Senin, 19 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Olahraga & Otomotif » “Atlet Renang Indonesia, Disayang Saat Raih Medali, Dilupakan Saat Pensiun”

“Atlet Renang Indonesia, Disayang Saat Raih Medali, Dilupakan Saat Pensiun”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
  • visibility 1.130
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

ADA yang unik dari pembukaan Sriwijaya Open Swimming Championship Piala Gubernur Sumsel 2025 di Jakabaring Aquatic Stadium. Ribuan atlet dari 15 provinsi, 98 klub, 1.709 jiwa muda, semua berkumpul, nyemplung bareng, adu cepat, adu strategi. Dari jauh, kelihatan seperti karnaval akuatik, dari dekat, terasa aroma ambisi masa depan.

Di sinilah kita perlu jujur, renang di Indonesia sering seperti pepatah air tenang menghanyutkan, tenang di permukaan, tapi di bawahnya banyak masalah, pembinaan setengah matang, fasilitas pas-pasan, masa depan atlet yang seringkali lebih suram dari kolam renang tanpa lampu.

Kita kadang memperlakukan atlet seperti lampu hias saat pesta, ketika ada event besar, dinyalakan terang-benderang. Begitu pesta selesai, padam tanpa bekas, padahal, atlet itu manusia, bukan dekorasi.

Lihat di Australia, atlet renang di sana bisa hidup mapan, bahkan setelah pensiun tetap dihormati. Pemerintah, sponsor. Universitas semua bekerja sama agar atlet tak perlu nyari kerja sambilan jadi “ojek online” ketika sudah tak lagi juara. Bandingkan dengan sini, di mana banyak atlet kita pensiun dengan perasaan “Lompatanku tinggi, tapi tabunganku tipis.”

Yang lebih lucu (atau ironis), olahraga sering jadi kolam politik, saat ada medali emas, pejabat buru-buru foto bareng, begitu kamera mati, janji-janji juga ikut tenggelam, kalau begini terus, prestasi atlet hanya jadi “panggung lima tahunan”, bukan cita-cita jangka panjang.

Seharusnya, renang kita kelola seperti Jepang mengelola sushi, serius, telaten, dan penuh dedikasi, di sana, pembinaan atlet dimulai dari sekolah. Ada jalur akademis, ada beasiswa, ada jaminan kerja. Hasilnya? atletnya tidak hanya jago berenang, tapi juga jago hidup.

Fakta bahwa 1.709 atlet hadir di Sriwijaya Open 2025 adalah bukti minatnya luar biasa, kalau benar-benar digarap profesional, olahraga akuatik bisa jadi industri. Dari sekolah renang, apparel, hingga sport science, semuanya bisa jadi ladang ekonomi. Singapura membuktikan lewat Joseph Schooling. Indonesia? Jangan sampai cuma puas jadi penonton.

Jangan biarkan atlet renang Indonesia jadi seperti ikan asin, hebat di laut, tapi akhirnya dijemur di darat tanpa masa depan. Sudah saatnya olahraga akuatik diperlakukan serius, bukan main-main.

Sriwijaya Open Swimming Championship 2025 adalah momentum, dari kolam Jakabaring, mari kita wujudkan sistem pembinaan yang berkelanjutan. Jangan lagi hanya ramai saat pembukaan, lalu sepi saat lampu padam.

Karena olahraga bukan sekadar ajang cari medali, ia adalah profesi, jalan hidup, dan kalau dikelola benar bisa jadi kebanggaan bangsa.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hindari Penyakit Rabies, Pemprov Sumsel Gelar Vaksinasi Hewan Gratis   

    Hindari Penyakit Rabies, Pemprov Sumsel Gelar Vaksinasi Hewan Gratis  

    • calendar_month Rabu, 29 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 693
    • 0Komentar

    Peringati Hari Rabies Sedunia, Pemprov Sumsel Gelar Vaksinasi Hewan Gratis   PALEMBANG – Memperingati hari rabies sedunia (Word Rabies Day) yang  setiap tahunya diperingati  ada tiap tanggal  28 September. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) menggelar  vaksinasi hewan peliharaan secara gratis.   Saat membuka vaksinasi hewan gratis yang di Palembang, Selasa […]

  • presiden joko widodo

    PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemerintah Serukan Pentingnya Perlindungan Kesehatan Pekerja/Buruh dari COVID 19

    • calendar_month Rabu, 4 Agt 2021
    • account_circle Bono
    • visibility 822
    • 0Komentar

    Jakarta – Menindaklanjuti kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang diperpanjang hingga 9 Agustus 2021, pemerintah meminta kerja sama masyarakat dalam mematuhi aturan terkait pembatasan aktivitas dan mobilitas di masing-masing daerah. Hal ini diperlukan, karena perkembangan virus COVID-19 masih tetap harus diwaspadai dan perlu upaya bersama untuk menghambat laju penularannya. Menteri Komunikasi dan […]

  • Masih Soal Lindungi Aset, Ini Dilakukan Pemprov

    Masih Soal Lindungi Aset, Ini Dilakukan Pemprov

    • calendar_month Rabu, 12 Okt 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.439
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Pemprov Sumsel dengan Kejaksaan Tinggi Sumsel tentang Permasalahan Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara, di Griya Agung, Selasa (11/10) telah resmi dilakukan oleh Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan Kajati Sumsel Sarjono Turin SH.MH. Adanya penandatanganan ini diakui Gubernur Sumsel Herman Deru menjadi angin segar bagi Pemprov Sumsel […]

  • Ini Alasan Awak Media Akui Kemudahan Layanan Kemitraan Via Seklik

    Ini Alasan Awak Media Akui Kemudahan Layanan Kemitraan Via Seklik

    • calendar_month Jumat, 26 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.199
    • 0Komentar

    “Mekanismenya ternyata sangat mudah, Sangat menyenangkan, tidak rumit dan tidak ribet serta bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja,” katanya Sseorang awak media, kamis, (25/3/2021) malam. Ia mengakui kemudahan layanan kemitraan komunikasi publik melalui aplikasi Sistem Integrasi Kemitraan Komunikasi Publik (Seklik ) tidak ribet. Aplikasi ini merupakan upaya Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Ogan […]

  • “350 Ribu Warga Tumbang? Jakarta Tantang Stroke Balapan Siapa Lebih Cepat!”

    “350 Ribu Warga Tumbang? Jakarta Tantang Stroke Balapan Siapa Lebih Cepat!”

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.868
    • 0Komentar

    HIDUP ini ibarat pertandingan sepak bola, maka stroke adalah pemain lawan yang hobinya sliding dari belakang tanpa permisi. Datangnya cepat, bikin panik, dan kalau kita lengah sedikit saja langsung lah kartu merah buat otak. Begitulah kira-kira suasana yang digambarkan Wakil Menteri Kesehatan Prof. Dante Saksono Harbuwono saat melempar fakta pedas “Stroke bikin 350 ribu kematian […]

  • Kemiskinan Bukan Takdir, Muba Lagi Serius Bikin Hidup Lebih Legit

    Kemiskinan Bukan Takdir, Muba Lagi Serius Bikin Hidup Lebih Legit

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 781
    • 0Komentar

    HIDUP ibarat naik motor di jalan berlubang, maka kemiskinan itu kayak lubang besar yang susah dihindari kalau ban udah botak dan bensin udah tinggal aroma. Tapi untunglah, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) nggak mau tinggal diam, apalagi tinggal rebahan. Mereka terus ngegas pakai helm kebijakan dan jaket program kerja untuk ngebut mengentaskan kemiskinan, bahkan yang […]

expand_less
WordPress Archive WooCommerce Event QR Code Email Tickets WooCommerce Event Ticket Woocommerce Export Products to XLS WooCommerce FedEx Shipping Method WooCommerce File Approval WooCommerce First Order Discount WooCommerce Flash Sales – Increase Black Friday & Cyber Monday Sales WooCommerce Flash Sales Pro – Countdown Timer & Banners WooCommerce Flat Rate Box Shipping WooCommerce Floating Cart