Rabu, 21 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » TMII Miniatur Indonesia, Kini Dikelola Negara

TMII Miniatur Indonesia, Kini Dikelola Negara

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
  • visibility 1.011
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siti Hartinah takjub. Saat mengunjungi Disneyland, Amerika Serikat dan Thai-in-Miniature di Thailand pada era 1970an, Siti Hartinah –istri Presiden Soeharto–atau yang akrab disapa Tien Soeharto punya angan-angan membangun hal serupa di Indonesia. Namun bangunan itu nantinya lebih menonjolkan spirit ke-Indonesiaan. Dalam angan-angannya itu, ia membayangkan taman itu menjadi miniaturnya Indonesia.

Keinginan itu lalu ia sampaikan dalam pertemuan dengan pengurus Yayasan Harapan Kita (YHK) di rumahnya, Jalan Cendana No. 8, Jakarta, pada 13 Maret 1970. Di hadapan pengurus itu, ia menginginkan Indonesia membangun sebuah tempat untuk menampilkan keanekaragaman Indonesia.

Kata Tien, saat itu Indonesia kerap dipandang sepele oleh bangsa lain. Bangsa lain menganggap Indonesia hanyalah Bali.

“Masih sering didengar anggapan sementara orang asing bahwa Indonesia hanyalah terdiri dari Bali saja,” kata Tien.

Karena itu, dia ingin mengubah pandangan tersebut. Caranya dengan membangun tempat seperti Thai-in-Miniature dan Disneyland.

Dalam bayangan Tien, tempat yang akan dibangun itu nantinya akan mempunyai sebuah kolam besar berbentuk kepulauan Indonesia. Tetanaman hias dari antero Indonesia berada di sekitar kolam. Kemudian ada pula bangunan-bangunan khas dari tiap daerah di Indonesia.

Taman itu juga dilengkapi perabot, pakaian, dan senjata adatnya. “Di dalam rapat ditentukan bahwa proyek tersebut bernama Miniatur Indonesia Indah,” tulis Tim Penyusun Apa dan Siapa Indonesia Indah.

Para pengurus YHK yang terdiri dari istri kawan-kawan Presiden Soeharto itu kagum dengan gagasan Tien. Mereka lalu sepakat dan mendukung gagasan Tien itu.

Usai rapat, mereka menghubungi Ali Sadikin, Gubernur Jakarta 1966—1977. Ali tertarik dengan rencana pembangunan miniatur Indonesia itu.

Gagasan Tien itu, menurut Ali, punya maksud dan tujuan yang sama dengan proyek Bhinneka Tunggal Ika yang pernah digagas DPRD DKI Jakarta pada 1968.

Ali lalu membantu mencarikan lahan. Semula Ali menemukan lahan di dekat Hotel Indonesia. Luasnya kurang dari 20 hektar. Lahan itu dianggap terlalu kecil. Ali lalu mencari lahan yang lebih luas. Kali ini ia menemukan di kawasan Cempaka Putih. Lahannya lebih besar dari yang dekat di Hotel Indonesia.

Lahan di Cempaka Putih lebih luas daripada di dekat HI. Tapi rupaya Tien kurang puas. Lahan yang ia bayangkan kurang luas.

Ali Sadikin lalu memutar otak. Ia menawarkan daerah Pondok Gede. Di Pondok Gede, Pemda DKI bisa menyediakan lahan lebih kurang 100 hektar. Tawaran ini lalu diterima pengurus YHK dan Ali menjadi project officer dalam pembangunan itu.

Dalam hitungan panitia, pembangunan menelan biaya kurang lebih Rp10,5 miliar. Angka yang tergolong sangat fantastis pada tahun itu.

Karena taman itu mencerminkan Indonesia, Tien memerlukan bantuan dari pemerintah daerah se-Indonesia untuk bantingan. Pada saat para gubernur se-Indonesia berkumpul di Istana Negara, 30 Januari 1971, Tien membagikan proposal rencana pembangunan miniatur Indonesia ke para gubernur itu. Dihadapan para gubernur itu, Tien “berjualan”. Ia memaparkan manfaat pembangunan miniatur Indonesia itu.

Dalam master plan disebutkan, YHK menanggung biaya pembangunan sebesar 25 persen. Sisanya dibebankan kepada daerah tingkat I (provinsi) sebesar 16 persen, investor sebesar 45 persen, dan badan lain sebesar 14 persen.

Rencana pembangunan ini baru diketahui khalayak pada akhir November 1971, saat Tien yang bertindak sebagai ketua Badan Pelaksana Pembangunan dan Persiapan Pengusaahaan Proyek (BP5) Miniatur Indonesia Indah memaparkan secara lengkap rencana pembangunan itu.

Informasi itu kemudian tersebar. Publik geger.
Para mahasiswa berkali-kali melancarkan demo menolak rencana itu. Rencana pembangunan itu dianggap tak sejalan dengan anjuran yang diungkapkan Soeharto yang meminta masyarakat hidup prihatin lantaran sebagian besar masyarakat masih hidup dalam taraf kemiskinan. Dalam beberapa kesempatan, Soeharto juga menekankan agar pembangunan didasarkan pada skala prioritas.

Tien terkejut dengan reaksi mahasiswa itu. Ia tak pernah mengira gagasannya akan ditentang. Namun anjing menggonggong kafilah berlalu. Pembangunan miniatur Indonesia jalan terus.

Karena derasnya aksi demo, Tien menggelar jumpa pers pada 8 Januari 1972. Dalam jumpa pers, Tien mengatakan pembangunan TMII telah mengikuti prosedur yang semestinya.

“Akan tetapi kalau pemerintah memberikan sumbangan apa salahnya,” kata Tien.

Ia menilai wajar bila Yayasan Harapan Kita yang diketuai olehnya mendapat seumbangan dari pemerintah untuk pembangunan TMII. Mereka pun mengebut pembangunan itu. Mimpi Tien Soeharto membangun miniatur Indonesia pun akhirnya terwujud. Pada 20 April 1975, TMII akhirnya diresmikan.

Di miniatur Indonesia itu hampir setiap daerah punya kapling. Di situ ditampilkan bangunan yang berbeda satu sama lain. Bangunan ini ditampilkan dalam anjungan daerah. Masing-masing bangunan menampilkan kekhawasan daerahnya. Bangunan atau arsitektur tradisional yang mereka buat selalu dilatarbetakangi oleh kondisi lingkungan dan kebudayaan yang dimiliki.

Ada 33 anjungan provinsi yang dibangun di sekitar danau. Taman ini merupakan rangkuman kebudayaan bangsa Indonesia, yang mencakup berbagai aspek kehidupan sehari-hari masyarakat 33 provinsi Indonesia.

Selain anjungan dan danau, di TMII kita bisa melihat kereta gantung, berbagai museum, dan Teater IMAX Keong Mas dan Teater Tanah Airku, dan berbagai sarana rekreasi.

TMII punya maskot tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra). Maskot Taman Mini “Indonesia Indah” ini diresmikan penggunaannya oleh Ibu Tien Soeharto, bertepatan dengan dwi windu usia TMII, pada tahun 1991.

Kini, setelah 44 tahun dikelola Yayasan Harapan Kita, mercusuar Orde Baru yang berdiri di atas tanah kurang lebih 150 hektar atau 1,5 kilometer persegi itu diambilalih negara. Pengambilalihan ini tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2021.

“Pengelolaannya saja yang bergeser. Kalau dulu pengelolaannya oleh Yayasan Harapan Kita selama hampir 44 tahun, sementara sekarang ini dikelola langsung oleh Setneg,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno dalam konferensi pers daring, Rabu (7/4/2021).

Dasar pengambilalihan adalah hasil audit dari tim legal Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Hasil audit BPK menyatakan, perlu dilakukan pengelolaan yang lebih baik terhadap TMII. “Ada temuan dari BPK dari bulan Januari 2021, ini untuk laporan hasil pemeriksaan 2020. Rekomendasinya adalah harus ada pengelolaan yang lebih baik dari Kemensetneg terhadap aset yang dimiliki oleh negara tersebut,” ujar Sekretaris Kemensetneg, Setya Utama.InfoPublik

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • FISIP UIN Raden Fatah Gelar Fordis Bertema “Implementasi MBKM dan Peningkatan Kerjasama Kelembagaan”

    FISIP UIN Raden Fatah Gelar Fordis Bertema “Implementasi MBKM dan Peningkatan Kerjasama Kelembagaan”

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.757
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) UIN Raden Fatah Palembang menggelar Forum Diskusi Dosen (FORDIS) dengan tema “Implementasi MBKM dan Peningkatan Kerjasama Kelembagaan”. Dalam acara tersebut Dekan Fisip Prof. Izomiddin menyampaikan bahwa acara pada hari ini pada intinya ialah sebagai bentuk nyata implementasi kurikulum MBKM sebagaimana yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Maka […]

  • Adu Merdu di Masjid Raya Abdul Kadim

    Adu Merdu di Masjid Raya Abdul Kadim

    • calendar_month Rabu, 16 Nov 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 966
    • 0Komentar

      Sumselterkini.co.id, LAIS, MUBA- Lantunan merdu ayat-ayat suci Al-Quran dibacakan secara bergantian oleh ratusan peserta Lomba Tilawah Al-Qur’an dan Sholawat Nabi Muhammad SAW antar TPA dan Majelis Ta’lim Se-Kecamatan Lais, Senin (15/11/2022) di Masjid Raya Abdul Kadim.   Ratusan Tartil dan Tilawah se-Kecamatan Lais tersebut rupanya sedang mengikuti Lomba Tilawah Al-Qur’an dan Sholawat Nabi Muhammad […]

  • Hadiri Arahan Presiden Jokowi, Gubernur Upayakan Produk Lokal Masuk Pasar Nasional

    Hadiri Arahan Presiden Jokowi, Gubernur Upayakan Produk Lokal Masuk Pasar Nasional

    • calendar_month Jumat, 25 Mar 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 881
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumatera Selatan (Sumsel)  H Herman Deru  hadir langsung mendengarkan arahan Presiden RI Joko Widodo tentang aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia bertempat di Grand Hyatt Nusa Dua Bali, Jumat (25/3). Dalam pengarahan Presiden tersebut dihadiri juga sejumlah Menteri, Kepala Lembaga, Kepala Daerah dan Badan Usaha Milik Negara. Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia ditujukan mengajak masyarakat […]

  • Jelang Event Toulon Cup di Perancis, Timnas U-20 Latihan Perdana

    Jelang Event Toulon Cup di Perancis, Timnas U-20 Latihan Perdana

    • calendar_month Senin, 16 Mei 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.598
    • 0Komentar

    TIMNAS U-20 Indonesia telah melakukan latihan perdana mereka dalam rangkaian pemusatan latihan jelang event Toulon Cup di Perancis. 30 pemain berlatih dengan semangat dan antusias di Lapangan A, kompleks Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (15/5). Latihan tim dibawah arahan pelatih Dženan Radončić yang dibuka dengan jogging pemulihan fisik dengan lari 15 putaran, […]

  • Gubernur Yakini Kabupaten PALI Bisa Jadi Kawasan Segitiga Emas di Sumsel

    Gubernur Yakini Kabupaten PALI Bisa Jadi Kawasan Segitiga Emas di Sumsel

    • calendar_month Jumat, 22 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 814
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H Herman Deru terus mendorong agar Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menjadi salah kawasan segitiga emas di Sumsel. Sebab itu, berbagai langkah dilakukan orang nomor satu di Bumi Sriwijaya agar keinginannya terwujud. Salah satunya melalui  percepatan pembangunan jalan yang menghubungkan Kabupaten PALI, Kabupaten Musi Rawas, dan Kota Lubuklinggau. “Jalan penghubung tersebut memang […]

  • 864 Lulusan UT Palembang Terima Ijazah

    864 Lulusan UT Palembang Terima Ijazah

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.978
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang–Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru menghadiri upacara Penyerahan Ijazah (UPI) bagi864 Lulusan Universitas Terbuka Palembang Periode I Tahun 2019. Dari empat Fakultas Yakni  FKIP, Fakultas MIPA, Fakultas Ekonomi, Fisip dan Pasca Sarjana.Bertempat di Aula Utama Gedung Asrama Haji Prov. Sumsel Jl. Kol. Burlian KM. 9,5 Palembang, Selasa (12/2/2019). Dalam sambutannya Gubernur Sumsel H […]

expand_less
WordPress Archive Envira Gallery | Fullscreen Addon Envira Gallery | Gallery Themes Addon Envira Gallery | Lightroom Addon Envira Gallery | NextGEN Importer Addon Envira Gallery – Pagination Addon Envira Gallery | Password Protection Addon Envira Gallery | Pinterest Addon Envira Gallery | Proofing Addon Envira Gallery | Protection Addon Envira Gallery | Schedule Addon