Kamis, 13 Agu 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » Musik & Film » Cerita di Balik FSAI 2025, 10 Kota, 10 Tahun &10.000 Asa

Cerita di Balik FSAI 2025, 10 Kota, 10 Tahun &10.000 Asa

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 12 Mei 2025
  • visibility 869
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sumselterkini.co.id, – Bukan cuma popcorn dan gala premiere, Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) kini menjelma jadi etalase diplomasi budaya, generator ekonomi kreatif, dan arena berbagi cerita antarnegara.

Menteri Teuku Riefky tahu betul kalau mau jualan masa depan, ya mulai dari cerita yang bisa bikin orang duduk dan mikir. Apalagi film luar negeri yang dibawa masuk lewat Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) bukan kegiatan santai, tapi bentuk kerja diplomatik yang sangat serius. Apalagi kalau nontonnya di CGV Pacific Place, sambil ngomong soal kerja sama budaya lintas benua.

FSAI 2025 yang diluncurkan Jumat, 9 Mei lalu, bukan cuma urusan popcorn dan tiket premiere. Tahun ini spesial, karena FSAI genap berusia 10 tahun dan akan menjelajah ke 10 kota di seluruh Indonesia., Jakarta, Mataram, Bandung, Surabaya, Manado, Makassar, Padang, Denpasar, Yogyakarta, dan Semarang akan kebagian euforia sinema Australia.

Tapi jangan salah, ini bukan acara rutinan yang asal ada. Ini adalah bagian dari strategi besar ekonomi kreatif yang makin berani tampil di panggung global.

Menteri Riefky tampak sangat optimistis. Di hadapan media, ia menyampaikan bahwa film bukan lagi urusan hiburan receh. Film kini adalah urusan ekonomi, urusan strategi budaya, bahkan urusan politik lunak antarnegara. “Kita tidak hanya menonton, tapi membangun kerja sama, membuka lapangan kerja, dan mempromosikan identitas bangsa,” ujarnya.

Memang tak bisa dipungkiri, sektor film Indonesia sedang berlari. Berdasarkan data Cinepoint, jumlah penonton film lokal di tahun 2024 menembus 82 juta orang. Itu bukan angka kaleng-kaleng.

Bahkan, 21 film Indonesia berhasil menjaring lebih dari 1 juta penonton masing-masing. Tahun ini pun baru bulan Mei, tapi jumlah penonton film lokal sudah tembus 33,9 juta. Ini bukan sekadar tren, tapi sinyal kuat bahwa perfilman nasional tengah menemukan momentumnya.

Dan di titik ini, FSAI hadir sebagai katalis. Bukan sekadar tempat nonton bareng, tapi ruang diplomasi budaya yang cair. Ada masterclass untuk mahasiswa dan sineas muda, ada ruang diskusi antara filmmaker dua negara, ada potensi koproduksi dan distribusi lintas batas. Di balik layar, FSAI sedang membuka pintu-pintu kerja sama yang kelak bisa jadi jalan emas bagi industri perfilman Indonesia untuk menembus pasar global.

Deputi Bidang Kreativitas Media, Agustini Rahayu, yang mendampingi Menteri Riefky, juga tak datang sekadar berfoto. Mereka tahu betul, kalau ingin membawa film Indonesia ke level dunia, tak bisa cuma mengandalkan bakat. Perlu jejaring, kolaborasi, dan kerja diplomatik yang konsisten.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, juga tak main-main. Ia menyebut bahwa momen 10 tahun FSAI adalah peluang emas bagi dua negara untuk memperkuat hubungan lewat medium film.

“Ini bukan cuma soal produksi film, tapi juga bagaimana kita memperkuat reputasi bersama di mata dunia,” ujarnya.

Sektor kreatif film

Kalau kita mau jujur, Australia sudah cukup lama menjadikan sektor kreatif terutama film dan animasi sebagai salah satu motor ekonomi non-tradisional.

Tak heran, mereka bisa bikin film-film berkualitas dengan pasar global seperti Happy Feet, Mad Max, sampai The Dry. Pemerintahnya juga aktif mengembangkan skema insentif untuk koproduksi film internasional. Nah, Indonesia bisa belajar banyak dari situ. Bukan untuk meniru mentah-mentah, tapi untuk mengadopsi semangat membangun ekosistem kreatif yang sehat dan berdaya saing.

Lalu apa yang kita punya? Banyak! Kita punya pasar yang besar, SDM muda yang kreatif, cerita-cerita lokal yang autentik, dan penonton yang setia. Tapi kadang kita kurang percaya diri, atau malah terlalu sibuk saling menjegal antarproduser.

Padahal kalau dikawal dengan baik, ekosistem perfilman Indonesia bisa jadi raksasa baru di Asia Tenggara. Dan FSAI ini bisa jadi gerbang awal ke arah sana.

Pemerintah harus melihat ini sebagai investasi jangka panjang. Bukan hanya soal berapa juta tiket terjual, tapi soal berapa banyak pelaku kreatif yang diberdayakan. Dari penulis skenario, editor, teknisi lampu, aktor lokal, sampai kru katering syuting. Semuanya adalah bagian dari rantai ekonomi kreatif yang bernilai.

Yang lebih penting lagi, lewat kerja sama seperti ini, kita bisa menanamkan cerita kita ke dunia. Film bukan cuma tentang yang ada di layar, tapi juga tentang siapa yang punya suara.

Kalau kita tak punya panggung, cerita kita akan hilang, digantikan narasi dari luar. Maka film bisa jadi alat penting untuk menjaga identitas, sembari tetap bersaing secara ekonomi.

Festival Sinema Australia Indonesia 2025 bukan sekadar pesta film tahunan. Ia adalah simbol bahwa ekonomi kreatif Indonesia, khususnya film, sudah waktunya naik kelas.

Lewat diplomasi budaya, masterclass sineas, dan kerja sama koproduksi, FSAI membuka banyak pintu bagi anak muda kita yang bukan hanya ingin terkenal di TikTok, tapi juga ingin berkarier di industri film yang profesional.

Menteri Teuku Riefky sadar,  pertumbuhan ekonomi hari ini tak bisa lagi mengandalkan tambang dan ladang semata. Di era baru, yang dijual adalah cerita, kreativitas, dan kolaborasi. Dan film adalah medium yang lengkap ia menyentuh hati, menyampaikan pesan, menciptakan nilai ekonomi, dan memperkuat nama bangsa.

Kalau negara lain bisa menjual “branding” lewat film, kenapa Indonesia tidak? FSAI 2025 adalah salah satu jawabannya. Jadi jangan anggap remeh, karena kadang langkah besar dimulai dari menonton film bersama. Tapi yang penting, setelah nonton jangan lupa bangun ekosistemnya.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tiba di Madinah, Jamaah Umroh Asal Muba Kabarkan Sehat, Bupati : Alhamdullilah, Saya Bersyukur

    Tiba di Madinah, Jamaah Umroh Asal Muba Kabarkan Sehat, Bupati : Alhamdullilah, Saya Bersyukur

    • calendar_month Selasa, 3 Des 2019
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.060
    • 0Komentar

    SEBANYAK 163 jemaah umrah umroh asal Kabupaten Musi Banyuasin [Muba] mendarat di Madinah pukul 18.05 waktu Madinah, di kabarkan mereka dalam keadaan sehat walafiat. Kabar ini, disampaikan langsung oleh jamaah kepada Bupati Muba H Dodi Reza Alex melalui pesan WhatsApp, Senin (2/12/2019). “Ass wr wb izin melaporkan kepada Bapak Bupati, Wakil Bupati dan Sekretaris Daerah Jamaah […]

  • Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadan 1443 H

    Jam Kerja ASN Selama Bulan Ramadan 1443 H

    • calendar_month Minggu, 3 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 2.313
    • 0Komentar

    JAM Kerja ASN Selama Bulan Ramadan 1443 H minimal 32,5 jam/minggu,  berdasarkan SE MenPANRB No. 11/2022 tentang Jam Kerja Pegawai Aparatur Sipil Negara pada Bulan Ramadan 1443 Hijriah di Lingkungan Instansi Pemerintah. Instansi pemerintah dengan 5 hari kerja akan bekerja di pukul 08.00-15.00 untuk hari Senin-Kamis, dengan jam istirahat pukul 12.00-12.30. Di hari Jumat, maka […]

  • UPAL Pecahan Rp100 Ribu Beredar di Pagar Alam, Bikin Pemilik Warung Resah

    UPAL Pecahan Rp100 Ribu Beredar di Pagar Alam, Bikin Pemilik Warung Resah

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.977
    • 0Komentar

    SEJUMLAH Warung milik warga mengalami kerugian menyusul uang palsu [Upal] pecahan Rp100 ribu beredar di Kota Pagar Alam, Akibatnya banyak pemilik warung resah dengan modus perdaran upal ini. Rika pemilik Warung Wulin korban mengakui mengalami kerugian, selain itu, Warung Ibu Yus yang berlokasi di Jalan Dua Jalur, Desa Bangun Rejo, Kelurahan Bangun Rejo Kecamatan Pagaralam […]

  • Gubernur Alex Noerdin Ucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Untuk Masyarakat Sumsel, Lupakan Perselisihan dan Perbedaan

    Gubernur Alex Noerdin Ucapkan Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1439 Untuk Masyarakat Sumsel, Lupakan Perselisihan dan Perbedaan

    • calendar_month Jumat, 15 Jun 2018
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 989
    • 0Komentar

    SUMSELTERKINI.ID,Palembang- Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Gubernur Alex Noerdin mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1439 H bagi seluruh umat muslim di Sumsel. Hal itu diungkapkan Alex usai Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1439 H di halaman Masjid Agung Palembang, Jum’at (15/6/2018). Di hari yang Fitri ini Gubernur mengajak semua lapisan masyarakat Sumsel untuk saling […]

  • Inilah Nama 4 Komisaris BUMD Yang Dilantik Gubernur Sumsel

    Inilah Nama 4 Komisaris BUMD Yang Dilantik Gubernur Sumsel

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.154
    • 0Komentar

    GUBERNUR Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru melantik dengan resmi  empat komisaris, yakni Komisaris Utama PT Bank Pembangunan daerah Sumsel dan Bangka Belitung, Komisaris Utama Pt Penjamin Kredit Daerah Sumsel, Komisaris Indipenden PT Penjamin Kredit Daerah Sumsel, dan Komisaris Indipendent PT BPR Sumsel. Pelantikan yang dipusatkan di Auditorium Bina Praja Pemprov Sumsel (3/1/2020) tersebut […]

  • Presiden Terbitkan Kepres Penanganan Covid Tahun 2022

    Presiden Terbitkan Kepres Penanganan Covid Tahun 2022

    • calendar_month Senin, 3 Jan 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 731
    • 0Komentar

    PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Penetapan Status Faktual Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Indonesia. Dalam Keppres yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada Jumat (31/12/2021) menyebutkan, serangkaian upaya penanganan pandemi yang akan dilakukan pemerintah dalam beberapa waktu ke depan. Mengingat, saat ini penyebaran wabah global masih […]

expand_less
WordPress Archive Liberty – A Clean Personal WordPress Blog Theme Licenses Manager for WooCommerce Life Coach – Public Speaker Personal Page WordPress theme Life Coach WordPress Theme LifeCoach | Mentor & Trainer Template Kit Lifeline Donation Pro – WordPress plugin to get donations Lifest – Insurance Agency WordPress Theme Lifevent – Event Conference WordPress Theme LiftSupply – Single Product WooCommerce WordPress theme Light – Minimalist WordPress portfolio theme