Jumat, 4 Sep 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Cerita di Balik FSAI 2025, 10 Kota, 10 Tahun &10.000 Asa

Cerita di Balik FSAI 2025, 10 Kota, 10 Tahun &10.000 Asa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
  • visibility 873
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Bukan cuma popcorn dan gala premiere, Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) kini menjelma jadi etalase diplomasi budaya, generator ekonomi kreatif, dan arena berbagi cerita antarnegara.

Menteri Teuku Riefky tahu betul kalau mau jualan masa depan, ya mulai dari cerita yang bisa bikin orang duduk dan mikir. Apalagi film luar negeri yang dibawa masuk lewat Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) bukan kegiatan santai, tapi bentuk kerja diplomatik yang sangat serius. Apalagi kalau nontonnya di CGV Pacific Place, sambil ngomong soal kerja sama budaya lintas benua.

FSAI 2025 yang diluncurkan Jumat, 9 Mei lalu, bukan cuma urusan popcorn dan tiket premiere. Tahun ini spesial, karena FSAI genap berusia 10 tahun dan akan menjelajah ke 10 kota di seluruh Indonesia., Jakarta, Mataram, Bandung, Surabaya, Manado, Makassar, Padang, Denpasar, Yogyakarta, dan Semarang akan kebagian euforia sinema Australia.

Tapi jangan salah, ini bukan acara rutinan yang asal ada. Ini adalah bagian dari strategi besar ekonomi kreatif yang makin berani tampil di panggung global.

Menteri Riefky tampak sangat optimistis. Di hadapan media, ia menyampaikan bahwa film bukan lagi urusan hiburan receh. Film kini adalah urusan ekonomi, urusan strategi budaya, bahkan urusan politik lunak antarnegara. “Kita tidak hanya menonton, tapi membangun kerja sama, membuka lapangan kerja, dan mempromosikan identitas bangsa,” ujarnya.

Memang tak bisa dipungkiri, sektor film Indonesia sedang berlari. Berdasarkan data Cinepoint, jumlah penonton film lokal di tahun 2024 menembus 82 juta orang. Itu bukan angka kaleng-kaleng.

Bahkan, 21 film Indonesia berhasil menjaring lebih dari 1 juta penonton masing-masing. Tahun ini pun baru bulan Mei, tapi jumlah penonton film lokal sudah tembus 33,9 juta. Ini bukan sekadar tren, tapi sinyal kuat bahwa perfilman nasional tengah menemukan momentumnya.

Dan di titik ini, FSAI hadir sebagai katalis. Bukan sekadar tempat nonton bareng, tapi ruang diplomasi budaya yang cair. Ada masterclass untuk mahasiswa dan sineas muda, ada ruang diskusi antara filmmaker dua negara, ada potensi koproduksi dan distribusi lintas batas. Di balik layar, FSAI sedang membuka pintu-pintu kerja sama yang kelak bisa jadi jalan emas bagi industri perfilman Indonesia untuk menembus pasar global.

Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, yang mendampingi Menteri Riefky, juga tak datang sekadar berfoto. Mereka tahu betul, kalau ingin membawa film Indonesia ke level dunia, tak bisa cuma mengandalkan bakat. Perlu jejaring, kolaborasi, dan kerja diplomatik yang konsisten.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, juga tak main-main. Ia menyebut bahwa momen 10 tahun FSAI adalah peluang emas bagi dua negara untuk memperkuat hubungan lewat medium film.

“Ini bukan cuma soal produksi film, tapi juga bagaimana kita memperkuat reputasi bersama di mata dunia,” ujarnya.

Sektor kreatif film

Kalau kita mau jujur, Australia sudah cukup lama menjadikan sektor kreatif terutama film dan animasi sebagai salah satu motor ekonomi non-tradisional.

Tak heran, mereka bisa bikin film-film berkualitas dengan pasar global seperti Happy Feet, Mad Max, sampai The Dry. Pemerintahnya juga aktif mengembangkan skema insentif untuk koproduksi film internasional. Nah, Indonesia bisa belajar banyak dari situ. Bukan untuk meniru mentah-mentah, tapi untuk mengadopsi semangat membangun ekosistem kreatif yang sehat dan berdaya saing.

Lalu apa yang kita punya? Banyak! Kita punya pasar yang besar, SDM muda yang kreatif, cerita-cerita lokal yang autentik, dan penonton yang setia. Tapi kadang kita kurang percaya diri, atau malah terlalu sibuk saling menjegal antarproduser.

Padahal kalau dikawal dengan baik, ekosistem perfilman Indonesia bisa jadi raksasa baru di Asia Tenggara. Dan FSAI ini bisa jadi gerbang awal ke arah sana.

Pemerintah harus melihat ini sebagai investasi jangka panjang. Bukan hanya soal berapa juta tiket terjual, tapi soal berapa banyak pelaku kreatif yang diberdayakan. Dari penulis skenario, editor, teknisi lampu, aktor lokal, sampai kru katering syuting. Semuanya adalah bagian dari rantai ekonomi kreatif yang bernilai.

Yang lebih penting lagi, lewat kerja sama seperti ini, kita bisa menanamkan cerita kita ke dunia. Film bukan cuma tentang yang ada di layar, tapi juga tentang siapa yang punya suara.

Kalau kita tak punya panggung, cerita kita akan hilang, digantikan narasi dari luar. Maka film bisa jadi alat penting untuk menjaga identitas, sembari tetap bersaing secara ekonomi.

Festival Sinema Australia Indonesia 2025 bukan sekadar pesta film tahunan. Ia adalah simbol bahwa ekonomi kreatif Indonesia, khususnya film, sudah waktunya naik kelas.

Lewat diplomasi budaya, masterclass sineas, dan kerja sama koproduksi, FSAI membuka banyak pintu bagi anak muda kita yang bukan hanya ingin terkenal di TikTok, tapi juga ingin berkarier di industri film yang profesional.

Menteri Teuku Riefky sadar,  pertumbuhan ekonomi hari ini tak bisa lagi mengandalkan tambang dan ladang semata. Di era baru, yang dijual adalah cerita, kreativitas, dan kolaborasi. Dan film adalah medium yang lengkap ia menyentuh hati, menyampaikan pesan, menciptakan nilai ekonomi, dan memperkuat nama bangsa.

Kalau negara lain bisa menjual “branding” lewat film, kenapa Indonesia tidak? FSAI 2025 adalah salah satu jawabannya. Jadi jangan anggap remeh, karena kadang langkah besar dimulai dari menonton film bersama. Tapi yang penting, setelah nonton jangan lupa bangun ekosistemnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keren Abis.. Apple Tysons Corner Sambut Pelanggan di Ruang yang Dirancang Ulang dengan Indah

    Keren Abis.. Apple Tysons Corner Sambut Pelanggan di Ruang yang Dirancang Ulang dengan Indah

    • calendar_month Senin, 22 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 633
    • 0Komentar

    Lokasi ritel pertama Apple memiliki rumah baru, menampilkan penyempurnaan desain yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan yang mencerminkan nilai-nilai Apple. Apple Tysons Corner dibuka kembali di jantung Fairfax County, Virginia. Lokasi Apple Store dibuka untuk pelanggan 22 tahun lalu pada 19 Mei 2001, memperkenalkan keajaiban ritel Apple ke dunia. Apple telah membuka lebih dari 500 lokasi […]

  • Banjir di Rawa

    Banjir di Rawa

    • calendar_month Jumat, 28 Feb 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.254
    • 0Komentar

    Kembali hujan mengguyur Biru langit mendaki kelabu Gundah hati gegana* menggempur Petir dan angin saling beradu Apatah pertanda alam Rintik air memutihkan pandangan Deras dan semakin lebat mengelam Tak menyisakan gerimis dan rintik di taman Jam dinding tua lima kali berdenting Sedikit pun reda belum terbaca Air merambah tak ubah sendu seruling Naik merendam hingga […]

  • Datangi KPU, Golkar OKI  Serahkan Berkas Bacaleg

    Datangi KPU, Golkar OKI Serahkan Berkas Bacaleg

    • calendar_month Minggu, 14 Mei 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.321
    • 0Komentar

    Partai Golkar Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) hari ini menyambangi kantor KPU setempat guna memberikan berkas bakal calon legislatif (bacaleg) DPRD mereka sebagai syarat untuk mengikuti kontestasi Pemilu 2024 mendatang, Sabtu (13/5/2023). Ketua Partai Golkar OKI H. Bakrie Tarmusi SE menjelaskan, dengan mendatangi KPU OKI, Alhamdulillah hari ini pihaknya secara resmi mengikuti pesta demokrasi yang […]

  • Kilang Balongan Terbakar, Apa Penyebabnya ?

    Kilang Balongan Terbakar, Apa Penyebabnya ?

    • calendar_month Kamis, 30 Sep 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.600
    • 0Komentar

    PT Pertamina (Persero) mengungkapkan hasil investigasi yang telah dilakukan atas kejadian peristiwa kebakaran Kilang Balongan, Indramayu, Jawa Barat pada 29 Maret 2021 dini hari lalu. Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati mengatakan selain dilakukan investigasi dari pihak internal, perseroan juga melibatkan empat investigator eksternal yang melakukan audit atas kebakaran Kilang Balongan ini, antara lain […]

  • Manajemen Segentar Alam Rekrut 10 Pelatih, Berikut Daftarnya…

    Manajemen Segentar Alam Rekrut 10 Pelatih, Berikut Daftarnya…

    • calendar_month Sabtu, 9 Jan 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.141
    • 0Komentar

    Manajemen PS Palembang resmi menunjuk 10 pelatih yang akan melatih PS Palembang di Liga 3, Piala Soeratin U-17 dan U-15. Pelatih yang resmi akan menakhodai PS Palembang adalah Mahyadi Panggabean, Beny Tri Handoko, Sunari, Syamsul Ramsa, Husnul Wafa, Fauzan Rozanu, REzah Resah Pratama, Wisnton Siregar, Sutris dan Patra. Hal itu disampaikan Presiden PS Palembang Ratu […]

  • Tingkatkan efektivitas obat & keselamatan pasien, RS.Spesialis & Pusat Penelitian King Faisal umumkan farmakogenomik klinis yang inovatif

    Tingkatkan efektivitas obat & keselamatan pasien, RS.Spesialis & Pusat Penelitian King Faisal umumkan farmakogenomik klinis yang inovatif

    • calendar_month Rabu, 25 Okt 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 751
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – RIYADH, Arab Saudi, 24 Oktober 2023 (GLOBE NEWSWIRE) — Rumah Sakit Spesialis dan Pusat Penelitian King Faisal (KFSH&RC) dengan bangga mengumumkan peluncuran fase perdana layanan farmakogenomik klinis di Pusat Jantungnya. Layanan perintis ini memanfaatkan DNA pasien untuk menyesuaikan dosis dan pemilihan obat, menandai era baru dalam layanan kesehatan yang memprioritaskan perawatan yang dipersonalisasi […]

expand_less
WordPress Archive Liberty – A Clean Personal WordPress Blog Theme Licenses Manager for WooCommerce Life Coach – Public Speaker Personal Page WordPress theme Life Coach WordPress Theme LifeCoach | Mentor & Trainer Template Kit Lifeline Donation Pro – WordPress plugin to get donations Lifest – Insurance Agency WordPress Theme Lifevent – Event Conference WordPress Theme LiftSupply – Single Product WooCommerce WordPress theme Light – Minimalist WordPress portfolio theme