Minggu, 6 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Saat Indonesia Kembali Diperhitungkan di Panggung FIFA

Saat Indonesia Kembali Diperhitungkan di Panggung FIFA

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 200
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SEPAK  bola Indonesia pernah seperti kapal tanpa jangkar, hanyut di tengah badai. Tahun 2015, sanksi FIFA membuat PSSI terhenti, stadion tetap berdiri, tapi arah terasa kabur. Kompetisi berhenti, pemain bingung, suporter gelisah, dan dunia tampak menutup pintu. Mimpi anak-anak muda yang ingin bermain di panggung internasional seolah terombang-ambing di tribun kosong.

Sepuluh tahun berselang, pemandangannya berbeda. Nama Indonesia kini kembali disebut di forum global, kantor FIFA berdiri di Jakarta, dan turnamen usia muda kelas dunia digelar di tanah air. Tim nasional menapaki fase kualifikasi yang dulu terdengar mustahil.

Momentum ini membuat pertanyaan sederhana menjadi penting: apakah perubahan ini hanya kebetulan, atau bagian dari transformasi besar di era Gianni Infantino?

Kebijakan baru FIFA membawa ekspansi, inklusi, dan kesempatan yang lebih luas. Piala Dunia diperluas menjadi 48 tim mulai 2026, Piala Dunia U-17 digelar setiap tahun, dan format baru Piala Dunia Antarklub memberi ruang bagi lebih banyak klub merasakan panggung global.

Bagi Indonesia, ini bukan sekadar angka atau jadwal baru, ini membuka pintu yang dulu tertutup rapat, memberi peluang nyata bagi talenta lokal untuk bersaing di level dunia.

Ekspansi 48 tim bukan hanya angka statistik. Ia mengubah peta mimpi. Asia mendapat jatah lebih banyak, dan negara yang dulu hanya menonton kini mulai memiliki peluang nyata bersaing. Indonesia mungkin belum sampai ke Piala Dunia senior, tapi langkah menuju putaran lanjutan kualifikasi menunjukkan jarak itu tidak lagi sejauh dulu.

Mimpi tidak lagi terdengar mustahil, ia menantang dan memanggil untuk diwujudkan.

Program FIFA Forward juga memberi dampak struktural. Dana pengembangan, tata kelola yang lebih transparan, dan pendampingan manajemen mendorong federasi bekerja lebih profesional. Indonesia memanfaatkan program ini untuk memperbaiki infrastruktur dan sistem pembinaan.

Pusat latihan berstandar internasional dibangun, turnamen usia muda digerakkan lebih terstruktur, dan sepak bola perempuan mulai menemukan ruang untuk tumbuh.

Kepercayaan global pun terlihat nyata ketika Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-17 2023. Kepercayaan itu bukan datang begitu saja, ia lahir dari komunikasi yang konsisten, lobi strategis, dan komitmen pembenahan internal. Di sinilah peran kepemimpinan domestik ikut menentukan dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menekankan transformasi tata kelola dan reputasi internasional.

Tetap dijaga

Hubungan yang lebih cair dengan FIFA membuka kembali pintu yang sempat tertutup.

Namun, cerita ini bukan hanya soal satu nama atau satu periode. Transformasi tidak pernah berdiri di satu kaki. Ekspansi turnamen global memberi peluang, tetapi kesiapan nasional menentukan hasilnya. Tanpa pembinaan konsisten, peluang hanyalah angka, tanpa liga stabil, talenta akan tumbuh tanpa panggung untuk mengekspresikan diri.

Era Infantino membawa kebijakan lebih inklusif. Indonesia memanfaatkan momentum itu untuk bangkit dari masa sulit, tetapi pekerjaan rumah tetap ada. Konsistensi kompetisi, integritas wasit, perlindungan pemain muda, dan penguatan sepak bola akar rumput tetap harus dijaga. Reformasi global memberi angin, tapi layar harus dikembangkan sendiri.

Sepak bola lebih dari sekadar skor, tapi tentang harga diri, identitas, dan perasaan ketika lagu kebangsaan berkumandang sebelum laga dimulai. Bagi generasi yang pernah merasakan “masa beku” perubahan satu dekade terakhir terasa nyata. Dari status terhenti, kini kembali dipercaya, dari sekadar penonton, perlahan menjadi peserta yang diperhitungkan.

Sepuluh tahun kepemimpinan Infantino bukan cerita sempurna tanpa kritik. Di tingkat global, ada perdebatan soal komersialisasi dan ekspansi berlebihan. Namun bagi negara berkembang dalam peta sepak bola, kebijakan inklusi memberi ruang bernapas. Indonesia termasuk yang memanfaatkan ruang itu.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah perubahan itu nyata, tetapi seberapa jauh Indonesia mampu melangkah sebelum momentum ini lewat begitu saja.

Dunia sudah membuka pintu lebih lebar, kesempatan ada, dan struktur mulai dibenahi. Kepercayaan perlahan kembali, tapi hanya bisa diwujudkan jika kerja keras dan strategi nasional tetap dijaga.

Sepak bola Indonesia pernah jatuh, itu fakta. Tapi dalam satu dekade terakhir, ia belajar berdiri dengan cara berbeda. Jika dulu kita berbicara tentang sanksi dan isolasi, kini kita berbicara tentang peluang dan partisipasi.

Perjalanan ini belum selesai. Namun arah angin jelas berubah, dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, mimpi itu tidak lagi terdengar seperti khayalan di tribun kosong. Ia mulai terasa seperti tujuan yang bisa dikejar, selama kerja keras tetap dijaga dan kesempatan tidak disia-siakan. (***)

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • grand-prix-motoscross

    Uh..Kecewa !! Kejuaraan dunia Motocross Grand Prix di Palembang Batal

    • calendar_month Jumat, 8 Sep 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.428
    • 0Komentar

    Kejuaraan dunia Motocross Grand Prix (MXGP) di Jakabaring Sport City (JSC) yang direncanakan digelar di Palembang pada Juni 2018 akhirnya batal menyusul arena tersebut berada dalam satu komplek yang akan digunakan untuk multi even Asian Games 2018.

  • Murah Tapi Merusak Pasar, Kenapa Rokok Ilegal Harus Dibasmi Habis?

    Murah Tapi Merusak Pasar, Kenapa Rokok Ilegal Harus Dibasmi Habis?

    • calendar_month Sabtu, 20 Des 2025
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.566
    • 0Komentar

    MASALAH rokok ilegal bukan soal asapnya, tapi efek sampingnya, sudah pasti yang utama merusak harga, mematikan usaha resmi, dan menggerogoti penerimaan negara sehingga pemusnahan jutaan batang rokok ilegal di Palembang, Jumat kemarin lebih mirip langkah penyelamatan pasar ketimbang sekadar penegakan hukum. Di Aula Kantor Bea dan Cukai Palembang, ribuan dus barang ilegal yang selama ini […]

  • Wajib Bawa Surat Rapid Test, Seleksi PPPK Segera Dimulai

    Wajib Bawa Surat Rapid Test, Seleksi PPPK Segera Dimulai

    • calendar_month Jumat, 17 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 854
    • 0Komentar

    PENJABAT Sekda Prov. Sumsel, Ir. S.A Supriyono didampingi Ka. Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Sumsel, Nora Elisya, SH., MM melakukan Rapat Persiapan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan Seleksi Kompetensi PPPK Non Guru di Lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, berlangsung di Ruang Rapat Bina Praja Pemprov. Sumsel, Kemaren m. Kegiatan tersebut dilakukan guna mengkomunikasikan tentang kebutuhan dan […]

  • Palembang Raih 3  Penghargàan BKN RI

    Palembang Raih 3  Penghargàan BKN RI

    • calendar_month Minggu, 4 Sep 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.403
    • 0Komentar

      Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kembali menorehkan prestasinya ditingkat Nasional yang diselengarakan, Badan Kepegawaian Nasional (BKN) RI.   Penghargaan yang secara resmi diterima Walikota Palembang H.Harnojoyo diberikan langsung oleh Kepala BKN Nasional Dr. Ir. Bima Haria Wibisana, Jumat (2/9/22) diacara Badan Kepegawaian Nasional Aword 2022, Jumat (2/9/2022) di Hotel Swarna Dwipa Palembang. Tiga penghargaan sekaligus […]

  • Pilkada Serentak 2020, Golkar : 5 Kabupaten Sudah Diberikan Surat Tugas, 2 Belum

    Pilkada Serentak 2020, Golkar : 5 Kabupaten Sudah Diberikan Surat Tugas, 2 Belum

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.968
    • 0Komentar

    DPP Partai Golkar sudah memberikan surat tugas kepada 5 Kabupaten di Sumsel yang mengikuti Pilkada Serentak 2020, sementara 2 Kabupaten belum. Ketua DPP Partai Golkar Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera II (Sumbagsel) Bobby Rizaldi Adhityo mengungkapkan, dari 7 Kabupaten se Sumsel itu yang melaksanakan Pilkada serentak 2020, surat tugas itu diberikan kepada kandidat Bakal Calon […]

  • 12 Jam Diperiksa di Polda Sumsel, Wabup OKU Akhirnya di Tahan

    12 Jam Diperiksa di Polda Sumsel, Wabup OKU Akhirnya di Tahan

    • calendar_month Rabu, 15 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.233
    • 0Komentar

    SETELAH mengalami pemeriksaan selama 12 jam, akhirnya Wakil Bupati Kabupaten Ogan Komering Ulu [OKU] Johan Anuar di tahan Polda Sumsel. Penahanan orang nomor dua di Pemerintahan OKU tersebut terkait kasus markup tanah kuburan di daerah Baturaja tahun 2012 lalu. Dalam kasus itu, hasil audit menilai ada ketugian sekitar Rp 3,49 miliar. Sebelumnya  ia pernah mengajukan […]

expand_less
WordPress Archive Multi-Page Forms for NEX-Forms Multi Salon, Individual Appointments Booking System Full App Solution Flutter / Laravel / Angular Multi Style AngularJS Responsive Admin Template | mAdmin Multi Vendor Coupon Marketplace Plugin for WooCommerce Multi Vendor Daily Deals Plugin for WooCommerce Multi-Vendor SMS Notification for WooCommerce Multicon – Multi-Purpose Construction Industry Theme Multikart – eCommerce HTML + Admin + Email + Invoice Template Multikart – React Next JS Multipurpose Ecommerce, React Hooks , Context API MultiLive – Multiple Live Stream Broadcaster Plugin for WordPress