Senin, 21 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Pertambangan & Energi » Komite BPH Migas Usahakan Sub Penyalur BBM Lebih Banyak  di Sumsel

Komite BPH Migas Usahakan Sub Penyalur BBM Lebih Banyak  di Sumsel

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Rabu, 12 Des 2018
  • visibility 1.836
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SUMSELTERKINI.CO.ID, PALEMBANG – Komite BPH Migas, Ir Ahmad Rizal mengatakan akan mengupayakan sub penyalur Bahan Bakar Minyak [BBM] di Sumsel lebih banyak lagi menyusul selama dua tahun belakangan sub penyalur di Sumsel baru mencapai 2 dari 130 penyalur di NKRI.

“Pada 2016 ada PP SDM Nomor 16 tentang BBM satu harga, BPH migas membuat penyalur di daerah yang sulit dijangkau. Selama 2 tahun ini baru membuat 130 penyalur di NKRI. Sedangkan Sumsel dapat 2, yakni di Nimbung Muratara dan Banyuasin,”urainya saat Sosialisasi Implementasi Sub Penyalur Dalam Rangka Percepatan Penerapan BBM 1 Harga Secara Nasional digelar di Hotel Opi,  Rabu (12/12/18).

Untuk itu dia mengatakan untuk menjadi sub penyalur itu, ada beberapa syarat, bisa  perorangan atau badan usaha dan harus 10 km dari SPBU.

“Biaya yang dikaluarkan menjadi sub penyalur sekitar Rp 60 juta, dengan perhitungan estimasi 1,5 tahun bisa balik modal. Kita upayakan sub penyalur di Sumsel lebih banyak lagi,” ungkapnya.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Sumsel, Robert Heri mengatakan, Sumsel terdiri dari  wilayah perairan dan perbatasan. Kondisi daerah tersebut sangat jauh dari kota dan pusat ekonomi. Sehingga kerap  terjadi kelangkaan BBM, bahkan harganya jauh lebih mahal.

Robert menjelaskan, dengan kondisi itu, pihaknya akan mengusulkan penambahan lagi sub penyalur, misalnya di Muba, Banyuasin,  OKI dan Ogan Ilir (OI).

Diperairan, kata dia harganya bisa 4 kali lipat. Dengan adanya program sub penyalur ini, maka masyarakat bisa menikmati BBM satu harga.”Kita usulkan sebanyak banyaknya sub penyalur ini untuk bisa menikmati BMM satu harga,” terangnya.

Anggota Komisi VII DPR RI, Nazaruddin Kiemas menambahkan, program sub penyalur BBM bertujuan agar harga BBM di wilayah NKRI menjadi satu harga, karena pada amanat UU dan harus diimplementasi, selain itu untuk membuka sub Penyalur BBM membutuhkan modal yang relatif lebih murah dari membuka SPBU.

“Membuka sub penyalur BBM ini butuh biaya sekitar Rp 60 juta,” jelasnya.

Nazarudin, menyebutkan Program Sub Penyalur BBM di Provinsi Sumsel baru ada di Kabupaten Muratara dan Banyuasin, ke depan pihaknya akan terus memperjuangkan pembangunan sub penyalur di daerah lain.

“Program ini harus berjalan dengan baik, kita akan rekomendasikan program sub penyalur ini berjalan di daerah yang sulit memproleh BMM karena jauh dari SPBU,”jelasnya.[**]

 

Penulis : Faldy

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GSMP Sumsel dan Ujian Manajemen Risiko, Apakah Program Ini Benar-Benar Menjawab Kebutuhan Masyarakat?

    GSMP Sumsel dan Ujian Manajemen Risiko, Apakah Program Ini Benar-Benar Menjawab Kebutuhan Masyarakat?

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 15
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.CO.ID – Program Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan (GSMP) membawa tujuan yang sulit dibantah, memperkuat ketahanan pangan bahkan tujuannya bisa mendorong masyarakat, agar lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan. Namun, program pangan tidak pernah cukup dinilai dari seberapa baik rencana disusun atau seberapa lengkap aturan dibuat. Ujian sebenarnya justru terjadi ketika program itu berhadapan dengan […]

  • Tarakan, Tertimbun Tanah Longsor, Seorang Warga Meninggal Dunia

    Tarakan, Tertimbun Tanah Longsor, Seorang Warga Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 6 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 966
    • 0Komentar

    SEORANG warga ditemukan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor di rumahnya yang berada di Kelurahan Sebengkok, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, Kamis (5/8) pukul 01.00 WITA. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan melaporkan bahwa peristiwa tanah longsor tersebut terjadi setelah sebelumnya hujan dengan intensitas tinggi disertai struktur tanah yang labil dan berpasir […]

  • BPPRD Muba Luncurkan ‘Papa Darling’ di Sungai Lilin, Apa Itu ?

    BPPRD Muba Luncurkan ‘Papa Darling’ di Sungai Lilin, Apa Itu ?

    • calendar_month Kamis, 11 Jul 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.080
    • 0Komentar

    BERBAGAI cara dilakukan Pemkab Musi Banyuasin (Muba) melalui Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Muba untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Terbaru BPPRD meluncurkan program “Papa Darling” yakni Pelayanan Pajak Daerah Keliling. Program ini pun sudah dimulai Rabu kemarin (10/8/2019) pertama kali dilaksanakan di Desa Linggosari (B3) Kecamatan Sungai Lilin. Dihadiri langsung Kepala BPPRD […]

  • Ajak Masyarakat Gemari Olahan Lele

    Ajak Masyarakat Gemari Olahan Lele

    • calendar_month Senin, 22 Mar 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.700
    • 0Komentar

    TAK melulu dihidangkan secara utuh usai ditangkap, mengonsumsi ikan kini bisa dilakukan dengan adanya beragam produk seperti siomay ikan Ekanita, Probolinggo. Siomay unik ini berbahan baku ikan jenggelek atau gabus laut, yang biasanya dijadikan ikan asin dan kerupuk oleh masyarakat setempat. Hal ini membuktikan bahwa dengan diolah, ikan menjadi lebih menarik untuk dikonsumsi dan memiliki daya […]

  • BI 7 Day, Reverse Repo Rate tetap 3,50% : Sinergi Jaga Stabilitas & Perkuat Pemulihan

    BI 7 Day, Reverse Repo Rate tetap 3,50% : Sinergi Jaga Stabilitas & Perkuat Pemulihan

    • calendar_month Jumat, 20 Agt 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 744
    • 0Komentar

    RAPAT Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Agustus 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%, suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%. Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Selain itu, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan […]

  • Terima APD Dari PT BSB dan PWNU Sumsel

    Terima APD Dari PT BSB dan PWNU Sumsel

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 807
    • 0Komentar

    PENYEBARAN wabah Covid-19 di Sumsel saat ini masih berlangsung. Sejumlah upaya juga terus dilakukan semua pihak agar wabah tersebut segera berlalu. Termasuk juga yang dilakukan CSR PT Bank Sumsel Babel dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumsel. Demi mendorong dan mendukung Pemprov Sumsel dalam upaya percepatan pencegahan dan penanganan Covid-19 di Sumsel, CSR PT Bank […]

expand_less
WordPress Archive YITH WooCommerce Questions and Answers Premium YITH WooCommerce Quick Checkout for Digital Goods Premium YITH WooCommerce Quick Export Premium YITH WooCommerce Quick View Premium YITH WooCommerce Recently Viewed Products Premium YITH WooCommerce Recover Abandoned Cart Premium YITH WooCommerce Request a Quote Premium YITH WooCommerce Review for Discounts Premium YITH WooCommerce Review Reminder Premium YITH WooCommerce Role Based Prices Premium