Selasa, 18 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » “Saat Industri Event Butuh Dirigen yang Tahu Not Balok”

“Saat Industri Event Butuh Dirigen yang Tahu Not Balok”

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
  • visibility 1.038
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Di balik sorak-sorai penggemar Day6 di Senayan akhir pekan lalu, ada satu fakta yang tak bisa disapu bawah karpet penyelenggaraan konser di negeri ini kadang seperti kawin campur antara semangat internasional dan tata kelola yang masih ala kadarnya macam pengantenan mewah di gedung tapi kateringnya pesanan tetangga.

Konser Day6 memang sukses secara visual lampu gemerlap, panggung megah, dan histeria fans sampai ke ubun-ubun. Tapi di belakang panggung, bisik-bisik beredar lebih kencang dari suara sound system antrean panjang, gate yang mendadak macet, dan sinyal komunikasi yang lebih lemah dari sinyal cinta mantan. Laporan demi laporan pun mampir ke meja Kementerian Pariwisata, seperti laporan warga soal ayam tetangga yang berkokok dini hari.

Menteri Pariwisata, Ibu Widiyanti Putri Wardhana yang dalam banyak hal ibarat dirigen orkestra pariwisata langsung gerak cepat. Dalam keterangannya, beliau mengingatkan pentingnya ekosistem event yang baik, karena event itu bukan sekadar joget-joget, tapi penggerak ekonomi. Ibarat kuali besar, event mendidihkan banyak bahan pergerakan wisatawan, penyerapan tenaga kerja, sampai promosi nama bangsa. Sayang, kalau kualinya bocor, sayur lodehnya jadi gak matang-matang.

Maka Mecima Pro selaku promotor dipanggil. Bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dan Asosiasi Promotor Musik Indonesia, mereka diajak duduk bareng. Bukan untuk diaudit habis-habisan, tapi buat nyari tahu masalahnya ada di mana, dan bagaimana cara memperbaikinya. Ibarat tukang tambal ban, yang dibutuhin bukan caci-maki, tapi cari bocor dan cari solusi.

Deputi Event Kemenpar, Vinsensius Jemadu yang kalau bicara seperti guru kesenian yang sabar menjelaskan bahwa Kemenpar berkomitmen jadi ‘guru les’ buat pelaku industri konser.

Asanya, Indonesia bisa punya ekosistem event sekelas Seoul, Tokyo, atau bahkan Barcelona, yang kalau bikin konser, penonton bisa datang sambil ngopi, bukan sambil marah-marah.

Ambil contoh Jepang kalau mereka bikin konser di Tokyo Dome, tiket bisa dibeli seperti beli tiket Shinkansen teratur, akurat, dan gak ada calo. Atau di Seoul, tempat konser disertai transportasi publik yang sampai ke tempat acara dan petunjuk yang jelas kayak Google Maps. Bahkan di Melbourne, konser musik jadi ajang wisata kota, ada paket tur, ada festival makanan, sampai toilet portabel yang wangi macam parfum.

Lalu, kita di sini? Kadang masih ribut urusan scan barcode. Kadang pula promotor dan fans seperti pasangan LDR yang gak pernah saling ngerti satu butuh kejelasan, yang lain sibuk menyelamatkan margin keuntungan.

Pepatah bilang, “Bagus panggung jangan lupa lampunya, bagus konser jangan lupa urusannya.”

Kalau mau industri pertunjukan kita naik kelas, maka semua pihak mesti latihan bareng. Promotor jangan cuma jago datengin artis, tapi juga ngerti tata kelola. Pemerintah jangan cuma jadi komentator, tapi juga fasilitator. Dan fans, ya jangan cuma nge-zoom fancam, tapi juga ikut menjaga ketertiban.

Sebab dalam industri event, kita semua bagian dari orkestra besar. Dan agar lagu pariwisata ini merdu, tak cukup satu biola. Butuh konduktor yang paham tempo, dan pemain yang paham partitur.

Kalau tidak, ya siap-siap aja konser internasional bisa terus datang, tapi reputasi kita tetap lokal rasa lokal macam nasi goreng di pinggir jalan yang dibungkus daun pisang, tapi dimakan di galeri seni. Mau begitu terus? Atau kita mulai belajar dari panggung dunia?.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPKM Dilanjutkan Wilayah Jawa-Bali Terbebas dari Level 4

    PPKM Dilanjutkan Wilayah Jawa-Bali Terbebas dari Level 4

    • calendar_month Selasa, 21 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 753
    • 0Komentar

    PEMBERLAKUAN Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali akan berlanjut dua minggu (21 September – 4 Oktober). Berdasarkan evaluasi, penanganan pandemi COVID-19 terus membaik. Terlihat dari seluruh kabupaten/kota di Jawa-Bali terbebas dari Level 4 dan untuk di luar Jawa/Bali cakupan wilayah di Level 4 turun dari 23 kab/kota menjadi 10 kab/kota. Demikianpun, jangan […]

  • DPRD Prov. Sumsel Bahas 11 Raperda

    DPRD Prov. Sumsel Bahas 11 Raperda

    • calendar_month Senin, 30 Jan 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.139
    • 0Komentar

    DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  mengadakan Rapat Paripurna LX (60) dengan Agenda Perubahan dan Penambahan Program Pembentukan Peraturan Daerah Tahun 2023 di Ruang Rapat Paripurna DPRD Sumsel. Sidang Paripurna LX dipimpin langsung  Ketua DPRD Sumsel, Hj. Anita Noeringhati,SH.MH, Senin [30/1/2023]. Rapat Paripura akan menindaklanjuti Perubahan dan Penambahan Program Pembentukan Peraturan Daerah yang […]

  • Demo Tuntut Masalah PTPN VII di Kantor Gubernur, Mahasiswa Ancam Kerahkan 7 Ribu Massa

    Demo Tuntut Masalah PTPN VII di Kantor Gubernur, Mahasiswa Ancam Kerahkan 7 Ribu Massa

    • calendar_month Kamis, 25 Apr 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 868
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, Palembang – Ratusan mahasiswa Uninversitas Sriwijaya [Unsri] kembali melakukan aksi demo di Kantor Gubernur Sumatera Selatan [Sumsel]. Mereka mempertanyakan tim khusus yang dibentuk Gubernur Sumsel Herman Deru terkait penanganan masalah buruh dan tani dengan PTPN VII Cinta Manis, Ogan Ilir. Dalam demo tersebut, juga diikuti oleh puluhan petani yang berasal dari Cinta Manis. Di […]

  • Perangi Covid-19, PMI Muba Bantu Suplay Logistik

    Perangi Covid-19, PMI Muba Bantu Suplay Logistik

    • calendar_month Minggu, 6 Sep 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 721
    • 0Komentar

    PALANG Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) terus bergerak melakukan kegiatan kemanusian, tidak terlepas juga bergerak mengajak masyarakat untuk memerangi penyebaran COVID-19 di Kabupaten Muba. Selain membantu penerapan protokol kesehatan COVID-19 di masyarakat yang menggelar acara hajatan, PMI Muba juga terus menyalurkan logistik. Kali ini misi kemanusiaan dilakukan di Desa Beji Mulyo Kecamatan Tungkal […]

  • Menhub : LRT Palembang Januari – Februari 2018 Bisa Uji Coba

    Menhub : LRT Palembang Januari – Februari 2018 Bisa Uji Coba

    • calendar_month Senin, 11 Des 2017
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.063
    • 0Komentar

    “Kita optimistis sebelum penyelenggaraan Asian Games semua nya beres dan dapat digunakan untuk transportasi para kontingen Asian Games,”

  • Muba Siap Bentuk Satgas Jargas

    Muba Siap Bentuk Satgas Jargas

    • calendar_month Kamis, 20 Jun 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.029
    • 0Komentar

    SETELAH melaksanakan Penandatanganan MoU Antara PT Pertagas dengan PT Petro Muba dalam upaya realisasi  Pembangunan Kilang LPG di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Rabu (19/6/2019) Bupati Muba Dodi Reza langsung bergegas  mendatangi kantor Direktorat Jenderal (Ditjen) Minyak dan Gas Bumi. Tujuan satu: melayani warga Muba dengan menambah  alokasi pemasangan jaringan gas (jargas) untuk rumah tangga. Diketahui pemasangan […]

expand_less
WordPress Archive Care – Medical and Health Blogging WordPress Theme Careera – Recruitment Agency Elementor Template Kit Careerfy – Job Board WordPress Theme Careerster CV Resume Elementor Template Kit CareerUp - Job Board WordPress Theme Carenow – Medical & Dentist Elementor Template Kit Careo – Elderly & Senior Care Elementor Template Kit Careox – Non Profit Charity WordPress Theme CarePress – Pet Care & Veterinary Elementor Template Kit CarForYou- Automotive Car Dealer WordPress Theme