2018). “Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini merupakan turunan dari MoU yang sudah dikeluarkan oleh Gubernur bersama Kepala Badan POM pusat tentang ketahanan pangan,” […]

  • Hotspot Sumsel Anjlok Hampir Separuh, Kalteng-Kalbar Malah Bikin Pemerintah Waspada

    Hotspot Sumsel Anjlok Hampir Separuh, Kalteng-Kalbar Malah Bikin Pemerintah Waspada

    • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 36
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Hotspot Sumatera Selatan (Sumsel) anjlok hampir separuh hanya dalam sehari. Penurunan ini menjadi kabar positif di tengah karhutla yang masih membayangi sejumlah wilayah, tetapi pemerintah belum bisa bernapas lega lantaran kondisi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat justru menunjukkan tekanan berbeda. Jumlah hotspot tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence di Sumsel berkurang 59 […]

  • Kalah Lawan Persita, SFC Terancam Tak Naik Tahta

    Kalah Lawan Persita, SFC Terancam Tak Naik Tahta

    • calendar_month Jumat, 22 Nov 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.187
    • 0Komentar

    TIM kebanggan ‘wong kito’ (Sriwijaya FC) harus menang dalam memperebutkan peringkat III, jika ingin naik tahta ke Liga I menyusul dalam pertandingan petang tadi, Kamis (22/11/2019) kalah dalam drama adu finalti ( gol-gol- an ) 3-2 atas lawannya Pendekar Cisadane (Persita) Tanggerang. Meski nanti di partai Final, Persita kalah, namun tetap lolos, karena yang masuk promosi […]

  • Bensin Sawit dari Muba, Bupati : Bukan Hanya Mimpi, Tapi Telah Dirintis

    Bensin Sawit dari Muba, Bupati : Bukan Hanya Mimpi, Tapi Telah Dirintis

    • calendar_month Selasa, 2 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.055
    • 0Komentar

    “Ini bukan hanya mimpi, tapi sudah dirintis. Kini sudah masuk tahap proses. Produksi bensin sawit dari Musi Banyuasin akan dimulai dalam waktu dekat,” jelas Dodi Reza Alex, Bupati Muba saat menerima Audiensi Jajaran Koalisi Clean  Biofuel For All, Rabu (2/2/2021). Kab. Muba memang beberapa tahun lalu telah berinovasi menjadikan kelapa sawit untuk bensin. Keseriusan mewujudkan […]

  • 60 Hari Penentu Nyawa, 5 Langkah Hadapi Kanker Payudara

    60 Hari Penentu Nyawa, 5 Langkah Hadapi Kanker Payudara

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    ANGKA sering terasa dingin. Tapi dalam isu kanker payudara, angka bisa berarti peluang hidup. Saat Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker Payudara 2025–2034, pemerintah memasang target jelas menurunkan angka kematian 2,5 persen setiap tahun, mengikuti standar World Health Organization (WHO). Target itu bukan sekadar ambisi birokrasi. Data yang dipaparkan Kemenkes menunjukkan […]

  • “Palmer Si Kalem, Tapi Kiper Lawan Bisa Merem”

    “Palmer Si Kalem, Tapi Kiper Lawan Bisa Merem”

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.340
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id,- Kalau ada pemain bola yang gayanya kalem tapi tendangannya bikin kipernya mimpi buruk seminggu, ya dia ini Cole Palmer. Si bocah pendiam yang dulu cuma numpang latihan di Manchester City, sekarang udah jadi idola baru di Chelsea, dan siap ngelawak… eh, ngelawak sambil nyetak gol di ajang paling serius FIFA Club World Cup 2025!. […]

expand_less
WordPress Archive Array Themes Atomic WordPress Theme Array Themes Baseline WordPress Theme Array Themes Camera WordPress Theme Array Themes Candid WordPress Theme Array Themes Checkout WordPress Theme Array Themes Editor WordPress Theme Array Themes Fixed WordPress Theme Array Themes Latest WordPress Theme Array Themes Lenscap WordPress Theme Array Themes Transmit WordPress Theme