HUT ke-81 RI Dibuka dengan Doa Enam Agama, Ini Pesan yang Disampaikan Menag
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 46 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : kemanag.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Pemerintah memilih mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan doa bersama yang melibatkan enam agama di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Sabtu (1/8/2026). Melalui momen ini, Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan kemajuan Indonesia tidak cukup ditopang oleh pembangunan fisik, tetapi juga harus diperkuat dengan doa, akhlak, dan semangat persatuan.
Menurut Nasaruddin, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dijaga, oleh karena itu, doa bersama yang menghadirkan pemuka lintas agama menjadi pengingat cita-cita bangsa hanya dapat diwujudkan melalui kebersamaan, saling menghormati, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
“Dengan zikir kita menumbuhkan hati, dengan doa kita mengetuk langit, dan dengan kerja serta pengabdian kita membangun bumi. Sekitar 100 ribu peserta zikir dan doa malam ini datang dari berbagai wilayah dan berbagai agama untuk bersama-sama mendoakan negeri,” ujar Nasaruddin.
Pesan kebangsaan tersebut menjadi benang merah dalam Zikir dan Doa Kebangsaan yang membuka rangkaian HUT ke-81 RI. Selain diikuti puluhan ribu masyarakat, kegiatan itu juga dihadiri para menteri, wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta tokoh agama dari berbagai kepercayaan.
Doa lintas agama dipimpin secara bergantian oleh enam pemuka agama, yakni Pdt. Jacklevyn Frits Manuputty mewakili Kristen Protestan, Romo Fransiskus Yance Sengga mewakili Katolik, Pinandita Gede Pastika mewakili Hindu, Bhikku Bhadranatha Thera mewakili Buddha, Xs. Budi S. Tanuwibowo mewakili Konghucu, dan H. Husni Ismail yang memimpin doa bagi umat Islam. Mereka memanjatkan doa sesuai ajaran masing-masing dengan harapan Indonesia senantiasa diberi kedamaian, persatuan, dan kemajuan.
Sebelum doa bersama dimulai, acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Zian Fahrezi, juara Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) International Al-Ameed ke-3 di Karbala, Irak, tahun 2026. Menjelang penutupan, ribuan peserta mengikuti Selawat Kebangsaan yang dipimpin Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
