Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Nasional » Dubes Imam: Hubungan Ekonomi dengan Venezuela Perlu Ditingkatkan Lagi

Dubes Imam: Hubungan Ekonomi dengan Venezuela Perlu Ditingkatkan Lagi

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Sabtu, 20 Nov 2021
  • visibility 895
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CARACAS – Republik Indonesia dan Republik Bolivarian Venezuela perlu melengkapi hubungan baik kedua negara dengan peningkatan di bidang ekonomi.

Untuk itu Kedutaan Besar RI di Caracas membuka pintu bagi pelaku usaha Indonesia yang ingin menemukan partner bisnis di Venezuela.

Demikian antara lain disampaikan Duta Besar RI untuk Venezuela Mayjen (Purn) Dr. Imam Edy Mulyono ketika berbicara dalam jamuan makan malam di Wisma Duta Caracas, Kamis (18/11/2021).

Jamuan makan malam yang dihadiri seluruh diplomat RI di Venezuela dan anggota masyarakat Indonesia di Caracas itu digelar untuk menyambut enam pemantau independen pemilihan umum lokal Venezuela yang sedang berlangsung.

Ke enam pemantau independen itu adalah Dubes Diar Nurbiantoro, Eddy Supriyatno, dan Niken Supraba dari Non-Aligned Movement Cnetre for South-South Technical Cooperation (NAM CSSTC), lalu Arif Budiman dan Sumariyandono dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, dan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa.

“Alhamdulillah, sejak hubungan kedua negara dimulai di tahun 1959 sampai saat ini, kerjasama kedua negara di bidang politik dan kebudayaan berlangsung sangat baik. Kami merasa kini saatnya kita meningkatkan hubungan di bidang ekonomi,” ujar Dubes Imam yang pernah bertugas sebagai Komandan Misi Perdamaian PBB di Sahara Barat, Minurso, tahun 2013 sampai 2015.

Hubungan Indonesia dan Venezuela dimulai pada 10 Oktober 1959. Pada tahun 1977 Indonesia membuka Kedubes di Caracas, disusul Venezuela empat tahun kemudian membuka Kedubes di Jakarta.

Peningkatan hubungan terasa di era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Presiden Hugo Chavez mengunjungi Jakarta di bulan Agustus 2000. Satu bulan kemudian, September 2000, giliran Presiden Gus Dur mengunjungi Caravas dalam rangka menghadiri pertemuan Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC).

Ketika tsunami menghantam Aceh, pemerintah Venezuela memberikan bantuan senilai 2 juta dolar AS kepada Indonesia. Lima tahun kemudian, pemerintah Indonesia mendirikan Institut Politeknik Venezuela-Indonesia di Aceh pada 2009.

Kedua negara sempat mengalami peningkatan hubungan ekonomi pada paruh 2003 sampai 2008. Dari senilai 25 juta dolar AS pada 2003 menjaadi 82,5 juta dolar AS pada 2007 dan 92,3 juta dolar AS pada 2008. Pada tahun 2009, dari neraca perdagangan kedua negara, Indonesia mencatat surplus senilai 79,19 juta dolar AS.

“Insya Allah, kita dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan kualitas hubungan kedua negara bersahabat ini,” demikian Dubes Imam Edy Mulyono. [***]

 

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kincir Angin Tambak, Hemat Energi

    Kincir Angin Tambak, Hemat Energi

    • calendar_month Minggu, 11 Apr 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 7.368
    • 0Komentar

    BUDIDAYA udang menjadi salah satu primadona di kalangan pelaku usaha perikanan saat ini. Melihat pesatnya perkembangan usaha budidaya udang, berbagai teknologi pun terus dikembangkan. Salah satunya adalah inovasi kincir air tambak yang dikembangkan Politeknik Kelautan dan Perikanan Sidoarjo, Jawa Timur. Satuan pendidikan ini berada di bawah Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM), […]

  • Makanan Siap Santap, Memperkuat Semangat di Tengah Pandemi

    Makanan Siap Santap, Memperkuat Semangat di Tengah Pandemi

    • calendar_month Senin, 26 Jul 2021
    • account_circle Nasir Nasir
    • visibility 1.485
    • 0Komentar

    Dampak pandemi covid dirasakan oleh semua bidang kehidupan. Bukan hanya protokol kesehatan yang harus dilaksanakan. Juga sekedar vaksin. Tapi, urusan perut pun tak boleh dilupakan. Pembatasan untuk menghindari kerumanan dan mengurangi mobiltas maupun aktivitas tentu membuat daya beli dan kemampuan menyiapkan konsumsi juga berkurang. Bukan tidak mungkin, perut yang lapar membuat potensi terjangkit covid 19 […]

  • Begini Kata Kepala BPK Perwakilan Sumsel Laporkan LKPD Tepat Waktu

    Begini Kata Kepala BPK Perwakilan Sumsel Laporkan LKPD Tepat Waktu

    • calendar_month Kamis, 29 Mar 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.759
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID, Palembang – Ketua BPK RI Perwakilan Provinsi Sumsel, Maman Abdul Rahman mengatakan BPK saat ini telah menerima semua Laporan Keuangan Pemerintah Daerah [LKPD]11 Kabupaten Kota yang menyerahkan laporan termasuk Provinsi Sumsel. Ada 11 Kabupaten Kota yang menyerahkan laporan termasuk Provinsi Sumsel. Sementara 7 lainnya telah menyerahkan laporan lebih awal pada bulan Januari dan Februari. […]

  • Denda dari Pergub No.37 Diperuntukan Keperluan Rumah Ibadah

    Denda dari Pergub No.37 Diperuntukan Keperluan Rumah Ibadah

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 816
    • 0Komentar

    GUBERNUR Sumsel H. Herman Deru mengatakan penerapan sanksi dan denda pada Pergub 37 tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol kesehatan covid-19 bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19. “Peraturan tersebut berlaku bagi semua masyarakat juga pejabat baik sipil, TNI/Polri. Adanya sanksi dan denda itu supaya masyarakat patuh dan sadar”, ungkap HD ditemui usai mengikuti rakor […]

  • 9 Fraksi DPRD Sumsel  Sampaikan Pemandangan Umum 

    9 Fraksi DPRD Sumsel  Sampaikan Pemandangan Umum 

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 3.994
    • 0Komentar

      SEMBILAN fraksi di DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yakni Fraksi Golkar, Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Fraksi Gerindra, Fraksi Demokrat, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Fraksi Nasdem, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Fraksi Hanura-Perindo, melalui juru bicara masing-masing, menyampaikan pemandangan umum terhadap penjelasan Gubernur Sumsel terhadap Rancangan Peraturan Daerah  […]

  • Berhasil Turunkan Emisi, Bukit Asam Raih Penghargaan Emisi Korporasi 2022

    Berhasil Turunkan Emisi, Bukit Asam Raih Penghargaan Emisi Korporasi 2022

    • calendar_month Sabtu, 23 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 885
    • 0Komentar

    PT BUKIT Asam Tbk berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang penghargaan Emisi Korporasi 2022 atas upaya perusahaan mengurangi emisi karbon dalam setiap proses bisnis perusahaan. Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Majalah Investor dan PT Bumi Global Karbon pada Jumat (22/04/2022) tersebut, Bukit Asam meraih penghargaan Transparansi Penurunan Emisi Korporasi Sektor Emiten dan BUMN Kategori Green […]

expand_less
WordPress Archive Bar and Pie Charts for Elementor WordPress Plugin Barata – Fast Food & Burger Elementor Template Kit Barberia | Salon Responsive WordPress Theme Baressco – Wine, Vineyard & Winery WordPress Theme Baretta – Paintball & Airsoft Club Elementor Template Kit Barhouse – Wooden House Construction and Woodworks WordPress Theme Baristar – Barista Courses & Training Elementor Template Kit Barley – Blog & Magazine Elementor Template Kit Barn2 Media Woocommerce Product Options Barn2Media WooCommerce Private Store