Modifikasi Otomotif Masuk Rindekraf, FIA Rallycross Jakarta Jadi Panggung Produk Lokal
- account_circle Irwan Wahyudi
- calendar_month 27 menit yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

foto : ekraf.go.id
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SUMSELTERKINI.CO.ID – Modifikasi otomotif mendapat ruang baru dalam pengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Subsektor ini resmi tercantum dalam Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045.
Momen itu akan dibawa ke FIA Rallycross World Cup Jakarta 2026. Ajang balap internasional itu disiapkan bukan hanya untuk menghadirkan persaingan di lintasan, tetapi juga menjadi panggung bagi produk dan karya kreatif Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, melihat peluang besar dari gelaran yang akan berlangsung di Jakarta International E-Prix Circuit, Ancol, pada 5–6 Desember 2026 tersebut.
Menurutnya, FIA Rallycross dapat mempertemukan berbagai subsektor ekonomi kreatif dalam satu event. Mulai dari penyelenggaraan acara, desain komunikasi visual, konten digital, fotografi, videografi, penyiaran, fesyen, kuliner, kriya hingga modifikasi otomotif.
“Ajang ini bukan hanya kompetisi olahraga, melainkan bagian dari penguatan ekosistem industri kreatif yang memberikan dampak ekonomi yang luas,” kata Teuku Riefky dalam audiensi dengan Sarga.co di Jakarta, Senin (24/8/2026).
Kementerian Ekraf juga mendorong keterlibatan intellectual property (IP) lokal. Langkah tersebut diharapkan membuat FIA Rallycross tidak hanya menarik komunitas otomotif, tetapi juga menjangkau pasar yang lebih luas.
Potensi audiensnya memang besar. FIA Rallycross Jakarta 2026 menargetkan lebih dari 25.000 penonton langsung dan ratusan juta audiens digital global.
Sekitar 46 pembalap akan ambil bagian dalam dua hari perlombaan. Lintasan Jakarta International E-Prix Circuit juga akan diubah menjadi perpaduan aspal dan gravel, sesuai karakter balap rallycross.
Tak hanya balapan, penyelenggara menyiapkan Sarga Festival dan pameran otomotif. Format tersebut membuat FIA Rallycross Jakarta 2026 membawa unsur olahraga, hiburan dan industri kreatif dalam satu gelaran.
Ajang ini sekaligus mencatat sejarah sebagai FIA Rallycross World Cup pertama yang digelar di Asia Tenggara.
President Director Sarga.co, Nugdha Achadie, menegaskan pihaknya ingin membangun ekosistem yang lebih luas melalui penyelenggaraan tersebut.
“Tujuan kami ingin membangun ekosistem di dalamnya,” ujar Nugdha.
Dengan masuknya modifikasi otomotif ke dalam Rindekraf 2026–2045, FIA Rallycross Jakarta 2026 menjadi salah satu panggung untuk menguji seberapa jauh karya kreatif lokal bisa ikut tampil di hadapan pasar global. (***)
- Penulis: Irwan Wahyudi
