Jumat, 16 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Saat Indonesia Kembali Diperhitungkan di Panggung FIFA

Saat Indonesia Kembali Diperhitungkan di Panggung FIFA

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 221
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEPAK  bola Indonesia pernah seperti kapal tanpa jangkar, hanyut di tengah badai. Tahun 2015, sanksi FIFA membuat PSSI terhenti, stadion tetap berdiri, tapi arah terasa kabur. Kompetisi berhenti, pemain bingung, suporter gelisah, dan dunia tampak menutup pintu. Mimpi anak-anak muda yang ingin bermain di panggung internasional seolah terombang-ambing di tribun kosong.

Sepuluh tahun berselang, pemandangannya berbeda. Nama Indonesia kini kembali disebut di forum global, kantor FIFA berdiri di Jakarta, dan turnamen usia muda kelas dunia digelar di tanah air. Tim nasional menapaki fase kualifikasi yang dulu terdengar mustahil.

Momentum ini membuat pertanyaan sederhana menjadi penting: apakah perubahan ini hanya kebetulan, atau bagian dari transformasi besar di era Gianni Infantino?

Kebijakan baru FIFA membawa ekspansi, inklusi, dan kesempatan yang lebih luas. Piala Dunia diperluas menjadi 48 tim mulai 2026, Piala Dunia U-17 digelar setiap tahun, dan format baru Piala Dunia Antarklub memberi ruang bagi lebih banyak klub merasakan panggung global.

Bagi Indonesia, ini bukan sekadar angka atau jadwal baru, ini membuka pintu yang dulu tertutup rapat, memberi peluang nyata bagi talenta lokal untuk bersaing di level dunia.

Ekspansi 48 tim bukan hanya angka statistik. Ia mengubah peta mimpi. Asia mendapat jatah lebih banyak, dan negara yang dulu hanya menonton kini mulai memiliki peluang nyata bersaing. Indonesia mungkin belum sampai ke Piala Dunia senior, tapi langkah menuju putaran lanjutan kualifikasi menunjukkan jarak itu tidak lagi sejauh dulu.

Mimpi tidak lagi terdengar mustahil, ia menantang dan memanggil untuk diwujudkan.

Program FIFA Forward juga memberi dampak struktural. Dana pengembangan, tata kelola yang lebih transparan, dan pendampingan manajemen mendorong federasi bekerja lebih profesional. Indonesia memanfaatkan program ini untuk memperbaiki infrastruktur dan sistem pembinaan.

Pusat latihan berstandar internasional dibangun, turnamen usia muda digerakkan lebih terstruktur, dan sepak bola perempuan mulai menemukan ruang untuk tumbuh.

Kepercayaan global pun terlihat nyata ketika Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Kepercayaan itu bukan datang begitu saja, ia lahir dari komunikasi yang konsisten, lobi strategis, dan komitmen pembenahan internal. Di sinilah peran kepemimpinan domestik ikut menentukan dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menekankan transformasi tata kelola dan reputasi internasional.

Tetap dijaga

Hubungan yang lebih cair dengan FIFA membuka kembali pintu yang sempat tertutup.

Namun, cerita ini bukan hanya soal satu nama atau satu periode. Transformasi tidak pernah berdiri di satu kaki. Ekspansi turnamen global memberi peluang, tetapi kesiapan nasional menentukan hasilnya. Tanpa pembinaan konsisten, peluang hanyalah angka, tanpa liga stabil, talenta akan tumbuh tanpa panggung untuk mengekspresikan diri.

Era Infantino membawa kebijakan lebih inklusif. Indonesia memanfaatkan momentum itu untuk bangkit dari masa sulit, tetapi pekerjaan rumah tetap ada. Konsistensi kompetisi, integritas wasit, perlindungan pemain muda, dan penguatan sepak bola akar rumput tetap harus dijaga. Reformasi global memberi angin, tapi layar harus dikembangkan sendiri.

Sepak bola lebih dari sekadar skor, tapi tentang harga diri, identitas, dan perasaan ketika lagu kebangsaan berkumandang sebelum laga dimulai. Bagi generasi yang pernah merasakan “masa beku” perubahan satu dekade terakhir terasa nyata. Dari status terhenti, kini kembali dipercaya, dari sekadar penonton, perlahan menjadi peserta yang diperhitungkan.

Sepuluh tahun kepemimpinan Infantino bukan cerita sempurna tanpa kritik. Di tingkat global, ada perdebatan soal komersialisasi dan ekspansi berlebihan. Namun bagi negara berkembang dalam peta sepak bola, kebijakan inklusi memberi ruang bernapas. Indonesia termasuk yang memanfaatkan ruang itu.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah perubahan itu nyata, tetapi seberapa jauh Indonesia mampu melangkah sebelum momentum ini lewat begitu saja.

Dunia sudah membuka pintu lebih lebar, kesempatan ada, dan struktur mulai dibenahi. Kepercayaan perlahan kembali, tapi hanya bisa diwujudkan jika kerja keras dan strategi nasional tetap dijaga.

Sepak bola Indonesia pernah jatuh, itu fakta. Tapi dalam satu dekade terakhir, ia belajar berdiri dengan cara berbeda. Jika dulu kita berbicara tentang sanksi dan isolasi, kini kita berbicara tentang peluang dan partisipasi.

Perjalanan ini belum selesai. Namun arah angin jelas berubah, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, mimpi itu tidak lagi terdengar seperti khayalan di tribun kosong. Ia mulai terasa seperti tujuan yang bisa dikejar, selama kerja keras tetap dijaga dan kesempatan tidak disia-siakan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dubes Norwegia Bersama Plt Bupati Muba Santap Kopi & Mie Celor Dikediaman Warga

    Dubes Norwegia Bersama Plt Bupati Muba Santap Kopi & Mie Celor Dikediaman Warga

    • calendar_month Rabu, 24 Nov 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 733
    • 0Komentar

    PETANI di Kabupaten Muba patut berbangga hati, setelah mendapatkan kunjungan Presiden RI Joko Widodo secara langsung beberapa tahun lalu, Rabu (24/11/2021) Duta Besar (Dubes) Norwegia Rut Kruger Giverin mendatangi langsung petani di Desa Mendis Bayung Lencir Kabupaten Muba.   Kedatangan Dubes Norwegia ini, disambut langsung Plt Bupati Beni Hernedi SIP. Keduanya tampak akrab, bahkan tidak […]

  • NTT Belum Benar-Benar Tenang, 995 Gempa Susulan hingga Minggu Sore, 53 Orang Meninggal

    NTT Belum Benar-Benar Tenang, 995 Gempa Susulan hingga Minggu Sore, 53 Orang Meninggal

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 31
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Nusa Tenggara Timur (NTT) belum sepenuhnya tenang setelah gempa berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah tersebut. Hingga Minggu (16/8) sore, petugas mencatat sebanyak 995 gempa susulan, dengan 46 di antaranya dirasakan oleh masyarakat. Aktivitas gempa susulan masih menjadi salah satu perhatian dalam penanganan pascagempa. Di tengah situasi tersebut, petugas gabungan terus melakukan pendataan korban, […]

  • Perang Terhadap Pandemi, Muara Enim Perkuat Lagi Protokes

    Perang Terhadap Pandemi, Muara Enim Perkuat Lagi Protokes

    • calendar_month Selasa, 25 Mei 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.669
    • 0Komentar

    PEJABAT (Pj) Bupati Muara Enim H Nasrun Umar (HNU) bersama Forkopimda Kabupaten Muara Enim bergerak dalam memerangi pandemi Covid-19 di Kabupaten Muara Enim. Terbukti, sebanyak 152 orang perwakilan dari seluruh Perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Muara Enim dihadirkan dalam Pertemuan Penguatan Protokol Kesehatan (Prokes) di Perusahaan dalam Kabupaten Muara Enim di Gedung Kesenian Putri […]

  • Muba, “Beguyur” Relokasi Rumah Warga di Bantaran Sungai Musi

    Muba, “Beguyur” Relokasi Rumah Warga di Bantaran Sungai Musi

    • calendar_month Selasa, 3 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 938
    • 0Komentar

    RASA aman, nyaman dan tentram warga masyarakat Musi Banyuasin sangat diprioritaskan oleh Pemerintah Kabupaten Muba dibawah kepemimpinan Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA bersama Wabup Beni Hernedi. Untuk itu, Bupati Dodi Reza beserta jajarannya sangat memperhatikan betul kondisi dan kebutuhan warganya di Kabupaten Muba dengan berbagai program inovatif. Terutama melihat kondisi […]

  • Cegah Kebakaran di Daerah yang Sulit Dijangkau, 3 Damkar Mini Disediakan OKI

    Cegah Kebakaran di Daerah yang Sulit Dijangkau, 3 Damkar Mini Disediakan OKI

    • calendar_month Selasa, 21 Des 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 870
    • 0Komentar

    PEMERINTAH Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menambah armada pemadam kebakaran (Damkar). Uniknya, armada kali ini berupa tiga unit damkar mini beroda tiga. Damkar mini ini diharap menjadi solusi menanggulangi kebakaran di daerah yang sulit dijangkau. “Kebakaran ini tentu sulit kita prediksi. Maka persiapan untuk meminalisir dampak yang dapat lakukan dengan menempatkan satu unit Damkar Mini […]

  • Begini Wejangan Alex Noerdin untuk Anggota APDESI

    Begini Wejangan Alex Noerdin untuk Anggota APDESI

    • calendar_month Kamis, 10 Mei 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.301
    • 0Komentar

    “Kalau ke desanya jelek pasti karena kepala desanya jelek,”

expand_less
WordPress Archive Multi-Page Forms for NEX-Forms Multi Salon, Individual Appointments Booking System Full App Solution Flutter / Laravel / Angular Multi Style AngularJS Responsive Admin Template | mAdmin Multi Vendor Coupon Marketplace Plugin for WooCommerce Multi Vendor Daily Deals Plugin for WooCommerce Multi-Vendor SMS Notification for WooCommerce Multicon – Multi-Purpose Construction Industry Theme Multikart – eCommerce HTML + Admin + Email + Invoice Template Multikart – React Next JS Multipurpose Ecommerce, React Hooks , Context API MultiLive – Multiple Live Stream Broadcaster Plugin for WordPress