Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Gastronomi Ganjar-Mahfud menghindari penyeragaman pangan bergizi

Gastronomi Ganjar-Mahfud menghindari penyeragaman pangan bergizi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Selasa, 2 Jan 2024
  • visibility 629
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 – Juru bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Chico Hakim membeberkan program gastronomi yang bakal dilakukan pasangan capres dan cawapres nomor urut 3 untuk mendongkrak kualitas gizi, memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM), dan menggerakkan ekonomi nasional.

Ia menyampaikan, program gastronomi merupakan ide tandingan dari program makan siang dan susu gratis yang diusung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Sebelumnya, cawapres Mahfud mengkritik program Prabowo-Gibran itu. Ia menyebut, program itu tak menguntungkan karena mayoritas komponennya, terutama susu, berasal dari impor. Dalam jangka panjang, program itu juga sulit terealisasi.

Sebagai gantinya, Mahfud mengungkap, ia dan Ganjar punya program bernama gastronomi. Secara teoritis, gastronomi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan seni, praktik, dan kajian tentang pemilihan, preparasi, produksi, penyajian, dan penikmatan berbagai makanan dan minuman.

Chico memandang, program makan siang gratis cenderung menyeragamkan sumber gizi pada susu dan telur. Padahal, komponen pangan bergizi bisa didapat tak hanya dari susu, tetapi juga aneka pangan lokal.

“Sudah banyak studi  menunjukkan telur lebih bergizi ketimbang susu. Terus kalau bicara soal laktosa intoleran atau ketidakmampuan untuk sepenuhnya mencerna gula (laktosa) dalam produk susu itu hampir 70% orang Asia memiliki laktosa intoleran tersebut,” ucap Chico, Selasa (2/1).

Chico mengatakan, gastronomi ala Mahfud merupakan bentuk kearifan lokal suatu daerah pada bahan baku makanan, untuk diramu menjadi pangan.

Menurut Chico, pasangan Ganjar-Mahfud ingin menghindari penyeragaman pangan dengan dalih pemenuhan gizi. Sebab, hal itu berpotensi meningkatkan ketergantungan impor karena membuat kebutuhan satu komoditas pangan bergizi menjadi tinggi.

“Jangan sampai impor dinaikkan atas nama pemenuhan gizi,” ucap Chico.

“Padahal banyak jenis makanan dari bahan baku lokal yang setara gizinya dengan susu impor, misalnya.”

Chico paham, ide makan siang dan susu gratis bisa dibenarkan dengan revitalisasi peternak dalam negeri. Namun masalahnya, sekalipun kebutuhan sapi sangat banyak, saat ini olahan pangan yang berasal dari sapi tetap impor.

Lebih lanjut, Chico memandang, gastronomi bakal membuat asupan gizi jadi beragam. Sesuai dengan potensi aneka pangan yang ada di masyarakat. Tinggal nanti, pemerintah membantu pangan lokal naik kelas menjadi lebih bergizi tinggi.

“Kalau kita bicara makan siang gratis, apakah nasi harus diberikan kepada orang Papua tiga kali sehari?” katanya.

“Jadi, kita jangan juga mengubah gaya hidup orang, sementara gaya hidup itu tidak berarti makanan yang dia asup itu tidak bergizi.”

Chico berkata, gastronomi yang berorientasi pada pangan bergizi bakal ditopang dengan pendirian puskesmas kelas C di 50.000 desa. Nantinya berperan melawan stunting. Alasannya, sebagian besar warga ada yang tak memahami bila banyak aneka pangan lokal sesungguhnya bisa diolah untuk mencegah stunting, selain telur.

“Dia (masyarakat) sebenarnya punya bahan pangan yang bergizi di rumah. Cuma, enggak tahu mana yang harus dimasak untuk anaknya,” tutur Chico.

“Ketidaktahuan itu terjadi karena di desa enggak ada tenaga kesehatan yang bisa memberikan penyuluhan tentang stunting.”

Puskesmas dan tenaga kesehatan di desa, menurut Chico, sangat penting untuk memberi penyuluhan kepada masyarakat mengenai pangan nabati dan hewani yang dapat diolah guna mencegah stunting. Selain itu, puskesmas berguna sebagai pendeteksi dini stunting di desa.

Kenyataannya, banyak kasus stunting terjadi di daerah yang sebenarnya punya sumber pangan bergizi.

“Hal itu karena enggak ada penyuluhan kesehatan,” ucap Chico.

Chico memahami ide gastronomi yang berorientasi pada bahan pangan bergizi belum tercantum dalam visi-misi Ganjar-Mahfud.

“Cuma ke depan akan kita lakukan,” ujar Chico. “Ini juga terkait keseluruhan, bicara ketahanan pangan.”[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bahu Membahu Warga Desa Tebing Bulang Kompak Gotong Royong

    Bahu Membahu Warga Desa Tebing Bulang Kompak Gotong Royong

    • calendar_month Sabtu, 9 Feb 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.043
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Sungai Keruh – Tidak ingin sekedar menunggu dan tinggal diam masyarakat Desa Tebing Bulang Kecamatan Sungai Keruh, secara gotong royong turun tangan untuk memperbaiki jembatan atau box culvert Sungai Petakan, yang sebelumnya diketahui amblas, Jumat (08/02/2019). Pantauan dilapangan terlihat puluhan masyarakat yang terdiri dari para laki-laki bahu membahu melakukan perbaikan. “Kalau tidak segera dilakukan perbaikan, […]

  • Teknologi Digital Bisa Bikin UMKM Naik Kelas

    Teknologi Digital Bisa Bikin UMKM Naik Kelas

    • calendar_month Kamis, 30 Agt 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 856
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID, JAKARTA – Chief Corporate Affairs Go-Jek Nila Marita mengatakan, teknologi digital membuka peluang UMKM untuk bisa naik kelas. Seperti yang dilakukan UMKM yang tergabung dalam ekosistem Go-Jek. Teknologi yang ditawarkan UMKM berhasil memperluas akses pasar dan menjangkau lebih dari 96 juta konsumen yang telah mengunduh aplikasi Go-Jek. “Tahun ini, Go-Jek berkomitmen akan terus meningkatkan […]

  • Berburu Remis di Sungai Musi Di Saat Musim Kemarau

    Berburu Remis di Sungai Musi Di Saat Musim Kemarau

    • calendar_month Minggu, 1 Sep 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 7.233
    • 0Komentar

    “Kami turun dari jam 10 pagi hingga jam 12 siang dan masing-masing orang memperoleh satu karung remis dalam waktu dua jam pencarian. Remis ini untuk kami konsumsi bersama, para tetangga kami bersama bergotong royong untuk mengolah remis dan memasaknya,”

  • Kadis Kesehatan OKI Juara I Turnamen Bola Sodok, Ini Komentarnya

    Kadis Kesehatan OKI Juara I Turnamen Bola Sodok, Ini Komentarnya

    • calendar_month Selasa, 17 Nov 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.182
    • 0Komentar

    KEPALA Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten OKI Iwan Setiawan SKM M.Kes berhasil meraih juara pertama partai instansi pada turnamen terbuka yang diselenggarakan Persatuan Olahraga Billyar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten OKI di GOR Perahu Kajang Kayuagung, mulai Selasa 10 – 16 November 2020 pekan ini. Turnamen dalam rangka Hari Jadi Kabupaten OKI dan Hari Pahlawan ini terbagi […]

  • Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah, STB Akan Dibagikan Secara Gratis

    Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah, STB Akan Dibagikan Secara Gratis

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 760
    • 0Komentar

    SOSIALISASI Analog Switch Off dan Distribusi Set Top Box dibuka Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Usman Kansong membahas pelaksanaan migrasi siaran televisi analog ke digital serta penghentian siaran televisi analog Peralihan siaran TV Analog ke Digital, masyarakat memerlukan perangkat untuk menangkap siaran digital tersebut yaitu Set Top Box (STB). Dalam ASO Pemerintah […]

  • Sering absen di debat, kapasitas Gibran dipertanyakan

    Sering absen di debat, kapasitas Gibran dipertanyakan

    • calendar_month Kamis, 30 Nov 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 554
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, -Analis politik dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Agus Riewanto menganggap wajar jika calon wakil presiden Gibran Rakabuming Raka sering absen di forum adu gagasan yang digelar berbagai institusi pendidikan dan lembaga riset. Ia menduga Gibran masih “dilarang” untuk tampil di debat-debat publik. “Selain itu, dilihat dari kemampuan debat, memang dia tidak memiliki cukup […]

expand_less
WordPress Archive Crework | Coworking and Creative Space WordPress Theme Criativo – Creative Agency & Portfolio Elementor Template Kit Criptix – Cryptocurrency Blockchain & Bitcoin Elementor Template Kit Cripto – Cryptocurrency & Bitcoin Elementor Template Kit Cristiano – Restaurant WordPress Theme CRM – Customer Relationship Management Croma – Music WordPress Theme with Ajax and Continuous Playback CrossGym – Gym & Fitness Elementor Template Kit Crossway – Startup Landing Page Template Crowdngo – Fundraising Charity WordPress Theme