Senin, 12 Okt 2026
light_mode
Trending Tags
Beranda » MUBA Terkini » “Sampahmu Cerminan Pikiranmu”, Kalau Tak Bisa Jadi Solusi, Jangan Malah Nambah Bikin Polusi!

“Sampahmu Cerminan Pikiranmu”, Kalau Tak Bisa Jadi Solusi, Jangan Malah Nambah Bikin Polusi!

  • account_circle Irwan Wahyudi
  • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
  • visibility 755
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DULU, orang tua kita sering bilang “Jangan buang sampah sembarangan, nanti kena karma jadi bungkus nasi padang,”. Entah siapa penulis pepatah itu, tapi yang jelas, urusan sampah memang tak bisa cuma dibebankan ke pundak pemerintah saja. Kalau dibiarkan, negeri ini bukan lagi Indonesia Raya, tapi bisa-bisa jadi Indonesia Raya Daur Ulang!.

Itulah sebabnya Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah 2025 yang baru saja digelar di JCC, Jakarta, menjadi penting. Wakil Bupati Musi Banyuasin, Pak Rohman, pun datang tidak hanya untuk foto bareng latar belakang baliho, tapi untuk menyatakan komitmen. “Muba siap dukung target nasional pengurangan sampah 30% dan penanganan 70%”.

Namun kita tahu, dalam soal sampah, urusannya bukan hanya di ruang rapat, tapi juga di balik dapur rumah, di pojok warung kopi, di kantong plastik gorengan, bahkan di kepala kita. Ya, karena kadang yang harus dibersihkan bukan cuma lingkungan, tapi juga mindset.

Kalau kita jujur, siapa di antara kita yang masih mikir. “Buang aja di belakang rumah, kan nanti dibakar juga?” atau “Pakai plastik aja, kan gampang dibuang,” Nah, inilah mentalitas yang harus kita pungut dan buang ke tempat sampah sejarah.

Sampah adalah potret paling jujur dari kebudayaan kita, Di Jepang, anak TK sudah paham cara memilah sampah, di Jerman, bahkan tempat sampah pun punya perasaan ada yang khusus buat plastik, kertas, kaca, bahkan minyak goreng bekas dan tak terpakai. Di Korea Selatan, sisa makanan tak boleh lebih dari satu gigitan, kalau lebih, bisa didenda. Di Swedia, saking rajinnya mereka daur ulang, mereka kekurangan sampah dan harus impor dari Norwegia.

Bayangkan, Swedia kekurangan sampah!, sementara di beberapa kota Indonesia tumpukan sampah justru sudah mulai membentuk bukit dan bisa dijadikan destinasi wisata dadakan. Terkesan jadi “Bukit Plastik Berbisik”. he..he.

Yang perlu kita tekankan adalah, solusi itu tidak hanya muncul dari rakor dan rapat, tapi dari rumah-rumah, dari emak-emak yang mulai pakai tas belanja kain, dari bapak-bapak yang tidak asal buang bungkus rokok, dan dari anak-anak muda yang membuat konten daur ulang jadi tren TikTok.

Mahasiswa jangan cuma jago demo di kampus, tapi juga turun tangan sosialisasi ke masyarakat, siswa jangan cuma tahu lagu “Cinta Sampah”, tapi harus bisa bikin proyek 3R di sekolah. Masyarakat tak cukup hanya diedukasi, tapi juga diberi panggung untuk berinovasi. Kalau bisa bikin konten prank viral, kenapa tak bisa bikin konten edukasi pilah sampah?.

Renungkan coba, jangan sampai sampah jadi penghuni tetap di kampung, karena jangan malas mikir dan ogah berubah. Jika pemerintah sudah pasang strategi dari regulasi, teknologi PSEL, sampai penguatan infrastruktur, tapi rakyatnya masih suka buang popok bayi ke sungai, ya percuma, kita seperti orang main catur, tapi bidaknya mabuk.

Semua ini butuh kesadaran, bukan cuma dari segelintir orang, tapi dari kolektif bangsa, kalau kita mau Indonesia bebas sampah, kita harus mulai dari kepala bukan dari tempat sampah duluan. Karena kepala yang bersih akan menciptakan lingkungan yang bersih.

Sadarlah, belajarlah juga dari negara lain, seperti Tokyo, Jepang, yang punya sistem pemilahan sampah 12 kategori, dan warga yang rela bawa pulang sampahnya kalau tak menemukan tempat sampah umum. Stockholm, Swedia, mengolah sampah menjadi listrik hingga 99% tidak masuk TPA. Seoul, Korea Selatan punya bank sampah digital dan sistem RFID untuk mengawasi sampah rumah tangga, dan terakhir Freiburg, Jerman bahkan bisa menjadikan pengolahan sampah bagian dari pendidikan anak usia dini, keren bukan inovasinya?, masak kalah!?.

Sampah itu sebenarnya bukan kutukan, tapi bisa jadi berkah, kalau kita sadar, asal dikelola dengan akal dan niat baik, seperti kata pepatah modern. “Sampahmu adalah tanggung jawabmu, bukan bahan status di Instagram”.

Ayo, rubahlah mentalitas dari “biarin aja” menjadi “ayo kita beresin”, jangan tunggu sampai sampah memberontak dan membentuk partai sendiri, ingat juga, kalau tak bisa jadi solusi, jangan malah nambah polusi.[***]

  • Penulis: Irwan Wahyudi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daerah Zona Merah Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (Daring) 100%

    Daerah Zona Merah Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (Daring) 100%

    • calendar_month Minggu, 20 Jun 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 880
    • 0Komentar

    UNTUK mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19, kegiatan belajar mengajar pada daerah zona merah akan berlangsung melalui Pembelajaran Jarak Jauh atau daring 100%. Sedangkan untuk daerah berstatus zona kuning dan oranye akan menunggu keputusan Kementerian Pendidikan, Riset dan Teknologi. Keputusan ini berdasarkan Inmendagri No. 13/2021 tentang PPKM Skala Mikro Tahap 10 yang berlangsung 15-28 Juni 2021. Untuk […]

  • Pj. Gub Sumsel Agus Fatoni tinjau persiapan Presiden Jokowi di Mura & Muratawara

    Pj. Gub Sumsel Agus Fatoni tinjau persiapan Presiden Jokowi di Mura & Muratawara

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.397
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id, – Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni meninjau langsung persiapan H-1 kunjungan kerja (kunker) Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) ke Sumatera Selatan (Sumsel). Rencananya Presiden Jokowi berkunjung ke tiga daerah, yakni Lubuklinggau, Musi Rawas (Mura) dan Musi Rawas Utara (Muratara). Siang ini, Fatoni meninjau langsung persiapan lokasi yang dijadwalkan akan dikunjungi […]

  • Pantau Retensi Simpang Polda Sumsel

    Pantau Retensi Simpang Polda Sumsel

    • calendar_month Kamis, 7 Apr 2022
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 837
    • 0Komentar

    WAKIL Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda apresiasi kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU PR) Palembang, terkait upaya menangani banjir saat hujan deras. Hal ini diungkap Fitri saat meninjau kolam rentensi Simpang Polda Sumsel, Palembang, Kamis [7/4/2022]. “Alhamdulilah berkat kerja keras Dinas PUPR hujan semalam tidak meluap karena pompa air berjalan lancar,”imbuhnya. Menurut Fitri dengan […]

  • Serentak, Bupati Muba Salurkan Bantuan Terdampak Covid-19 Untuk 86.099 KK Warga Muba

    Serentak, Bupati Muba Salurkan Bantuan Terdampak Covid-19 Untuk 86.099 KK Warga Muba

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2020
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 927
    • 0Komentar

    PEMERINTAH kabupaten Musi Banyuasin yang di komandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin berkomitmen dan konsisten hadir untuk masyarakat demi penanganan, dan, penanggulangan serta pencegahan penyebaran wabah Covid-19 atau virus Corona di Muba dari berbagai sisi. Hal ini, disampaikan langsung oleh Bupati Muda, berprestasi, perhatian dan memiliki jiwa kepedulian yang sangat luar bisa pada […]

  • 2 Perusahaan Rusia bergerak dibidang smart city serahkan LoI kepada OIKN

    2 Perusahaan Rusia bergerak dibidang smart city serahkan LoI kepada OIKN

    • calendar_month Selasa, 5 Des 2023
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 667
    • 0Komentar

    Sumselterkini.co.id – Dua perusahaan asal Rusia, yang bergerak di bidang smart city, telah menyerahkan letter of intent (LoI) kepada Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) (29/09) di Balikpapan, Kalimantan Timur. Letter of intent merupakan langkah awal bagi perusahaan-perusahaan ini untuk berinvestasi dan berpartisipasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara.​ Penyerahan yang difasilitasi oleh KBRI Moskow dengan dukungan […]

  • Begini Asa Bupati Banyuasin Kepada Pengurus Baru KTNA

    Begini Asa Bupati Banyuasin Kepada Pengurus Baru KTNA

    • calendar_month Selasa, 9 Feb 2021
    • account_circle Irwan Wahyudi
    • visibility 1.305
    • 0Komentar

    BUPATI Banyuasin H Askolani SH MH mengukuhkan pengurus Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Banyuasin masa bhakti 2021-2025 di Aula SMK PPN Sembawa. Bupati Banyuasin H Askolani mengucapkan selamat kepada pengurus KTNA Kabupaten Banyuasin yang baru saya dilantik. Dia berharap melalui KTNA Banyuasin akan mampuh menaikan peringkat, dari Nomor 4 penghasil pangan menjadi Nomor […]

expand_less
WordPress Archive Baby Kids - Education Primary School Children Baby & Kids Store eCommerce Woocommerce WordPress Theme BabyBo – Baby Shop and Children Kids Store WordPress Theme BabyCare – Kids Store WooCommerce WordPress Theme Babypleje – Baby Care Services Elementor Template Kit Background Switcher Addon For Elementor Backlink PRO – Unlimited Comment Backlinks Bagaicha – Landscape & Gardening Elementor Template Kit Bagery – Ice Cream Shop WordPress Theme Bagja - Responsive Multi Concept & One Page Portfolio Theme