Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Lingkungan » Perdagangan Karbon Harus Lebih Menguntungkan Warga Lokal

Perdagangan Karbon Harus Lebih Menguntungkan Warga Lokal

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID – Perdagangan karbon dinilai tidak boleh hanya menjadi peluang bisnis atau sumber keuntungan bagi investor, pemerintah juga ingin memastikan nilai ekonomi dari karbon juga dirasakan masyarakat lokal yang selama ini menjaga hutan, mangrove, dan ekosistem lainnya, sehingga upaya pelestarian lingkungan berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan warga.

Komitmen itu disampaikan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat saat menerima audiensi pengurus Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) di Kantor KLH/BPLH, Jakarta, kemarin.

Menurut Jumhur, masyarakat harus memperoleh manfaat terbesar dari setiap kegiatan pembangunan, termasuk dari potensi ekonomi yang dihasilkan melalui perdagangan karbon. Prinsip itu, kata dia, akan menjadi bagian dari arah kebijakan yang tengah disiapkan pemerintah.

“Saya ingin masyarakat betul-betul mendapatkan keuntungan terbesar dari kegiatan pembangunan. Saya selalu pidatokan dan akan diimplementasikan dalam regulasi,” ujar Jumhur.

Selain menekankan pentingnya pemerataan manfaat, Jumhur juga menyoroti harga karbon Indonesia yang masih relatif rendah. Saat ini, nilai perdagangan karbon di dalam negeri berada di kisaran US$3 hingga US$9 per ton CO₂ ekuivalen (tCO₂e), jauh di bawah harga di sejumlah negara yang telah memiliki pasar karbon lebih berkembang.

Menurut dia, kondisi ini perlu menjadi perhatian agar Indonesia tidak terus menjual karbon dengan harga murah yang kemudian memberikan keuntungan lebih besar bagi pihak lain di pasar internasional.

“Kenapa di kita cuma 9 dolar AS. Harus dicari apa penyebabnya. Kalau gitu mending kita aja yang mengerjakan perdagangan karbon itu. Jangan sampai orang membeli dari kita murah, lalu dia jualnya mahal ke pasar internasional,” katanya.

Jumhur mencontohkan potensi tersebut melalui pengelolaan sekitar 100 ribu hektare kawasan mangrove di Kabupaten Kubu Raya. Kawasan yang dikelola masyarakat itu disebut telah menarik minat investor untuk masuk ke dalam skema perdagangan karbon dan saat ini prosesnya masih dikawal KLH/BPLH agar berlangsung secara akuntabel.

Meski membuka peluang ekonomi yang besar, ia mengingatkan agar masyarakat tidak hanya menerima dana dalam jumlah besar tanpa perencanaan yang matang. Pengalaman di sejumlah daerah menunjukkan dana kompensasi yang tidak dikelola dengan baik kerap habis dalam waktu singkat tanpa memberikan manfaat jangka panjang.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong masyarakat memanfaatkan peluang tersebut untuk kegiatan ekonomi produktif, seperti membentuk koperasi, mengembangkan UMKM, maupun mengelola ekowisata mangrove agar manfaat perdagangan karbon dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Jumhur juga memperkenalkan pendekatan yang menurutnya perlu menjadi pijakan baru dalam kebijakan lingkungan, selain mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, ia menambahkan unsur prosperity atau kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan yang harus dicapai dalam setiap upaya pelestarian lingkungan.

“Kami sebenarnya diuntungkan oleh WALHI dalam upaya memuliakan bumi. Di KLH dikenal dua aksi yaitu mitigasi dan adaptasi. Saya menambahkan satu unsur lagi yaitu prosperity atau kesejahteraan bagi warga lokal setempat,” ujarnya.

Menurut Jumhur, dunia kini mulai bergerak menuju pola pembangunan yang tidak lagi bertumpu pada eksploitasi sumber daya alam semata. Potensi ekonomi dari perdagangan karbon dan keanekaragaman hayati perlu dimanfaatkan secara berkelanjutan agar pemulihan lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk organisasi lingkungan, untuk memperkuat gerakan pertobatan ekologis nasional sebagai bagian dari upaya memperbaiki kerusakan lingkungan sekaligus memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebutuhan Oksigen Meningkat, Presiden Minta Pemerintah Bersama Industri Amankan Pasokan Oksigen Medis

    Kebutuhan Oksigen Meningkat, Presiden Minta Pemerintah Bersama Industri Amankan Pasokan Oksigen Medis

    • calendar_month Jumat, 16 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 681
    • 0Komentar

    PEMERINTAH terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan oksigen medis nasional yang meningkat akibat lonjakan kasus COVID-19 yang terjadi di Tanah Air. Hal tersebut disampaikan Presiden RI Joko Widodo dalam keterangan pers melalui www.setkab.go.id, usai meninjau produsen gas PT. Aneka Gas Industri (Samator), Jumat (16/07/2021) pagi, di Cakung, Jakarta Timur. “Seperti kita ketahui bersama, kenaikan kasus COVID-19 […]

  • Waspadai Virus Corona, Dinkes Banyuasin Lakukan Hal Ini

    Waspadai Virus Corona, Dinkes Banyuasin Lakukan Hal Ini

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.826
    • 0Komentar

    DINAS Kesehatan Banyuasin menghimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap  bahaya Virus Corona. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin dr. M. Hakim. Berdasarkan  hasil  kajian menunjukkan, penyakit ini bukan disebabkan virus inflenza, dan bukan penyakit pernapasan biasa. “Untuk jelasnya  masih diteliti lebih lanjut apakah penyakit ini sama dengan penyakit Severe Acute Respiratory Infection (SARS) […]

  • Meriahkan Lomba Kerakyatan HUT RI ke 74 di Pemprov. Sumsel   

    Meriahkan Lomba Kerakyatan HUT RI ke 74 di Pemprov. Sumsel  

    • calendar_month Kamis, 8 Agt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 876
    • 0Komentar

    “Abiske ke pak, abiske pak dikit lagi paaak,” begitu teriak penonton dengan gemas saat menyaksikan Gubernur Sumsel H.Herman Deru beradu cepat makan kerupuk pada Lomba Kerakyatan HUT RI ke-74 yang digelar Pemprov Sumsel, di halaman Griya Agung, Kamis (8/8/2019) pagi. TANPA sungkan dan canggung sedikitpun, orang nomor satu di Sumsel itu tampak berputar sambil sesekali […]

  • Menko Perekonomian Ingatkan Daerah Masuk PPKM Level IV Perkuat 3 T, Bupati Muba Respon Begini

    Menko Perekonomian Ingatkan Daerah Masuk PPKM Level IV Perkuat 3 T, Bupati Muba Respon Begini

    • calendar_month Minggu, 1 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 892
    • 0Komentar

    ANGKA kematian terpapar COVID-19 masih tinggi di sejumlah wilayah yang menerapkan PPKM Level IV. Kondisi ini diprediksi bakal membuat PPKM belum segera berakhir.  Data satgas covid19 menyebutkan hingga hari ini sebanyak 21 provinsi dan 45 kabupaten/kota di Indonesia sudah menerapkan PPKM Level IV terhitung sejak 26 Juli lalu hingga 2 Agustus mendatang. “Andai memang di […]

  • HUT ke-20, BUMN Keroyokan Bikin Program Padat Karya Tunai
    CSR

    HUT ke-20, BUMN Keroyokan Bikin Program Padat Karya Tunai

    • calendar_month Minggu, 8 Apr 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.240
    • 0Komentar

    Selain bersih-bersih sungai, BUMN dan anak usaha BUMN juga melakukan kegiatan pengecoran jalan desa di Kampung, salah satunya Lorong, Batu Ampar.

  • Pingin Jaga Alam & Ramah Lingkungan Hingga Lebih Hemat, Sejumlah RM di Muba Ngaku Gak Main Lagi Wadah Makanan Pake Stryofoam & Plastik, Jadi Gunakan Apa Dong ? Boleh Tebak ! Bupati : Kita Uji Klinis Agar Bisa di Eksplore untuk  Produk Lainnya

    Pingin Jaga Alam & Ramah Lingkungan Hingga Lebih Hemat, Sejumlah RM di Muba Ngaku Gak Main Lagi Wadah Makanan Pake Stryofoam & Plastik, Jadi Gunakan Apa Dong ? Boleh Tebak ! Bupati : Kita Uji Klinis Agar Bisa di Eksplore untuk  Produk Lainnya

    • calendar_month Sabtu, 12 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.061
    • 0Komentar

    RAMAH lingkungan dan getol menekan penggunaan plastik, inilah upaya yang terus digencarkan Bupati Dr Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA di Bumi Serasan Sekate. Kini, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tidak hanya sebagai daerah penghasil kreasi pelepah pinang yang dimanfaatkan menjadi wadah makanan pengganti stryofoam dan plastik, namun ramai-ramai warga dan pemilik Rumah Makan (RM) […]

expand_less
WordPress Archive Piotnet Addons For Elementor Pro Pipirima — Pizza & Food Delivery Elementor Template Kit Pipo – Plumber Services Elementor Template Kit Piqes | Creative Startup & Agency WordPress Theme PIRUS – Dark Digital Agency Elementor Template Kit Pirus – Dark Digital Agency FSE WordPress Theme Pitch – A Theme for Freelancers and Agencies Pithree – Construction & Building WordPress Theme Pitnes – Gym Center & Fitness Training Elementor Template Kit Pitstop – Auto Parts WooCommerce Theme