Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » TMII Miniatur Indonesia, Kini Dikelola Negara

TMII Miniatur Indonesia, Kini Dikelola Negara

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
  • visibility 994
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siti Hartinah takjub. Saat mengunjungi Disneyland, Amerika Serikat dan Thai-in-Miniature di Thailand pada era 1970an, Siti Hartinah –istri Presiden Soeharto–atau yang akrab disapa Tien Soeharto punya angan-angan membangun hal serupa di Indonesia. Namun bangunan itu nantinya lebih menonjolkan spirit ke-Indonesiaan. Dalam angan-angannya itu, ia membayangkan taman itu menjadi miniaturnya Indonesia.

Keinginan itu lalu ia sampaikan dalam pertemuan dengan pengurus Yayasan Harapan Kita (YHK) di rumahnya, Jalan Cendana No. 8, Jakarta, pada 13 Maret 1970. Di hadapan pengurus itu, ia menginginkan Indonesia membangun sebuah tempat untuk menampilkan keanekaragaman Indonesia.

Kata Tien, saat itu Indonesia kerap dipandang sepele oleh bangsa lain. Bangsa lain menganggap Indonesia hanyalah Bali.

“Masih sering didengar anggapan sementara orang asing bahwa Indonesia hanyalah terdiri dari Bali saja,” kata Tien.

Karena itu, dia ingin mengubah pandangan tersebut. Caranya dengan membangun tempat seperti Thai-in-Miniature dan Disneyland.

Dalam bayangan Tien, tempat yang akan dibangun itu nantinya akan mempunyai sebuah kolam besar berbentuk kepulauan Indonesia. Tetanaman hias dari antero Indonesia berada di sekitar kolam. Kemudian ada pula bangunan-bangunan khas dari tiap daerah di Indonesia.

Taman itu juga dilengkapi perabot, pakaian, dan senjata adatnya. “Di dalam rapat ditentukan bahwa proyek tersebut bernama Miniatur Indonesia Indah,” tulis Tim Penyusun Apa dan Siapa Indonesia Indah.

Para pengurus YHK yang terdiri dari istri kawan-kawan Presiden Soeharto itu kagum dengan gagasan Tien. Mereka lalu sepakat dan mendukung gagasan Tien itu.

Usai rapat, mereka menghubungi Ali Sadikin, Gubernur Jakarta 1966—1977. Ali tertarik dengan rencana pembangunan miniatur Indonesia itu.

Gagasan Tien itu, menurut Ali, punya maksud dan tujuan yang sama dengan proyek Bhinneka Tunggal Ika yang pernah digagas DPRD DKI Jakarta pada 1968.

Ali lalu membantu mencarikan lahan. Semula Ali menemukan lahan di dekat Hotel Indonesia. Luasnya kurang dari 20 hektar. Lahan itu dianggap terlalu kecil. Ali lalu mencari lahan yang lebih luas. Kali ini ia menemukan di kawasan Cempaka Putih. Lahannya lebih besar dari yang dekat di Hotel Indonesia.

Lahan di Cempaka Putih lebih luas daripada di dekat HI. Tapi rupaya Tien kurang puas. Lahan yang ia bayangkan kurang luas.

Ali Sadikin lalu memutar otak. Ia menawarkan daerah Pondok Gede. Di Pondok Gede, Pemda DKI bisa menyediakan lahan lebih kurang 100 hektar. Tawaran ini lalu diterima pengurus YHK dan Ali menjadi project officer dalam pembangunan itu.

Dalam hitungan panitia, pembangunan menelan biaya kurang lebih Rp10,5 miliar. Angka yang tergolong sangat fantastis pada tahun itu.

Karena taman itu mencerminkan Indonesia, Tien memerlukan bantuan dari pemerintah daerah se-Indonesia untuk bantingan. Pada saat para gubernur se-Indonesia berkumpul di Istana Negara, 30 Januari 1971, Tien membagikan proposal rencana pembangunan miniatur Indonesia ke para gubernur itu. Dihadapan para gubernur itu, Tien “berjualan”. Ia memaparkan manfaat pembangunan miniatur Indonesia itu.

Dalam master plan disebutkan, YHK menanggung biaya pembangunan sebesar 25 persen. Sisanya dibebankan kepada daerah tingkat I (provinsi) sebesar 16 persen, investor sebesar 45 persen, dan badan lain sebesar 14 persen.

Rencana pembangunan ini baru diketahui khalayak pada akhir November 1971, saat Tien yang bertindak sebagai ketua Badan Pelaksana Pembangunan dan Persiapan Pengusaahaan Proyek (BP5) Miniatur Indonesia Indah memaparkan secara lengkap rencana pembangunan itu.

Informasi itu kemudian tersebar. Publik geger.
Para mahasiswa berkali-kali melancarkan demo menolak rencana itu. Rencana pembangunan itu dianggap tak sejalan dengan anjuran yang diungkapkan Soeharto yang meminta masyarakat hidup prihatin lantaran sebagian besar masyarakat masih hidup dalam taraf kemiskinan. Dalam beberapa kesempatan, Soeharto juga menekankan agar pembangunan didasarkan pada skala prioritas.

Tien terkejut dengan reaksi mahasiswa itu. Ia tak pernah mengira gagasannya akan ditentang. Namun anjing menggonggong kafilah berlalu. Pembangunan miniatur Indonesia jalan terus.

Karena derasnya aksi demo, Tien menggelar jumpa pers pada 8 Januari 1972. Dalam jumpa pers, Tien mengatakan pembangunan TMII telah mengikuti prosedur yang semestinya.

“Akan tetapi kalau pemerintah memberikan sumbangan apa salahnya,” kata Tien.

Ia menilai wajar bila Yayasan Harapan Kita yang diketuai olehnya mendapat seumbangan dari pemerintah untuk pembangunan TMII. Mereka pun mengebut pembangunan itu. Mimpi Tien Soeharto membangun miniatur Indonesia pun akhirnya terwujud. Pada 20 April 1975, TMII akhirnya diresmikan.

Di miniatur Indonesia itu hampir setiap daerah punya kapling. Di situ ditampilkan bangunan yang berbeda satu sama lain. Bangunan ini ditampilkan dalam anjungan daerah. Masing-masing bangunan menampilkan kekhawasan daerahnya. Bangunan atau arsitektur tradisional yang mereka buat selalu dilatarbetakangi oleh kondisi lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki.

Ada 33 anjungan provinsi yang dibangun di sekitar danau. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 33 provinsi Indonesia.

Selain anjungan dan danau, di TMII kita bisa melihat kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku, dan berbagai sarana rekreasi.

TMII punya maskot tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra). Maskot Taman Mini “Indonesia Indah” ini diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto, bertepatan dengan dwi windu usia TMII, pada tahun 1991.

Kini, setelah 44 tahun dikelola Yayasan Harapan Kita, mercusuar Orde Baru yang berdiri di atas tanah kurang lebih 150 hektar atau 1,5 kilometer persegi itu diambilalih negara. Pengambilalihan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021.

“Pengelolaannya saja yang bergeser. Kalau dulu pengelolaannya oleh Yayasan Harapan Kita selama hampir 44 tahun, sementara sekarang ini dikelola langsung oleh Setneg,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam konferensi pers daring, Rabu (7/4/2021).

Dasar pengambilalihan adalah hasil audit dari tim legal Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hasil audit BPK menyatakan, perlu dilakukan pengelolaan yang lebih baik terhadap TMII. “Ada temuan dari BPK dari bulan Januari 2021, ini untuk laporan hasil pemeriksaan 2020. Rekomendasinya adalah harus ada pengelolaan yang lebih baik dari Kemensetneg terhadap aset yang dimiliki oleh negara tersebut,” ujar Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama.InfoPublik

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iduladha, Menko Polhukam Imbau Masyarakat Salat Iduladha di Rumah

    Iduladha, Menko Polhukam Imbau Masyarakat Salat Iduladha di Rumah

    • calendar_month Selasa, 20 Jul 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 869
    • 0Komentar

    MENJELANG pelaksanaan salat Iduladha 1442 Hijiriah, Selasa (20/07/2021) ini, Menko Polhukam Mahfud MD mengimbau umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha di rumah masing-masing dan melaksanakan kurban dengan protokol kesehatan yang ketat. “Mari kita rayakan sesuai situasi dan kondisi, yaitu situasi Covid-19, oleh sebab itu kita tidak melakukan kerumunan. Sebaiknya shalat dilakukan di rumah masing-masing sebagaimana […]

  • Ini Pengakuan ASN Balai Besar Yang Tega Membunuh Rekannya Sendiri

    Ini Pengakuan ASN Balai Besar Yang Tega Membunuh Rekannya Sendiri

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 888
    • 0Komentar

    PEMBUNUH Aprianita [50] ASN Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah V Satuan Kerja Metropolis Palembang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akhirnya terungkap. Alm dibunuh oleh rekannya sendiri, satu kantor bernama Yudi Tama [41], motiv pembunuhan tersebut hanya karena utang. Saat diamankan di Polda Sumsel Sumsel, pelaku mengaku bahwa ia yang membunuh Aprianita. Menurutnya telah mengenal korban […]

  • Ini Cara PT PLN Atasi Kekurangan Energi

    Ini Cara PT PLN Atasi Kekurangan Energi

    • calendar_month Minggu, 13 Feb 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.362
    • 0Komentar

    PT PLN (Persero) telah berupaya mengatasi kekurangan energi dimana salah satu dengan65 memproyeksikan pembangunan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk mengisi kekurangan energi sejumlah 230 gigawatt (GW) hingga 2060. Hal tersebut disampaikan Senior Executive Vice President Manajemen Resiko PT PLN (Persero) Chairani Rachmatullah, melalui keterangan tertulisnya, dalam Webinar “Peran Renewable Energy dalam Meningkatkan Daya Saing […]

  • KKP Targetkan Tambah Kawasasan Konservasi Baru 200 Ribu Hektare

    KKP Targetkan Tambah Kawasasan Konservasi Baru 200 Ribu Hektare

    • calendar_month Minggu, 19 Mar 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 5.119
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) menargetkan penambahan kawasan konservasi baru sebanyak 200 ribu hektare (Ha) dan pengelolaan kawasan konservasi seluas 15,8 juta Ha pada tahun 2023.   Hal ini diungkapkan oleh Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Victor Gustaaf Manoppo pada Rapat Koordinasi Teknis Konservasi […]

  • Muba Komit Cegah Konflik Manusia dan Satwa Liar

    Muba Komit Cegah Konflik Manusia dan Satwa Liar

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 775
    • 0Komentar

    BUPATI Musi Banyuasin (Muba) Dr H Dodi Reza Alex melalui Wakil Bupati mendatangani komitmen bersama untuk menanggulangi konflik antara manusia dan satwa liar, pada acara Lokakarya Penanganan Konflik antara Manusia dan Satwa Liar di Provinsi Sumatera Selatan, Senin (10/02/2020) bertempat di Hotel The Alts Palembang. Dikatakan Beni, bahwa dirinya bersama Bupati Muba ikut berkomitmen dalam […]

  • Diperbolehkan Pulang Kampung, Penggunaan BBM Meningkat

    Diperbolehkan Pulang Kampung, Penggunaan BBM Meningkat

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.225
    • 0Komentar

    KONSUMSI avtur dan berbagai produk gasoline bahan bakar minyak (BBM) meningkat selama Ramadan hingga masa mudik Idulfitri 1443 Hijriah/ Lebaran 2022 akibat banyaknya kendaraan Pulang Kampung. Hal tersebut disampaikan Humas PT Pertamina Patra Niaga Kalimantan, Susanto Satria, melalui keterangan tertulisnya, kemaren. “Sejak 11 April lampau hingga 7 Mei 2022, untuk wilayah Kalimantan, konsumsi produk gasoline […]

expand_less
WordPress Archive Envira Gallery | Fullscreen Addon Envira Gallery | Gallery Themes Addon Envira Gallery | Lightroom Addon Envira Gallery | NextGEN Importer Addon Envira Gallery – Pagination Addon Envira Gallery | Password Protection Addon Envira Gallery | Pinterest Addon Envira Gallery | Proofing Addon Envira Gallery | Protection Addon Envira Gallery | Schedule Addon