Layanan 24 Jam Jadi Andalan BMKG Hadapi Cuaca Ekstrem di HUT RI ke-81
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 17 menit yang lalu
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : bmkg.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – BMKG HUT RI ke-81 tidak hanya menjadi momen untuk memperingati kemerdekaan, melain juga sebagai penegas kembali peran lembaga dalam menjaga keselamatan masyarakat. Di tengah ancaman cuaca ekstrem dan perubahan iklim yang semakin kompleks, BMKG memastikan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika tetap berjalan selama 24 jam untuk mendukung sistem peringatan dini dan pengambilan keputusan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Utama BMKG Guswanto saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kantor Pusat BMKG, Jakarta, Senin (17/8/2026).
Guswanto mewakili Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani dalam upacara yang mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Memperingati kemerdekaan itu bukan saja bersifat seremoni, tetapi momen ini setidaknya menjadi bahan refleksi guna pembangunan Indonesia karena membutuhkan kerja bersama, termasuk dukungan informasi yang cepat dan akurat untuk menghadapi berbagai risiko yang dapat mengancam masyarakat.
Guswanto menyampaikan kemajuan bangsa tidak mungkin dibangun dari satu lembaga saja, oleh karena itu, BMKG terus memperkuat kolaborasi sekaligus menjalankan tugasnya dalam menyediakan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika bagi masyarakat serta berbagai sektor pembangunan.
Salah satu tantangan yang mendapat perhatian adalah perubahan iklim. Dampaknya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kehidupan sosial dan ekonomi hingga ketahanan nasional.
Dalam menghadapi kondisi itu, BMKG memperkuat layanan operasional tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jaringan tersebut mencakup Kantor Pusat, Satuan Kerja Mandiri, serta 191 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang menopang pelayanan BMKG dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Pulau Rote.
“Kami memastikan layanan BMKG hadir 24 jam sehari, tujuh hari seminggu untuk memperkuat sistem Early Warning for Early Action guna mendukung keselamatan masyarakat dan ketahanan nasional,” ujar Guswanto dalam amanat yang dibacakannya.
Layanan tersebut menjadi penting lantaran informasi cuaca, iklim, dan geofisika dibutuhkan dalam banyak aktivitas masyarakat.
Bahkan di sektor transportasi, pertanian, kelautan, kebencanaan, pembangunan infrastruktur juga sama, hingga pengembangan energi juga membutuhkan informasi yang dapat diandalkan untuk menentukan langkah dan mengurangi risiko.
Dengan sistem peringatan dini yang terus diperkuat, BMKG berupaya memastikan masyarakat maupun pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk mengambil tindakan ketika potensi bahaya terdeteksi.
Menurut Guswanto, informasi yang cepat saja tidak cukup. Data yang disampaikan juga harus akurat, mudah dipahami, dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Karena itu, penguatan layanan BMKG menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan masyarakat menghadapi risiko bencana dan perubahan iklim.
Semangat tersebut juga tercermin dalam filosofi identitas visual HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Bentuk angka 81 yang saling terhubung menggambarkan pentingnya gotong royong, kolaborasi, dan sinergi dalam membangun Indonesia.
Pesan itu sejalan dengan posisi BMKG sebagai lembaga yang tidak dapat bekerja sendiri. Informasi yang dihasilkan perlu terhubung dengan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, serta berbagai sektor pengguna layanan agar peringatan dini dapat berujung pada tindakan nyata.
Pada peringatan tersebut, Guswanto juga mengajak seluruh insan BMKG memperkuat integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian.
Menurutnya, kemerdekaan perlu diisi dengan karya dan tanggung jawab melalui profesi masing-masing.
Semangat itu sekaligus selaras dengan tema Hari Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (HMKG) Ke-79, yaitu “BMKG Hebat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.
Melalui momen HUT RI ke-81, BMKG berkomitmen terus memberikan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang andal bagi masyarakat. Bukan hanya untuk membaca kondisi cuaca dan iklim, tetapi juga membantu Indonesia menghadapi risiko bencana serta tantangan perubahan iklim yang makin nyata. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
