Rabu, 19 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Gempa Bumi Hingga Tsunami Barat Daya Sumatera

Kesiapsiagaan Hadapi Potensi Gempa Bumi Hingga Tsunami Barat Daya Sumatera

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Minggu, 16 Mei 2021
  • visibility 820
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GEMPA bumi dengan magnitudo (M)6,7 mengagetkan masyarakat di Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara. Kekuatan gempa mengakibatkan guncangan kuat sehingga guncangannya membuat masyarakat panik dan keluar rumah. Merespons potensi dampak bahaya, masyarakat membutuhkan kesiapsiagaan untuk selamat.

Gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu patut diwaspadai oleh masyarakat. BNPB selalu mengimbau masyarakat untuk waspada dan siap siaga dalam menghadapi tak hanya gempa bumi tetapi juga tsunami. Masyarakat Pulau Nias dan sekitarnya memang berada di kawasan dengan potensi gempa bumi dan tsunami kelas sedang hingga tinggi. Salah satunya Gunung Sitoli. Kota dengan enam kecamatan berada pada kategori sedang hingga tinggi potensi gempa bumi. Sedangkan 4 kecamatan di kota ini berada pada kategori yang sama untuk potensi bahaya tsunami.

Kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya geologi ini tidak terlepas dari catatan sejarah ratusan tahun lalu. Berdasarkan Katalog Tsunami Indonesia Tahun 416 – 2018, sejumlah tsunami terjadi di barat daya Sumatera menunjukkan gempa bumi dan tsunami merupakan suatu keniscayaan. Misal pada periode 1800 – 1899 beberapa gempa besar memicu terjadinya tsunami. Gempa M7,2 pada 1843 mengakibatkan tsunami yang berdampak di Pulau Nias.

Catatan BMKG menyebutkan bahwa sekitar pukul 00.30 waktu setempat di Gunung Sitoli, sebuah gelombang pasang datang dari tenggara dengan suara yang mengerikan. Hampir seluruh pantai di Pulau Nias terkena gelombang tersebut. Sebuah kampung bernama De Mego yang berjarak 2 km dari Gunung Sitoli tersapu seluruhnya. Bahkan kapal-kapal ikan disungai digambarkan terbawa ke daratan sejauh 30 – 50 km dari tempat tambatan.

Berselang 9 tahun, tepatnya 11 November 1852, gempa M6,8 memicu terjadinya tsunami. Wilayah pantai di Pulau Nias kembali terdampak gempa waktu itu.

Selanjutnya pada 1861, gempa besar M8,5 yang terjadi di barat daya Sumatera memicu terjadinya tsunami. Beberapa wilayah terdampak tsunami, seperti Pulau Nias dan sekitarnya. Berdasarkan BMKG, Gunung Sitoli mengalami serangan tsunami parah. Dikutip dari katalog tsunami, awalnya air laut surut sejauh 32 m, kemudian kembali dengan kecepatan yang sangat tinggi dan menghancurkan sejumlah desa di pantai. Peristiwa itu mengakibatkan banyak penduduk setempat meninggal dunia.

Pada 1896 gempa bumi dengan M6,8 kembali mengguncang barat daya Sumatera, khususnya Pulau Nias. Digambarkan pada tahun itu, sekitar satu jam pascagempa air bah data dan 6 jam kemudian terjadi lebih dahsyat menerjang Gunung Sitoli.

Gempa M6,7 yang terjadi pada hari ini, Jumat (14/5), pukul 13.33 WIB, juga dirasakan masyarakat di wilayah administrasi lain di Pulau Nias, yaitu Kabupaten Kabupaten Nias, Nias Barat dan Nias Selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis parameter III – IV MMI di wilayah Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nias Barat dan Nias Selatan. Skala MMI atau Modified Mercalli Intesity merupakan satuan untuk mengukur kekuatan gempa. Berdasarkan informasi BMKG, IV MMI mendeskripsikan gempa dirasakan banyak orang yang berada di dalam rumah dan beberapa orang di luar rumah, serta gerabah pecah, jendela dan pintu berderik dan dinding berbunyi.

Sejarah berulangnya gempa mendorong kesiapsiagaan nyata dari setiap individu dalam lingkup keluarga. Kesiapsiagaan menghadapi gempa bumi dan tsunami perlu dipersiapkan sejak dini oleh keluarga. Keluarga harus memiliki rencana kesiapsiagaan keluarga karena setiap keluarga memiliki karakteristik berbeda, seperti konstruksi bangunan rumah, kapasitas keluarga dalam kebencanaan, keadaan fisik setiap anggota keluarga atau lokasi rumah.

Rencana darurat keluarga dapat disusun dengan panduan orang tua atau orang dewasa di dalam keluarga. Berbagai informasi menjadi diskusi dan panduan bagi setiap anggota keluarga, misalnya potensi bahaya dan risiko yang ada di sekitar rumah, titik kumpul dan jalur evakuasi ke tempat yang lebih tinggi, penempatan perabot, hingga tas siaga bencana.

Ingat, setiap keluarga memiliki tingkat bahaya dan risiko yang berbeda meskipun keluarga-keluarga dalam komunitas berada pada kawasan dengan potensi bahaya gempa dan tsunami dengan kategori sedang hingga tinggi. [***]

ril

 

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Amankan Aset Daerah Pemprov Sumsel Tekan MoU dengan PT KAI dan Kejaksaan Tinggi 

    Amankan Aset Daerah Pemprov Sumsel Tekan MoU dengan PT KAI dan Kejaksaan Tinggi 

    • calendar_month Rabu, 23 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 715
    • 0Komentar

    PEMPROV. Sumsel melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman Pemanfaatan aset dan penanganan permasalahan BMD dan tunggakan pajak atau retribusi antara Pemerintah daerah dengan PT KAI dan Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan. Mou ini berlangsung  secara virtual di Command Center, kantor Gubernur, Selasa (22/9/2020). Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel  H. Nasrun Umar  dikesempatan itu mengatakan kerjasama ini merupakan momentum   […]

  • Sekjen MWL Puji RI  Soal Ini

    Sekjen MWL Puji RI Soal Ini

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 827
    • 0Komentar

    RIYADH, Arab Saudi – Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Abul Aziz Ahmad melakukan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muslim World League (MWL atau Rabithah ‘Alam Islamiy), Dr. Muhammad Al-Issa di Riyadh, Arab Saudi (13/01/2022). Pertemuan tersebut diselenggarakan untuk membahas upaya peningkatan hubungan kerja sama Indonesia dengan MWL, terutama dalam menangani ideologi radikal, penguatan dan penyebaran konsep ‘Wasathiyah Islam’ (Moderasi Islam). […]

  • FISIP UIN RF Selenggarakan Kuliah Tamu, Pentingnya Digital Bagi Pelayanan Publik

    FISIP UIN RF Selenggarakan Kuliah Tamu, Pentingnya Digital Bagi Pelayanan Publik

    • calendar_month Senin, 25 Sep 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.958
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Islam Negeri Raden Fatah  (UIN RF) Palembang menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema “Urgensi Transformasi Pelayanan Publik di Era Digital” di Gedung Academic Center UIN RF, Senin (25/09/2023). Dekan FISIP UIN RF, Izomiddin mengatakan di acara kuliah tamu ini kita akan mendapatkan pencerahan langsung dari pakarnya […]

  • Galaxy S23 Series: Hasil Karyamu, Untuk Dirimu

    Galaxy S23 Series: Hasil Karyamu, Untuk Dirimu

    • calendar_month Senin, 27 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 740
    • 0Komentar

        Sumselterkini.co.id, – Mencari smartphone untuk memberikan kebebasan dan fleksibilitas dalam pengalaman sehari-hari? Smartphone flagship Samsung Galaxy terbaru– Galaxy S23 Ultra, Galaxy S23+, dan Galaxy S23 – menghadirkan pengalaman ponsel pintar baru yang bertenaga penuh, benar-benar mengubah keseharian dan passionmu secara menyeluruh.   Mulai dari streaming, bermain game, hingga pembuatan konten dan banyak lagi, Galaxy […]

  • Kelompok Lansia, Komorbid, Penyintas COVID-19 dan Ibu Menyusui Bisa Divaksinasi Ini Syaratnya…

    Kelompok Lansia, Komorbid, Penyintas COVID-19 dan Ibu Menyusui Bisa Divaksinasi Ini Syaratnya…

    • calendar_month Minggu, 14 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 998
    • 0Komentar

    PEMERINTAH melalui Kementerian Kesehatan menetapkan vaksinasi COVID-19 dapat dilakukan pada kelompok lansia, komorbid, penyintas COVID-19 dan ibu menyusui dengan syarat tertentu. Hal ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/I/368/2021, tanggal 11 Februari 2021, tentang Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 pada Kelompok Sasaran Lansia, Komorbid dan Penyintas COVID-19, serta Sasaran Tunda Dengan kondisi tubuh atau kesehatan yang lebih berisiko, […]

  • PP No. 49 Diterbitkan, Apakah Mampu Menjawab Tuntutan ASN Honorer yang Lagi ‘Galau’  

    PP No. 49 Diterbitkan, Apakah Mampu Menjawab Tuntutan ASN Honorer yang Lagi ‘Galau’  

    • calendar_month Sabtu, 22 Des 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.751
    • 0Komentar

    BELUM lama ini pemerintah menerbitkan Peraturan Presiden [PP] No.49 Tahun 2018 tentang Manejemen Pemerintah dengan Perjanjian Kerja [PPPK], guna membuka peluang bagi kalangan prefesional, diaspora, hingga eks tenaga honorer untuk menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Salah  satu bunyi dalam PP tersebut, yakni PPPK dapat mengisi Jabatan Fungsional (JF) dan Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) tertentu sesuai […]

expand_less
WordPress Archive Angustore – Responsive Shopping Cart Anila – Health Coaching WordPress Theme Animal Sanctuary – Non-Profit Template Kit Animated heading addon – widget for Elementor Animated Image Banners for WPBakery Page Builder Animated Infinite Scroll – WordPress Plugin Animated Intro for Elementor Animated Stat Counter Number Showcase Plugin For WordPress Animation CSS3 Effects WordPress Plugin Animo – Creative & Clean Multi-Purpose WordPress Theme